Bismillah. Alhamdulillahi Rabbil ‘aalamiin. Wa shallallahu ‘ala Nabiyyina Muhammadin wa ‘ala aalihi wa shahbihi ajma’in, wa ba’du.
Menuntut ilmu membutuhkan kesungguhan dan kesabaran. Dalam sebagian atsar disebutkan :
.((قال عكرمة : ((كان ابن عباس رضي الله عنهما يضع الكبل في رجلي يعلمني القرآن والفرائض
.((وقال يحي بن أبي كثير : ((لا يستطاع طلب العلم براحة الجسد
.((قال الجنيد بن محمد : ((باب كل علم نفيس جليل مفتاحه بذل المجهود
وقال الإمام الشافعي : ((والناس طبقات في العلم، موقعهم من العلم بقدر درجاتهم فيه، فحق على طلبة العلم بلوغ جهدهم في الاستكثار من علمه، والصبر على كل عارض دون طلبه، وإخلاص النية لله في إدراك علمه نصا واستنباطا، والرغبة إلى الله في العون عليه فإنه لا يدرك خير إلا بعونه
وقال الخطيب البغدادي : ((وقد جعل الله العلم وسائل اوليائه، وعصم به من اختاره من اصفيائه ؛ فحقيق على المتوسم به استفراغ المجهود في طلبه
1. Berkata Ikrimah : ((Dahulu Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma meletakkan rantai di kakiku, ia mengajarkan kepadaku Al-Qur’an dan ilmu waris)).
2. Berkata Yahya bin Abi Katsir : ((Menuntut ilmu itu tidak didapatkan dengan badan yang santai)).
3. Berkata Al-Jubaidi bin Muhammad : ((Bab, setiap ilmu yang berharga lagi mulia kunci (pembuka)nya yaitu mengerahkan kemampuan)).
4. Berkata Imam Asy-Syafi’i : ((Manusia itu memiliki tingkatan-tingkatan di dalam ilmu, kedudukan mereka di dalam ilmu tergantung tingkatan (kesungguhan) mereka didalamnya. Maka kewajiban bagi para penuntut ilmu adalah berusaha semaksimal mungkin dalam memperbanyak ilmu, dan bersabar atas segala yang menghalangi ketika mempelajarinya, dan mengikhlaskan niat untuk Allah dalam mengetahui ilmu-Nya secara nash dan istinbath, dan berharap kepada Allah pertolongan atas ilmu itu, karena sesungguhnya manusia tidak akan mengetahui satu kebaikan-pun kecuali dengan pertolongan-Nya)).
5. Berkata Al-Khathiib Al-Baghdadiy : ((Dan sungguh Allah telah menjadikan ilmu sebagai washilah bagi wali-wali-Nya, dan dengan ilmu itu Dia akan menjaga orang yang Dia pilih diantara teman karibnya; maka yang patut bagi orang yang mengharapkannya adalah mencurahkan kemampuan dalam mencarinya)). [An-Nubadz fii Adaab Tholabil ‘Ilmi, hal.147-148]
Faedah yang bisa diambil :
1. Bolehnya seorang guru bersikap tegas kepada murid-muridnya dengan harapan itu akan membuatnya lebih semangat dalam menuntut ilmu
2. Menuntut ilmu butuh perjuangan, dan hal itu tidak didapatkan dengan badan yang santai
3. Ilmu yang berharga dan mulia semisal ilmu agama, kuncinya adalah mengerahkan semua kemampuan untuk mendapatkannya
4. Manusia memiliki tingkatan di dalam ilmu, ada yang pintar dan ada yang biasa-biasa saja dan ini merupakan sunnatullah. Yang paling tinggi kedudukannya adalah yang paling bersungguh-sungguh dalam mendapatkannya
5. Dalam menuntut ilmu dibutuhkan poin-poin penting yang menjadi sebab suksesnya menuntut ilmu diantaranya ; (1) kesabaran, (2) niat yang ikhlas, dan (3) memohon pertolongan Allah ‘Azza wa Jalla dalam proses mencarinya
6. Ilmu adalah washilah bagi wali-wali Allah dalam mendekatkan diri kepada-Nya, untuk mengenal yang ma’ruf dan yang mungkar, serta washilah yang mengantarkan kepada kebahagiaan dunia dan akhirat. Dan siapa yang hendak mencari dan mendapatkannya, hendaknya ia mengerahkan seluruh kemampuannya. Wallahu a’lam.
Semoga kita termasuk diantara orang yang bersungguh-sungguh dalam mencarinya, dan yang mengerahkan seluruh kemampuan untuk mendapatkannya.
***
Repost : Gresik, 29 Rojab 1444 H/20 Februari 2023
Penulis: Abu Dawud ad-Dombuwiyy
Artikel : Meciangi-d.blogspot.com






