Bismillah. Alhamdulillah. Wa shallallahu ‘ala Nabiyyina Muhammadin wa ‘ala aalihi w shahbihi ajma’iin. Wa ba’du.
Anak-anak kita pada hari ini adalah pemuda di masa mendatang, maka tuntunlah tangan mungilnya menuju surga Allah dengan memilihkan untuk mereka pendidik yang baik agamanya, karena agama anak kecil tergantung agama para pendidiknya.
Berkata Abu Ishak al-Jibyaaniy :
لا تعلموا أولادكم إلا عند الرجل الحسن الدين، فدين الصبي على دين معلم
“Janganlah kalian mendidik anak-anak kalian kecuali kepada seseorang yang baik agamanya, karena agama anak kecil, tergantung agama pendidiknya.” [Al-Ihtifaal bi Ahkaam wa Aadaabil Athfaal, hal.32. Cet. Muassasatu ar-Royyaan].
Jika seorang anak kecil kita tuntun tangan mungilnya untuk mengambil ilmu agama dari seseorang yang rusak agamanya, maka akan rusak pula agama anak tersebut.
Ibnu Sirin pernah mengatakan sebagaimana yang disering disebutkan oleh guru-guru kita:
إن هذا العلم دين فانظروا عمن تأخذون دينكم
“Sesungguhnya ilmu ini adalah agama, maka perhatikanlah dari mana kalian mengambil agama kalian.” [Shahih Muslim, hal.24. Cet. Baitul Afkar ad-Dauliyyah].
Karena itu sebagai orang tua, jelilah dalam memilih tempat sekolah untuk anak-anak kita, sebab racun syubhat di akhir zaman ini telah menyebar disegala tempat.
Seorang penyair pernah mengatakan :
“Aku melihat singa-singa mati bergelimpangan di gurun-gurun pasir.
Menelan racun dari pemburu yang membawa kitab-kitab.
Seakan-akan tumpukan bangkai yang mengeluarkan aroma busuk.”
Guru yang bukan ahlus sunnah, akan mendidik anak-anak kita dengan kesesatan dan kerancuan. Seperti racun yang mematikan akal akan membuat fitrah anak menjadi mati, hingga akhirnya syubhat itu akan mengeluarkan bau busuk diantara kejernihan al-Qur’an dan as-sunnah an-nabawiyyah.
Bagi yang pernah mengenyam dunia pesantren yang mengajarkan perkara-perkara bid’ah, kita pasti tahu bahwa para santri, mereka pasti mengikuti semua yang diajarkan oleh ustadz-ustadznya di pesantren, walaupun disana ada amalan-amalan bid’ah, wirid-wirid yang tidak dicontohkan, pluralisme, ilmu mantiq bahkan belajar ilmu kebal dan lain sebagainya. Sekiranya sang anak terus dididik bertahun-tahun dengan pola dan pemahaman seperti ini hingga ia dewasa, maka anak ini akan tumbuh menjadi pemuda yang menyimpang dan binasa karena menyelisihi shalafus sholih. Waliyaadzubillah. Sungguh benar ucapan seorang pujangga yang mengatakan :
“Aduhai, bukan tikaman pedang yang membunuhku perlahan.
Tapi aqidahku yang menyelisihi ahlus sunnah waljama’ah.”
Seorang musafir juga pernah mengatakan :
“Menderitanya jasad di dunia karena sakit, akan berakhir dengan kematian.
Menderitanya akal akibat pemahaman yang menyimpang, akan berlanjut pada adzab kubur hingga adzab neraka.
Duhai, sekiranya neraka bisa memperlihatkan percikan apinya yang bagaikan istana, niscaya mereka akan kembali ke jalan yang benar.”
Karena itu fahamilah saudara-saudaraku, sesungguhnya orang tua-lah washilah terbesar yang dapat menuntun anak-anaknya diatas agama yang lurus atau diatas kesesatan. Jika dia menuntun mereka menuju surga Allah ‘Azza wa Jalla dengan washilah guru yang baik, pesantren yang bermanhaj salaf, maka orang tua akan memetik hasilnya kelak, namun jika sebaliknya, orang tua akan menuai akibatnya di dunia dan akhirat.
✅ Faedah yang bisa diambil :
1. Pentingnya mencari guru yang benar untuk anak-anak kita, karena lurusnya agama sang guru, akan menjadi washilah lurusnya agama seorang anak, karena agama anak kecil tergantung agama pendidiknya.
2. Hendaknya para orang tua mengenali tokoh-tokoh kesesatan dan pondok pesantren-pondok pesantren yang mengajarkan kebid’ahan, agar bisa lebih diwaspadai dan dijauhi majelisnya dan sekolah-sekolahnya.
3. Pentingnya memperhatikan pendidikan agama anak-anak kita sejak kecil, karena anak kecil pada hari ini adalah pemuda dimasa mendatang.
4. Menderitanya aqal akibat pemahaman yang menyimpang lebih berbahaya dari tikaman pedang, karena penyimpangan dalam beragama tidak berakhir dengan kematian semata, tapi akan berlanjut dengan adzab kubur dan adzab di neraka.
5. Wajib menyekolahkan anak-anak ke sekolah yang melandaskan pendidikannya berdasarkan pemahaman salafus sholeh ; yakni para shahabat, tabi’iin dan tabi’ut tabi’iin, karena dengan itu, diharapkan anak-anak kita kelak akan menjadi ahlus sunnah wal jama’ah dan menjadi pembela agama Allah.
Wallahu a’lam.
***
Sidayu, Gresik : 3 September 2023/17 Shofar 1444 H
Penulis : Abu Dawud ad-Dombuwiyy
Artikel : Meciangi.or.id






