Bismillah. Wa shallallahu ‘ala Nabiyyina. Wa ba’du.
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْعَبْدَ التَّقِىَّ الْغَنِىَّ الْخَفِىَّ
“Sesungguhnya Allah mencintai hamba yang bertakwa, hamba yang hatinya selalu merasa cukup dan yang suka mengasingkan diri.”
Az Zubair bin Al ‘Awwam mengatakan, “Barangsiapa yang mampu menyembunyikan amalan sholihnya, maka lakukanlah.”
Al Fudhail bin ‘Iyadh mengatakan, “Sebaik-baik ilmu dan amal adalah sesuatu yang tidak ditampakkan di hadapan manusia.”
Ar Robi’ bin Khutsaim selalu melakukan amalan dengan sembunyi-sembunyi. Jika ada orang yang akan menemuinya, lalu beliau sedang membaca mushaf Qur’an, ia pun akan menutupi Qur’annya dengan bajunya. [*]
Hal ini sangat berbeda dengan kita (terutama saya) yang masih sering menampilkan amalan yang tidak perlu ditampakkan.
Hadir pengajian, jepret…
Baca Al-Qur’an, rekam, upload…
Baca kitab, jepret… [**]
Saya kagum dengan para salaf, mereka sangat takut jatuh dalam riya’ ataupun berhias dengan sesuatu yang tidak mereka miliki, padahal saat itu tidak ada sosial media (seperti Facebook, Whatsapp, Instagram dan semisalnya).
Apakah tulisan ini menghukumi orang yang menampakkan amalan di sosial media sebagai pelaku riya?
Tentu tidak, masalah riya’ adalah masalah hati, yang tau hanya Allah kemudian pelakunya saja. Kita hanya dapat menghukumi yang nampak dan berprasangka baik.
Namun, berprasangka baik bukan berarti menutup pintu nasehat.
Alaa kulli hal, alasan apapun yang kita sampaikan, kita yang lebih tau tentang diri kita dibanding orang lain.
بَلِ ٱلۡإِنسَـٰنُ عَلَىٰ نَفۡسِهِۦ بَصِیرَةࣱ وَلَوۡ أَلۡقَىٰ مَعَاذِیرَهُۥ
Artinya : “Manusia menjadi saksi atas dirinya sendiri meskipun dia mengemukakan alasan-alasannya”. (Surat Al-Qiyamah : 14-15)
Dan kita semua akan dimintai pertanggung-jawaban.
Maka saya mencoba mengajak diri saya pribadi dan teman-teman sekalian untuk mempersiapkan jawaban sebelum bertindak.
Sudahkah aku memiliki jawaban (di akhirat kelak) ketika ditanya “mengapa engkau lakukan ini?”
———–
[*] semua atsar di atas dari https://rumaysho.com/656-tanda-ikhlas-berusaha-menyembunyikan-amalan.html
[**] beda kondisi bila kondisi mengajar atau menunjukkan bukti literasi
***
Sidayu, Gresik : 7 Rabii’ul Awwal 1445 H/22 September 2023
Penulis : Safto Mulyono
Artikel : Meciangi.or.id






