Kamis, Juni 11, 2026
Meci Angi | Forum Kajian Mahasiswa Meci Angi
NEWSLETTER
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BELAJAR ISLAM
    • AQIDAH
    • MANHAJ
  • FIQH DAN MUAMALAH
    • FIQH
    • QOIDAH FIQH
    • USHUL FIQH
  • TAZKIYATUN NUFUS
    • ADAB DAN AKHLAQ
    • TAZKIYATUN NUFUS
  • DOWNLOAD
    • E-BOOK
    • BULETIN MECI ANGI
    • KITAB ULAMA
    • REKAMAN KAJIAN
  • LAINNYA
    • FATWA ULAMA
    • TAFSIR
    • SIROH
    • KHUTBAH JUM’AT
    • BAHASA ARAB
    • BANTAHAN
    • TANYA JAWAB
    • MUTIARA SALAF
    • BIOGRAFI
Meci Angi | Forum Kajian Mahasiswa Meci Angi
  • BERANDA
  • BELAJAR ISLAM
    • AQIDAH
    • MANHAJ
  • FIQH DAN MUAMALAH
    • FIQH
    • QOIDAH FIQH
    • USHUL FIQH
  • TAZKIYATUN NUFUS
    • ADAB DAN AKHLAQ
    • TAZKIYATUN NUFUS
  • DOWNLOAD
    • E-BOOK
    • BULETIN MECI ANGI
    • KITAB ULAMA
    • REKAMAN KAJIAN
  • LAINNYA
    • FATWA ULAMA
    • TAFSIR
    • SIROH
    • KHUTBAH JUM’AT
    • BAHASA ARAB
    • BANTAHAN
    • TANYA JAWAB
    • MUTIARA SALAF
    • BIOGRAFI
No Result
View All Result
Meci Angi | Forum Kajian Mahasiswa Meci Angi
No Result
View All Result

Berbakti Kepada Ayah

Lis Mujiono, S.Pd.I by Lis Mujiono, S.Pd.I
8 Juni 2026
in ADAB DAN AKHLAQ
Reading Time: 10 mins read
0
Home ADAB DAN AKHLAQ

إنَّ الحمد لله، نحمده ونستعينه ونستغفره، ونعوذ بالله من شرور أنفسنا وسيئات أعمالنا، من يهده الله، فلا مُضلَّ له، ومن يُضللِ الله، فلا هادي له، أشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له، وأشهد أن محمدًا عبده ورسوله
(يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُواْ رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُم مِّن نَّفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيرًا وَنِسَاء وَاتَّقُواْ اللّهَ الَّذِي تَسَاءلُونَ بِهِ وَالأَرْحَامَ إِنَّ اللّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا) [النساء: 1]

RELATED POST

Mulai dari yang Ringan

Empat Karakter Da’i Sejati (seri 4)

(يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ اتَّقُواْ اللّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوتُنَّ إِلاَّ وَأَنتُم مُّسْلِمُونَ) [آل عمران: 102]
أما بعد

Sesungguhnya diantara kewajiban yang ditekankan oleh Allah ‘Azza wa Jalla dengan penekanan yang tegas kepada hamba-Nya adalah berbakti kepada ayah.

Sebagian orang hanya fokus untuk berbakti kepada ibunya tentu ini adalah hal yang sangat baik. yang menjadi permasalahan adalah mereka lalai dan lupa untuk berbakti kepada ayahnya.

Jama’ah kaum muslimin رحمنى و رحمكم

Jika ibumu mengandungmu di dalam perutnya selama sembilan bulan, maka ayahmu memikulmu dan memikul ibumu sepanjang hidupnya.

Jika ibumu sosok yang menghadirkanmu ke dunia ini, maka ayahmu adalah orang yang menghadirkan seluruh dunianya ke dalam hidupmu.

Jika Ibumu melindungimu dari terjatuh, sedangkan ayahmu mengajarkanmu bagaimana bangkit setelah terjatuh.

Jika ibumu memberimu kasih sayang dalam kehidupan, maka ayahmu mengajarkanmu bagaimana cara bertahan dari kerasnya kehidupan ini.

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda kepada seorang anak:

أنتَ ومالَكَ لأبيكَ

“Engkau dan hartamu adalah milik ayahmu” (HR. Al-Bazzar, no.4593 dan Thabaraniy dalam Al-Ausath, no.7088)

Dalam sebagian riwayat dari hadits yang kita dengar tadi disebutkan dari Jabir bin Abdillah رضي الله عنه beliau berkata:  “Seorang anak laki-laki datang kepada Nabi shallallahiu ‘alaihi wa sallam lalu berkata:

يا رسولَ اللهِ إنَّ أبي أخَذ مالي

“Wahai Rasulullah, sesungguhnya ayahku telah mengambil hartaku.”
Maka Rasulullah shallallahiu ‘alaihi wa sallam berkata kepada anak laki-laki itu:

اذهَبْ فأتِني بأبيكَ

“Pergilah dan bawalah ayahmu kepadaku.”

Lalu Jibril turun kepada Nabi shallallahiu ‘alaihi wa sallam dan berkata:

إنَّ اللهَ يُقرِئُكَ السَّلامَ ويقولُ إذا جاءكَ الشَّيخُ فسَلْه عن شيءٍ قاله في نَفْسِه ما سمِعَتْه أُذناه

“Sesungguhnya Allah menyampaikan salam kepadamu dan berfirman: Apabila orang tua itu datang kepadamu, maka tanyakan kepadanya tentang sesuatu yang pernah ia ucapkan dalam hatinya, yang tidak pernah terucap untuk didengar oleh kedua telinganya.”

Ketika orang tua itu datang, Nabi shallallahiu ‘alaihi wa sallam berkata kepadanya:

ما زال ابنُكَ يشكوكَ أنَّكَ تأخُذُ مالَه

“Anakmu ini terus mengadukanmu karena engkau mengambil hartanya.”

Orang tua itu berkata:

سَلْه يا رسولَ اللهِ هل أُنفِقُه إلّا على إحدى عَمّاتِه أو خالاتِه أو على نَفْسي

“Tanyakan kepadanya wahai Rasulullah, apakah aku membelanjakan harta itu untuk salah satu dari bibinya, atau untuk diriku sendiri?”

Maka Nabi shallallahiu ‘alaihi wa sallam bersabda:

إيهٍ دَعْنا مِن هذا أخبِرْني عن شيءٍ قُلْتَه في نَفْسِكَ ما سمِعَتْه أُذناكَ

“Sudah , sudah, tinggalkan hal itu semua. Sekarang beritahukan kepadaku sesuatu yang pernah engkau ucapkan dalam hatimu, yang tidak pernah terucap untuk didengar oleh kedua telingamu.”

Orang tua itu berkata:

يا رسولَ اللهِ ما يزالُ اللهُ يَزيدُنا بكَ يقينًا قُلْتُ في نَفْسي شيئًا ما سمِعَتْه أُذُناي

“Demi Allah wahai Rasulullah, Allah senantiasa menambah keyakinan kepada kami untuk beriman dengan kebenaranmu. Aku memang mengatakan dalam hatiku sesuatu yang tidak pernah didengar oleh kedua telingaku.”

Nabi shallallahiu ‘alaihi wa sallam bersabda:

قُلْ وأنا أسمَعُ

“Ucapkanlah isi hatimu, dan aku akan mendengarnya.”

Kemudian orang tua itu berkata menghadap anak laki-lakinya tadi:

غَذَوْتُكَ مَولودًا ومُنْتُكَ يافِعًا
تُعَلُّ بما أَجْنِي عليكَ وتَنْهَلُ

“Aku membesarkanmu sejak engkau bayi, dan aku menafkahimu ketika engkau mulai beranjak dewasa.

Engkau hidup dari apa yang aku usahakan untukmu, dan engkau reguk semua jerih payahku sepuasmu.

إذا ليلةٌ ضَافَتْكَ بالسُّقْمِ لَمْ أَبِتْ
لِسُقْمِكَ إلّا ساهرًا أتَمَلْمَلُ

Jika suatu malam penyakit menimpamu, aku tidak tidur karena sakit yang kamu derita, terjaga dan penuh kegelisahan.

تخافُ الرَّدى نَفْسي عليكَ وإنَّها
لَتَعْلَمُ أنَّ الموتَ وَقْتٌ مُؤجَّلُ

Jiwaku takut engkau disambar kematian, padahal aku tahu kematian adalah waktu yang telah ditetapkan.

كأنِّي أنا المَطرُوقُ دُونَكَ بالَّذي
طُرِقْتَ به دُوني فعينايَ تهمُلُ

Seakan-akan akulah yang tertimpa musibah itu, bukan engkau, sehingga kedua mataku tak kuasa mengalirkan air mata.

فلمّا بلَغْتَ السِّنَّ والغايةَ الَّتي
إليها مَدَى ما فِيْكَ كُنْتُ أُؤَمِّلُ

Hingga ketika engkau mencapai usia dewasa, dan kau gapai cita-citamu dan itulah tujuan yang selama ini aku harapkan darimu.

جَعَلْتَ جَزَائِي غِلْظَةً وفَظَاظَةً
كَأنَّكَ أنتَ المُنعِمُ المُتفضِّلُ

Engkau membalas jasaku dengan kekerasan dan sikap kasar, seolah-olah engkaulah yang berbuat baik dan berjasa kepadaku.

فلَيْتَكَ إذْ لَمْ تَرْعَ حقَّ أُبُوَّتي
كما يفعَلُ الجارُ المُجاوِرُ تفعَلُ

Maka seandainya engkau tidak mempedulikan hakku sebagai seorang ayah, setidaknya perlakukanlah aku sebagaimana seseorang yang bersikap baik kepada tetangganya.”

Maka pada saat itu Rasulullah shallallahiu ‘alaihi wa sallam menangis dan memegang kerah baju anaknya dan bersabda:

أنتَ ومالَكَ لأبيكَ

“Engkau dan hartamu adalah milik ayahmu.” (HR. At-Tabaraniy dalam Mu’jam al-Ausath, 6/339 dan Mu’jam ash-Shoghir, no.937 dan Ibnu Majah, no.2291, dan At-Thohawiy dalam Syarh Ma’aniy al-Aatsaar, no.6150)

Jama’ah kaum muslimin رحمنى و رحمكم

Sesungguhnya hak seorang ayah tidak akan pernah bisa diungkapkan dengan kata-kata.
Renungkan lah sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam itu:

أنتَ ومالَكَ لأبيكَ

“Sesungguhnya jiwamu (tubuh dan ragamu) serta hartamu adalah milik ayahmu”

Meski pujian setinggi langit dan puisi nan indah dan terangkai; tetap tidak bisa membalas hak ayahmu yang begitu agung. Dialah sosok yang menjadi tumpuanmu terkala engkau masih kecil dan remaja.

Dikala semua orang di sekelilingmu meninggalkan engkau dan tidak mempeduliakanmu, dialah seorang ayah sebagai pondasi dalam keluarga.

Dialah tanda ketenteraman dan keamanan dalam keluarga.
Ayah adalah cahaya dalam keluarga yang kehadirannya selalu diharapkan.

Canda dan tawanya adalah penghias kehidupan.
Pelukannya dan kasih sayangnya adalah pelita kehidupan.

Memandang ayah mendatangkan kebahagiaan, kepergian ayah membawa kesedihan.
Ayahmu adalah sosok yang telah berkorban untuk keluarga dia lah yang telah berusaha untuk membimbingmu dan tidak pernah lelah.

Dialah yang selalu mengharapkan kebaikanmu dengan penuh ketulusan. Ayahmu, dialah yang selalu memberikan semuanya kepadamu tanpa sifat pelit dan perhitungan sama sekali. Yang penting engkau bisa tertawa dan tersenyum, ia akan bahagia.

Dia mengorbankan waktunya untukmu, dia mengorbankan dirinya untuk menebus kebahagiaanmu.
Dia lah ayah dan dia lah ayah yang Rabbul ‘alamin telah mewasiatkan kepadamu untuk berbakti kepadanya untuk berbuat yang terbaik untuknya:

وَوَصَّيْنَا ٱلْإِنسَٰنَ بِوَٰلِدَيْهِ حَمَلَتْهُ أُمُّهُۥ وَهْنًا عَلَىٰ وَهْنٍ وَفِصَٰلُهُۥ فِى عَامَيْنِ أَنِ ٱشْكُرْ لِى وَلِوَٰلِدَيْكَ إِلَىَّ ٱلْمَصِيرُ

“Dan Kami perintahkan kepada manusia untuk(berbuat baik) kepada ibu dan ayahnya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah lemah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada ibu dan ayahmu, dan hanya kepada-Kulah tempat kembalimu.” (Luqman 31:14)

Jama’ah kaum muslimin رحمنى و رحمكم

Wahai yang hendak meraih surga yang luasnya seluas langit dan bumi dan yang ingin meraih kenikmatan yang sempurna nan abadi di akhirat kelak, maka ketahuilah dihadapanmu ada pintu syurga yang terbuka lebar ia lah ayahmu.

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

الوالِدُ أوسَطُ أبوابِ الجَنَّةِ، فاحفَظْ ذلكَ البابَ أو دَعْهُ

“Ayahmu adalah pintu syurga yang paling tengah maka jagalah pintu tersebut jika kau mau. jika kau tidak mau tinggalkan pintu tersebut.” (HR. Tirmidzi, no.1900, Ibnu Majah, no.3663), Ahmad, no.27552)

Jama’ah kaum muslimin رحمنى و رحمكم

Berbakti kepada Ayah merupakan sebab diterimanya amal-amal sholeh. Allah Ta’ala berfirman:

أُو۟لَٰٓئِكَ ٱلَّذِينَ نَتَقَبَّلُ عَنْهُمْ أَحْسَنَ مَا عَمِلُوا۟ وَنَتَجَاوَزُ عَن سَيِّـَٔاتِهِمْ فِىٓ أَصْحَٰبِ ٱلْجَنَّةِ ۖ وَعْدَ ٱلصِّدْقِ ٱلَّذِى كَانُوا۟ يُوعَدُونَ

“Mereka itulah orang-orang yang Kami terima dari mereka amal yang terbaik yang telah mereka kerjakan dan Kami ampuni kesalahan-kesalahan mereka, bersama penghuni-penghuni surga, sebagai janji yang benar yang telah dijanjikan kepada mereka.” (Al Ahqaaf 46:16)

Ingatlah menjadikan ayah ridha dan menjadikan ayah senang adalah sebab keridhaan Allah Ta’ala dan sebab masuk ke dalam surga, dan sebab dijauhkannya kemurkaan Allah Ta’ala.

Dari Abdullah bin ‘Amr Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

رِضى الربّ في رِضى الوالدِ، وسَخَطُ الرَبّ في سخطِ الوالدِ

“Keridaan Allah tergantung pada keridaan ayah, dan kemurkaan Allah tergantung pada kemurkaan ayah.” (HR. Al-Baghawiy dalam Syarhus Sunnah, 6/429)

Wahai hamba Allah renungkan lah kedudukan ayahmu dan besarnya jasa ayahmu kepadamu
Sesungguhnya engkau adalah belahan dari jiwanya. Betapa banyak harapan yang ia harapkan darimu

Jangan engkau tanya lagi tentang besarnya kegembiraan dan tingginya kebahagiaan yang menyeliputinya tatkala dia dikabari bawa ibumu sedang mengandungmu. Dia begitu gembira sementara engkau masih dalam perut ibumu dan masih belum keluar dari dunia ini.

Ketika berlalu bulan demi bulan maka semakin besar penantiannya menunggu kehadiranmu, dan semakin sayang ia kepada ibumu karena engkau berada dalam kandungannya.

Kerinduan semakin meliputinya menanti saat-saat kelahiranmu.
Dia menghitung hari dan malam demi menanti pertemuan yang indah denganmu.
Betapa besar harapan yang ia harapkan pada dirimu, dan betapa banyak angan-angan yang berputar di benaknya untukmu.

Tatkala tiba saat engkau akan keluar dari perut ibumu. Ibumu menghadapi kesakitan yang luar biasa, sementara ayahmu juga merasakan beratnya penderitaan ibumu.

Ayahmu berdoa dengan penuh cemas dan kegelisahan agar Allah Ta’ala meringankan penderitaan ibumu. Agar engkau keluar dengan selamat dan sehat wal afiat.

Tatkala ia mendengar tangisanmu dan teriakanmu, dia pun tak kuasa dan meneteskan air mata kebahagiaan, terharu melihatmu, dan kasih sayang tiada tara kepadamu mengalir di lubuk hatinya.

Dia begitu gembira dan wajahnya berseri-seri sembari tersenyum tatkala memandang wajahmu.
Jangan engkau tanya tentang cintanya kepadamu dan sayangnya dirinya terhadapmu.

Itulah hari bersejarah yang tidak akan terlupakan dalam ingatan ayahmu. Sejarah kebahagiaan pertemuan pertama denganmu.

Kemudian semakin bertambah hari, maka semakin bertambah pula kasih sayangnya kepadamu.
Hingga jadilah engkau orang yang nomor satu dan prioritas utama dalam kehidupannya.

Jadilah engkau yang dilayaninya di siang hari dan dijaga malam hari.
Pikirannya selalu kepadamu dan hatinya selalu bersamamu, dan engkaulah yang selalu ia tanyakan.

Ia gembira tatkala melihat senyumanmu.
Ia gelisah tatkala melihat engkau menangis.

Ia tidak ingin engkau tersakiti sedikit pun, hatinya teriris jika mendengar tangisan sakitmu.
Malam-malam ia lalui dengan begadang karena gelisah memikirkan ketika sakit.

Betapa sering matanya tak kuasa menahan aliran air mata karena khawatir akan kesehatanmu.
Tatkala engkau semakin besar, pandangannya kepada mu semakin penuh harapan.

Semua keinginanmu ia penuhi, dan cita-citamu ia perjuangkan.
Ia bahagia dengan kebahagiaanmu, dan ia bersedih dengan kesedihanmu.

Betapa banyak air matamu yang terhapus dengan pelukannya.
Dan betapa banyak kegelisahan di hatimu ia hilangkan dengan belaian cintanya.

Dia bekerja untuk kebahagiaanmu siang dan malam tanpa lelah.
Keringat bercucuran dari sekujur tubuhnya tidak ia pedulikan.

Hingga tatkala engkau menjadi seorang pemuda, jadilah dirimu sebagai kebanggaannya. dan engkau diceritakan di sana dan disini. Dia gembira dengan keberhasilanmu dia bahagia melihat derap langkah kakimu.

Tahun tahun berlalu inilah hasil perjuangannya mendidikmu selama ini. jerih payahnya yang penuh dengan kesulitan dan penderitaan demi memperjuangkan kebahagiaanmu. Betapa banyak kesedihan yang ia lalui tatkala mendidikmu dimana saat itu engkau sering membangkangnya.

Betapa banyak air mata pilu yang harus diminumnya ketika engkau nakal dan melawannya.
Memang ia pernah memarahimu tetapi itu semua karena ia sayang kepadamu. Mungkin ia pernah menjewermu dan membentakmu tapi itu semua karena khawatir akan dirimu.

Ia melawan kerasnya kehidupan bertarung mencari nafkah, semuanya demi kebahagiaanmu. Demi untuk melihat senyumanmu. Betapa sering engkau memintanya untuk membelikan sesuatu, sementara engkau tidak pernah tahu kondisinya yang begitu berat yang sedang ia hadapi, namun dia tidak pernah mengutarakannya kepadamu.

Engkau tidak peduli dengan dirinya akan tetapi ia begitu peduli dengan kehidupanmu.
Baginya yang penting adalah kebutuhan sekolahmu kebutuhan kuliahmu atau pendidikanmu terpenuhi. Dia tidak peduli meski harus berhutang, dia tidak pernah peduli meski harus dimaki dan dihina orang, semua itu demi dirimu.

Betapa sering dia bangun di tengah gelapnya malam untuk mendoakanmu sementara engkau tidak tahu dan sedang tidur pulas dalam impianmu. Betapa sering air matanya mengalir memohon kepada yang kuasa seraya berkata: “Ya Robb yang penting anakku menjadi anak yang berhasil yang menggapai cita-citanya”, sementara engkau tidak pernah tahu.

Lihatlah ia harus keluar di pagi hari untuk bekerja dan pulang di sore atau malam hari demi membahagiakanmu. Rintangan dan bahaya ia lalui tanpa mengenal lelah, semuanya demi agar engkau bisa tersenyum karena ia tak kuasa melihatmu sedih dan menangis.

Ia membanting tulang untuk membangun rumah bagimu agar engkau bisa hidup dengan nyaman, dia berpeluh keringat agar engkau bisa makan yang enak, dia menahan penderitaan pekerjaan agar engkau bisa lulus dalam pendidikanmu.

Itulah ayahmu… itulah ayahmu…. itulah perjuangannya itulah pengorbanannya. Ia memberikan kepadamu segala sesuatu dan dia tidak meminta upah darimu.

Dia berusaha semaksimal mungkin untukmu sementara ia tidak pernah menanti darimu ucapkan terima kasih kepadanya. Dia telah berbuat banyak kebaikan untukmu yang engkau tidak melihatnya. Dia membaktikan dirinya kepadamu dengan penuh pengorbanan yang tidak akan pernah bisa kau balas. Maka taatlah kepada Robbul ‘alamin yang memerintahkan engkau untuk taat kepada ayahmu yang memerintahkan engkau untuk berbakti kepadanya.

Sungguh durhaka kepadanya adalah dosa besar.
Menyakiti hatinya adalah bencana bagimu.
Membuatnya marah dan mengais adalah malapetaka bagimu.

Allah ‘Azza wa Jalla berfirman:

وَقَضَىٰ رَبُّكَ أَلَّا تَعْبُدُوٓا۟ إِلَّآ إِيَّاهُ وَبِٱلْوَٰلِدَيْنِ إِحْسَٰنًا ۚ إِمَّا يَبْلُغَنَّ عِندَكَ ٱلْكِبَرَ أَحَدُهُمَآ أَوْ كِلَاهُمَا فَلَا تَقُل لَّهُمَآ أُفٍّ وَلَا تَنْهَرْهُمَا وَقُل لَّهُمَا قَوْلًا كَرِيمًا

“Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu dan ayahmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan “ah” dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia.” (Al Israa’ 17:23)

Allah Ta’ala juga berfirman :

وَٱخْفِضْ لَهُمَا جَنَاحَ ٱلذُّلِّ مِنَ ٱلرَّحْمَةِ وَقُل رَّبِّ ٱرْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِى صَغِيرًا

“Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kesayangan dan ucapkanlah: “Wahai Tuhanku, kasihilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil.” (Al Israa’ 17:24)

بَارَكَ اللَّهُ لِي وَلَكُمْ فِي القُرْآنِ وَالسُّنَّةِ، وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيهِ مِنَ الذِّكْرِ وَالحِكْمَةِ
أَقُولُ مَا سَمِعْتُمْ، وَأَسْتَغْفِرُ اللَّهَ لِي وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ المُسْلِمِينَ

Khutbah ke 2

الحَمْدُ لِلَّهِ، الحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي أَرْسَلَ رَسُولَهُ بِالهُدَى وَدِينِ الحَقِّ لِيُظْهِرَهُ عَلَى الدِّينِ كُلِّهِ، وَكَفَى بِاللَّهِ شَهِيدًا.
وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ إِقْرَارًا بِهِ وَتَوْحِيدًا،
وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ، صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ، وَسَلَّمَ تَسْلِيمًا مَزِيدًا
:أما بعد

Jama’ah kaum muslimin رحمنى و رحمكم

Sesungguhnya berbakti kepada ayah adalah kewajiban setiap saat, akan tetapi berbakti kepadanya tatkala dimasa jompo semakin ditekankan lagi oleh Allah ‘Azza wa Jalla.

Tatkala rambutnya sudah putih seluruhnya. Tatkala jari-jarinya sudah gementar tidak bisa dia kontrol, tatkala jalannya mulai tertatih-tatih, tatkala penyakit mulai mendatanginya. Tatkala kekuatannya telah sirna demi untuk membahagiakanmu maka sudah saatnya engkau menyambutkan dengan penuh kasih sayang. Saatnya engkau rendahkan dirimu untuk berkhidmat kepadanya. Ingatlah perintah Robmu:

وَٱخْفِضْ لَهُمَا جَنَاحَ ٱلذُّلِّ مِنَ ٱلرَّحْمَةِ وَقُل رَّبِّ ٱرْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِى صَغِيرًا

“Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kesayangan dan ucapkanlah: “Wahai Tuhanku, kasihilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil.” (Al Israa’ 17:24)

Janganlah kau jalan dihadapannya dengan sombong. Sambutlah ia dengan wajah senyum dan berseri-seri. Isilah sisa umurnya dengan membahagiakannya. Berbanggalah kalau kau bisa melayaninya. Cari tahu apa keperluannya agar engkau bisa memenuhinya. Jangan biarkan dia meminta kepadamu, penuhi kebutuhan-kebutuhannya sebelum ia mengutarakan kebutuhan-kebutuhannya kepadamu. berikan lah kepadanya hadiah doakan selalu dirinya. senandungkan lah selalu doamu:

رَّبِّ ٱرْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِى صَغِيرًا

“Wahai Tuhanku, kasihilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil.” (Al Israa’ 17:24)

Ciumlah tangannya. itu tangan yang telah hilang kekuatannya kerana bekerja demi kebahagiaanmu.
Ciumlah keningnya, itulah kening yang dahulu sering berkerut memikirkan keberhasilanmu.
Pijit kedua kakinya yang telah hilang kekokohannya dimasa muda untuk bekerja memenuhi kebutuhanmu. Sesungguhnya ini adalah kesempatanmu yang tidak akan pernah terulang.

Jama’ah kaum muslimin رحمنى و رحمكم

Demi Allah akan datang suatu masa engkau tidak lagi melihat ayahmu pintu surga yang selama ini bisa kau buka telah diangkat oleh Allah ‘Azza wa Jalla.

Ayahmu ibarat mentari yang memberi sinar dan manfaatnya sepanjang hari kepadamu. namun engkau tidak pernah sadar, engkau tidak pernah pandai untuk merasakannya. Engkau baru tersadar setelah matahari itu mulai tenggelam. Engkau baru sadar setelah ayahmu telah tiada.
Engkau bisa memilih wanita mana saja yang bisa menjadi istri ataupun anakmu, namun tidak bagi seorang ayah. Ia hanya satu didunia ini. Tidak ada pilihan lain. walaupun ia kau nilai keras walaupun ia kau nilai jahat.

Jika ayahmu telah tiada maka engkau tidak bisa lagi memijitnya. Engkau tidak bisa lagi memberikan hadiah kepadanya. Engkau tidak bisa lagi membawakan makanan kesukaannya. Akan tapi jangan pernah terputus doa darimu itulah yang sangat diharapkan dalam kuburannya. Berinfaqlah bersedekahlah berwakaf lah untuknya niscaya pahalanya akan melapangkan sempitnya kuburan ayahmu, akan menyinari gelapnya kuburannya. Berbuat baiklah kepada keluarga dekat ayah, berbuat baik pula kepada sahabat-sahabat dekatnya.

إِنَّ ٱللَّهَ وَمَلَٰٓئِكَتَهُۥ يُصَلُّونَ عَلَى ٱلنَّبِىِّ ۚ يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ صَلُّوا۟ عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا۟ تَسْلِيمًا
اللهم صل على محمد وعلى آل محمد كما صليت على ابراهيم و على آل ابراهيم إنك حميد مجيد
و بارك على محمد و على آل محمد كما باركت على ابراهيم و على آل ابراهيم إنك حميد مجيد
اللهم اغفر للمسلمين و المسلمات و المؤمنين و المؤمنات الأحياء منهم و الأموات إنك سميع قريب مجيب الدعوات يا قاضي الحاجات
اللهم آت نفوسنا نقواها و زكها أنت خير من زكاها
اللهم ازرق بر والدينا أحياء و أمواتا

Ya Allah anugrahkan kepada kami untuk bisa bakti kepada kedua orang tua kami apakah mereka dalam kondisi hidup ataupun telah tiada.

اللهم اجعلنا ممن بر بوالديه أحياء و أمواتا

“Ya Allah jadikanlah kami termasuk orang-orang yang berbakti kepada kedua orang tuanya baik tatkala mereka dalam kondisi hidup ataupun telah tiada.

اللهم أعنا على بر والدينا أحياء و أمواتا

Ya Allah bantulah kami untuk bisa berbakti kepada kedua orangtua kami dengan sebaik-baiknya baik tatkala mereka dalam kondisi hidup ataupun telah tiada.

اللهم اغفر والدينا وارحمهم كما ربونا صغارا

Ya Allah ampunilah kedua orangtua kami dan ramahmatilah mereka sebagaimana mereka telah letih merawat kami tatkala kami masih kecil

اللهم أنزل عليهم رضاك يا رب العالمين

Ya Allah turunkanlah keridhoamu kepada mereka engkaulah Robb semesta alam.

اللهم أسكنهم فردوسك الأعلى من الجنة برحمتك يا أرحم الراحمين

Ya Allah tempatkanlah mereka ke dalam surgalah Firdausmu yang paling tinggi dengan rahmat-Mu.”

و صل اللهم و سلم على نبينا محمد وعلى آله وأصحابه أجمعين والحمد لله رب العالمين

***

Gresik, 22 Dzulhijjah 1447 H / 08 Juli 2026 M

Penulis : Ustadz Lis Mujiano, S.Pd.I

Artikel : Meciangi.or.id

ShareTweetPin
Lis Mujiono, S.Pd.I

Lis Mujiono, S.Pd.I

Ustadz Lis Mujiono adalah alumni Pondok Pesantren Al-Furqon al-Islamiy Srowo-Sidayu Gresik-Jawa Timur tahun 2020. Selalu mendapat peringkat 1 di Takhossus 1 dan 2, dan masuk peringkat 3 besar di Marhalah Aly 3. Pernah menempuh studi S1 di STAI YPBWI Surabaya pada jurusan PAI. Aktifitas sehari-hari beliau sebagai pengajar tetap di Pondok Pesantren Al-Furqon al-Islamiy Srowo-Sidayu-Gresik-Jawa Timur di Marhalah MTS dan Takhossus Ilmi.

Related Posts

Mulai dari yang Ringan
ADAB DAN AKHLAQ

Mulai dari yang Ringan

17 Mei 2026
Empat Karakter Da’i Sejati (seri 4)
ADAB DAN AKHLAQ

Empat Karakter Da’i Sejati (seri 4)

8 Mei 2026
Empat Karakter Da’i Sejati (seri 3)
ADAB DAN AKHLAQ

Empat Karakter Da’i Sejati (seri 3)

11 April 2026
Empat Karakter Da’i Sejati (seri 2)
ADAB DAN AKHLAQ

Empat Karakter Da’i Sejati (seri 2)

8 April 2026
Empat Karakter Da’i Sejati (seri 1)
ADAB DAN AKHLAQ

Empat Karakter Da’i Sejati (seri 1)

30 April 2026
Empat Karakter Da’i Sejati
ADAB DAN AKHLAQ

Empat Karakter Da’i Sejati

8 Mei 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TENTANG KAMI

Website meciangi.or.id adalah situs dakwah Islam yang dikelola oleh Forum Kajian Mahasiswa Meci Angi. Diantara kegiatan utama dakwah kami adalah Ma'had Meci Angi. Ma'had Meci Angi merupakan tempat menimba ilmu para penuntut ilmu yang berpijak pada pemahaman shalafus sholeh. Diantara kegiatan utamanya adalah pembelajaran bahasa arab seperti nahwu, shorof, belajar baca kitab, mengadakan daurah syar'iyyah, menerbitkan buletin serta kegiatan kegiatan dakwah lainnya.

Alamat sekretariat Website: Jln. Lintas Sumbawa, Gg. Potlot no.14. Lingkungan Rasa Bou - Kelurahan Kandai Dua - Kecamatan Woja - Kabupaten Dompu - NTB 84218.

Follow us

Terbaru

  • Berbakti Kepada Ayah
  • Bagi-Bagi Hewan Qurban dari APBN
  • Menjual Daging, Kulit, dan Rambut Hewan Qurban
  • Pentasharufan Daging Qurban

Kategori

  • ADAB DAN AKHLAQ
  • AL-QUR'AN
  • AQIDAH
  • BAHASA ARAB
  • BANTAHAN
  • BIOGRAFI
  • BULETIN MECI ANGI
  • E-BOOK
  • FATWA ULAMA
  • FIQH
  • KHUTBAH JUM'AT
  • KITAB ULAMA
  • MANHAJ
  • MUTIARA SALAF
  • QOIDAH FIQH
  • SIROH
  • SYAIR
  • TAFSIR
  • TANYA JAWAB
  • TAZKIYATUN NUFUS
  • USHUL FIQH
  • BERANDA
  • BELAJAR ISLAM
  • FIQH DAN MUAMALAH
  • TAZKIYATUN NUFUS
  • DOWNLOAD
  • LAINNYA

© 2024 by mantapp

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BELAJAR ISLAM
    • AQIDAH
    • MANHAJ
  • FIQH DAN MUAMALAH
    • FIQH
    • QOIDAH FIQH
    • USHUL FIQH
  • TAZKIYATUN NUFUS
    • ADAB DAN AKHLAQ
    • TAZKIYATUN NUFUS
  • DOWNLOAD
    • E-BOOK
    • BULETIN MECI ANGI
    • KITAB ULAMA
    • REKAMAN KAJIAN
  • LAINNYA
    • FATWA ULAMA
    • TAFSIR
    • SIROH
    • KHUTBAH JUM’AT
    • BAHASA ARAB
    • BANTAHAN
    • TANYA JAWAB
    • MUTIARA SALAF
    • BIOGRAFI

© 2024 by mantapp