Sabtu, Juni 6, 2026
Meci Angi | Forum Kajian Mahasiswa Meci Angi
NEWSLETTER
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BELAJAR ISLAM
    • AQIDAH
    • MANHAJ
  • FIQH DAN MUAMALAH
    • FIQH
    • QOIDAH FIQH
    • USHUL FIQH
  • TAZKIYATUN NUFUS
    • ADAB DAN AKHLAQ
    • TAZKIYATUN NUFUS
  • DOWNLOAD
    • E-BOOK
    • BULETIN MECI ANGI
    • KITAB ULAMA
    • REKAMAN KAJIAN
  • LAINNYA
    • FATWA ULAMA
    • TAFSIR
    • SIROH
    • KHUTBAH JUM’AT
    • BAHASA ARAB
    • BANTAHAN
    • TANYA JAWAB
    • MUTIARA SALAF
    • BIOGRAFI
Meci Angi | Forum Kajian Mahasiswa Meci Angi
  • BERANDA
  • BELAJAR ISLAM
    • AQIDAH
    • MANHAJ
  • FIQH DAN MUAMALAH
    • FIQH
    • QOIDAH FIQH
    • USHUL FIQH
  • TAZKIYATUN NUFUS
    • ADAB DAN AKHLAQ
    • TAZKIYATUN NUFUS
  • DOWNLOAD
    • E-BOOK
    • BULETIN MECI ANGI
    • KITAB ULAMA
    • REKAMAN KAJIAN
  • LAINNYA
    • FATWA ULAMA
    • TAFSIR
    • SIROH
    • KHUTBAH JUM’AT
    • BAHASA ARAB
    • BANTAHAN
    • TANYA JAWAB
    • MUTIARA SALAF
    • BIOGRAFI
No Result
View All Result
Meci Angi | Forum Kajian Mahasiswa Meci Angi
No Result
View All Result

Pertanyaan Seputar Safar

Abu Dawud ad-Dombuwiyy by Abu Dawud ad-Dombuwiyy
19 Februari 2024
in TANYA JAWAB
Reading Time: 3 mins read
0
Home TANYA JAWAB

Pertanyaan :

RELATED POST

Angkatlah Do’amu di Hari Arafah

Puasa Awal Dzulhijjah

Assalamualaikum Ustadz, ana sedang safar bekerja di luar kota berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun. Pertanyaannya, batas jamak sholat ana (yakni, batas ana meringkas sholat) sampai kapan barrokallahufiek Ustadz.

Jawaban :

Alhamdulillah wa shallallahu ‘ala Nabiyyina Muhammadin wa ‘ala aalihi wa shahbihi ajma’iin. Wa ba’du.

Pertanyaan diatas diajukan di akun Facebook Ma’had Meci Angi oleh salah seorang dari ikhwah kita yang sedang safar.

Dalam masalah batas menjamak atau batas meringkas sholat ketika safar, ada 3 atau 5 pendapat yang bisa kita sebutkan :

1. Batas menjamak atau meringkas sholat 4 hari, setelah itu musafir melakukan sholat secara sempurna.

2. Batas menjamak atau meringkas sholat 15 hari, setelah itu musafir melakukan sholat secara sempurna.

3. Batas menjamak atau meringkas sholat 20 hari, setelah itu musafir melakukan sholat secara sempurna.

4. Batas menjamak atau meringkas sholat 20 hari jika waktunya tidak jelas, setelah itu musafir melakukan sholat secara sempurna. Jika seorang musafir berniat ingin menetap, yang dia lakukan yaitu meringkas sholat 4 hari, setelah itu ia melakukan sholat secara sempurna.

5. Jika seorang musafir tidak berniat muqim (menetap), maka dia menjamak atau meringkas sholat selamanya.

PENJELASAN SINGKAT

1. Jika seorang musafir berniat muqim (menetap), maka batas dia menjamak atau meringkas sholatnya selama 4 hari, setelah itu dia sholat sempurna yakni ; dhuhur 4 rokaat, ashar 4 rokaat dan begitu seterusnya.

Pendapat pertama ini pendapat jumhur ulama ; Maalikiyyah, Syaafi’iyyah, dan Hanaabilah. [Lihat Shohih Fiqh as-Sunnah, 1/483].

2. Jika musafir niat muqim (menetap), batas menjamak atau meringkas sholatnya 15 hari, setelah itu dia sholat sempurna

Ini pendapatnya Imam Abu Haniyfah, Imam ats-Tsauriy, dan al-Muzaniy. Diantara dalinya, apa yang diriwayatkan oleh Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhuma :

((أقام رسول الله صلى الله عليه و سلم بمكة عام الفتح خمس عشرة يقصر الصلاة)).

“Rasulullah menetap di kota Makkah pada tahun penaklukan Makkah lima belas hari, dan beliau meringkas sholat.” [Lihat Shohih Fiqh as-Sunnah, 1/484].

3. Seorang musafir dia meringkas sholatnya selama 20 hari, setelahnya dia sholat sempurna sebagaimana diatas. Dalil dalam hal ini yaitu hadits yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad dan Abu Dawud dari Jabir mengatakan:

((أقام النبي صلى الله عليه وسلم بتبوك عشرين ليلة يقصر الصلاة)).

“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menetap di Tabuk selama dua puluh malam, dan beliau meringkas sholat.”

Hadits diatas dikeluarkan juga oleh Ibnu Hibban, al-Baihaqi, dan di shohihkan oleh Ibnu Hazm.  [Lihat Ad-Daraariy al-Mudhiyyah, 110].

4. Pendapat Imam asy-Syaukani :

واذا قام ببلد مترددا قصر إلى عشرين يوما، وإذا عزم على إقامة أربع أتم بعدها، وله تقديما وتأخيرا بأذان و إقامتين.

“Apabila seseorang tiba di suatu negeri yang tidak jelas waktunya (yakni, waktu kepulangan atau belum jelas kapan selesai urusannya), hendaknya dia meringkas sholat selama dua puluh hari, jika dia memutuskan untuk menetap maka ringkas sholat selama empat hari, kemudian sempurnakan setelahnya. Boleh dia menjamak taqdim dan ta’khiir dengan satu adzan dan dua iqomat.” [Lihat Ad-Daraariy al-Mudhiyyah, 107].

5. Jika musafir tidak niat muqim, maka dia menjamak atau meringkas sholat selamanya. Ini madzhabnya al-Hasan, Qotadah, Ishaq, dan Ibnu Taimiyyah. Dalilnya beberapa hadits, baik riwayat Ibnu Abbas yang menceritakan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam yang meringkas sholat sembilan belas hari, hadits Jabir yang Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam meringkas sholat selama dua puluh hari, atau hadits ‘Imron bin al-Hushoin dimana Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam meringkas sholat selama delapan belas hari. Dan atsar lainnya yaitu perbuatan Ibnu Umar:

فعن ابن عمر أنه: ((أقام بأذربيجان سنة أشهر أرتج عليهم الثلج فكان يصلى ركعتين)).

“Dari Ibnu Umar bahwasanya ia : ((Menetap di Azerbaizan selama enam bulan, dan salju terus-menerus turun kepada mereka. Maka Ibnu Umar sholat dua rokaat)). [Lihat Shohih Fiqh as-Sunnah, 1/485-486].

Jika seseorang safar seorang diri, dan tinggal sangat dekat dengan masjid yang melaksanakan sholat berjamaah, seperti safarnya wali santri yang menjemput anaknya di pesantren, menimbang pahala sholat berjamaah 27 kali lipat, maka sholat berjamaah sangat utama untuk dilakukan, sebagaimana penjelasan guru-guru kami.

Pertimbangan lainnya karena sholat berjamaah bersama kaum muslimin akan menguatkan persaudaraan dan menumbuhkan cinta dan kebersamaan. Kecuali jika seseorang safar dengan rombongan yang memungkinkan bagi mereka untuk selalu sholat berjamaah, dan mereka tidak tahu kapan selesai urusannya maka atsar Ibnu Umar juga shohih. Wallahu a’lam.

***

Repost : Sidayu, Gresik : 7 Rabi’ul Awwal 1445 H/22 September 2023

Dijawab oleh : Abu Dawud ad-Dombuwiyy

Artikel : Meciangi-d.blogspot.com 

ShareTweetPin
Abu Dawud ad-Dombuwiyy

Abu Dawud ad-Dombuwiyy

Penuntut ilmu dengan nama Erwin Gunawan, S.T. Pernah belajar kepada para asatidzah di Yogyakarta, diantaranya Ustadz Ahmad Halim, Ustadz Sa'id Abu Ukkasyah, Ustadz Ahmad MZ, Ustadz Ari Wahyudi, Ustadz Abu Isa, Ustadz Aris Munandar dan Ustadz Afifi Abdul Wadud dan para asatidzah lainnya. Alumni Ma'had al-Furqon al-Islamiy Srowo Sidayu Gresik. Alumni S1 Jurusan Teknik Elektro Universitas Muhammadiyah Yogyakarta.

Related Posts

Angkatlah Do’amu di Hari Arafah
TANYA JAWAB

Angkatlah Do’amu di Hari Arafah

5 Juni 2026
Puasa Awal Dzulhijjah
TANYA JAWAB

Puasa Awal Dzulhijjah

17 Mei 2026
Kambing 1,7 Tahun Belum Powel
TANYA JAWAB

Kambing 1,7 Tahun Belum Powel

8 Mei 2026
Mulai dari yang Ringan
TANYA JAWAB

Ambil Ilmu dari Ahlul Bid’ah

8 Mei 2026
Imam Rukuk Makmum Sujud Tilawah
TANYA JAWAB

Imam Rukuk Makmum Sujud Tilawah

21 April 2026
Hewan yang Diawetkan
TANYA JAWAB

Hewan yang Diawetkan

8 Mei 2026
Next Post
Apa Yang Harus Dilakukan Ketika Imam Masjid Dekat Rumah Bacaannya Sangat Tidak Sesuai Dengan Ilmu Tajwid

Apa Yang Harus Dilakukan Ketika Imam Masjid Dekat Rumah Bacaannya Sangat Tidak Sesuai Dengan Ilmu Tajwid

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TENTANG KAMI

Website meciangi.or.id adalah situs dakwah Islam yang dikelola oleh Forum Kajian Mahasiswa Meci Angi. Diantara kegiatan utama dakwah kami adalah Ma'had Meci Angi. Ma'had Meci Angi merupakan tempat menimba ilmu para penuntut ilmu yang berpijak pada pemahaman shalafus sholeh. Diantara kegiatan utamanya adalah pembelajaran bahasa arab seperti nahwu, shorof, belajar baca kitab, mengadakan daurah syar'iyyah, menerbitkan buletin serta kegiatan kegiatan dakwah lainnya.

Alamat sekretariat Website: Jln. Lintas Sumbawa, Gg. Potlot no.14. Lingkungan Rasa Bou - Kelurahan Kandai Dua - Kecamatan Woja - Kabupaten Dompu - NTB 84218.

Follow us

Terbaru

  • Angkatlah Do’amu di Hari Arafah
  • Puasa Awal Dzulhijjah
  • Kambing 1,7 Tahun Belum Powel
  • Biografi Syaikhuna wa Waliduna Aunur Rafiq bin Ghufron bin Hamdan

Kategori

  • ADAB DAN AKHLAQ
  • AL-QUR'AN
  • AQIDAH
  • BAHASA ARAB
  • BANTAHAN
  • BIOGRAFI
  • BULETIN MECI ANGI
  • E-BOOK
  • FATWA ULAMA
  • FIQH
  • KHUTBAH JUM'AT
  • KITAB ULAMA
  • MANHAJ
  • MUTIARA SALAF
  • QOIDAH FIQH
  • SIROH
  • SYAIR
  • TAFSIR
  • TANYA JAWAB
  • TAZKIYATUN NUFUS
  • USHUL FIQH
  • BERANDA
  • BELAJAR ISLAM
  • FIQH DAN MUAMALAH
  • TAZKIYATUN NUFUS
  • DOWNLOAD
  • LAINNYA

© 2024 by mantapp

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BELAJAR ISLAM
    • AQIDAH
    • MANHAJ
  • FIQH DAN MUAMALAH
    • FIQH
    • QOIDAH FIQH
    • USHUL FIQH
  • TAZKIYATUN NUFUS
    • ADAB DAN AKHLAQ
    • TAZKIYATUN NUFUS
  • DOWNLOAD
    • E-BOOK
    • BULETIN MECI ANGI
    • KITAB ULAMA
    • REKAMAN KAJIAN
  • LAINNYA
    • FATWA ULAMA
    • TAFSIR
    • SIROH
    • KHUTBAH JUM’AT
    • BAHASA ARAB
    • BANTAHAN
    • TANYA JAWAB
    • MUTIARA SALAF
    • BIOGRAFI

© 2024 by mantapp