Akmal Abid – Kalimantan Barat
Jika seorang wanita mengira bahwa dia telah suci dan ternyata belum suci maka sholat yang dia lakukan tidak termasuk perbuatan dosa karena dia tidak ada kesengajaan untuk melakukan sholat ketika masih haid.
Begitu Pula jika seorang wanita mengira dia masih haid dan ternyata bukan haid alias sudah suci maka dia juga tidak berdosa.
Allah Ta’ala berfirman:
وَلَيْسَ عَلَيْكُمْ جُنَاحٌ فِيمَا أَخْطَأْتُم بِهِ وَلَٰكِن مَّا تَعَمَّدَتْ قُلُوبُكُمْ ۚ وَكَانَ اللَّهُ غَفُورًا رَّحِيمًا
“Dan tidak ada dosa atasmu terhadap apa yang kamu khilaf padanya, tetapi (yang ada dosanya) apa yang disengaja oleh hatimu. Dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. Al Ahzab 5)
Lantas apa yang harus dia lakukan jika sudah meninggalkan sholat karena mengira sedang haid ternyata bukan?
Syeikh Utsaimin rahimahullah berkata:
الأفضل أن تصلي ما تركته في الأيام الأولى
“Sebaiknya dia menqodho sholat yang dia tinggalkan
وإن لم تفعل فلا حرج
Jika tidak maka tidak mengapa
لأن النبي صلى الله عليه وسلم لم يأمر المرأة المستحاضة التي قالت إنها تستحاض حيضة شديدة وتدع فيها الصلاة فأمرها النبي صلى الله عليه وسلم ، أن تتحيض ستة أيام أو سبعة وأن تصلي بقية الشهر ولم يأمرها بإعادة ما تركته من الصلاة
Karena Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam tidak menyuruh wanita yang istihadhah yang berkata istihadhahnya sangat parah, Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam menyuruhnya untuk mengambil masa haid selama 6 atau 7 hari dan sisanya sholat biasa, dan beliau tidak menyuruhnya untuk mengulangi sholat yang ia tinggalkan.
وإن أعادت ما تركته من الصلاة فهو حسن لأنه قد يكون منها تفريط في عدم السؤال وإن لم تعد فليس عليها شيء
Dan jika dia menqodho sholat nya maka ini lebih baik karena mungkin dia sudah TAFRITH tidak mau bertanya masalah ini, dan jika tidak mengulangi nya maka tidak mengapa.” (Lihat fatawa Utsaimin 11/275).
***
Madinah, Senin – 9 Syawal 1446 H/7 April 2025 M
Dijawab oleh : Ustadz Muhammad Yusuf Rustam, Lc., M.A
Artikel : Meciangi.or.id






