Bismillahi wassholatu wassalamu ‘ala rosulillah, wa ba’du.
Lupa adalah sifat yang melekat pada setiap manusia, bahkan sifat ini yang menjadi sebab Nabi Adam ‘alaihissalam dikeluarkan dari surga sebagaimana yang telah Allah ‘Azza wa Jalla ceritakan dalam Al Qur’an. Obat dari lupa yaitu dengan mengingat kembali, namun terkadang banyak hal yang terlewati dalam hidup, juga perkara-perkara duniawi yang sangat menyibukkan pikiran kita menjadi sebab kita sulit mengingat beberapa hal, maka dari itu Allah memerintahkan dan memuji hamba-hamba-Nya yang mukmin untuk saling mengingatkan perkara kebaikan diantara mereka. Dan mukmin sejati bukanlah mereka yang marah dan berpaling dengan sombong ketika dinasehati oleh saudaranya, namun mukmin sejati adalah mereka yang berterima kasih ketika dinasehati oleh saudaranya dan bersyukur kepada Allah karena masih ada orang yang perhatian kepadanya. Allah ‘Azza wa Jalla berfirman,
وَذَكِّرْ فَاِنَّ الذِّكْرٰى تَنْفَعُ الْمُؤْمِنِيْنَ
Artinya : “Teruslah memberi peringatan karena sesungguhnya peringatan itu bermanfaat bagi orang-orang mukmin.” (Q.S Adz-Dzaariyat: 55)
Manusia yang paling kasih dan perhatian kepada kita adalah Nabi Muhammad ﷺ, beliau telah berjuang selama 23 tahun sejak diutus menjadi Nabi dan Rasul, sabar memikul beban yang sudah tak terhitung jumlahnya demi menunjukkan jalan yang benar bagi manusia serta terus memberikan mereka nasehat-nasehat yang bermanfaat bagi dunia dan akhirat.
Nabi ﷺ begitu banyak menasehati kita tentang keutamaan berpuasa di bulan ramadhan, diantaranya:
Ramadhan Bulan Ampunan
Allah ‘Azza wa Jalla mengetahui bahwa para hamba-Nya tidak luput dari kesalahan dan dosa, karenanya Allah mengistimewakan suatu bulan yang jika hamba-hamba-Nya ikhlas dengan keimanan dan harapan untuk meraih pahala dan keutamaan yang ada di dalamnya, maka Allah akan mengampuni dosa-dosanya yang telah lalu.
Nabi ﷺ bersabda:
مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ
“Barangsiapa berpuasa di bulan Ramadhan karena iman dan berharap pahala, maka akan diampuni dosanya yang telah lalu (HR. Bukhari: 38 Muslim: 760).
الصَّلَوَاتُ الْخَمْسُ وَالْجُمْعَةُ إِلَى الْجُمْعَةِ وَرَمَضَانُ إِلَى رَمَضَانَ مُكَفِّرَاتٌ مَا بَيْنَهُنَّ إِذَا اجْتَنَبَ الْكَبَائِرَ
“Shalat lima waktu yang berkesinambungan, dari jum’at ke jum’at, ramadhan ke ramadhan sebagai penghapus dosa bagi seseorang selama ia menjauhi dosa-dosa besar. (HR. Muslim: 233)
فتنة الرجل في أهله وماله وجاره تكفرها الصلاة والصيام والصدقة
“Ujian bagi seseorang terdapat pada keluarga, harta, dan tetangganya, namun kesalahan-kesalahan tersebut dapat terampuni dengan shalat, puasa, dan sedekah. (HR. Bukhari: 525 dan Muslim: 144)
Begitu luas rahmat dan karunia Allah ‘Azza wa Jalla hingga menyediakan banyak akses sebagai sarana penghapusan dosa bagi hamba-hamba-Nya.
Dilipatgandakan Ganjaran di Bulan yang Diberkahi
Tidak ada dalil khusus yang menyebutkan bahwa setiap amal kebaikan dilipatgandakan dalam rentan waktu selama bulan Ramadhan, namun para ulama sepakat bahwa setiap amal sholeh yang dilakukan di bulan Ramadhan lebih besar pahalanya dibandingkan dengan waktu-waktu selainnya. di antara dalil-dalil yang menunjukkan hal tersebut, sebagai berikut:
Nabi ﷺ bersabda:
فَإِنَّ عُمْرَةً فِيهِ تَعْدِلُ حَجَّةً معي
“Sesungguhnya umrah yang dilaksanakan saat bulan Ramadhan keutamaannya seperti umrah bersamaku” (HR. Muslim: 1256)
Dalam hadits ini para ulama mengatakan bahwa setiap amalan kebaikan, kecil maupun besar, pahalanya lebih utama dan lebih besar ketika dikerjakan pada bulan Ramadhan. Layaknya umrah, tidaklah sama ketika dikerjakan pada bulan Ramadhan dan pada bulan-bulan selainnya.
Dalam hadits yang lain Nabi ﷺ bersabda:
كُلُّ عَمَلِ ابْنِ آدَمَ يُضَاعَفُ، الْحَسَنَةُ عَشْرُ أَمْثَالِهَا إِلَى سَبْعمِائَة ضِعْفٍ، قَالَ اللهُ عَزَّ وَجَلَّ: إِلَّا الصَّوْمَ، فَإِنَّهُ لِي، وَأَنَا أَجْزِي بِهِ، يَدَعُ شَهْوَتَهُ وَطَعَامَهُ مِنْ أَجلي
“Setiap amalan kebaikan yang dilakukan oleh manusia akan dilipatgandakan dengan sepuluh kebaikan yang semisal hingga tujuh ratus kali lipat. Allah Ta’ala berfirman (yang artinya), “Kecuali amalan puasa. Amalan puasa tersebut adalah untuk-Ku. Aku sendiri yang akan membalasnya. Disebabkan dia telah meninggalkan syahwat dan makanan karena-Ku.” (HR. Muslim: 1151)
Ibnu Rajab Al Hambali Rahimahullah mengatakan:
Pada hadits di atas menunjukkan bahwa seluruh amalan kebaikan akan dilipatgandakan dari sepuluh hingga tujuh ratus kali lipat kecuali puasa, karena ganjaran ibadah puasa tidak sebanding dengan lipatan angka tersebut, bahkan Allah ‘Azza wa Jalla melipatgandakan pahala puasa dengan lipatan angka yang sangat banyak sampai tak terhitung jumlahnya, karena puasa hakekatnya adalah sabar, dan Allah Ta’ala berfirman: Artinya : “Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang disempurnakan pahalanya tanpa perhitungan” (Az Zumar: 10)
Maka dari itu terdapat hadits Nabi ﷺ yang menamakan bulan Ramadhan adalah bulan kesabaran. Nabi ﷺ bersabda:
“Puasa adalah setengah dari kesabaran” (HR Tirmidzi) – Lataif al Ma’arif libni Rajab (Hal. 150).
Bau Mulut Orang yang Berpuasa Lebih Harum di sisi Allah dari Wangi Minyak Kasturi.
Dari Abu Hurairah Radiyallahu ‘anhu, Nabi ﷺ bersabda:
والذي نفسي بيده: لخلوف فمِ الصائم أطيب عند الله تعالى، من ريح المسك
“Demi jiwaku yang berada di tangan-Nya, sesungguhnya bau mulut seseorang yang berpuasa lebih harum di sisi Allah dari pada harum minyak kasturi. (HR. Bukhari 1894 dan Muslim: 1151)
Jika kita mengamati dari sisi konteks hadits ini, maka kita memahami bahwa begitu rahim Allah ‘Azza wa Jalla kepada para hamba-Nya, keadaan seseorang dengan aroma mulut yang tidak enak tentu akan dijauhi oleh orang lain, tidak ada yang mau mendekat dan berbicara dengannya, namun Allah Ta’ala justru kebalikannya, Allah lebih suka tatkala keadaan hamba-Nya seperti itu karena mencari ridho-Nya dan berharap pahala dari-Nya, begitu banyak dalil-dalil yang menunjukkan akan hal ini, seperti Allah lebih suka kepada hamba-Nya yang merengek, meminta dan berdo’a kepada-Nya dari pada mereka yang merasa cukup dari Allah Ta’ala. Namun tidak baik juga bagi seseorang dengan tidak menjaga kebersihan fisiknya seperti tidak menjaga kebersihan mulut hingga ia dijauhi oleh manusia. Nabi ﷺ saja sangat perhatian dengan kebersihan, bahkan beliau sangat sering bersiwak dan sangat mencintainya. Ini menunjukkan betapa bersihnya beliau yang mana harus juga kita ikuti, agar ketika kita berbicara, maka tidak ada yang terusik dengan bau mulut kita.
Para Malaikat Memohonkan Ampun bagi Orang yang Berpuasa Ketika ia Berbuka Sampai ia Selesai dari Makanannya
Dari Ummu ‘Imaroh Radiyallahu ‘anha bahwa suatu hari Nabi ﷺ pernah mengunjunginya, maka ia pun menyediakan makanan untuk Nabi, kemudian Nabi mengatakan “makanlah”, Ummu ‘Imaroh mengatakan “Aku sedang berpuasa”, kemudian Nabi ﷺ bersabda:
“Sesungguhnya orang yang berpuasa ketika ia berbuka maka para Malaikat akan memohonkan ampun baginya sampai ia selesai dari makanannya.” (HR. Tirmidzi: 3/1267)
Para Malaikat adalah hamba-hamba Allah yang hidup penuh dengan ketaatan, tidak pernah melakukan kemaksiatan sedikitpun, mereka adalah hamba-hamba Allah yang sangat mustajab do’anya, dan diantara do’a yang mereka tujukan adalah bagi mereka yang berpuasa.
Ini gambaran kecil dari keutamaan bulan Ramadhan dan amal ibadah yang dilakukan di dalamnya, tentu keutamaan-keutamaan yang lain masih sangat banyak. Semoga kita semua mendapatkan keutamaan-keutamaan tersebut. Aamiin
Wallahu ‘alam
***
Surabaya, 25 Sya’ban 1445 H/6 Maret 2024
Penulis: Muhammad Dimas Prasetyo
Artikel: Meciangi.or.id






