Bismillah.
Setiap insan memiliki kelemahan, rasa jemu, bosan dan gundah-gulana. Hari-hari yang kita jalani tak semulus harapan dan impian. Banyak cobaan, halang rintang, onak dan duri yang menghalangi. Terkadang semangat yang membara muncul, tapi terkadang rasa malas dan futur juga menerpa. Disaat itulah kita diuji dan ditantang untuk mengendalikan diri, mengontrol emosi serta sikap. Berusaha tetap dalam jalur jalan yang lurus, berusaha semangat dan istiqomah.
Berikut sebab-sebab utama munculnya futur dan malas dalam benak kita beserta solusi yang bisa membantu untuk mengatasi penyakit futur dan malas yang demikian berbahaya tatkala melanda kita.
1. Lemahnya Iman dan Lalainya Hati
Lemahnya iman dan lalainya hati adalah sebab utama futur. Dalam sebuah hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :
إِنَّ الإِيمَانَ لَيَخْلَقُ فِي جَوْفِ أَحَدِكُمْ كَمَا يَخْلَقُ الثَّوْبُ، فَاسْأَلُوا اللهَ أَنْ يُجَدِّدَ الإِيمَانَ فِي قُلُوبِكُمْ
“Sesungguhnya iman itu bisa usang dalam hati salah seorang diantara kalian sebagaimana usangnya pakaian, maka mintalah kepada Allah agar memperbarui iman di hatimu.” (HR. Al-Hakim)
Bila hati jarang diisi dengan dzikir dan tilawah, iman melemah, semangat pun pudar.
Solusi:
1. Perbanyak dzikrullah dan istighfar.
2. Sering membaca Al-Qur’an dan menghadiri majelis ilmu.
3. Mintalah kepada Allah agar memperbarui iman di dalam hati.
2. Lemahnya Keikhlasan dan Hilangnya Tuju
إنَّما الأعمالُ بالنِّيَّاتِ
“Sesungguhnya setiap amal tergantung pada niatnya.” (Muttafun ‘alaihi)
Amal yang tidak dilandasi niat karena Allah akan cepat pudar semangatnya.
Solusi:
1. Luruskan niat setiap beramal.
2. Ingat bahwa semua ibadah akan dibalas oleh Allah, bukan manusia.
3. Lingkungan yang Melemahkan
وَاصْبِرْ نَفْسَكَ مَعَ الَّذِينَ يَدْعُونَ رَبَّهُم بِالْغَدَاةِ وَالْعَشِيِّ يُرِيدُونَ وَجْهَهُ
Artinya : “Dan bersabarlah kamu bersama orang-orang yang menyeru Tuhannya di pagi dan petang hari, mengharap keridaan-Nya.” (QS. Alkahfi : 28 )
Teman yang saleh menguatkan iman, sedangkan teman lalai menularkan futur.
Solusi:
1. Dekati orang-orang yang rajin ibadah dan berilmu.
2. Jauhi lingkungan, pergaulan dan teman yang melalaikan.
4. Kelelahan Fisik dan Tekanan Dunia
إِنَّ لِرَبِّكَ عَلَيْكَ حَقًّا، وَلِنَفْسِكَ عَلَيْكَ حَقًّا، وَلِأَهْلِكَ عَلَيْكَ حَقًّا، فَأَعْطِ كُلَّ ذِي حَقٍّ حَقَّهُ
“Sesungguhnya Tuhanmu mempunyai hak atasmu, dirimu mempunyai hak atasmu, dan keluargamu mempunyai hak atasmu. Maka berikanlah setiap yang berhak haknya.” (HR. Al-Bukhori)
Islam menyeimbangkan antara ibadah, istirahat, dan keluarga. Jika badan lelah, ibadah pun terasa berat.
Solusi:
1. Istirahat secukupnya.
2. Atur waktu antara dunia dan akhirat.
3. Ibadah dengan tenang dan penuh kesadaran.
5. Dosa dan Maksiat
وَمِنْ عُقُوبَاتِ الذُّنُوبِ أَنَّهَا تُطْفِئُ نُورَ الْقَلْبِ وَتُضْعِفُ إِرَادَتَهُ إِلَى الطَّاعَةِ
“Di antara hukuman dosa adalah memadamkan cahaya hati dan melemahkan semangat menuju ketaatan.” (Al-Jawabul Kaafi, Ibnul Qoyyim)
Dosa membuat hati gelap dan malas melakukan kebaikan.
Solusi:
1. Perbanyak taubat dan istighfar.
2. Hindari maksiat sekecil apa pun.
3. Gantikan waktu maksiat dengan amal baik.
6. Kurangnya Ilmu dan Tadabbur
إِنَّمَا يَخْشَى اللَّهَ مِنْ عِبَادِهِ الْعُلَمَاءُ
“Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara hamba-hamba-Nya hanyalah para ulama.” (QS.Fathir : 28)
Ilmu menumbuhkan rasa takut kepada Allah dan mendorong seseorang untuk beramal terus-menerus.
Solusi:
1. Belajar agama secara rutin.
2. Membaca tafsir Al-Qur’an dan hadits
3. Menghadiri majelis ilmu agar iman bertambah.
Doa Agar Terhindar dari Futur
Dalam sebuah hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :
يَا مُقَلِّبَ الْقُلُوبِ، ثَبِّتْ قَلْبِي عَلَى دِينِكَ
“Wahai Dzat yang membolak-balikkan hati, teguhkanlah hatiku di atas agama-Mu.” (HR. At-Tirmidzi)
Allah Ta’ala berfirman :
رَبِّ اشْرَحْ لِي صَدْرِي، وَيَسِّرْ لِي أَمْرِي، وَاحْلُلْ عُقْدَةً مِنْ لِسَانِي، يَفْقَهُوا قَوْلِي
Artinya : “Ya Tuhanku, lapangkanlah dadaku, mudahkanlah urusanku, dan lepaskanlah kekakuan dari lidahku agar mereka mengerti perkataanku.” (QS. Ṭāhā : 25–28)
اللَّهُمَّ يَسِّرْ لِي الْفَهْمَ وَاحْفَظْ لِي الْعِلْمَ
“Ya Allah, mudahkanlah aku dalam memahami dan jagalah ilmuku agar tetap tersimpan dalam ingatanku.”
اللَّهُمَّ لَا سَهْلَ إِلَّا مَا جَعَلْتَهُ سَهْلًا، وَأَنْتَ تَجْعَلُ الْحَزْنَ إِذَا شِئْتَ سَهْلًا
“Ya Allah, tidak ada kemudahan kecuali yang Engkau jadikan mudah, dan Engkau dapat menjadikan yang sulit itu mudah jika Engkau kehendaki.”
Kesimpulan :
1. Futur dan malas bukan akhir segalanya. Itu tanda hati perlu diperbarui imannya.
2. Bangkitlah dengan taubat, dzikir, ilmu, dan doa.
3. Sedikit tapi rutin lebih dicintai Allah daripada banyak tapi terputus.
***
Purwodadi Sidayu Gresik, 6 Jumadil Ula 1447 H / 27 Oktober 2025 M.
Diposting ulang : 30 Jumadil Ula 1447 H / 21 November 2025
Penulis : Ustadz Abu Idris Albarnawy
Artikel : Meciangi.or.id






