Sabtu, Juni 6, 2026
Meci Angi | Forum Kajian Mahasiswa Meci Angi
NEWSLETTER
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BELAJAR ISLAM
    • AQIDAH
    • MANHAJ
  • FIQH DAN MUAMALAH
    • FIQH
    • QOIDAH FIQH
    • USHUL FIQH
  • TAZKIYATUN NUFUS
    • ADAB DAN AKHLAQ
    • TAZKIYATUN NUFUS
  • DOWNLOAD
    • E-BOOK
    • BULETIN MECI ANGI
    • KITAB ULAMA
    • REKAMAN KAJIAN
  • LAINNYA
    • FATWA ULAMA
    • TAFSIR
    • SIROH
    • KHUTBAH JUM’AT
    • BAHASA ARAB
    • BANTAHAN
    • TANYA JAWAB
    • MUTIARA SALAF
    • BIOGRAFI
Meci Angi | Forum Kajian Mahasiswa Meci Angi
  • BERANDA
  • BELAJAR ISLAM
    • AQIDAH
    • MANHAJ
  • FIQH DAN MUAMALAH
    • FIQH
    • QOIDAH FIQH
    • USHUL FIQH
  • TAZKIYATUN NUFUS
    • ADAB DAN AKHLAQ
    • TAZKIYATUN NUFUS
  • DOWNLOAD
    • E-BOOK
    • BULETIN MECI ANGI
    • KITAB ULAMA
    • REKAMAN KAJIAN
  • LAINNYA
    • FATWA ULAMA
    • TAFSIR
    • SIROH
    • KHUTBAH JUM’AT
    • BAHASA ARAB
    • BANTAHAN
    • TANYA JAWAB
    • MUTIARA SALAF
    • BIOGRAFI
No Result
View All Result
Meci Angi | Forum Kajian Mahasiswa Meci Angi
No Result
View All Result

Empat Qoidah Dalam Memahami Kesyirikan 4

Abu Dawud ad-Dombuwiyy by Abu Dawud ad-Dombuwiyy
7 Agustus 2024
in AQIDAH
Reading Time: 4 mins read
0
Home AQIDAH

Bismillah. Alhamdulillahi. Wa shallallahu ‘ala Nabiyyina Muhammadin shallallahu ‘alaihi wa sallam. Wa ba’du.

RELATED POST

Sihir dan Macam-Macamnya

Jauhi 7 Dosa Besar yang Membinasakan

Poin keempat dari kitab Al-Qowaidul Arba’ ini yaitu membahas tentang kesyirikan di zaman kita lebih parah daripada kesyirikan di zaman jahiliyyah.

QOIDAH YANG KE EMPAT :

Berkata Asy-Syaikh Muhammad at-Tamimi rahimahullah :

 :القاعدة الرابعة

أنّ مشركي زماننا أغلظ شركـًا من الأوّلين، لأنّ الأوّلين يُشركون في الرخاء يُخلصون في الشدّة، ومشركوا زماننا شركهم دائم؛ في الرخاء والشدّة. والدليل قوله تعالى : «فَإِذَا رَكِبُوا فِي الْفُلْكِ دَعَوْا اللَّهَ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ فَلَمَّا نَجَّاهُمْ إِلَى الْبَرِّ إِذَا هُمْ يُشْرِكُون. [العنكبوت:65]

“Sesungguhnya kaum musyrikin di zaman kita (Asy-Syaikh) lebih parah kesyirikannya dibandingkan dengan orang-orang di zaman dulu (zaman jahiliyyah), karena orang-orang dahulu mereka berbuat syirik ketika mereka dalam keadaan lapang dan mereka ikhlas (bertauhid) ketika mereka dalam keadaan sempit (kesusahan), adapun kaum musyrikin di zaman kita kesyirikan mereka terus menerus baik dalam keadaan lapang maupun dalam keadaan sempit, dalilnya firman Allah Ta’ala :

Artinya : “Maka apabila mereka naik kapal mereka berdoa kepada Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya, maka tatkala Allah menyelamatkan mereka sampai ke darat, tiba-tiba mereka (kembali) mempersekutukan Allah”. (QS.Al-Ankabut : 65)

Penjelasan Qoidah yang ke Empat 

Berkata Asy-Syaikh Ubaid bin Abdillah Al-Jaabiri :

هذه القاعدة تتضمن الفرق أُو أحد الفروق في الحقيقة بين شرك الأولين و شرك أهل زماننا، زمانه هو -رحمه الله- زماننا أشد، هذا

: الفرق أن مشركين القدامى

.أولا : هم لا يدعون في معبوداتهم أنها تنفع و تضر وتخلق وترزق، أبدا بل يقرون أن هذا لله

وثانيا : عبادتهم إياها في الرخاء وأما في الشدة فإنهم يخلصون الدعاء لله -سبحانه وتعالى- كما هو ظاهر من الآيات التى ساقها المصنف -رحمه الله- دليلا على هذا. أما مسركوزماننا فهم يعني يشركون في الرخاء وفي الشدة، دعاؤهم غير ٰالله في الرخاء وفي الشدة، وهذا يعرفه من أرف هال المسلمين اليوم منتسبين إلي المسلمين، فإنهم وإن كانوا منتسبين إلي الإسلام وإلى أهل الإسلام لكنهم على الشرك وهم كثرة عظيمة على هذا.

التعليق على رسالة القواعد الأربع، ص : ١٧

“Qoidah ini secara hakikat memuat adanya perbedaan atau beberapa perbedaan antara kesyirikan orang-orang terdahulu (di zaman jahiliyah) dengan kesyirikan orang-orang di zaman kita, dan di zamannya Asy-Syaikh Muhammad At-Tamimi -rahimahullah- dan di zaman kita kesyirikan itu bahkan lebih parah, inilah perbedaannya bahwasannya kaum musyrikin terdahulu (di zaman jahiliyyah) :

Pertama : Mereka tidak menyerukan bahwa sesembahan-sesembahan mereka tersebut mampu memberikan manfaat, mendatangkan mudhorot, mampu menciptakan dan memberi rizki, selama-lamanya!, bahkan mereka mengakui bahwa hal-hal tersebut merupakan hak (kewenangan) Allah saja.

Kedua : Mereka beribadah kepada berhala hanya diwaktu senang saja, adapun di waktu sempit mereka (selalu) mengikhlaskan doa hanya untuk Allah -Subhanahu wa Ta’ala- sebagaimana dzohir ayat-ayat yang dibawakan oleh penulis -rahimahullah-sebagai dalil atas permasalahan ini.

Adapun kaum musyrikin di zaman kita, mereka ini melakukan kesyirikan di saat senang maupun di saat sempit, mereka berdoa kepada selain Allah di saat senang dan di saat sempit, dan masalah ini diketahui oleh orang yang mengetahui keadaan kaum muslimin pada hari ini yang mereka menisbatkan dirinya sebagai kaum muslimin, karena itu sungguh mereka ini telah menisbatkan diri mereka kepada Islam dan kepada orang-orang Islam akan tetapi mereka berada diatas kesyirikan dan mereka sangat banyak berada diatas hal ini (yaitu kesyirikan). [At-Ta’liq ‘Ala Risalah Al-Qawaidil Arba’, hal.17].

Karena demikian, sebagai kesimpulan akhirnya sangat banyak orang-orang yang mengaku muslim, mengaku beragama Islam, tapi hakikatnya mereka seperti orang-orang jahiliyyah terdahulu. Bahkan orang-orang jahiliyyah terdahulu masih lebih baik dari kita sekarang pada sisi ini, karena mereka berbuat syirik ketika mereka dalam keadaan lapang saja, adapun ketika kondisi-kondisi sempit, waktu-waktu susah, ketika ditimpa bahaya dan semisalnya, mereka bertauhid kepada Allah.

Adapun kita sekarang ini, mereka melakukan kesyirikan disetiap waktu dan tempat, baik dalam keadaan senang ataupun sempit, manakah yang lebih parah kesyirikannya?  Tentu kesyirikan yang ada di zaman kita lebih parah.

Karena itu mari kita terus belajar tauhid dan mendakwahkannya, sebab tauhid adalah ushul, asas dan pondasi. Allah Ta’ala berfirman :

«أَلَمْ تَرَ كَيْفَ ضَرَبَ ٱللَّهُ مَثَلًۭا كَلِمَةًۭ طَيِّبَةًۭ كَشَجَرَةٍۢ طَيِّبَةٍ أَصْلُهَا ثَابِتٌۭ وَفَرْعُهَا فِى ٱلسَّمَآءِ»

Artinya : “Tidakkah kamu perhatikan bagaimana Allah telah membuat perumpamaan kalimat yang baik seperti pohon yang baik, akarnya teguh dan cabangnya (menjulang) ke langit.” (QS. Ibrahim : 24)

Sudah saatnya kita belajar tauhid rububiyyah, uluhiyyah maupun tauhid asma’ wa sifat. Jika belum mari belajar, tidak ada kata malu. Berkata Imam Mujahid rahimahullah :

.لا يتعلم العلم مستحي ولا مستكبر

“Tidak akan mempelajari (tidak akan mendapatkan) ilmu orang yang malu dan orang yang sombong”. (Shohih Bukhari dalam kitabul ‘ilmi, bab malu dalam menuntut ilmu, hal.50)

Semoga Allah menyelamatkan kita dari kesyirikan dan segala bentuknya, baik syirik besar maupun kecil, baik yang nampak ataupun yang tersembunyi, baik yang disengaja ataupun yang tidak disengaja. Semoga Allah mengampuni dosa-dosa kita dan mengokohkan kita diatas tauhid yang murni.

Semoga bermanfaat.

***

Repost, Gresik : 4 Muharrom 1446 H/10 Juli 2024

Penulis : Abu Dawud ad-Dombuwiyy 

Artikel : Meciangi-d.blogspot.com

ShareTweetPin
Abu Dawud ad-Dombuwiyy

Abu Dawud ad-Dombuwiyy

Penuntut ilmu dengan nama Erwin Gunawan, S.T. Pernah belajar kepada para asatidzah di Yogyakarta, diantaranya Ustadz Ahmad Halim, Ustadz Sa'id Abu Ukkasyah, Ustadz Ahmad MZ, Ustadz Ari Wahyudi, Ustadz Abu Isa, Ustadz Aris Munandar dan Ustadz Afifi Abdul Wadud dan para asatidzah lainnya. Alumni Ma'had al-Furqon al-Islamiy Srowo Sidayu Gresik. Alumni S1 Jurusan Teknik Elektro Universitas Muhammadiyah Yogyakarta.

Related Posts

Sihir dan Macam-Macamnya
AQIDAH

Sihir dan Macam-Macamnya

15 April 2026
Jauhi 7 Dosa Besar yang Membinasakan
AQIDAH

Jauhi 7 Dosa Besar yang Membinasakan

19 Februari 2026
Bersumpah Dengan Nama Selain Allah
AQIDAH

Bersumpah Dengan Nama Selain Allah

11 Januari 2026
Hukuman Bagi Tukang Sihir
AQIDAH

Hukuman Bagi Tukang Sihir

8 Desember 2025
Tafsir Ayat Tauhid (bagian 5)
AQIDAH

Tafsir Ayat Tauhid (bagian 5)

4 November 2025
Ketika Syirik dianggap Budaya dan Tradisi
AQIDAH

Ketika Syirik dianggap Budaya dan Tradisi

6 November 2025
Next Post
Sepercik Kisah Ngefans Kepada Ustadz Yazid bin Abdul Qodir Jawas Rahimahullah

Sepercik Kisah Ngefans Kepada Ustadz Yazid bin Abdul Qodir Jawas Rahimahullah

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TENTANG KAMI

Website meciangi.or.id adalah situs dakwah Islam yang dikelola oleh Forum Kajian Mahasiswa Meci Angi. Diantara kegiatan utama dakwah kami adalah Ma'had Meci Angi. Ma'had Meci Angi merupakan tempat menimba ilmu para penuntut ilmu yang berpijak pada pemahaman shalafus sholeh. Diantara kegiatan utamanya adalah pembelajaran bahasa arab seperti nahwu, shorof, belajar baca kitab, mengadakan daurah syar'iyyah, menerbitkan buletin serta kegiatan kegiatan dakwah lainnya.

Alamat sekretariat Website: Jln. Lintas Sumbawa, Gg. Potlot no.14. Lingkungan Rasa Bou - Kelurahan Kandai Dua - Kecamatan Woja - Kabupaten Dompu - NTB 84218.

Follow us

Terbaru

  • Angkatlah Do’amu di Hari Arafah
  • Puasa Awal Dzulhijjah
  • Kambing 1,7 Tahun Belum Powel
  • Biografi Syaikhuna wa Waliduna Aunur Rafiq bin Ghufron bin Hamdan

Kategori

  • ADAB DAN AKHLAQ
  • AL-QUR'AN
  • AQIDAH
  • BAHASA ARAB
  • BANTAHAN
  • BIOGRAFI
  • BULETIN MECI ANGI
  • E-BOOK
  • FATWA ULAMA
  • FIQH
  • KHUTBAH JUM'AT
  • KITAB ULAMA
  • MANHAJ
  • MUTIARA SALAF
  • QOIDAH FIQH
  • SIROH
  • SYAIR
  • TAFSIR
  • TANYA JAWAB
  • TAZKIYATUN NUFUS
  • USHUL FIQH
  • BERANDA
  • BELAJAR ISLAM
  • FIQH DAN MUAMALAH
  • TAZKIYATUN NUFUS
  • DOWNLOAD
  • LAINNYA

© 2024 by mantapp

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BELAJAR ISLAM
    • AQIDAH
    • MANHAJ
  • FIQH DAN MUAMALAH
    • FIQH
    • QOIDAH FIQH
    • USHUL FIQH
  • TAZKIYATUN NUFUS
    • ADAB DAN AKHLAQ
    • TAZKIYATUN NUFUS
  • DOWNLOAD
    • E-BOOK
    • BULETIN MECI ANGI
    • KITAB ULAMA
    • REKAMAN KAJIAN
  • LAINNYA
    • FATWA ULAMA
    • TAFSIR
    • SIROH
    • KHUTBAH JUM’AT
    • BAHASA ARAB
    • BANTAHAN
    • TANYA JAWAB
    • MUTIARA SALAF
    • BIOGRAFI

© 2024 by mantapp