Sabtu, Juni 6, 2026
Meci Angi | Forum Kajian Mahasiswa Meci Angi
NEWSLETTER
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BELAJAR ISLAM
    • AQIDAH
    • MANHAJ
  • FIQH DAN MUAMALAH
    • FIQH
    • QOIDAH FIQH
    • USHUL FIQH
  • TAZKIYATUN NUFUS
    • ADAB DAN AKHLAQ
    • TAZKIYATUN NUFUS
  • DOWNLOAD
    • E-BOOK
    • BULETIN MECI ANGI
    • KITAB ULAMA
    • REKAMAN KAJIAN
  • LAINNYA
    • FATWA ULAMA
    • TAFSIR
    • SIROH
    • KHUTBAH JUM’AT
    • BAHASA ARAB
    • BANTAHAN
    • TANYA JAWAB
    • MUTIARA SALAF
    • BIOGRAFI
Meci Angi | Forum Kajian Mahasiswa Meci Angi
  • BERANDA
  • BELAJAR ISLAM
    • AQIDAH
    • MANHAJ
  • FIQH DAN MUAMALAH
    • FIQH
    • QOIDAH FIQH
    • USHUL FIQH
  • TAZKIYATUN NUFUS
    • ADAB DAN AKHLAQ
    • TAZKIYATUN NUFUS
  • DOWNLOAD
    • E-BOOK
    • BULETIN MECI ANGI
    • KITAB ULAMA
    • REKAMAN KAJIAN
  • LAINNYA
    • FATWA ULAMA
    • TAFSIR
    • SIROH
    • KHUTBAH JUM’AT
    • BAHASA ARAB
    • BANTAHAN
    • TANYA JAWAB
    • MUTIARA SALAF
    • BIOGRAFI
No Result
View All Result
Meci Angi | Forum Kajian Mahasiswa Meci Angi
No Result
View All Result

Bersumpah Dengan Nama Selain Allah

Abu Dawud ad-Dombuwiyy by Abu Dawud ad-Dombuwiyy
11 Januari 2026
in AQIDAH
Reading Time: 7 mins read
0
Home AQIDAH

Bismillahirrahmaanirrahiim. Alhamdulillahi Rabbil ‘aalamiin. Wa shallallahu ‘ala Nabiyyina Muhammadin wa ‘ala aalihi wa shahbihi ajma’in. Wa ba’du.

RELATED POST

Sihir dan Macam-Macamnya

Jauhi 7 Dosa Besar yang Membinasakan

Bersumpah merupakan perkara ibadah, dan perkara ibadah harus dibangun diatas dalil. Karena itu bila seseorang ingin bersumpah hendaknya dia bersumpah dengan nama Allah, karena  Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang kita bersumpah dengan nama selain Allah.

Dari Umar bin Al-Khaththab radhiyallahu ‘anhu bahwasanya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

من حلف بغير الله فقد كفر أو أشرك

“Barangsiapa yang bersumpah dengan nama selain Allah maka sungguh dia telah kafir atau telah berbuat syirik.” (HR. At-Tirmidzi dalam Fathul Majiid, Syarh Kitaab at-Tauhiid, hal.413)

Berkata Ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu :

لأن أحلف بالله كاذبا أحب إلي من أن أحلف بغير الله صادقا

“Sungguh bersumpah dengan nama Allah tapi dusta lebih aku cintai dari pada bersumpah dengan selain Allah tapi jujur.” (Fathul Majiid, Syarh Kitaab at-Tauhiid, hal.414)

Berkata Syaikh ‘Abdurrahman bin Hasan Alu Asy-Syaikh menjelaskan ucapan Ibnu Mas’ud diatas :

ومن المعلوم أن الحلف بالله كاذبا كبيرة من الكبائر، لكن الشرك أكبر من الكبائر. وإن كان أصغر، كما تقدم بيان ذلك، فإذا كان هذا حال الشرك الأصغر. فكيف بالشرك الأكبر الموجب للخلود في النار؟ كدعوة غير الله والاستغاثة به

“Diantara yang telah diketahui bahwa bersumpah dengan nama Allah dalam keadaan dusta termasuk dosa besar diantara dosa-dosa besar, akan tetapi kesyirikan merupakan dosa yang paling besar diantara dosa-dosa besar meskipun hanya syirik kecil, sebagaimana telah berlalu penjelasannya. Apabila seperti ini keadaan syirik kecil, lalu bagaimana dengan syirik besar? Seperti berdoa kepada selain Allah, beristighotsah kepada selain Allah…” (Fathul Majiid, Syarh Kitaab at-Tauhiid, hal.414)

Kesyirikan yang dimaksud pada ucapan Syaikh ‘Abdurrahman bin Hasan Alu Asy-Syaikh adalah bersumpah dengan nama selain Allah.

Hukum bersumpah dengan nama selain Allah

Hukum bersumpah dengan nama selain Allah terbagi menjadi dua, (1) Syirik besar, (2) Syirik kecil.

Syaikh Nu’man bin Abdil Karim mengatakan :

الحلف بغير الله قد يكون شركا أكبر وقد يكون شركا أصغر، بحسب ما يقوم في قلب لحالف، فقد يعظم المحلوف به مما سوى الله، كتعظيم الله أو أشد، وهذ شرك أكبر مخرج عن الملة، وقد لا يكون فيه تعظيم، إنما هو مما يجري به اللسان كالحلف بالأمانة وبالأخوة، وبالعيش، والملح، وغيرها

“Bersumpah dengan nama selain Allah termasuk syirik besar dan bisa juga syirik kecil, tergantung pada apa yang ada di dalam hati orang yang bersumpah. Jika ia mengagungkan sesuatu yang dijadikan sumpah selain Allah sebagaimana mengagungkan Allah atau bahkan lebih, maka hal itu adalah syirik besar yang mengeluarkan dari agama. Namun jika tidak ada unsur pengagungan, melainkan hanya ucapan yang sudah biasa terucap di lisan, seperti bersumpah dengan amanah, persaudaraan, kehidupan (maka hal itu termasuk syirik kecil)…. .” (Tuhfatul Murid Syarh Al-Qoul al Mufiid, hal.101)

Bersumpah dengan menyebut Ibu atau Bapak

Dalam banyak kasus, seringkali kita jumpai kaum muslimin bersumpah dengan nama kedua orang tuanya. Perbuatan seperti ini telah dilarang oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam sebagaimana dalam sebuah hadits riwayat Imam Al-Bukhari dan Muslim, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

((ألا إن الله عز و جل ينهاكم أن تحلفوا بآبائكم، فمن كان حلفا فليحلف بالله أو ليصمت))

“Ketahuilah bahwasanya Allah ‘Azza wa Jalla telah melarang kalian bersumpah dengan nama bapak-bapak kalian, barangsiapa yang bersumpah, maka bersumpahlah dengan nama Allah atau hendaklah dia diam.” (HR.Al-Bukhari dan Muslim dalam Tuhfatul Muriid Syarh Al-Qoul al Mufiid, hal.101-102).

Bersumpah dengan Nama Berhala

Diantara kebiasaan orang-orang musyrikin Makkah, mereka bersumpah dengan nama berhala-berhala yang mereka sembah. Perbuatan ini telah dilarang oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Dari Abu Hurairoh radhiyallahu ‘anhu berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

((من حلف منكم فقال في حلفه : بالات والعزى فليقل : لا إله إلا الله))

“Barangsiapa diantara kalian yang bersumpah, lalu dia berkata di dalam sumpahnya : Demi Laata dan ‘Uzza maka katakanlah : ‘Tidak ada sesembahan yang berhak di sembah dengan benar kecuali Allah.'” (HR. Al-Bukhari dan Muslim, dalam Tuhfatul Muriid Syarh Al-Qoul Al Mufiid, hal.102)

Bagi siapa saja yang terbesit di dalam hatinya ingin bersumpah dengan nama berhala atau nama selain Allah, maka hendaklah ia mengatakan laa ilaaha illallah, kalimat tauhid, kalimat yang memutus segala rantai kesyirikan, menafikan segala jenis sesembahan selain Allah dan menetapkan hanya Allah satu-satunya sesembahan yang berhak disembah dengan benar.

Bersumpah dengan menyebut nama Rasulullah

Di tengah masyarakat, bersumpah dengan nama Rasulullah sudah menjadi hal yang biasa, padahal perbuatan ini termasuk syirik. Anehnya, bukan cuma dari kalangan awam, tapi dari kalangan pejabat daerah, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan bahkan masyarakat secara umum.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bukan tuhan, beliau hanya manusia biasa yang diberi wahyu oleh Allah Ta’ala, dan tidak layak kita untuk menyebut nama atau gelar beliau ketika kita hendak bersumpah.

Contoh lafadz sumpah yang sering digunakan seperti ; demi Allah dan demi Rasul, atau demi Rasulullah, demi Ka’bah, demi Jibril, demi cahaya lampu, demi matahari, demi langit, demi bumi, maupun lafadz-lafadz lain, semua lafadz sumpah ini termasuk syirik.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda dalam hadits Ibnu Umar :

((من كان حلفا فلا يحلف إلا بالله))

“Barangsiapa yang bersumpah, maka jangan dia bersumpah kecuali dengan nama Allah.” (HR. Muslim dalam Tuhfatul Murid Syarh Al-Qoul Al Mufiid, hal.102)

Dari Umar bin Al-Khaththab radhiyallahu ‘anhu bahwasanya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

من حلف بغير الله فقد كفر أو أشرك (رواه الترمذى و حسنه و صححه الحاكم)

“Barangsiapa yang bersumpah dengan nama selain Allah, maka sungguh dia telah kafir atau telah berbuat syirik.” (HR.At-Tirmidzi dalam Fathul Majiid, Syarh Kitaabt at-Tauhiid, hal.413)

Lafadz sumpah yang harus digunakan

Dalam bersumpah, ada lafadz-lafadz tertentu yang harus digunakan. Sebagian orang bersumpah dengan mengucapkan Lillahi Ta’ala, padahal lafadz ini bukan lafadz sumpah. Kalimat Lillahi Ta’ala bermakna lilmilki, karena huruf lam pada kalimat diatas bermakna kepemilikan, sebagaimana firman Allah Ta’ala :

«لِّلَّهِ مَا فِى ٱلسَّمَـٰوَٰتِ وَمَا فِى ٱلْأَرْضِ ۗ وَإِن تُبْدُوا۟ مَا فِىٓ أَنفُسِكُمْ أَوْ تُخْفُوهُ يُحَاسِبْكُم بِهِ ٱللَّهُ ۖ فَيَغْفِرُ لِمَن يَشَآءُ وَيُعَذِّبُ مَن يَشَآءُ ۗ وَٱللَّهُ عَلَىٰ كُلِّ شَىْءٍۢ قَدِيرٌ»

Artinya : “Kepunyaan Allah-lah segala apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Dan jika kamu melahirkan apa yang ada di dalam hatimu atau kamu menyembunyikan, niscaya Allah akan membuat perhitungan dengan kamu tentang perbuatanmu itu. Maka Allah mengampuni siapa yang dikehendaki-Nya dan menyiksa siapa yang dikehendaki-Nya; dan Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.” (QS. Al-Baqaroh : 284)

Adapun huruf yang digunakan untuk bersumpah biasanya menggunakan huruf-huruf tertentu, seperti huruf ; ت ,ب ,و. Dalil tiga huruf ini sebagai huruf sumpah firman Allah ‘Azza wa Jalla :

«ثُمَّ لَمْ تَكُن فِتْنَتُهُمْ إِلَّآ أَن قَالُوا۟ وَٱللَّهِ رَبِّنَا مَا كُنَّا مُشْرِكِينَ»

Artinya : “Kemudian tiadalah fitnah mereka, kecuali mengatakan: “Demi Allah, Tuhan kami, tiadalah kami mempersekutukan Allah.” (QS.Al-An’am : 23)

Kata «وَٱللَّهِ» adalah lafad sumpah dengan menggunakan huruf وَ.

Allah ‘Azza wa Jalla juga berfirman :

«فَكَيْفَ إِذَآ أَصَـٰبَتْهُم مُّصِيبَةٌۢ بِمَا قَدَّمَتْ أَيْدِيهِمْ ثُمَّ جَآءُوكَ يَحْلِفُونَ بِٱللَّهِ إِنْ أَرَدْنَآ إِلَّآ إِحْسَـٰنًۭا وَتَوْفِيقًا»

Artinya : “Maka bagaimanakah halnya apabila mereka (orang-orang munafik) ditimpa sesuatu musibah disebabkan perbuatan tangan mereka sendiri, kemudian mereka datang kepadamu sambil bersumpah: “Demi Allah, kami sekali-kali tidak menghendaki selain penyelesaian yang baik dan perdamaian yang sempurna.” (QS. an-Nisa’ : 62)

Kata «بِٱللَّهِ» adalah lafadz sumpah dengan menggunakan huruf بِ.

Allah ‘Azza wa Jalla juga berfirman :

«قَالَ تَٱللَّهِ إِن كِدتَّ لَتُرْدِينِ»

Artinya : “Ia berkata (pula): “Demi Allah, sesungguhnya kamu benar-benar hampir mencelakakanku.” (QS. As-Saffat : 56)

Kata «تَٱللَّهِ» adalah lafadz sumpah dengan menggunakan huruf تَ.

Inilah ketiga huruf sumpah, yang jika ingin bersumpah hendaklah kita menggunakan huruf-huruf ini, bukan huruf lam seperti lafadz Lillahi Ta’ala, dan bukan pula huruf-huruf lainnya.

Sebagai penutup, tidak boleh kita bersumpah dengan nama selain Allah, bersumpah demi berhala, demi bapak, demi cahaya, bahkan demi Rasulullah, karena semua ini termasuk syirik. Hanya Allah yang berhak bersumpah dengan nama makhluk-makhluknya.

Faedah yang bisa diambil :

1. Haramnya bersumpah dengan nama selain Allah

2. Orang yang bersumpah dengan nama selain Allah, dia telah berbuat kufur dan melakukan kesyirikan

3. Bersumpah dengan nama Allah tapi dusta termasuk dosa besar, tapi bersumpah dengan nama selain Allah meskipun jujur dosanya lebih besar lagi dari dosa-dosa besar

4. Larangan bersumpah dengan nama-nama berhala seperti Laata, ‘Uzza dan lain sebagainya

5. Larangan bersumpah dengan nama orang tua, bapak, ibu dan lain sebagainya.

6. Larangan bersumpah dengan nama Rasul

7. Larangan bersumpah dengan  cahaya lampu, matahari, langit atau bumi atau segala sesuatu selain Allah

8. Barangsiapa yang ingin bersumpah dengan nama selain Allah, maka hendaklah dia tahan dirinya dan bersumpahlah dengan nama Allah kalau tidak, hendaklah dia diam

9. Bersumpah dengan nama selain Allah ada yang syirik besar dan syirik kecil tergantung i’tiqod orang yang bersumpah, jika yang disumpahi selain Allah diagungkan seperti mengagungkan Allah, maka jatuh dalam syirtik besar, jika hanya mengalir begitu saja seperti bersumpah dengan kesetiaan dll, maka syirik kecil

10. Lafadz Lillahi Ta’ala bukan lafadz sumpah, karena makna huruf lam disini adalah lilmilki (menunjukkan makna kepemilikan)

11. Huruf yang boleh digunakan sebagai lafadz sumpah hanya 3 huruf, ت, ب, و

12. Pentingnya mempelajari tauhid dan wajibnya menjauhi segala bentuk kesyirikan serta apapun jenisnya

11. Urgensinya tauhid dalam kehidupan setiap muslim

Dan masih banyak faedah lainnya. Semoga tulisan kecil ini bermanfaat untuk kaum muslimin. Menjadi bahan renungan untuk kita agar semakin takut dari dosa syirik, menjauhinya dan selalu merasa was-was  terjatuh dari dosa syirik.

***

Repost, Purwodadi Sidayu Gresik : 18 Rojab 1447 H / 7 Januari 2026

Penulis : Abu Dawud ad-Dombuwiyy

Artikel : Meciangi-d.blogspot.com
ShareTweetPin
Abu Dawud ad-Dombuwiyy

Abu Dawud ad-Dombuwiyy

Penuntut ilmu dengan nama Erwin Gunawan, S.T. Pernah belajar kepada para asatidzah di Yogyakarta, diantaranya Ustadz Ahmad Halim, Ustadz Sa'id Abu Ukkasyah, Ustadz Ahmad MZ, Ustadz Ari Wahyudi, Ustadz Abu Isa, Ustadz Aris Munandar dan Ustadz Afifi Abdul Wadud dan para asatidzah lainnya. Alumni Ma'had al-Furqon al-Islamiy Srowo Sidayu Gresik. Alumni S1 Jurusan Teknik Elektro Universitas Muhammadiyah Yogyakarta.

Related Posts

Sihir dan Macam-Macamnya
AQIDAH

Sihir dan Macam-Macamnya

15 April 2026
Jauhi 7 Dosa Besar yang Membinasakan
AQIDAH

Jauhi 7 Dosa Besar yang Membinasakan

19 Februari 2026
Hukuman Bagi Tukang Sihir
AQIDAH

Hukuman Bagi Tukang Sihir

8 Desember 2025
Tafsir Ayat Tauhid (bagian 5)
AQIDAH

Tafsir Ayat Tauhid (bagian 5)

4 November 2025
Ketika Syirik dianggap Budaya dan Tradisi
AQIDAH

Ketika Syirik dianggap Budaya dan Tradisi

6 November 2025
Kuburan disamping Masjid atau Arah Kiblat
AQIDAH

Kuburan disamping Masjid atau Arah Kiblat

21 Oktober 2025
Next Post
Orang Tua yang Melarat adalah Tanggungan Anaknya

Orang Tua yang Melarat adalah Tanggungan Anaknya

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TENTANG KAMI

Website meciangi.or.id adalah situs dakwah Islam yang dikelola oleh Forum Kajian Mahasiswa Meci Angi. Diantara kegiatan utama dakwah kami adalah Ma'had Meci Angi. Ma'had Meci Angi merupakan tempat menimba ilmu para penuntut ilmu yang berpijak pada pemahaman shalafus sholeh. Diantara kegiatan utamanya adalah pembelajaran bahasa arab seperti nahwu, shorof, belajar baca kitab, mengadakan daurah syar'iyyah, menerbitkan buletin serta kegiatan kegiatan dakwah lainnya.

Alamat sekretariat Website: Jln. Lintas Sumbawa, Gg. Potlot no.14. Lingkungan Rasa Bou - Kelurahan Kandai Dua - Kecamatan Woja - Kabupaten Dompu - NTB 84218.

Follow us

Terbaru

  • Angkatlah Do’amu di Hari Arafah
  • Puasa Awal Dzulhijjah
  • Kambing 1,7 Tahun Belum Powel
  • Biografi Syaikhuna wa Waliduna Aunur Rafiq bin Ghufron bin Hamdan

Kategori

  • ADAB DAN AKHLAQ
  • AL-QUR'AN
  • AQIDAH
  • BAHASA ARAB
  • BANTAHAN
  • BIOGRAFI
  • BULETIN MECI ANGI
  • E-BOOK
  • FATWA ULAMA
  • FIQH
  • KHUTBAH JUM'AT
  • KITAB ULAMA
  • MANHAJ
  • MUTIARA SALAF
  • QOIDAH FIQH
  • SIROH
  • SYAIR
  • TAFSIR
  • TANYA JAWAB
  • TAZKIYATUN NUFUS
  • USHUL FIQH
  • BERANDA
  • BELAJAR ISLAM
  • FIQH DAN MUAMALAH
  • TAZKIYATUN NUFUS
  • DOWNLOAD
  • LAINNYA

© 2024 by mantapp

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BELAJAR ISLAM
    • AQIDAH
    • MANHAJ
  • FIQH DAN MUAMALAH
    • FIQH
    • QOIDAH FIQH
    • USHUL FIQH
  • TAZKIYATUN NUFUS
    • ADAB DAN AKHLAQ
    • TAZKIYATUN NUFUS
  • DOWNLOAD
    • E-BOOK
    • BULETIN MECI ANGI
    • KITAB ULAMA
    • REKAMAN KAJIAN
  • LAINNYA
    • FATWA ULAMA
    • TAFSIR
    • SIROH
    • KHUTBAH JUM’AT
    • BAHASA ARAB
    • BANTAHAN
    • TANYA JAWAB
    • MUTIARA SALAF
    • BIOGRAFI

© 2024 by mantapp