Bagaimana hukum pemberian makanan dari acara bid’ah dan acara syirik? (Supriyadi)
Jawab :
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه أجمعين وبعد
Mufti Umum Arab Saudi, Abdul Aziz bin Abdullah bin Muhammad Âlu Asy-Syaikh, pada malam Jum’at, 8 Sya’ban 1425 H, bertepatan dengan 29 September 2004, menjawab sebagai berikut :
“Wallahu a’lam, tentang acara-acara yang diselenggarakan untuk perkara-perkara bid’ah, tidaklah boleh memakan (makanan) pada (acara) tersebut karena makanan tersebut diletakkan di atas hal yang tidak disyariatkan.”
Syaikh Abdul Muhsin Al Abbad hafidzahullah berkata :
الجواب الواجب تنبيههم على أن يبتعدوا عن البدع، ويتركوا الأمور المحرمة، وعلى الإنسان أن لا يأكل من الطعام الذي صنع لأمور مبتدعة ولأمور محرمة
“Jawabnya adalah memperingatkan mereka agar menjauh dari kebid’ahan serta meninggalkan keharaman, dan sepantasnya bagi manusia untuk tidak memakan makanan yang dibuat untuk acara-acara bid’ah dan acara-acara haram lainnya.”
(Sumber fatwa : https://www.youtube.com/watch?v=q0oXJo_GSSk ).
***
Sidayu, Malam Rabu 3 Muharram 1446 H / 9 Juli 2024 M
Dijawab Oleh : Ustadz Muhammad Yusuf Rustam, Lc, M.A
Artikel : Meciangi.or.id






