Bagaimana jika menasehati anak yang sudah keras kepala kepada kedua orang tua. Berbagai cara sudah dilakukan salah satunya dengan:
1. Mengajak bicara dan menasehati dengan sabar akan kesalahan yang dilakukan
2. Mendoakan surat al-Fatihah dan surat an nahl ayat 36=37 (innahuminsulaiman….)
3. Menyekolahkan ke pesantren
Pertanyaannya, mohon petunjuk bagaimanakah cara mengatasinya?
Jawab :
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه أجمعين وبعد
Berikut ini beberapa tips dan wasilah dalam mendidik anak yang semoga membantu kita menghadapi masalah dan problematika anak:
PERTAMA: Seorang ibu harus berusaha menjadi wanita sholehah.
Pepatah Arab mengatakan :
الرجال مِن صنعة أمهاتهم
“Orang orang hebat adalah hasil karya ibu-ibu mereka.”
Rasulullah ﷺ memuji wanita wanita Quraisy karena memiliki karakter yang dibutuhkan para suami dan anak-anak, beliau bersabda :
خَيْرُ نِسَاءٍ رَكِبْنَ الْإِبِلَ صَالِحُ نِسَاءِ قُرَيْشٍ أَحْنَاهُ عَلَى وَلَدٍ فِي صِغَرِهِ وَأَرْعَاهُ عَلَى زَوْجٍ فِي ذَاتِ يَدِهِ
“Sebaik-baik wanita yang bisa mengendarai unta adalah wanita sholehah Quraisy, paling lembut dan sayang pada anak di masa kecilnya, dan paling bisa menjaga harta suaminya”. (HR. Bukhari 4692)
Dan bisa jadi kenakalan anak disebabkan karena kurang perhatiannya seorang ibu kepada anak.
Pepatah Arab berkata :
إنَّ اليتيمَ هو الذي تلقى لهُ أمًّا تخلَّتْ أو أبًا مَشغولا
“Anak yang yatim sebetulnya adalah anak yang mendapati seorang ibu yang tidak perhatian kepadanya dan bapak yang sibuk dengan urusannya.”
KEDUA : senantiasa berdoa memohon anak sholeh kepada Allah Ta’ala.
Allah Ta’ala mensifati orang orang beriman dengan senantiasa memohon anak-anak yang sholeh. Allah Ta’ala berfirman :
وَالَّذِينَ يَقُولُونَ رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا
Artinya : “Dan orang orang yang berkata: “Ya Tuhan kami, anugrahkanlah kepada kami isteri-isteri kami dan keturunan kami sebagai penyejuk hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa.” (QS. Al Furqon : 74)
Dan memohon anak sholeh ini adalah ciri khas para Nabi terdahulu. Allah Ta’ala menceritakan Nabi Zakaria ‘alaihissalam yang memohon anak sholeh penerusnya kelak :
هُنَالِكَ دَعَا زَكَرِيَّا رَبَّهُ ۖ قَالَ رَبِّ هَبْ لِي مِن لَّدُنكَ ذُرِّيَّةً طَيِّبَةً ۖ إِنَّكَ سَمِيعُ الدُّعَاءِ
Artinya : “Di sanalah Zakariya mendoa kepada Tuhannya seraya berkata: “Ya Tuhanku, berilah aku dari sisi Engkau seorang anak yang baik. Sesungguhnya Engkau Maha Pendengar doa”. (QS. Ali Imran : 38)
KETIGA : menjaga tutur katanya terhadap anak-anaknya
Orang tua wajib menjaga lisannya terhadap anak anaknya, jangan sampai keluar kata-kata buruk yang bisa jadi ucapan tersebut diaminkan oleh malaikat.
Rasulullah ﷺ bersabda :
لا تَدْعُوا عَلَى أَنْفُسِكُمْ ، وَلا تَدْعُوا عَلَى أَوْلادِكُمْ ، وَلا تَدْعُوا عَلَى أَمْوَالِكُمْ ، لا تُوَافِقُوا مِنْ اللَّهِ سَاعَةً يُسْأَلُ فِيهَا عَطَاءٌ فَيَسْتَجِيبُ لَكُمْ
“Jangan kalian mendoakan keburukan atas diri kalian, anak anak kalian dan harta kalian, jangan sampai kalian berdoa keburukan itu pas bertepatan dengan waktu yang mustajab sehingga doa itu dikabulkan”. (HR. Muslim 3014)
Sehingga orang tua wajib berhati hati dalam bertutur kata, terlebih ketika dalam kondisi emosi di mana seseorang bisa hilang kendali sehingga sering keluar kata kata kotor yang membahayakan anaknya.
KEEMPAT : menanamkan nilai nilai aqidah dan budi pekerti yang luhur sejak dini kepada anak.
Mengenalkan Allah kepada anak sejak dini supaya mereka tahu siapa Tuhannya sehingga mereka memiliki rasa takut kepada Allah Ta’ala.
Mengajarkan kejujuran, kemandirian, amanah, suka menolong orang lain, suka membantu, mudah memaafkan, tidak pendendam, tidak hasad, tidak berdusta, tidak suka berkhianat, hormat dan sayang kepada yang lebih tua, dll.
Menanamkan nilai nilai kesabaran, keteguhan, tawakkal hanya kepada Allah, makan dari hasil yang benar benar halal.
Berusaha menjadikan mereka sebagai penghafal Al Qur’an sejak dini baik dengan menyewa pengajar privat maupun dipegang sendiri.
Berusaha untuk senantiasa menjadi teladan yang baik di depan anak anak, menepati janji kepada mereka dan berusaha memilihkan mereka lingkungan yang baik, mengindari lingkungan yang rusak dan menjauhkan mereka dari kawan kawan yang buruk.
Menanamkan nilai nilai kemadirian kepada mereka sejak dini, menjauhkan mereka dari sifat manja dengan tidak memanjakan mereka.
Menjadikan anak anak suka untuk senantiasa berada di masjid karena masjid adalah lingkungan yang terbaik saat ini.
Membangun komunikasi yang aktif dengan anak, menjadi tempat curhat mereka menumpahkan segala masalah yang mereka hadapi dan berusaha untuk senantiasa bisa memberikan solusi atas masalah yang mereka hadapi.
Melatih anak untuk menjadi orang yang berani bertanggung jawab, membiasakan mereka untuk bersosial dengan sekitarnya, berani mengambil keputusan dan resiko, mengapresiasi usaha mereka tanpa menjatuhkannya.
Dan yang terakhir supaya tidak tergesa gesa dalam menuai hasil, sambil memperbaiki aspek aspek di atas pada diri kita, tawakkal dan serahkan kepada Allah ta’ala dan senantiasa berharap kepadaNya.
Dan yang mungkin bisa menjadi solusi jika memang ada modal adalah pindah tempat tinggal mencari lingkungan yang menyejukkan akal dan pikiran.
Semoga bermanfaat.
***
Sumberejo, Jum’at 27 Dzulhijjah 1445 H / 5 Juli 2024 M
Dijawab Oleh : Ustadz Muhammad Yusuf Rustam, Lc., M.A
Artikel : Meciangi.or.id






