Sabtu, Juni 6, 2026
Meci Angi | Forum Kajian Mahasiswa Meci Angi
NEWSLETTER
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BELAJAR ISLAM
    • AQIDAH
    • MANHAJ
  • FIQH DAN MUAMALAH
    • FIQH
    • QOIDAH FIQH
    • USHUL FIQH
  • TAZKIYATUN NUFUS
    • ADAB DAN AKHLAQ
    • TAZKIYATUN NUFUS
  • DOWNLOAD
    • E-BOOK
    • BULETIN MECI ANGI
    • KITAB ULAMA
    • REKAMAN KAJIAN
  • LAINNYA
    • FATWA ULAMA
    • TAFSIR
    • SIROH
    • KHUTBAH JUM’AT
    • BAHASA ARAB
    • BANTAHAN
    • TANYA JAWAB
    • MUTIARA SALAF
    • BIOGRAFI
Meci Angi | Forum Kajian Mahasiswa Meci Angi
  • BERANDA
  • BELAJAR ISLAM
    • AQIDAH
    • MANHAJ
  • FIQH DAN MUAMALAH
    • FIQH
    • QOIDAH FIQH
    • USHUL FIQH
  • TAZKIYATUN NUFUS
    • ADAB DAN AKHLAQ
    • TAZKIYATUN NUFUS
  • DOWNLOAD
    • E-BOOK
    • BULETIN MECI ANGI
    • KITAB ULAMA
    • REKAMAN KAJIAN
  • LAINNYA
    • FATWA ULAMA
    • TAFSIR
    • SIROH
    • KHUTBAH JUM’AT
    • BAHASA ARAB
    • BANTAHAN
    • TANYA JAWAB
    • MUTIARA SALAF
    • BIOGRAFI
No Result
View All Result
Meci Angi | Forum Kajian Mahasiswa Meci Angi
No Result
View All Result

Fenomena Ikhwan Cuek

Muhammad Yusuf Rustam, Lc., M.A. by Muhammad Yusuf Rustam, Lc., M.A.
17 Juni 2025
in TANYA JAWAB
Reading Time: 3 mins read
0
Home TANYA JAWAB

Bismillah. Semoga sehat selalu Ustadz. Afwan saya mau bertanya Ustadz. Saya melihat fenomena orang-orang yang sudah ngaji salaf sekarang cenderung banyak yang cuek? Terkadang dari jauh sudah saling melihat, ketika sudah dekat malah buang muka, sehingga muncul rasa ingin cuek balik. Bagaimana menyikapi fenomena seperti ini Ustadz?

RELATED POST

Angkatlah Do’amu di Hari Arafah

Puasa Awal Dzulhijjah

Jawab :

الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه أجمعين وبعد

Dunia adalah darul bala’, tempatnya ujian bagi manusia, baik yang mukmin maupun yang kafir, yang taat maupun yang bergelimang maksiat.

Imam Ahmad rahimahullah berkata kepada murid muridnya :

اعلموا – رحمكم الله تعالى – أن الرجل من أهل العلم إذا منحه الله شيئاً من العلم، وحُرِمَهُ قرناؤه وأشكاله حَسَدوه، فرموه بما ليس فيه، وبئستِ الخصلةُ في أهل العلم

“Ketahuilah – semoga Allah merahmati kalian semua – bahwa seseorang dari kalangan ulama jika Allah berikan ilmu kepadanya dan kawan kawannya tidak mendapatkannya maka mereka membencinya, maka mereka menuduhnya dengan banyak tuduhan, inilah akhlak terburuk pada ulama.” (Lihat Siyar ‘Alam Nubala, adz-Dzahabi 10/58)

Jika hal ini saja terjadi pada para ulama maka yang dibawah mereka tentu lebih parah lagi. Sehingga orang yang berharap selamat dari kebencian manusia terhadap dirinya adalah orang yang bodoh, karena hal itu adalah perkara yang mustahil.

Imam Syafi’i rahimahullah berkata :

اعلم أنه ليس إلى السلامة من الناس سبيل، فانظر الذي فيه صلاحك، فالزمه

“Ketahuilah bahwa tidak ada jalan untuk selamat dari celaan manusia, maka lihatlah celaan tadi mana yang bermanfaat untukmu maka ambillah”. (Lihat Manaqib Syafi’i, Ibnu Abi Hatim, 212)

Jadi tidak ada manusia yang selamat dari kebencian saudaranya. Bahkan para Rasulpun yang memiliki keluhuran dan kesempurnaan budi pekerti saja tidak ada yang selamat dari kebencian manusia, lantas bagaimana dengan kita?!!!

Lantas bagaimana bermuamalah dengan kawan yang seperti ini? Karena tidak ada kawan yang tidak memiliki aib.

Seorang yang bijak berkata :

فإن من راقب الناس مات هماً، ورضا الناس غاية لا تدرك

“Siapa yang kepo perkataan manusia atasnya maka dia akan mati sakit hati, dan ridho manusia adalah tujuan yang tidak mungkin dituruti.”

Ucapan ini memberi pesan kepada kita supaya jangan banyak mencari tahu ucapan buruk manusia yang ditujukan kepada kita, FOKUSLAH BERKARYA yang bermanfaat untuk ummat berharap ridho dan pahala Allah Ta’ala.

Kemudian Rasulullah shalllallahu ‘alaihi wa sallam berpesan :

أدِّ الأمانةَ إلى منِ ائتمنكَ ، ولا تخنْ من خانكَ

“Tunaikan amanah itu kepada orang yang memberimu amanah dan jangan kamu berkhianat kepada orang yang berkhianat kepadamu.” (HR. Abu Dawud 3534 dan dishahihkan Albani)

Artinya janganlah kita membalas keburukan orang lain atas kita dengan keburukan yang semisal.

Terkadang rasa sakit hati membutakan mata hati kita sehingga ada ambisi untuk membalas dengan yang lebih menyakitkan.

Jika kita melihat kisah perjalanan dakwah para Nabi maka kita akan menjumpai betapa sabarnya mereka dan mudahnya mereka memaafkan siapapun walau seburuk apapun permusuhan mereka sebelumnya.

Tentunya hal ini harus kita usahakan untuk kita contoh dalam mengarungi samudera bermuamalah dengan manusia siapapun mereka, yaitu MUDAH MEMAAFKAN, SABAR dan CUEK terhadap sikap buruk orang lain kepada kita.

Usahakan jangan menampakkan kebencian kepada orang yang kita benci sebisa mungkin supaya Allah melapangkan dada kita.

Tetap tampakkan akhlak yang mulia walaupun di hadapan orang yang kita anggap musuh sebagai upaya menjalankan wasiat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam :

لا تَحْقِرَنَّ مِنَ المَعروفِ شيئًا، ولو أنْ تَلْقَى أخاكَ بوَجْهٍ طَلْقٍ.

“Jangan lah kamu menyepelekan kebaikan sekecil apapun walau hanya sekedar menjumpai saudaramu dengan wajah yang sumringah.” (HR. Muslim 2626)

Bersabarlah menghadapi fenomina ini, jangan balas dengan yang semisal, akan tetapi balaslah keburukan tersebut dengan kebaikan.

وَلَا تَسْتَوِي الْحَسَنَةُ وَلَا السَّيِّئَةُ ۚ ادْفَعْ بِالَّتِي هِيَ أَحْسَنُ فَإِذَا الَّذِي بَيْنَكَ وَبَيْنَهُ عَدَاوَةٌ كَأَنَّهُ وَلِيٌّ حَمِيمٌ

Artinya : “Dan tidaklah sama kebaikan dan kejahatan, Balaslah dengan cara yang lebih baik, maka tiba-tiba orang yang antaramu dan antara dia ada permusuhan seolah-olah telah menjadi teman yang sangat setia.” (QS.Fusshilat : 34)

Ayat ini adalah pesan Allah kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam di dalam menghadapi orang-orang yang memperlakukannya dengan perlakuan yang buruk supaya dibalas dengan kebaikan sebagai upaya membuka hati manusia menerima dakwah yang haq ini.

وَمَا يُلَقَّاهَا إِلَّا الَّذِينَ صَبَرُوا وَمَا يُلَقَّاهَا إِلَّا ذُو حَظٍّ عَظِيمٍ

Artinya : “Sifat-sifat yang baik itu tidak dianugerahkan melainkan kepada orang-orang yang sabar dan tidak dianugerahkan melainkan kepada orang-orang yang mempunyai keuntungan yang besar.” (QS. Fussilat : 35)

Jadi yang bisa memiliki kemampuan bermuamalah seperti ini hanyalah orang orang yang berjiwa besar saja dan orang orang yang bersabar.

Semoga bermanfaat.

***

Jember, Malam Kamis 15 Dzulqo’dah 1445 H / 22 Mei 2024 M

Dijawab Oleh : Ustadz Muhammad Yusuf Rustam, Lc., M.A

Artikel : Meciangi.or.id

ShareTweetPin
Muhammad Yusuf Rustam, Lc., M.A.

Muhammad Yusuf Rustam, Lc., M.A.

Ustadz Muhammad Yusuf Rustam, Lc., M.A adalah guru kami. Beliau aktif mengajar di Ponpes Al-Furqon al-Islami Srowo Sidayu Gresik Jawa Timur di beberapa cabang ilmu seperti ; Hadits, Ilmu Waris, Qowaid Fiqhiyyah dll. Beliau juga aktif mengajar di STDI Jember Jawa Timur hingga sekarang. Beliau adalah alumnus S2 Universitas Islam Madinah – KSA.

Related Posts

Angkatlah Do’amu di Hari Arafah
TANYA JAWAB

Angkatlah Do’amu di Hari Arafah

5 Juni 2026
Puasa Awal Dzulhijjah
TANYA JAWAB

Puasa Awal Dzulhijjah

17 Mei 2026
Kambing 1,7 Tahun Belum Powel
TANYA JAWAB

Kambing 1,7 Tahun Belum Powel

8 Mei 2026
Mulai dari yang Ringan
TANYA JAWAB

Ambil Ilmu dari Ahlul Bid’ah

8 Mei 2026
Imam Rukuk Makmum Sujud Tilawah
TANYA JAWAB

Imam Rukuk Makmum Sujud Tilawah

21 April 2026
Hewan yang Diawetkan
TANYA JAWAB

Hewan yang Diawetkan

8 Mei 2026
Next Post
Obat Mujarrab Penyakit Lupa

Obat Mujarrab Penyakit Lupa

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TENTANG KAMI

Website meciangi.or.id adalah situs dakwah Islam yang dikelola oleh Forum Kajian Mahasiswa Meci Angi. Diantara kegiatan utama dakwah kami adalah Ma'had Meci Angi. Ma'had Meci Angi merupakan tempat menimba ilmu para penuntut ilmu yang berpijak pada pemahaman shalafus sholeh. Diantara kegiatan utamanya adalah pembelajaran bahasa arab seperti nahwu, shorof, belajar baca kitab, mengadakan daurah syar'iyyah, menerbitkan buletin serta kegiatan kegiatan dakwah lainnya.

Alamat sekretariat Website: Jln. Lintas Sumbawa, Gg. Potlot no.14. Lingkungan Rasa Bou - Kelurahan Kandai Dua - Kecamatan Woja - Kabupaten Dompu - NTB 84218.

Follow us

Terbaru

  • Angkatlah Do’amu di Hari Arafah
  • Puasa Awal Dzulhijjah
  • Kambing 1,7 Tahun Belum Powel
  • Biografi Syaikhuna wa Waliduna Aunur Rafiq bin Ghufron bin Hamdan

Kategori

  • ADAB DAN AKHLAQ
  • AL-QUR'AN
  • AQIDAH
  • BAHASA ARAB
  • BANTAHAN
  • BIOGRAFI
  • BULETIN MECI ANGI
  • E-BOOK
  • FATWA ULAMA
  • FIQH
  • KHUTBAH JUM'AT
  • KITAB ULAMA
  • MANHAJ
  • MUTIARA SALAF
  • QOIDAH FIQH
  • SIROH
  • SYAIR
  • TAFSIR
  • TANYA JAWAB
  • TAZKIYATUN NUFUS
  • USHUL FIQH
  • BERANDA
  • BELAJAR ISLAM
  • FIQH DAN MUAMALAH
  • TAZKIYATUN NUFUS
  • DOWNLOAD
  • LAINNYA

© 2024 by mantapp

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BELAJAR ISLAM
    • AQIDAH
    • MANHAJ
  • FIQH DAN MUAMALAH
    • FIQH
    • QOIDAH FIQH
    • USHUL FIQH
  • TAZKIYATUN NUFUS
    • ADAB DAN AKHLAQ
    • TAZKIYATUN NUFUS
  • DOWNLOAD
    • E-BOOK
    • BULETIN MECI ANGI
    • KITAB ULAMA
    • REKAMAN KAJIAN
  • LAINNYA
    • FATWA ULAMA
    • TAFSIR
    • SIROH
    • KHUTBAH JUM’AT
    • BAHASA ARAB
    • BANTAHAN
    • TANYA JAWAB
    • MUTIARA SALAF
    • BIOGRAFI

© 2024 by mantapp