Sholat jamaah di masjid sambil membawa anak kecil yang masih memakai pampers yg kita tau sudah ada kencing (najis) di dalamnya. Atau mungkin sebenarnya belum ada najis di pampers nya tapi bisa jadi anaknya kencing pas di masjid tanpa sepengetahuan ayahnya sehingga pampers nya menjadi najis. Apakah hal tersebut diperbolehkan dan tidak membatalkan shalat?
1. Terkadang seorang ayah ingin mengajarkan/mengenalkan shalat jamaah kepada anaknya sejak dini.
2. Terkadang juga seorang ayah harus mengajak anaknya ke masjid agar bisa mengawasinya sebab di rumah tidak ada yg menjaganya saat itu karena satu dan lain hal yang mendesak.
3. Atau mungkin juga karena anaknya yang merengek minta ikut ayahnya shalat ke masjid.
Mohon nasihat dan bimbingannya Ustadz.
Jawab :
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى اله وصحبه أجمعين وبعد
Membawa anak ke masjid adalah perkara yang sifatnya relative, jika dia tidak mengganggu orang yang sholat maka diperbolehkan, namun jika kebiasaannya adalah mengganggu orang yang sholat maka tidak diperbolehkan.
Imam Malik rahimahullah ditanya tentang membawa anak ke masjid maka beliau menjawab :
إن كان لا يعبث لصغره ويكف إذا نُهي فلا أرى بهذا بأسا , قال : وإن كان يعبث لصغره فلا أرى أن يؤتى به إلى المسجد
“Jika tidak mengganggu karena masih kecil dan berhenti jika dilarang maka tidak mengapa, dan jika mengganggu maka aku melihat tidak perlu dibawa ke masjid.” (Lihat Al Mudawwanah 1/195).
Kemudian menggendong anak ketika sholat ini ada dua rincian :
1. Jika tahu ada najis pada anaknya maka para ulama berbeda pendapat antara membolehkan dan tidak membolehkan.
Ibnu Qudamah rahimahullah berkata :
لو حمل ” المصلي ” قارورة فيها نجاسة مسدودة , لم تصح صلاته.
وقال بعض أصحاب الشافعي: لا تفسد صلاته ؛ لأن النجاسة لا تخرج منها، فهي كالحيوان. وليس بصحيح; لأنه حامل لنجاسة غير معفو عنها في غير معدنها , فأشبه ما لو كانت على بدنه أو ثوبه
“Kalau orang sholat membawa botol yang berisi najis maka sholatnya tidak sah.
Dan sebagian Syafi’iyah mengatakan tidak rusak sholatnya karena najis tidak keluar dari tubuhnya, maka itu seperti hewan. Dan ini tidak benar; karena dia membawa najis yang tidak diperbolehkan pada tempatnya, maka ini menyerupai najis yang ada di badannya atau bajunya. (Lihat AL Mughni 1/403).
Dan para ulama di zaman ini memilih memperbolehkan seperti syeikh bin Baz, Utsaimin dan Lajnah Daimah.
Syeikh bin Baz rahimahullah ditanya orang yang gendong anak pakai pampers dan najisnya tidak sampai mengenainya maka beliau menjawab :
النبي صلى بأمامة بنت زينب، وهو يصلي بالناس عليه الصلاة والسلام، فإذا حمل الطفل في الصلاة عند الحاجة، أو في الطواف: لا حرج، والطفل قد لا يسلم من خروج شيء منه، فإذا لم يكن شيئا ظاهرا، ومحفظ : فلا بأس، والحمد لله
“Nabi sholat menggendong Umamah bint Zainab menjadi imam sholat, maka jika seseorang menggendong anak dalam sholatnya karena hajat atau dalam tawafnya maka tidak masalah, dan anak kecil tidak ada jaminan tidak keluar najis darinya, jika tidak begitu nampak atau tertutup (pampers) maka tidak mengapa alhamdulillah. (Lihat Fatawa Nur ala Darb 7/315).
2. Jika si anak bersih tanpa najis di awal memulai sholat walaupun tetap ada kemungkinan akan keluar najisnya maka yang rojih adalah sah sholatnya. (Lihat Al Majmu, Nawawi 3/163).
***
Cengkareng, Rabu 10 Shofar 1446 H / 14 Agustus 2024 M
Dijawab Oleh : Ustadz Muhammad Yusuf Rustam, Lc., M.A.
Artikel : Meciangi.or.id







[email protected] Masya Allah.. baarakallahu fiik
Fiik Baarakallahu