Ada satu kejadian seorang wanita tidak memiliki ayah, saudara laki-laki, ataupun paman yang bisa jadi wali nikahnya. Apakah bisa anak paman atau sepupu menjadi wali nikah?? Atau baiknya petugas kua yang menikahkan wanita tersebut??
Jawab :
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى اله وصحبه أجمعين وبعد
Perwalian dari kerabat diambil dari jalur Ashobah warisan dari yang terdekat terlebih dahulu.
القَدرُ المتَّفَقُ عليه بين المذاهِبِ في ترتيبِ العَصَباتِ في الجملةِ هو: تقديمُ الأبِ، ثمَّ الأخِ، ثمَّ ابنِ الأخِ، ثمَّ العَمِّ، ثمَّ ابنِ العمِّ -مع تقديمِ الشَّقيقِ من الإخوةِ على الأخِ لأبٍ، وابنِ الأخِ الشَّقيقِ على ابنِ الأخِ لأبٍ، والعَمِّ الشَّقيقِ على العَمِّ لأبٍ- ثمَّ سائِرِ العَصَباتِ. وفي حالةِ وجودِ ابنٍ للمرأةِ فقَدَّمَه الحنفيَّةُ والمالكيَّةُ على الأبِ، وجعل الحنابلةُ ترتيبَه بعد الأبِ، وأمَّا الشافعيَّةُ فليس للابنِ عندهم ولايةُ التزويجِ.
“Kadar yang disepakati ulama lintas madzhab dalam urutan ashobah untuk wali nikah adalah bapak, kemudian saudara, kemudian keponakan, kemudian paman, kemudian anak paman tentunya diutamakan yang sekandung dulu dari pada yang sebapak kemudian ashobah yang lainnya.
Dan dalam kondisi ada anak si wanita maka ulama Hanafiyah dan Malikiyah mendahulukannya atas bapak, sedangkan para ulama Hambali mendahulukan bapak atas anak dalam perwalian.
Sedangkan Syafi’iyah berpendapat bahwa anak tidak memiliki perwalian nikah ibunya.” (Lihat Al Kafi ibnu abdul bar 2/524, raudhoh Tholibin, Nawawi 7/59 dan Al Iqna’, Al Hajawi 3/172).
Dan bagaimana jika sang sepupu atau sang wali nikahnya adalah calon suaminya sendiri?
Berdasarkan urutan wali nikah di atas maka hal ini sah-sah saja.
Ibnu Qudamah rahimahullah berkata :
وليُّ المرأة التي يحل له نكاحها – وهو ابن العم ، أو المولى ، أو الحاكم ، أو السلطان – إذا أذِنت له أن يتزوجها : فله ذلك
“Wali si wanita yang halal untuk dia nikahi yaitu anak paman atau mantan tuannya, atau hakim jika dia mengizinkan nya untuk menikahi nya maka ini sah.” (Lihat Al Mughni 7/360).
***
Sidayu, Selasa 27 Rabiul Awwal 1446 H/1 Oktober 2024 M
Dijawab oleh : Ustadz Muhammad Yusuf Rustam, Lc., M.A.
Artikel : Meciangi.or.id






