إن الحمد لله نحمده ونستعينه ونستغفره ونعوذ بالله من شرور أنفسنا ومن سيئات أعمالنا من يهده الله فلا مضل له ومن يضلل فلا هادي له وأشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له وأشهد أن محمدا عبده ورسوله.
﴿يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالًا كَثِيرًا وَنِسَاءً وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالْأَرْحَامَ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا﴾
﴿يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ. يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا، يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا﴾
أما بعد:
Jama’ah kaum muslimin رحمنى و رحمكم :
Hari ini adalah hari juma’at, hari yang sangat istimewa. Hari terbaik bagi kaum muslimin. Hari yang paling agung. Sayyidul ayyam, rajanya hari di sisi Allah سبحانهوتعالى.
Hari ini juga adalah hari diciptakannya Nabi Adam عليه السلام. Hari dikeluarkannya Nabi Adam dari surga ke bumi. Dan hari wafatnya Nabi Adam عليه السلام.
Hari ini juga terdapat satu waktu yang apabila kita menepatinya maka akan dikabulkannya segala permintaan dan doa.
Dan pada hari jum’at ini pula terjadinya hari kiamat kelak.
Namun wahai Jama’ah kaum muslimin رحمنى و رحمكم, sangat disayangkan banyak umat muslimin yang tidak memanfaatkan keutamaan hari ini utuk beribadah kepada Allah سبحانه وتعالى
Jama’ah kaum muslimin رحمنى و رحمكم :
Tidak lama lagi sekitar 18 hari lagi manusia seluruh jagat raya akan melewati 1 Januari tahun Masehi dan akan kita saksikan sebagian besar manusia bereuforia, bergembira dan bersuka cita dalam menyambut tahun baru itu. Baik ia seorang muslim, nasrani, yahudi atau pun agama-agama lainnya.
Namun wahai Jama’ah kaum muslimin رحمنى و رحمكم : Untuk kita umat Islam, sangat tidak dibenarkan ikut-ikutan merayakan tahun baru masehi itu, karena dalam sejarah telah tercatat bahwa penguasa Romawi Kaisar Julius, telah menetapkan 1 Januari sebagai permulaan tahun baru sejak abad ke-46 sebelum masehi.
Orang-orang Romawi mempersembahkan 1 Januari kepada Janus. Dewa segala gerbang, pintu-pintu dan permulaan waktu.
Bulan Januari pun diambil dari nama Janus itu sendiri. Dan dalam tradisi Romawi kuno. Dewa Janus diyakini memiliki dua wajah.
Satu wajah menghadap ke depan, dan satunya lagi menghadap ke belakang. Sebagai filosofi masa depan dan masa lalu. Layaknya momen pergantian tahun baru, jelas ikut-ikutan merayakannya sangat bertentangan dengan tradisi ajaran agama islam.
Jama’ah kaum muslimin رحمنى و رحمكم :
Haram hukumnya bagi seorang muslim ikut-ikutan merayakan hari raya kaum kafir.
Sebagaimana hadis Rasulullah ﷺ yang diriwayatkan oleh Anas bin Malik رضي الله عنه :
كان لأهلِ الجاهِليَّةِ يَومانِ في كُلِّ سَنَةٍ يَلْعَبون فيهما، فلمّا قَدِمَ النَّبيُّ ﷺ المدينةَ قال: كان لكم يومانِ تَلْعَبون فيهما، وقد أبدَلَكم اللهُ بهما خَيرًا منهما: يومَ الفِطْرِ ويَومَ الأَضْحى
الراوي: أنس بن مالك • عبد الحق الإشبيلي، الأحكام الوسطى (٢/٧٩) •
“Orang-orang jahiliah dulu memiliki dua hari raya dalam setahun (yaitu hari raya Nairuz dan Mihrajan.) mereka bersenang-senang padanya. Ketika Nabi tiba di Madinah, lalu Nabi mengatakan : ‘Dulu kalian memiliki dua hari raya untuk bersenang-senang di dalamnya. Sungguh Allah telah menggantikan bagi kalian dua hari raya yang lebih baik dari keduanya: Yaitu yaitu hari raya idul fitri dan hari raya idul adha’. ”
Sesungguhnya bagi kita umat Islam, pergantian hari dan waktu adalah merupakan tanda-tanda akan kebesaran dan kekuasaan Allah سبحانه وتعالى. Allah Ta’ala berfirman dalam Al-Qur’an :
إن فِى خَلْقِ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ وَٱخْتِلَٰفِ ٱلَّيْلِ وَٱلنَّهَارِ لَءَايَٰتٍ لِّأُو۟لِى ٱلْأَلْبَٰبِٱ لَّذِينَ يَذْكُرُونَ ٱللَّهَ قِيَٰمًا وَقُعُودًا وَعَلَىٰ جُنُوبِهِمْ وَيَتَفَكَّرُونَ فِى خَلْقِ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ رَبَّنَا مَا خَلَقْتَ هَٰذَا بَٰطِلًا سُبْحَٰنَكَ فَقِنَا عَذَابَ ٱلنَّارِ
Artinya : “Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi pergantian siang dan malam Terdapat tanda-tanda kebesaran Allah Bagi mereka yang diberi akal fikiran yaitu mereka yang senantiasa berzikir kepada Allah Ketika ia berdiri Ketika ia duduk dan ketika ia berbaring. Lalu ia pun berdiri Dan memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi seraya sambil berkata : ‘Wahai Rabb kami Maha suci engkau tidaklah engkau ciptakan semua ini dengan sia-sia Maha suci engkau ya Allah Maka peliharlah kami dari adab api neraka’ “ (Ali Imran 3:190-191).
Seorang mu’min ketika ia mengetahui bagaimana kebesaran Allah (dia akan takjub). Allah menjalankan roda waktu ini kemudian Allah pula yang membalik-balikan kehidupan manusia.
Hari ini kita tertawa entah esok kita (akan) menangis. Hari ini kita diberikan kemudahan mungkin besok lusa kita diberikan kesulitan. Hari ini kita diberikan kekayaan, kesenangan dan mudahan, mungkin besok lusa kita akan diberikan kefakiran dan kesulitan.
Hari ini kita masih diberikan kehidupan, mungkin esok kita akan wafat. Demikianlah Allah Ta’ala mentakdirkan segala sesuatunya.
وَتِلْكَ ٱلْأَيَّامُ نُدَاوِلُهَا بَيْنَ ٱلنَّاسِ وَلِيَعْلَمَ ٱللَّهُ ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ وَيَتَّخِذَ مِنكُمْ شُهَدَآءَ ۗ وَٱللَّهُ لَا يُحِبُّ ٱلظَّٰلِمِينَ
Artinya: “Masa-masa itu Kami pergilirkan diantara manusia (agar mereka mendapat pelajaran); dan supaya Allah membedakan orang-orang yang beriman (dengan orang-orang kafir) supaya sebagian kamu dijadikan-Nya syuhada’. Dan Allah tidak menyukai orang-orang yang zalim.” (Ali Imran 3:140).
Jama’ah kaum muslimin رحمنى و رحمكم :
Merayakan tahun masehi itu membawa mudharat dan bahaya untuk aqidah dan keyakinan kita sebagai umat muslim, karena perayaan-perayaan tersebut merupakan budaya dan perilaku orang-orang kafir dan bukan merupakan bagian kebiasaan kaum muslimin dari generasi awal umat ini.
Dari ibn Umar رضي الله عنه Rasulullah ﷺ bersabda :
مَن تَشبَّهَ بقَومٍ فهو منهم
“Barang siapa yang menyerupai suatu kaum bearti ia termasuk golongan kaum tersebut ” (HR. Abu Dawud dalam Sunan Abi Dawud, no. 4031)
Dalam hadits lain riwayat tirmidzi disebutkan sabda beliau ﷺ :
ليس مِنّا من تَشَبَّه بغَيْرِنا (الترمذي ٢٦١٩)
“Bukan termasuk golongan kami orang-orang yang Menyurupai selain kami” (HR. Tirmidzi : 2619).
Oleh karena itu wahai jama’ah kaum muslimin رحمنى و رحمكم, seorang muslim tidak selayaknya ikut-ikutan perayaan-perayaan orang-orang kafir. Sebaliknya seharusnya kita berbangga dengan ajaran agama kita, kita juga bergembira dengan kitab suci kita Al-Qur’an dan sunnah Nabi ﷺ, karena uundang-undang dan aturan-aturan yang Allah Ta’ala turunkan tidak akan membuat kita sesak. Allah سبحانه وتعالى berfirman :
أَنزَلْنَا عَلَيْكَ ٱلْقُرْءَانَ لِتَشْقَىٰٓ
Artinya : “Kami tidak menurunkan Al Quran ini kepadamu agar kamu menjadi susah.” (Thaaha : 20:2).
Dalam ayat yang lain Allah سبحانه وتعالى juga berfirman :
أَوَلَمْ يَكْفِهِمْ أَنَّآ أَنزَلْنَا عَلَيْكَ ٱلْكِتَٰبَ يُتْلَىٰ عَلَيْهِمْ ۚ إِنَّ فِى ذَٰلِكَ لَرَحْمَةً وَذِكْرَىٰ لِقَوْمٍ يُؤْمِنُونَ
Artinya : “Dan apakah tidak cukup bagi mereka bahwasanya Kami telah menurunkan kepadamu Al Kitab (Al Quran) sedang dia dibacakan kepada mereka? Sesungguhnya dalam (Al Quran) itu terdapat rahmat yang besar dan pelajaran bagi orang-orang yang beriman.” (Al Ankabuut 29:51).
بارك الله لي ولكم في القرآن العظيم، ونفعني وإياكم بما فيه من الآيات والذكر الحكيم.
أقول قولي هذا وأستغفر الله العظيم الجليل لي ولكم ولسائر المسلمين من كل ذنب، فاستغفروه إنه هو الغفور الرحيم
Khutbah ke 2 :
الحمد لله الحمد لله الحمد الذى أرسل رسوله بالهدى ودين الحق ليزهره على الدين كله و كفى بالله شهيدا
و أشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له إقرارا به و توحيدا و أشهد أن محمدا عبده ورسوله صلى الله عليه وعلى آله وأصحابه وسلم تسليمًا مزيدا
أَمَّا بعد
Jama’ah kaum muslimin رحمنى و رحمكم :
Agama islam itu datang ditengah-tengah kita sebagai rahmat lil ‘alamin dan Ia juga datang sebagai pembeda ; pembeda antara haq dan batil. Pembeda antara ajaran agama-agama terdahulu Yahudi dan Nasrani. Hari jumat adalah hari raya ummat Islam, hari sabtu adalah hari raya umat Yahudi, sedangkan hari ahad adalah hari raya umat Nasrani. Demikian pula dengan hadirnya perintah sholat. Rasulullah ﷺ menyebutkan perintah sholat sebagai pembeda cara beribadah seorang yang muslim dan orang-orang kafir, sebagaimana hadits dari sahabat Buraidah bin Al Husaib, Rasulullah ﷺ bersabda:
العَهدُ الَّذي بينَنا وبينَهمُ الصَّلاةُ فمن ترَكَها فقد كفرَ
“Perjanjian antara kami dan orang-orang kafir adalah sholat. Barang siapa yang meninggalkan sholat maka sungguh ia telah kafir.” (HR. Tirmidzi, 2621, An-Nasai, 463, Ibnu Majah, 1079 dan Ahmad, 22987).
Ibadah saja telah dibedakan antara muslim dan non muslim maka demikian pula ritual-ritual ibadah yang lainnya sudah pasti sangat berbeda.
Jama’ah kaum muslimin رحمنى و رحمكم
Menunggu malam 1 Januari dengan meniup trompet menbunyikan lonceng begadang bakar kembang api dan lain sebagainya persis larangan ini sebagaimana hadits Rasulullah ﷺ. Dahulu Pernah terpikirkan oleh Nabi ﷺ bagaimana cara mengumpulkan orang-orang untuk sholat berjamaan ada beberapa sahabat memberikan usulan:
1. Orang pertama berpendapat Kibarkan lah bendera tatkala waktu sholat tiba. Jika orang-orang melihat ada bendera yang berkibar maka mereka akan saling memberitahukan akan tibanya waktu sholat. Namun Nabi ﷺ Tidak menyetujuinya.
2. Orang yang kedua mengusulkan agar memakai terompet Rasulullah ﷺ pun tidak setuju beliau mengatakan :
هو من أمر اليهود
“Itu adalah perbuatan orang-orang Yahudi”
3. Orang ketiga mengusulkan agar menggunakan lonceng lantas Nabi pun tidak setuju dan mengatakan :
هو من أمر النصارى
“Itu merupakan perilaku orang-orang Nasrani”
Kemudian setelah itu Allah Ta’ala turunkan syariat adzan sebagai pembeda antara ritual-ritual dengan orang-orang Yahudi, Nasrani ataupun Majusi.
Adanya umat muslim yang gemar meniru adat istiadat budaya orang-orang kafir menunjukan telah dekatnya hari kiamat.
Nabi ﷺ pernah bersabda:
لا تَقُومُ السّاعَةُ حتّى تَأْخُذَ أُمَّتي بأَخْذِ القُرُونِ قَبْلَها، شِبْرًا بشِبْرٍ وذِراعًا بذِراعٍ، فقِيلَ: يا رَسولَ اللَّهِ، كَفارِسَ والرُّومِ؟ فقالَ: ومَنِ النّاسُ إلّا أُولَئِكَ
“Hari kiamat tidak akan terjadi hingga umatku meniru generasi-generasi sebelumnya, sejengkal demi sejengkal, sehasta demi sehasta.” Ditanyakan, “Wahai Rasulullah, apakah maksudnya mengikuti orang-orang Persi dan Romawi?” Nabi menjawab, “kalau bukan mereka siapa lagi” (HR. Al-Bukhari, no.7319).
Jama’ah kaum muslimin رحمنى و رحمكم :
Marilah sebelum datangnya momen itu dimana sebagian kaum muslimin masih ikut-ikutan merayakan tahun baru Masehi kita bersihkan iman kita bersihkan aqidah kita supaya tidak terkotori oleh budaya yang bukan budaya islam supaya tidak terkotori oleh hal-hal yang dibenci oleh Allah Ta’ala dan Rasul-Nya.
Allah Ta’ala berfirman dalam Al-Qur’an:
قل إِن كُنتُمْ تُحِبُّونَ ٱللَّهَ فَٱتَّبِعُونِى يُحْبِبْكُمُ ٱللَّهُ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ ۗ وَٱللَّهُ غَفُورٌ رَّحِيمٌ
Artinya : “Katakanlah: “Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu”. Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (Ali Imran 3:31)
هذا و صلوا و سلموا على البشير النذير و السراج المنير حيث أمركم بذلك العليم الخبير . فقال:
يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ صَلُّوا۟ عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا۟ تَسْلِيمًا
اللهم صل و سلم و بارك على سيدنا محمد و على آله و صحبه و التابعين و من تبعهم إلى يوم الدين.
اللهم يا مقلب القلوب ثبت قلوبنا على دينك و على طاعتك
اللَّهمَّ إنِّا نسألُك إيمانًا لا يَرتَدُّ ونعيمًا لا ينفَدُ ومرافقةَ محمَّدٍ ﷺ في أعلى جنَّةِ الخُلدِ
اللهم أصلح بواطننا و ظواهرنا
اللهم أصلح سرنا و علانيتنا
اللهم أصلح أفعالها و أقوالنا
اللَّهمَّ إنِّا نسألُكَ جنة و نعوذبك من النار
اللهم أعز الإسلام والمسلمين فى كل مكان
اللهم انصر المجاهدين في فلسطين و أصلح أمور المسلمين فى سوريا
اللهم اغفر للمسلمين و المسلمات الأحياء منهم والأموات ربنا آتنا في الدنيا حسنة وفي الآخرة حسنة وقنا عذاب النار و الحمد لله رب العالمين
***
Sidayu, Gresik : 27 Jumadil Akhir 1446 H / 29 Desember 2024
Penulis : Ustadz Lis Mujiono, S.Pd.I
Artikel : Meciangi.or.id






