Sabtu, Juni 6, 2026
Meci Angi | Forum Kajian Mahasiswa Meci Angi
NEWSLETTER
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BELAJAR ISLAM
    • AQIDAH
    • MANHAJ
  • FIQH DAN MUAMALAH
    • FIQH
    • QOIDAH FIQH
    • USHUL FIQH
  • TAZKIYATUN NUFUS
    • ADAB DAN AKHLAQ
    • TAZKIYATUN NUFUS
  • DOWNLOAD
    • E-BOOK
    • BULETIN MECI ANGI
    • KITAB ULAMA
    • REKAMAN KAJIAN
  • LAINNYA
    • FATWA ULAMA
    • TAFSIR
    • SIROH
    • KHUTBAH JUM’AT
    • BAHASA ARAB
    • BANTAHAN
    • TANYA JAWAB
    • MUTIARA SALAF
    • BIOGRAFI
Meci Angi | Forum Kajian Mahasiswa Meci Angi
  • BERANDA
  • BELAJAR ISLAM
    • AQIDAH
    • MANHAJ
  • FIQH DAN MUAMALAH
    • FIQH
    • QOIDAH FIQH
    • USHUL FIQH
  • TAZKIYATUN NUFUS
    • ADAB DAN AKHLAQ
    • TAZKIYATUN NUFUS
  • DOWNLOAD
    • E-BOOK
    • BULETIN MECI ANGI
    • KITAB ULAMA
    • REKAMAN KAJIAN
  • LAINNYA
    • FATWA ULAMA
    • TAFSIR
    • SIROH
    • KHUTBAH JUM’AT
    • BAHASA ARAB
    • BANTAHAN
    • TANYA JAWAB
    • MUTIARA SALAF
    • BIOGRAFI
No Result
View All Result
Meci Angi | Forum Kajian Mahasiswa Meci Angi
No Result
View All Result

Kuatkan Kemerdekaan

Lis Mujiono, S.Pd.I by Lis Mujiono, S.Pd.I
16 Agustus 2025
in KHUTBAH JUM'AT
Reading Time: 9 mins read
0
Home KHUTBAH JUM'AT

إنَّ الحمد لله، نحمده ونستعينه ونستغفره، ونعوذ بالله من شرور أنفسنا وسيئات أعمالنا، من يهده الله، فلا مُضلَّ له، ومن يُضللِ الله، فلا هادي له، أشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له، وأشهد أن محمدًا عبده ورسوله (يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ اتَّقُواْ اللّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوتُنَّ إِلاَّ وَأَنتُم مُّسْلِمُونَ) [آل عمران: 102] (يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُواْ رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُم مِّن نَّفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيرًا وَنِسَاء وَاتَّقُواْ اللّهَ الَّذِي تَسَاءلُونَ بِهِ وَالأَرْحَامَ إِنَّ اللّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا) [النساء: 1] (يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا * يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَن يُطِعْ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا) [الأحزاب: 70-71]

RELATED POST

Nasihat Adalah Pondasi Agama

Mengedepankan Cinta Allah di Hari Qurban

Amma Ba’du :

Diantara hadits Nabi ﷺ yang paling agung yang memberikan pengaruh dalam kebahagian hidup seorang mukmin, memberikan kekuatan dalam menjalani kehidupan, memberikan rasa pasrah kepada Allah ﷻ disertai harapan, memberikan rasa berserah diri kepada Allah ﷻ disertai ketentraman hati dan kemerdekaan yang sejati.

Sebuah hadits yang diajarkan oleh Nabi ﷺ kepada seorang anak kecil, agar ia mempelajarinya merenunginya, sehingga dapat membantunya dalam menjalani lika-liku kehidupan ketika beranjak dewasa.

Ibnu Rojab Salah seorang ulama besar berkomentar tentang hadits tersebut ini :

تَدَبَّرْتُ هٰذَا الحَدِيثَ فَأَدْهَشَنِي وَكِدْتُ أَطِيشُ

“Aku merenungi hadits ini kemudian aku terhentak, hampir saja aku hilang kesadaran.

فَوَا أَسَفَاهْ مِنَ الجَهْلِ بِهٰذَا الحَدِيثِ وَقِلَّةِ التَّفَهُّمِ لِمَعْنَاهُ

Betapa pilu hati ini, betapa bodohnya aku terhadap hadits ini dan betapa dangkal pemahamanku terhadapnya.”

Hadits ini disampaikan oleh Nabi ﷺ kepada sahabat Ibnu Abbas رضي الله عنهما pada saat beliau masih anak-anak, ketika beliau dibonceng oleh Nabi ﷺ di atas kendaraannya, Nabi ﷺ menuturkan :

يا غلام، إني أُعلمك كلمات : احفظ الله يحفظك، احفظ الله تجده تجاهك ، إذا سأَلت فاسأَل الله، وإذا استعنت فاستعن بالله، واعلم أن الأُمة لو اجتمعت على أَن ينفعـوك بشيء ، لم ينفعوك إلا بشيء قد كتبه الله لك ، ولو اجتمعوا على أن يضروك بشيء ، لم يضروك إلا بشيء قد كتبه الله عليك، رفعت الأقلام وجفت الصحف

“Wahai nak, sesungguhnya aku akan mengajarkan kepadamu beberapa kalimat: Jagalah (perintah-perintah) Allah, niscaya Allah akan menjagamu. Jagalah Allah, niscaya engkau akan mendapati-Nya di hadapanmu. Jika engkau meminta, maka mintalah kepada Allah. Jika engkau meminta pertolongan, maka mintalah pertolongan kepada Allah. Dan ketahuilah, seandainya seluruh umat berkumpul untuk memberi suatu manfaat kepadamu, mereka tidak akan mampu memberi manfaat kecuali dengan sesuatu yang telah Allah tetapkan bagimu. Dan seandainya mereka berkumpul untuk mencelakakanmu dengan sesuatu, mereka tidak akan mampu mencelakakanmu kecuali dengan sesuatu yang telah Allah tetapkan atasmu. Pena-pena telah diangkat dan lembaran-lembaran telah kering (telah ditetapkan takdir).” (HR. At-Tirmidzi (2516) dan Ahmad (2763))

Lihatlah betapa agungnya hadits ini, memberikan kepada kita pedoman hidup, siapapun yang mengikutinya tidak akan tersesat dalam hidupnya, betapapun banyak cobaan hidup yang menimpanya, ia akan berhasil dengan izin Allah ﷻ dan merdeka dari tunduk kepada selainnya.

Wasiat pertama yang Nabi ﷺ sampaikan :

احفظ الله يحفظك، احفظ الله تجده تجاهك

Jagalah (perintah-perintah) Allah, niscaya Allah akan menjagamu. Jagalah Allah, niscaya engkau akan mendapati-Nya di hadapanmu.”

Wasiat ini adalah prinsip dasar yang hendaknya kita jadikan pedoman dalam hidup kita, jika kita menjaga perintah-perintah Allah, mengikuti ajaran-ajaran Allah, niscaya Allah akan menjaga kita, ini adalah janji Allah.

إِنَّ ٱللَّهَ لَا يُخْلِفُ ٱلْمِيعَادَ

Artinya : “Sesungguhnya Allah tidak akan pernah menyelisihi janji Nya.” (QS. Ali Imran 3:9)

Seseorang yang melaksanakan perintah Allah ﷻ, menahan diri dari hawa nafsu, mengendalikan diri dari godaan, fitnah dan keinginan untuk melakukan yang haram, maka orang seperti ini adalah orang yang menjaga hak-hak Allah ﷻ, orang seperti ini adalah orang yang bertakwa, Allah ﷻ berfirman :

ثُمَّ نُنَجِّى ٱلَّذِينَ ٱتَّقَوا۟

Artinya : “Kemudian Kami akan menyelamatkan orang-orang yang bertakwa.” (Maryam 19:72)

Allah ﷻ juga berfirman :

وَمَنْ يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَلْ لَهُ مَخْرَجًا وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ

Artinya : “Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar Dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya.” (QS. Ath-Thalaaq 65:2-3)

Namun jika kita masih bermaksiat kepada Allah ﷻ tatkala sendirian, kita jarang mengingat Allah saat kesulitan menimpa kita, maka jangan katakan dimana pertolongan Allah..

Jika kita masih memakan harta yang haram, kita penuhi perut kita, keluarga kita dari penghasilan yang haram, maka jangan tanyakan kenapa Allah belum mengabulkan doa doa kita, Nabi ﷺ pernah mengisahkan tentang seseorang yang berdoa dengan sangat bersungguh-sungguh mengangkat tangannya ke langit Nabi mengatakan:

وَمَطْعَمُهُ حَرَامٌ، وَمَشْرَبُهُ حَرَامٌ، وَمَلْبَسُهُ حَرَامٌ وَغُذِّيَ بِالحَرَامِ فَأَنَّى يُسْتَجَابُ له

“Makanannya haram, minumannya haram dan pakaiannya haram dan kenyang dengan sesuatu yang harom, lalu bagaimana mungkin doanya akan dikabulkan?.”

Meskipun demikian, Allah ﷻ adalah Dzat Yang Maha Pemurah, Dia lah Pemilik Karunia yang luas – seringkali melimpahkan kemurahan-Nya kepada orang yang melakukan maksiat kepadaNya, ketika ia menghadapi kesulitan dan berdoa dengan ikhlas hanya kepada-Nya. Allah kabulkan permohonannya, Allah tampakkan kepadanya bahwasanya Dia Maha Pemurah, agar ia mau kembali kepada Allah, agar ia malu terhadap-Nya.
Ketika Allah telah memberikan isyarat kepada orang ini – sekali, dua kali, tiga kali – namun ia tetap tidak kembali kepada Allah, tidak mau bertaubat kepada Allah, malah semakin tenggelam dalam kemaksiatan dan berpaling dari-Nya, maka disinilah letak bahaya, disinilah awal mula petaka itu datang.

Maka jagalah perintah Allah, Allah akan menjaga kita. Peliharalah hak-hak Allah, niscaya kita dapati Allah ada di sisi kita, dekat dengan kita.

Bila hidup ini terasa sulit, ingatlah sabda Nabi ﷺ ini dan evaluasi hubungan kita dengan Allah. Bersihkan hati dari dosa dan maksiat, agar langkah dalam kehidupan ini tidak terasa berat.

Jama’ah sholat jum’at رحمنى و رحمكم

Jika ingin bangsa ini tetap merdeka secara hakiki maka jagalah perintah Allah Ta’ala jagalah aqidah jagalah syariat-Nya, karena kehancuran dan kekuatan suatu bangsa berada ditangan Allah ﷻ kapan pun Dia menghendakinya akan terlaksana,

Allah ﷻ berfirman :

قُلِ ٱللَّهُمَّ مَٰلِكَ ٱلْمُلْكِ تُؤْتِى ٱلْمُلْكَ مَن تَشَآءُ وَتَنزِعُ ٱلْمُلْكَ مِمَّن تَشَآءُ وَتُعِزُّ مَن تَشَآءُ وَتُذِلُّ مَن تَشَآءُ ۖ بِيَدِكَ ٱلْخَيْرُ ۖ إِنَّكَ عَلَىٰ كُلِّ شَىْءٍ قَدِيرٌ

Artinya : “Katakanlah: “Wahai Tuhan Yang mempunyai kerajaan, Engkau berikan kerajaan kepada orang yang Engkau kehendaki dan Engkau cabut kerajaan dari orang yang Engkau kehendaki. Engkau muliakan orang yang Engkau kehendaki dan Engkau hinakan orang yang Engkau kehendaki. Di tangan Engkaulah segala kebajikan. Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu.” (QS. Ali Imran 3:26)

Wasiat Nabi ﷺ yang kedua :

إذا سألت فاسأل الله وإذا استعنت فاستعن بالله

“Jika engkau meminta, mintalah kepada Allah, dan jika engkau memohon pertolongan, mohonlah pertolongan kepada Allah.”

Ini adalah ajaran tauhid yang murni dari Nabi ﷺ Beliau tidak pernah mengatakan, ‘Pergilah ke kuburan fulan, mintalah pertolongan kepadanya, berdoalah kepadanya, atau jadikanlah dia sebagai perantara untuk sampai kepada Allah. Tidak!

Beliau ﷺ hendak mengajarkan bahwasanya Allah سميع ﷻ Maha Mendengar, وبصير Maha Melihat, وقريب Maha Dekat, ومجيب Maha Mengabulkan Doa.

Jama’ah kaum muslimin رحمنى و رحمكم

Tauhid adalah inti dari kemerdekaan sejati. Siapa yang mentauhidkan Allah, ia telah memerdekakan dirinya dari penghambaan kepada selain Allah.

Orang yang bertauhid tidak akan tunduk kepada manusia, jabatan, uang, atau kekuasaan. Para sahabat Nabi ﷺ, meski dalam tekanan dan siksaan, jiwa mereka bebas dan merdeka karena mereka hanya takut kepada Allah.

Allah ﷻ telah memberitahu kita bahwa selain-Nya tidak memiliki sesuatu apa pun, walaupun itu hanya sekadar biji sawi sekalipun.

قُلِ ٱدْعُوا۟ ٱلَّذِينَ زَعَمْتُم مِّن دُونِ ٱللَّهِ ۖ لَا يَمْلِكُونَ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ فِى ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَلَا فِى ٱلْأَرْضِ

Artinya : “Katakanlah: “Serulah mereka yang kamu anggap (sebagai tuhan) selain Allah, mereka tidak memiliki (kekuasaan) seberat zarrahpun di langit dan di bumi, dan mereka tidak mempunyai suatu sahampun dalam (penciptaan) langit dan bumi.” (QS. Saba’ 34:22)

Maka jika engkau meminta, mintalah kepada Allah dan jangan terburu-buru. jika engkau memohon pertolongan, mohonlah pertolongan kepada Allah. Sesungguhnya Allah Mahakuasa, Percayalah kepada Allah dan ketahuilah bahwa jika Allah mengabulkanmu sekarang, itu karena rahmat dan keutamaan-Nya. Namun jika Dia belum mengabulkan keinginan mu sekarang, itu karena hikmah dan kebijaksanaan-Nya, mungkin saat ini bukan saat yang tepat bagimu. Allah akan mengabulkan pada saat yang tepat untukmu atau Dia ingin menyinggung supaya kita sadar bahwa kita ini banyak melakukan kekurangan, kelalaian, supaya bertaubat dan Dia lebih tahu tentangmu daripada dirimu sendiri.

وَٱللَّهُ يَعْلَمُ وَأَنتُمْ لَا تَعْلَمُونَ

Artinya : “Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.” (QS. Al-Baqarah 2:216)

Janganlah kita berfikir : Mengapa Allah ﷻ belum mengabulkan doaku, padahal aku bertakwa kepadaNya, aku tidak melakukan kesalahan kepadaNya. Pikiran seperti ini justru menjauhkan dari Allah ﷻ. Allah ﷻ tidak menyukai sikap seperti ini. Akan tetapi Allah mencintai orang yang berserah diri kepadaNya, menyerahkan doa pada hikmah & kebijaksanaan Nya.

Tidak pantas bagi kita untuk mempertanyakan kehendak Allah : Mengapa Allah belum mengabulkan? Padahal sejatinya kita hidup dengan RahmatNya, hidup dengan karuniaNya, hidup dalam perlindunganNya, sadarlah semua ini adalah Kemurahan dan AnugerahNya, sementara kita hidup penuh dengan kekurangan terhadap perintah-perintah Allah ﷻ.

أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ. فَاسْتَغْفِرُوْهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ

Khutbah ke 2 :

الحمد لله على إحسانه، والشكر له على توفيقه وامتنانه، وأشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له تعظيمًا لشأنه ، وأشهد أن نبينا محمدًا عبده ورسوله الداعي إلى رضوانه، صلى الله وسلم وبارك عليه وعلى آله وأصحابه وإخوانه؛
أما بعد

Wasiat yang ketiga dari Nabi ﷺ :

وَاعْلَمْ أَنَّ الأُمَّةَ لَوِ اجْتَمَعُوا عَلَى أَنْ يَنْفَعُوكَ بِشَيْءٍ، لَمْ يَنْفَعُوكَ إِلَّا بِشَيْءٍ قَدْ كَتَبَهُ اللَّهُ لَكَ، وَإِنِ اجْتَمَعُوا عَلَى أَنْ يَضُرُّوكَ بِشَيْءٍ، لَمْ يَضُرُّوكَ إِلَّا بِشَيْءٍ قَدْ كَتَبَهُ اللَّهُ عَلَيْكَ، رُفِعَتِ الْأَقْلَامُ وَجَفَّتِ الصُّحُفُ

“Dan ketahuilah, seandainya seluruh umat berkumpul untuk memberi suatu manfaat kepadamu, mereka tidak akan mampu memberi manfaat kecuali dengan sesuatu yang telah Allah tetapkan bagimu. Dan seandainya mereka berkumpul untuk mencelakakanmu dengan sesuatu, mereka tidak akan mampu mencelakakanmu kecuali dengan sesuatu yang telah Allah tetapkan atasmu. Pena-pena telah diangkat dan lembaran-lembaran telah kering (telah ditetapkan takdir).”

Jama’ah kaum muslimin رحمنى و رحمكم

Wasiat ini memberikan ketenangan jiwa yang sangat besar, dan tak ternilai harganya bagi seorang mukmin. Wasiat ini mencabut semua kegelisahan hati hingga ke akar-akarnya. Barangsiapa yang mengimani wasiat ini dan senantiasa mengingatnya, niscaya ia akan hidup dengan hati yang lapang dan jiwa yang tenang. Sebab seorang mukmin senantiasa meyakini: “Apa yang ditakdirkan luput darimu, takkan pernah mengenaimu, dan apa yang ditakdirkan menimpamu, takkan pernah luput darimu.”

Karena itulah betapa menakjubkannya jalan hidup seorang mukmin, apapun yang terjadi padanya, baginya adalah kebaikan, Jika dia mendapat nikmat, dia bersyukur, jika dia ditimpa musibah, dia bersabar, keduanya adalah kebaikan untuknya.

عجبًا لأمرِ المؤمنِ إنَّ أمرَه كلَّه خيرٌ إنْ أصابَتْه سرّاءُ شكَر وإنْ أصابَتْه ضرّاءُ صبَر وكان خيرًا له وليس ذلك لأحدٍ إلّا للمؤمنِ

“Sungguh menakjubkan urusan orang mukmin! Sesungguhnya seluruh urusannya adalah kebaikan. Jika ia mendapatkan kesenangan, ia bersyukur, maka itu menjadi kebaikan baginya. Dan jika ia ditimpa kesusahan, ia bersabar, maka itu pun menjadi kebaikan baginya. Dan hal itu tidak dimiliki oleh siapa pun kecuali oleh orang mukmin.” (HR, Muslim (2999). Ibnu Hiban (2896))

Tetapi ini hanya berlaku bagi orang yang beriman saja, sebagaimana sabda Nabi ﷺ tersebut.

Pernah suatu ketika para sahabat bertanya kepada Nabi ﷺ : “Wahai Rasulullah, jika segala sesuatu sudah ditakdirkan, dan setiap orang telah ditetapkan (akan masuk) surga atau neraka, lalu mengapa kita harus beramal? Mengapa kita harus berusaha?”
Lantas Nabi ﷺ menjawab :

اعملُوا فكلٌّ ميسرٌ لما خُلقَ لهُ

“Beramallah! Karena setiap orang akan dimudahkan sesuai dengan takdirnya.” (Diriwayatkan oleh Abdullah ibni Abbas dan Amran bin Husain dalam al-Jaami’ as-Shogiir (1197))

Jama’ah رحمني و رحمكم الله :

Tidak ada satupun dari kita yang ada yang mengetahui takdirnya sendiri. Kemana tujuan akhirnya? ke surga atau neraka? Tidak ada yang tau. Oleh karenanya berusahalah untuk mencapai tujuan yang kita inginkan.

﴿مَا أَصَابَ مِنْ مُصِيبَةٍ فِي الْأَرْضِ وَلَا فِي أَنْفُسِكُمْ إِلَّا فِي كِتَابٍ مِنْ قَبْلِ أَنْ نَبْرَأَهَا إِنَّ ذَلِكَ عَلَى اللَّهِ يَسِيرٌ ۝ لِكَيْلَا تَأْسَوْا عَلَى مَا فَاتَكُمْ وَلَا تَفْرَحُوا بِمَا آتَاكُمْ وَاللَّهُ لَا يُحِبُّ كُلَّ مُخْتَالٍ فَخُورٍ﴾ [سورة الحديد: 22‑23].

Artinya : “Tiada suatu bencanapun yang menimpa di bumi dan (tidak pula) pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab (Lauhul Mahfuzh) sebelum Kami menciptakannya. Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi Allah. (Kami jelaskan yang demikian itu) supaya kamu jangan berduka cita terhadap apa yang luput dari kamu, dan supaya kamu jangan terlalu gembira terhadap apa yang diberikan-Nya kepadamu. Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang sombong lagi membanggakan diri.” (QS. Al-Hadid 22-23)

Nikmat kemerdekaan bukanlah hanya perjuangan dan perlawanan para pahlawan namun ia adalah bagian dari takdir dan karunia dari Allah ﷻ.

Oleh karenanya syukur atas nikmat kemerdekaan harus diarahkan kepada Allah terlebih dahulu, bukan semata kepada kekuatan manusia.

Ini adalah 3 wasiat Nabi ﷺ : wasiat pertama tentang Taqwa, wasiat kedua tentang Tauhid, wasiat ketiga tentang Takdir

Wasiat pertama untuk meraih mencapai keutamaan, wasiat kedua untuk meraih kenikmatan, wasiat ketiga untuk mendapatkan ketenangan.

إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ ۚ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا
اللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ والْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ، إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعْوَةِ
اللهم أعز الإسلام والمسلمين وأذل الشرك والمشركين ودمر أعداءك أعداء الدين
اللهم آمِنَّا في أوطاننا، وأصلح أئمتنا وولاة أمورنا، اللهم ووفق ولي أمرنا لما تحب وترضى وخذ بناصيته للبر والتقوى
اللَّهُمَّ إنَّا نَسْأَلُكَ الهُدَى ، والتُّقَى ، والعَفَافَ ، والغِنَى
اللهم حبب إلينا الإيمان وزينه في قلوبنا وكرّه إلينا الكفر والفسوق والعصيان
ربنا لا تزغ قلوبنا بعد إذ هديتنا وهب لنا من لدنك رحمة إنك أنت الوهاب
لا إله إلا أنت سبحانك إني كنت من الظالمين.
وصل اللهم على نبينا محمد وآله وصحبه أجمعين، والحمد لله رب العالمين

 

***

Sidayu – Gresik : 22 Shofar 1446 H / 16 Agustus 2025

Penulis : Ustadz Lis Mujiono, S.Pd.I

Artikel : Meciangi.or.id

 

ShareTweetPin
Lis Mujiono, S.Pd.I

Lis Mujiono, S.Pd.I

Ustadz Lis Mujiono adalah alumni Pondok Pesantren Al-Furqon al-Islamiy Srowo-Sidayu Gresik-Jawa Timur tahun 2020. Selalu mendapat peringkat 1 di Takhossus 1 dan 2, dan masuk peringkat 3 besar di Marhalah Aly 3. Pernah menempuh studi S1 di STAI YPBWI Surabaya pada jurusan PAI. Aktifitas sehari-hari beliau sebagai pengajar tetap di Pondok Pesantren Al-Furqon al-Islamiy Srowo-Sidayu-Gresik-Jawa Timur di Marhalah MTS dan Takhossus Ilmi.

Related Posts

Nasihat Adalah Pondasi Agama
KHUTBAH JUM'AT

Nasihat Adalah Pondasi Agama

7 Januari 2026
Mengedepankan Cinta Allah di Hari Qurban
KHUTBAH JUM'AT

Mengedepankan Cinta Allah di Hari Qurban

30 Mei 2025
Menahan Pandangan yang Haram
KHUTBAH JUM'AT

Menahan Pandangan yang Haram

26 Februari 2025
Khutbah Jum’at : Akhlak Mulia
KHUTBAH JUM'AT

Khutbah Jum’at : Akhlak Mulia

16 Januari 2025
Peringatan Tahun Baru Masehi
KHUTBAH JUM'AT

Peringatan Tahun Baru Masehi

29 Desember 2024
Menahan Hawa Nafsu
KHUTBAH JUM'AT

Menahan Hawa Nafsu

21 November 2024
Next Post
Jangka Waktu Qoshor bagi Musafir

Jangka Waktu Qoshor bagi Musafir

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TENTANG KAMI

Website meciangi.or.id adalah situs dakwah Islam yang dikelola oleh Forum Kajian Mahasiswa Meci Angi. Diantara kegiatan utama dakwah kami adalah Ma'had Meci Angi. Ma'had Meci Angi merupakan tempat menimba ilmu para penuntut ilmu yang berpijak pada pemahaman shalafus sholeh. Diantara kegiatan utamanya adalah pembelajaran bahasa arab seperti nahwu, shorof, belajar baca kitab, mengadakan daurah syar'iyyah, menerbitkan buletin serta kegiatan kegiatan dakwah lainnya.

Alamat sekretariat Website: Jln. Lintas Sumbawa, Gg. Potlot no.14. Lingkungan Rasa Bou - Kelurahan Kandai Dua - Kecamatan Woja - Kabupaten Dompu - NTB 84218.

Follow us

Terbaru

  • Angkatlah Do’amu di Hari Arafah
  • Puasa Awal Dzulhijjah
  • Kambing 1,7 Tahun Belum Powel
  • Biografi Syaikhuna wa Waliduna Aunur Rafiq bin Ghufron bin Hamdan

Kategori

  • ADAB DAN AKHLAQ
  • AL-QUR'AN
  • AQIDAH
  • BAHASA ARAB
  • BANTAHAN
  • BIOGRAFI
  • BULETIN MECI ANGI
  • E-BOOK
  • FATWA ULAMA
  • FIQH
  • KHUTBAH JUM'AT
  • KITAB ULAMA
  • MANHAJ
  • MUTIARA SALAF
  • QOIDAH FIQH
  • SIROH
  • SYAIR
  • TAFSIR
  • TANYA JAWAB
  • TAZKIYATUN NUFUS
  • USHUL FIQH
  • BERANDA
  • BELAJAR ISLAM
  • FIQH DAN MUAMALAH
  • TAZKIYATUN NUFUS
  • DOWNLOAD
  • LAINNYA

© 2024 by mantapp

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BELAJAR ISLAM
    • AQIDAH
    • MANHAJ
  • FIQH DAN MUAMALAH
    • FIQH
    • QOIDAH FIQH
    • USHUL FIQH
  • TAZKIYATUN NUFUS
    • ADAB DAN AKHLAQ
    • TAZKIYATUN NUFUS
  • DOWNLOAD
    • E-BOOK
    • BULETIN MECI ANGI
    • KITAB ULAMA
    • REKAMAN KAJIAN
  • LAINNYA
    • FATWA ULAMA
    • TAFSIR
    • SIROH
    • KHUTBAH JUM’AT
    • BAHASA ARAB
    • BANTAHAN
    • TANYA JAWAB
    • MUTIARA SALAF
    • BIOGRAFI

© 2024 by mantapp