Sabtu, Juni 6, 2026
Meci Angi | Forum Kajian Mahasiswa Meci Angi
NEWSLETTER
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BELAJAR ISLAM
    • AQIDAH
    • MANHAJ
  • FIQH DAN MUAMALAH
    • FIQH
    • QOIDAH FIQH
    • USHUL FIQH
  • TAZKIYATUN NUFUS
    • ADAB DAN AKHLAQ
    • TAZKIYATUN NUFUS
  • DOWNLOAD
    • E-BOOK
    • BULETIN MECI ANGI
    • KITAB ULAMA
    • REKAMAN KAJIAN
  • LAINNYA
    • FATWA ULAMA
    • TAFSIR
    • SIROH
    • KHUTBAH JUM’AT
    • BAHASA ARAB
    • BANTAHAN
    • TANYA JAWAB
    • MUTIARA SALAF
    • BIOGRAFI
Meci Angi | Forum Kajian Mahasiswa Meci Angi
  • BERANDA
  • BELAJAR ISLAM
    • AQIDAH
    • MANHAJ
  • FIQH DAN MUAMALAH
    • FIQH
    • QOIDAH FIQH
    • USHUL FIQH
  • TAZKIYATUN NUFUS
    • ADAB DAN AKHLAQ
    • TAZKIYATUN NUFUS
  • DOWNLOAD
    • E-BOOK
    • BULETIN MECI ANGI
    • KITAB ULAMA
    • REKAMAN KAJIAN
  • LAINNYA
    • FATWA ULAMA
    • TAFSIR
    • SIROH
    • KHUTBAH JUM’AT
    • BAHASA ARAB
    • BANTAHAN
    • TANYA JAWAB
    • MUTIARA SALAF
    • BIOGRAFI
No Result
View All Result
Meci Angi | Forum Kajian Mahasiswa Meci Angi
No Result
View All Result

Pengantar Ilmu Aqidah: 2

Muhammad Dimas Prasetyo by Muhammad Dimas Prasetyo
21 Januari 2025
in AQIDAH
Reading Time: 5 mins read
0
Home AQIDAH

Bismillah Wassholaatu Wassalaamu ‘alaa Rosulillah

RELATED POST

Sihir dan Macam-Macamnya

Jauhi 7 Dosa Besar yang Membinasakan

Aqidah Islam merupakan fondasi dasar yang membentuk setiap aspek kehidupan seorang Muslim. Ia mencakup keyakinan yang kokoh terhadap prinsip-prinsip dasar agama, yang diambil dari wahyu Allah dalam Al-Qur’an dan sunnah Rasulullah ﷺ. Islam mengajarkan bahwa aqidah harus diyakini dengan keyakinan yang teguh dan dilandasi oleh ilmu yang benar, serta tidak boleh tercampur dengan spekulasi manusia yang tidak berdasarkan wahyu Ilahi. Aqidah yang benar, sesuai dengan apa yang diajarkan oleh Rasulullah dan para sahabatnya, bersifat menyeluruh, mencakup semua aspek kehidupan, mulai dari ibadah individu, hubungan sosial dengan sesama, hingga kehidupan di dunia dan akhirat.

Karakteristik Aqidah Islamiyah

Aqidah Islam memiliki banyak karakteristik. Kita akan menyebutkan tiga di antaranya:

1. Aqidah yang Ghaib (Tidak Tampak):

Ghaib adalah segala sesuatu yang tidak dapat dirasakan dengan panca indera (pendengaran, penglihatan, perabaan, penciuman, atau pengecapan). Oleh karena itu, semua hal dalam aqidah Islam yang harus diyakini dan diterima sebagai bagian dari keyakinan seorang hamba adalah ghaib, seperti iman kepada Allah, malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya, hari akhir, takdir, azab kubur, nikmat kubur, dan hal-hal ghaib lainnya. Semua hal ini harus diterima berdasarkan apa yang datang dalam kitab Allah Ta’ala dan sunnah Rasul-Nya ﷺ. Allah memuji orang-orang yang beriman kepada yang ghaib, sebagaimana disebutkan dalam Surah Al-Baqarah:

ذَٰلِكَ ٱلْكِتَٰبُ لَا رَيْبَ ۛ فِيهِ ۛ هُدًى لِّلْمُتَّقِينَ
ٱلَّذِينَ يُؤْمِنُونَ بِٱلْغَيْبِ وَيُقِيمُونَ ٱلصَّلَوٰةَ وَمِمَّا رَزَقْنَٰهُمْ يُنفِقُونَ

Artinya: “Ini adalah kitab yang tidak ada keraguan di dalamnya, petunjuk bagi orang-orang yang bertakwa, yaitu orang-orang yang beriman kepada yang ghaib…” (Al-Baqarah: 2-3)

2. Aqidah yang Menyeluruh:

Aqidah Islam mencakup tiga hal utama:

  1. Pertama: Cakupan ibadah, yang merupakan nama umum untuk segala sesuatu yang disukai dan diridhai Allah, baik itu ucapan, perbuatan lahir maupun batin. Ibadah mencakup ibadah hati, seperti cinta, takut, harapan, tawakal, serta ibadah lisan seperti dzikir, menyuruh yang ma’ruf, mencegah yang mungkar, dan membaca Al-Qur’an. Ibadah juga mencakup ibadah fisik seperti shalat, puasa, haji, serta ibadah keuangan seperti zakat dan sedekah. Semua amal perbuatan yang dilakukan untuk mencari wajah Allah Ta’ala termasuk ibadah dan akan diberi pahala.
  2. Kedua: Ibadah mencakup hubungan antara hamba dengan Tuhannya, serta hubungan antar sesama manusia. Ini termasuk dalam pembahasan tauhid dengan berbagai jenisnya, serta dalam pembahasan loyalitas dan permusuhan dalam Islam.
  3. Ketiga: Aqidah Islam mencakup kehidupan manusia di dunia, kehidupan di alam kubur (barzakh), dan kehidupan di akhirat.

3. Aqidah yang Ditentukan (Tawqifi):

Aqidah Islam bersumber dari Al-Qur’an dan apa yang sah dari Sunnah Rasulullah ﷺ, dan tidak dapat dijadikan objek untuk ijtihad (penafsiran bebas). Ini karena sumber-sumber aqidah adalah sumber yang pasti. Aqidah yang benar memerlukan keyakinan yang tegas, yang hanya bisa diperoleh dari sumber yang pasti kebenarannya, yaitu Al-Qur’an dan Sunnah Rasulullah ﷺ. Oleh karena itu, sumber-sumber yang bersifat dugaan seperti akal manusia tidak dapat dijadikan dasar dalam aqidah. Siapa pun yang menjadikan salah satu dari sumber-sumber ini sebagai dasar aqidah telah menyimpang dan menjadikan aqidah sebagai objek ijtihad yang bisa benar atau salah.

Oleh karena itu, kelompok-kelompok ahli kalam seperti Jahmiyah, Mu’tazilah, dan Asy’ariyah keliru ketika menjadikan akal sebagai sumber aqidah dan mendahulukannya atas teks-teks syar’i. Dengan demikian, mereka menjadikan Al-Qur’an dan Sunnah mengikuti akal manusia. Ini merupakan penghinaan terhadap kitab Allah dan sunnah Rasul-Nya, karena mereka menjadikan aqidah Islam tergantung pada pandangan dan ijtihad manusia.

Yang benar adalah bahwa akal itu mendukung teks-teks syar’i. Akal yang sehat akan mendukung teks yang benar, dan tidak akan bertentangan dengannya. Apa yang dianggap bertentangan oleh sebagian orang, sebenarnya tidak bertentangan, karena itu bisa disebabkan oleh keterbatasan akal manusia. Oleh karena itu, akal adalah pendukung bagi teks-teks syar’i dalam masalah aqidah dan hal lainnya, bukan sumber independen bagi aqidah. Tidak diperkenankan bagi akal untuk memutuskan masalah ghaib atau apa yang tidak bisa dijangkau oleh pengetahuan manusia. Manusia tidak dapat memahami Allah atau sifat-sifat-Nya secara sempurna, sebagaimana Allah berfirman dalam Surah Taha:

يَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ وَلَا يُحِيطُونَ بِهِۦ عِلْمًا

Artinya: Dia mengetahui apa yang ada di hadapan mereka dan apa yang ada di belakang mereka, sedang ilmu mereka tidak dapat meliputi ilmu-Nya. (Thaha. 2:110)

Pelajaran yang Bisa Diambil:

  1. Aqidah Islam adalah Aqidah yang Berdasarkan Ghaib: Pelajaran pertama yang dapat diambil adalah bahwa aqidah Islam berlandaskan pada hal-hal yang ghaib, yang tidak dapat dilihat atau dipahami dengan panca indera manusia. Iman kepada Allah, malaikat, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya, hari akhir, dan takdir adalah bagian dari iman kepada hal-hal ghaib yang harus diyakini dengan sepenuh hati berdasarkan wahyu Allah dalam Al-Qur’an dan sunnah Rasulullah ﷺ. Ini menunjukkan betapa pentingnya keteguhan iman dan penerimaan terhadap ajaran Allah meskipun tidak dapat dipahami secara langsung oleh panca indera.
  2. Aqidah Islam adalah Aqidah yang Menyeluruh: Aqidah Islam mencakup semua aspek kehidupan, mulai dari ibadah individu seperti doa dan shalat hingga hubungan sosial dengan sesama manusia. Ini mengajarkan kita bahwa setiap tindakan yang dilakukan dengan niat mencari ridha Allah adalah ibadah, baik itu dalam bentuk ibadah hati, lisan, atau fisik. Aqidah juga mencakup kehidupan di dunia, alam kubur, dan akhirat, yang mengingatkan kita untuk selalu siap menghadapi kehidupan setelah mati dengan menjaga amal saleh.
  3. Aqidah Islam adalah Aqidah yang Tawqifi (Ditentukan): Aqidah Islam harus bersumber dari Al-Qur’an dan sunnah Rasulullah ﷺ, bukan dari akal atau spekulasi manusia. Hal ini mengajarkan kita untuk selalu kembali kepada wahyu Allah dalam memahami aqidah dan tidak mudah terpengaruh oleh pendapat manusia yang tidak berdasar pada teks syar’i. Aqidah yang benar harus diyakini dengan keyakinan yang kuat dan tidak boleh dicampuradukkan dengan pemikiran atau interpretasi manusia yang bisa keliru.

Kesimpulan:

Aqidah Islam adalah keyakinan yang harus berdasarkan pada wahyu Allah melalui Al-Qur’an dan sunnah Rasulullah SAW. Aqidah ini mencakup semua aspek kehidupan, baik yang bersifat ghaib (tersembunyi) maupun yang tampak di dunia ini. Aqidah yang benar tidak hanya mencakup ibadah kepada Allah, tetapi juga hubungan dengan sesama manusia dan kehidupan setelah mati. Aqidah ini harus diyakini dengan keyakinan yang pasti, tanpa adanya penyimpangan dari sumber-sumber yang tidak sah seperti akal atau ijtihad pribadi yang bertentangan dengan teks-teks syar’i.

Wallahu a’lam

…

“Aqidah yang benar adalah yang berlandaskan pada Al-Qur’an dan Sunnah, dan itulah jalan yang membawa kita menuju keselamatan di dunia dan akhirat. Ketika kita meyakini sesuatu dengan dasar wahyu Allah, kita tidak perlu ragu, karena wahyu-Nya adalah petunjuk yang sempurna bagi kehidupan.”

***

Girisekar, Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, 21 Rajab 1446 H/21 Januari 2025 M.

Ditulis oleh : Muhammad Dimas Prasetyo

Artikel : Meciangi.or.id

 

ShareTweetPin
Muhammad Dimas Prasetyo

Muhammad Dimas Prasetyo

Muhammad Dimas Prasetyo adalah Penghafal Al-Qur'an. Alumni Ma'had Meci Angi Dompu, alumni Ponpes Riyadhus Sholihin Pandeglang, sedang menempuh studi S1 di STAI Ali bin Abi Thalib Surabaya.

Related Posts

Sihir dan Macam-Macamnya
AQIDAH

Sihir dan Macam-Macamnya

15 April 2026
Jauhi 7 Dosa Besar yang Membinasakan
AQIDAH

Jauhi 7 Dosa Besar yang Membinasakan

19 Februari 2026
Bersumpah Dengan Nama Selain Allah
AQIDAH

Bersumpah Dengan Nama Selain Allah

11 Januari 2026
Hukuman Bagi Tukang Sihir
AQIDAH

Hukuman Bagi Tukang Sihir

8 Desember 2025
Tafsir Ayat Tauhid (bagian 5)
AQIDAH

Tafsir Ayat Tauhid (bagian 5)

4 November 2025
Ketika Syirik dianggap Budaya dan Tradisi
AQIDAH

Ketika Syirik dianggap Budaya dan Tradisi

6 November 2025
Next Post
Pentingnya Berdoa dalam Setiap Aktivitas

Pentingnya Berdoa dalam Setiap Aktivitas

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TENTANG KAMI

Website meciangi.or.id adalah situs dakwah Islam yang dikelola oleh Forum Kajian Mahasiswa Meci Angi. Diantara kegiatan utama dakwah kami adalah Ma'had Meci Angi. Ma'had Meci Angi merupakan tempat menimba ilmu para penuntut ilmu yang berpijak pada pemahaman shalafus sholeh. Diantara kegiatan utamanya adalah pembelajaran bahasa arab seperti nahwu, shorof, belajar baca kitab, mengadakan daurah syar'iyyah, menerbitkan buletin serta kegiatan kegiatan dakwah lainnya.

Alamat sekretariat Website: Jln. Lintas Sumbawa, Gg. Potlot no.14. Lingkungan Rasa Bou - Kelurahan Kandai Dua - Kecamatan Woja - Kabupaten Dompu - NTB 84218.

Follow us

Terbaru

  • Angkatlah Do’amu di Hari Arafah
  • Puasa Awal Dzulhijjah
  • Kambing 1,7 Tahun Belum Powel
  • Biografi Syaikhuna wa Waliduna Aunur Rafiq bin Ghufron bin Hamdan

Kategori

  • ADAB DAN AKHLAQ
  • AL-QUR'AN
  • AQIDAH
  • BAHASA ARAB
  • BANTAHAN
  • BIOGRAFI
  • BULETIN MECI ANGI
  • E-BOOK
  • FATWA ULAMA
  • FIQH
  • KHUTBAH JUM'AT
  • KITAB ULAMA
  • MANHAJ
  • MUTIARA SALAF
  • QOIDAH FIQH
  • SIROH
  • SYAIR
  • TAFSIR
  • TANYA JAWAB
  • TAZKIYATUN NUFUS
  • USHUL FIQH
  • BERANDA
  • BELAJAR ISLAM
  • FIQH DAN MUAMALAH
  • TAZKIYATUN NUFUS
  • DOWNLOAD
  • LAINNYA

© 2024 by mantapp

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BELAJAR ISLAM
    • AQIDAH
    • MANHAJ
  • FIQH DAN MUAMALAH
    • FIQH
    • QOIDAH FIQH
    • USHUL FIQH
  • TAZKIYATUN NUFUS
    • ADAB DAN AKHLAQ
    • TAZKIYATUN NUFUS
  • DOWNLOAD
    • E-BOOK
    • BULETIN MECI ANGI
    • KITAB ULAMA
    • REKAMAN KAJIAN
  • LAINNYA
    • FATWA ULAMA
    • TAFSIR
    • SIROH
    • KHUTBAH JUM’AT
    • BAHASA ARAB
    • BANTAHAN
    • TANYA JAWAB
    • MUTIARA SALAF
    • BIOGRAFI

© 2024 by mantapp