Ada yang mengatakan ucapan fi amaanillah dan ma’as salaamah ini berasal dari orang-orang pergerakan dan tidak sesuai sunnah, yang sunnah adalah mengatakan :
أستودع الله دينك وأمانتك وخواتيم عملك
Bagaimana baiknya? (Iqbal – Lamongan)
Jawab :
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وآله وصحبه أجمعين وبعد
Ucapan yang diajarkan Nabi shallallahu alaihi wasallam kepada orang yang mau safar adalah sunnah.
Namun ungkapan do’a-do’a yang lainnya juga tidak masalah jika diucapkan kepada saudaranya seperti fi amaanillah dan yang semisal.
Syeikh Utsaimin rahimahullah berkata :
الإنسان إذا أراد أن ينصرف قال “في أمان الله”، “مع السلامة” أو “أودّعك الله” وما أشبه ذلك، فهذه الكلمات لا بأس بها لكن ينبغي أن تكون مقرونة بالسلام فإن الإنسان مشروع له عند الانصراف أن يسلّم كما أنه مشروع له عند اللقاء أن يسلم فيقول: مثلا إذا أراد أن ينصرف السلام عليكم، في أمان الله وما أشبه ذلك
“Seseorang jika mau pergi mengatakan fi amaanillah atau ma’assalamah atau aku titipkan kamu kepada Allah “Uwaddiukallah” dan yang semisal, kata-kata ini boleh, tidak mengapa, akan tetapi hendaknya diiringi dengan salam.
Karena seseorang ketika hendak berpisah dianjurkan mengucapkan salam sebagaimana diperintahkan hal tersebut ketika bertemu.
Contohnya jika mau berpisah mengatakan : Assalamu’alaikum, fi amaanillah dan yang semisal.” (Lihat Fatawa-fatawa Nur Ala Darb Utsaimin 205a).
***
Jember, 1 Dzulhijjah 1446 H/28 Mei 2025 M
Dijawab oleh : Ustadz Muhammad Yusuf Rustam, B.A., M.A.
Artikel : Meciangi.or.id






