Penanya : Fredy Lisdianto – Sidoarjo
Benda yang najis selain liur anjing hanya cukup dihilangkan saja, jika dzatnya sudah hilang maka pakaian itu sudah suci dan bisa dipakai sholat.
Sehingga pakaian yang najis dimasukkan ke dalam mesin cuci juga menjadi suci asal najisnya betul betul hilang setelah proses pencucian.
Dan baju suci dari najis jika bau, warna dan rasa najisnya sudah hilang.
Syeikh Utsaimin rahimahullah ditanya terkait masalah ini beliau menjawab:
أنه يطهر لأن هذا الماء ينقي والمقصود من إزالة النجاسة هو أن تزول عينها بأي مزيل
“Dia jadi suci karena air mesin cuci membersihkan, dan intinya adalah kapan najis nya hilang dengan apapun.” (Lihat fatawa Nur ala Darb Syeikh Utsaimin)
Lajnah daimah saudi juga menyebutkan hal yang sama:
والثياب إذا ألقيت في الماء الطهور وغسلت حتى زال أثر النجاسة عنها طهرت جميعا
“Baju jika dilemparkan ke air yang suci kemudian dicuci sampai hilang najisnya maka semuanya suci.” (Lihat fatawa lajnah daimah 4/196)
Syeikh bin Baz rahimahullah berkata :
إذا غسلت الثياب المختلطة بماء كثير يزيل آثار النجاسة, ولا يتغير بالنجاسة، فإن الثياب كلها تطهر بذلك
“Jika baju dicampur yang najis dicuci dengan air yang banyak sampai najisnya hilang tanpa ikut berubah jadi najis maka semuanya adalah suci dengan cara itu.”
Namun juga perlu dipisahkan kalau bisa, yang terkena najis dicuci dulu baru dicampur dengan yang tidak terkena najis untuk jaga jaga dan lebih nyaman di hati.
Beliau melanjutkan:
فالأحوط: أن تُغسل الثياب النجسة وحدها بما يكفيها من الماء, ويزيل أثر النجاسة
“Lebih hati hatinya adalah baju yang najis dicuci sendiri dengan air yang cukup sehingga najisnya hilang.” (Lihat majmu fatawa bin Baz 10/205)
***
Sidayu, malam Senin 21 Dzulqodah 1446 H/18 Mei 2025 M
Dijawab oleh : Ustadz Muhammad Yusuf Rustam, Lc., M.A
Artikel : Meciangi.or.id






