Sabtu, Juni 6, 2026
Meci Angi | Forum Kajian Mahasiswa Meci Angi
NEWSLETTER
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BELAJAR ISLAM
    • AQIDAH
    • MANHAJ
  • FIQH DAN MUAMALAH
    • FIQH
    • QOIDAH FIQH
    • USHUL FIQH
  • TAZKIYATUN NUFUS
    • ADAB DAN AKHLAQ
    • TAZKIYATUN NUFUS
  • DOWNLOAD
    • E-BOOK
    • BULETIN MECI ANGI
    • KITAB ULAMA
    • REKAMAN KAJIAN
  • LAINNYA
    • FATWA ULAMA
    • TAFSIR
    • SIROH
    • KHUTBAH JUM’AT
    • BAHASA ARAB
    • BANTAHAN
    • TANYA JAWAB
    • MUTIARA SALAF
    • BIOGRAFI
Meci Angi | Forum Kajian Mahasiswa Meci Angi
  • BERANDA
  • BELAJAR ISLAM
    • AQIDAH
    • MANHAJ
  • FIQH DAN MUAMALAH
    • FIQH
    • QOIDAH FIQH
    • USHUL FIQH
  • TAZKIYATUN NUFUS
    • ADAB DAN AKHLAQ
    • TAZKIYATUN NUFUS
  • DOWNLOAD
    • E-BOOK
    • BULETIN MECI ANGI
    • KITAB ULAMA
    • REKAMAN KAJIAN
  • LAINNYA
    • FATWA ULAMA
    • TAFSIR
    • SIROH
    • KHUTBAH JUM’AT
    • BAHASA ARAB
    • BANTAHAN
    • TANYA JAWAB
    • MUTIARA SALAF
    • BIOGRAFI
No Result
View All Result
Meci Angi | Forum Kajian Mahasiswa Meci Angi
No Result
View All Result

Jika Kalian Tahu Apa yang Aku Ketahui

Abu Dawud ad-Dombuwiyy by Abu Dawud ad-Dombuwiyy
15 Juni 2025
in TAZKIYATUN NUFUS
Reading Time: 5 mins read
0
Home TAZKIYATUN NUFUS

Bismillah, alhamdulillahi Rabbil ‘aalamiin. Wa shallallahu ‘ala Nabiyyina Muhammadin wa ‘ala aalihi wa shahbihi ajma’iin. Wa ba’du.

RELATED POST

Dua Nikmat yang Wajib Disyukuri

Tatkala Futur dan Rasa Malas Melanda

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam orang yang paling tahu tentang perkara agama dan kejadian-kejadian dahsyat yang akan terjadi di alam barzakh, padang mahsyar dan hari kiyamat melalui wahyu yang diwahyukan kepadanya. Bahkan Allah Ta’ala telah memperlihatkan kepada beliau peristiwa-peristiwa dahsyat di Neraka Allah ‘azza wa jalla tatkala beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam isra’ dan mi’raj bersama Jibril ‘alaihissalam. Karena itulah beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

((لو تعلمون ما أعلم لضحكتم قليلا ولبكيتم كثيرا))

((Seandainya kalian tahu apa yang aku ketahui, niscaya kalian akan sedikit tertawa dan banyak menangis)). (HR. Al-Bukhari, no.6486)

Berkata Ibnu Hajar al-Atsqolaniy dalam syarah shohih Al-Bukhari :

والمراد بالعلم هنا ما يتعلق بعظمة الله وانتقامه ممن يعصيه والأهوال التي تقع عند النزع والموت وفي القبر ويوم القيامة، ومناسبة كثرة البكاء وقلت الضحك في هذا المقام واضحة، والمراد به التخويف، وقد جاء لهذا الحديث سبب أخرجه سنيد في تفسيره بسنده واه وطبراني عن ابن عمر ((خرج رسول الله صلى الله عليه وسلم إلى المسجد فاذا بقوم يتحدثون ويضحكون، فقال : والذي نفسي بيده)) فذكر هذا الحديث. وعن الحسن البصري ((من علم أن الموت نورده، والقيامة موعده، والوقوف بين يدي الله تعالى مشهده، فحقه أن يطول في الدنيا حزنه)) قال الكرماني : في هذا الحديث من صناعة البديع مقابلة الضحك بالبكاء والقلة بالكثرة والمطابقة كل منهما

“Yang dimaksud dengan ilmu disini yaitu segala yang berkaitan dengan keagungan Allah dan siksaan-Nya, bagi orang-orang yang bermaksiat kepada-Nya, berkaitan juga dengan keadaan-keadaan yang terjadi ketika sakaratul maut, kematian, di alam kubur dan hari kiyamat. Yang jelas, yang lebih layak dalam permasalahan ini yaitu memperbanyak menangis dan sedikit tertawa. Yang dimaksud dengan memperbanyak menangis dan sedikit tertawa yakni at-takhwiif (mengancam atau menakut-nakuti).

Telah datang sebab keluarnya hadits ini sebagaimana yang dikeluarkan oleh Sunaid dalam tafsirnya dengan sanad yang lemah dan Thobaraniy dari Ibnu Umar bahwa ((Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam keluar menuju masjid, ketika itu ada suatu kaum yang sedang bercerita dan mereka tertawa, maka Nabi bersabda : Demi yang jiwaku berada ditangan-Nya)) kemudian beliau menyebutkan hadits ini.

Dari Hasan Al-Bashri (mengatakan) : ((Barangsiapa yang mengetahui bahwa kematian merupakan pintu kedatangannya, kiyamat tempat perjanjiannya, berdiri dihadapan Allah tempat persaksiannya, maka kewajiban dia adalah memperpanjang kesedihannya di dunia)).

Berkata Al-Kirmaani : Dalam hadits ini ada perbuatan yang bagus, yakni membandingkan antara tertawa dengan menangis, sedikit dengan banyak dan segala sesuatu yang selaras dengan keduanya.” (Fathul Baari bi Syarh Shahiihil Bukhaari, hal. 2847)

Jadi yang dimaksud dengan ilmu pada hadits diatas yaitu ilmu yang berkaitan dengan keagungan Allah dan siksaann-Nya, termasuk berkaitan dengan keadaan-keadaan yang terjadi ketika sakaratul maut, kematian, di alam kubur dan hari kiyamat.

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menyebutkan hadits ini supaya memunculkan rasa takut kita kepada Allah dari banyak tertawa dan banyak bersenda gurau, karena kita tidak tahu bisa jadi setelah kita tertawa terbahak-bahak, kematian datang kepada kita dengan tiba-tiba.

Diceritakan oleh seorang ikhwan sebuah kisah nyata disekitar kita yang selayaknya menjadi bahan renungan bagi kita semua. Dia bercerita bahwa dia memiliki seorang teman kantor yang kondisinya sehat wal afiyat. Pada waktu itu tepatnya di siang hari, mereka bercerita tentang perkara-perkara yang lucu dengan harapan bisa membuat  mereka terhibur disela-sela letihnya bekerja. Mendengar cerita lucu itu, mereka-pun tertawa terbahak-bahak, ada yang memegang perutnya dan ada pula yang terpingkal-pingkal saking lucunya. Yang paling ekstrim yakni fulan bin fulan, dia tertawa terbahak-bahak hingga ia merasakan urat lehernya bergeser ke arah lain.

Pada awalnya orang-orang menganggap itu hal biasa, setelah dia pulang ke kediamannya kondisinya semakin parah dan melemah. Tepat menjelang maghrib Allah ‘azza wa jalla mengutus malaikat maut untuk mencabut nyawanya. Semua terkejut, teman-teman sejawat tercengang, dan ikhwan kita ini-pun tak percaya, karena tadi siang dia masih bercengkrama dengan fulan bin fulan dalam keadaan sehat wal afiat.

Kisah ini ibarat sebuah renungan bagi kita, agar lebih banyak menangis daripada tertawa. Betapa banyak orang-orang yang sehat jasadnya di pagi hari, pada sore hari ternyata malaikat maut telah mencabut nyawanya.

Penyair mengatakan :

“Sesungguhnya jiwa-jiwa yang lalai, dia membayangkan hidupnya akan panjang dan penuh angan-angan. 
Padahal kematian itu seperti pencuri dimalam hari yang merayap bagaikan bayangan yang tak terlihat.
Pagi hari dia berjalan dalam keadaan sehat, sore hari dia tergeletak dalam keadaan tak berdaya.
Sungguh banyak manusia yang tertidur di malam hari, tidaklah ia terbangun melainkan dalam keadaan liang kuburannya telah digali.
Betapa banyak jiwa-jiwa yang lalai dari kematian dan terus berharap akan dunia, padahal dia tidak tahu bahwa kain kafannya telah di rajut.”

Faedah dari hadits diatas :

1. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengabarkan bahwa seandainya kita tahu apa yang beliau ketahui, niscaya kita akan sedikit tertawa dan banyak menangis

2. Yang Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ketahui dari konteks hadits diata yaitu tentang keagungan Allah dan siksaan-Nya, diantaranya tentang sakaratul maut, kematian, fitnah kubur dan dahsyatnya hari kiyamat.

3. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bukan orang yang mengetahui perkara-perkara ghoib, akan tetapi beliau mengetahui itu berdasarkan wahyu yang diwahyukan oleh Allah melalui malaikat Jibril. Seandainya Allah tidak mewahyukan kepadanya, niscaya beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak akan mengetahui apapun tentang semua itu sebagaimana firman Allah ta’ala :

«قُل لَّا يَعْلَمُ مَن فِى ٱلسَّمَـٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ ٱلْغَيْبَ إِلَّا ٱللَّهُ ۚ وَمَا يَشْعُرُونَ أَيَّانَ يُبْعَثُونَ»

Artinya : “Katakanlah: “Tidak ada seorangpun di langit dan di bumi yang mengetahui perkara yang ghaib, kecuali Allah”, dan mereka tidak mengetahui bila mereka akan dibangkitkan.” (QS. An-Naml : 65)

Nabi mengatakan sebagaimana yang Allah ceritakan :

«قُل لَّآ أَقُولُ لَكُمْ عِندِى خَزَآئِنُ ٱللَّهِ وَلَآ أَعْلَمُ ٱلْغَيْبَ وَلَآ أَقُولُ لَكُمْ إِنِّى مَلَكٌ ۖ إِنْ أَتَّبِعُ إِلَّا مَا يُوحَىٰٓ إِلَىَّ ۚ قُلْ هَلْ يَسْتَوِى ٱلْأَعْمَىٰ وَٱلْبَصِيرُ ۚ أَفَلَا تَتَفَكَّرُونَ»

Artinya : “Katakanlah: Aku tidak mengatakan kepadamu, bahwa perbendaharaan Allah ada padaku, dan tidak (pula) aku mengetahui yang ghaib dan tidak (pula) aku mengatakan kepadamu bahwa aku seorang malaikat. Aku tidak mengikuti kecuali apa yang diwahyukan kepadaku. Katakanlah: “Apakah sama orang yang buta dengan yang melihat?” Maka apakah kamu tidak memikirkan(nya)?” (QS. Al-An’am : 50).

4.Sebab keluarnya hadits ini ketika itu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam keluar menuju masjid, beliau mendengar suatu kaum yang sedang bercerita dan mereka-pun tertawa setelahnya, maka Nabi bersabda : ((Seandainya kalian tahu tentang apa yang aku ketahui, niscaya kalian akan sedikit tertawa dan banyak menangis)).

5. Banyak menangis mengingat sakaratul maut, kematian, alam kubur dan hari kiyamat termasuk sifat orang-orang yang sholih

6. Kebalikannya banyak tertawa apalagi tertawa terbahak-bahak termasuk sifat orang-orang yang yang tidak sholih

7. Nabi menyebutkan hadits ini untuk menakut-nakuti kita agar lebih banyak menangis dan sedikit tertawa

8. Dahsyatnya sakaratul maut, kematian, fitnah kubur dan hari kiyamat

9. Anjuran untuk banyak mengingat akhirat

Dan masih banyak faedah lainnya.

***

Repost : Borneo Flasher Boyolali, 18 Dzulhijjah 2015 / 15 Juni 2025

Penulis : Abu Dawud ad-Dombuwiyy 

Artikel : Meciangi-d.blogspot.com

ShareTweetPin
Abu Dawud ad-Dombuwiyy

Abu Dawud ad-Dombuwiyy

Penuntut ilmu dengan nama Erwin Gunawan, S.T. Pernah belajar kepada para asatidzah di Yogyakarta, diantaranya Ustadz Ahmad Halim, Ustadz Sa'id Abu Ukkasyah, Ustadz Ahmad MZ, Ustadz Ari Wahyudi, Ustadz Abu Isa, Ustadz Aris Munandar dan Ustadz Afifi Abdul Wadud dan para asatidzah lainnya. Alumni Ma'had al-Furqon al-Islamiy Srowo Sidayu Gresik. Alumni S1 Jurusan Teknik Elektro Universitas Muhammadiyah Yogyakarta.

Related Posts

Dua Nikmat yang Wajib Disyukuri
TAZKIYATUN NUFUS

Dua Nikmat yang Wajib Disyukuri

23 November 2025
Tatkala Futur dan Rasa Malas Melanda
TAZKIYATUN NUFUS

Tatkala Futur dan Rasa Malas Melanda

22 November 2025
Kesuksesan yang Sejati
TAZKIYATUN NUFUS

Kesuksesan yang Sejati

18 Desember 2025
TAZKIYATUN NUFUS

Tiada Puncak pada Kesabaran

9 November 2025
Karomah Pecinta Kalam Allah
TAZKIYATUN NUFUS

Karomah Pecinta Kalam Allah

9 November 2025
Nasihat Persaudaraan
TAZKIYATUN NUFUS

Nasihat Persaudaraan

28 Oktober 2025
Next Post

Mukadimah Kitab Tauhid (bagian 1)

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TENTANG KAMI

Website meciangi.or.id adalah situs dakwah Islam yang dikelola oleh Forum Kajian Mahasiswa Meci Angi. Diantara kegiatan utama dakwah kami adalah Ma'had Meci Angi. Ma'had Meci Angi merupakan tempat menimba ilmu para penuntut ilmu yang berpijak pada pemahaman shalafus sholeh. Diantara kegiatan utamanya adalah pembelajaran bahasa arab seperti nahwu, shorof, belajar baca kitab, mengadakan daurah syar'iyyah, menerbitkan buletin serta kegiatan kegiatan dakwah lainnya.

Alamat sekretariat Website: Jln. Lintas Sumbawa, Gg. Potlot no.14. Lingkungan Rasa Bou - Kelurahan Kandai Dua - Kecamatan Woja - Kabupaten Dompu - NTB 84218.

Follow us

Terbaru

  • Angkatlah Do’amu di Hari Arafah
  • Puasa Awal Dzulhijjah
  • Kambing 1,7 Tahun Belum Powel
  • Biografi Syaikhuna wa Waliduna Aunur Rafiq bin Ghufron bin Hamdan

Kategori

  • ADAB DAN AKHLAQ
  • AL-QUR'AN
  • AQIDAH
  • BAHASA ARAB
  • BANTAHAN
  • BIOGRAFI
  • BULETIN MECI ANGI
  • E-BOOK
  • FATWA ULAMA
  • FIQH
  • KHUTBAH JUM'AT
  • KITAB ULAMA
  • MANHAJ
  • MUTIARA SALAF
  • QOIDAH FIQH
  • SIROH
  • SYAIR
  • TAFSIR
  • TANYA JAWAB
  • TAZKIYATUN NUFUS
  • USHUL FIQH
  • BERANDA
  • BELAJAR ISLAM
  • FIQH DAN MUAMALAH
  • TAZKIYATUN NUFUS
  • DOWNLOAD
  • LAINNYA

© 2024 by mantapp

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BELAJAR ISLAM
    • AQIDAH
    • MANHAJ
  • FIQH DAN MUAMALAH
    • FIQH
    • QOIDAH FIQH
    • USHUL FIQH
  • TAZKIYATUN NUFUS
    • ADAB DAN AKHLAQ
    • TAZKIYATUN NUFUS
  • DOWNLOAD
    • E-BOOK
    • BULETIN MECI ANGI
    • KITAB ULAMA
    • REKAMAN KAJIAN
  • LAINNYA
    • FATWA ULAMA
    • TAFSIR
    • SIROH
    • KHUTBAH JUM’AT
    • BAHASA ARAB
    • BANTAHAN
    • TANYA JAWAB
    • MUTIARA SALAF
    • BIOGRAFI

© 2024 by mantapp