Seorang penyair mengatakan :
“Mabuk cinta seperti mabuk khamr bahkan lebih dahsyat.
Mereka terkurung dalam penjara cinta bertabur syahwat.
Aduhai malangnya nasib orang-orang yang melalaikan.
Mereka menangis disekeliling jahannam dalam penyesalan.”
Seorang kafilah menuturkan :
“Perhatikanlah orang-orang yang dimabuk cinta.
Akal mereka bagaikan akal orang-orang gila.
Terpenjara dalam kemabukan hingga karam kedasarnya.
Membutakan mata hingga ajal menjemput raga.”
Seorang musafir berkata :
“Bagaimana cara mereka lepas dari cekraman cinta.
Yang mengurung bagaikan angin dalam pusaran.
Yang menghempas bagaikan gelombang di lautan.
Yang memabukkan bagaikan segelas khomr vodka.”
Seorang pujangga menghikayatkan :
“Apabila seorang hamba dimabuk cinta berat.
Tai kucing katanya seperti coklat.
Nikmatnya mengalahkan makanan lezat.
Padahal dia sedang mabuk syahwat.”
***
Sidayu, Gresik : 27 Rojab 1446 H / 27 Januari 2025
Penulis : Abu Dawud ad-Dombuwiyy
Artikel : Meciangi.or.id





