Bismillah. Alhamdulillahilladzi arsala rasuulahu bilhudaa wa diinil haq. Wa shallallahu ‘ala Nabiyyina Muhammadin wa ‘ala aalihi wa shahbihi ajma’iin. Wa ba’du.
Apa itu hasad? Hasad adalah rasa tidak suka akan nikmat yang Allah berikan pada orang lain.
Ringkasnya hasad merupakan sifat tercela. Memang disayangkan hasad ini terjadi pada para pedagang, dan setiap profesi akan hasad dengan orang yang seprofesi dengannya.
Namun lebih sangat disayangkan lagi ketika hasad ini terjadi diantara para alim dan penuntut ilmu, padahal semestinya mereka adalah orang yang paling jauh untuk terjatuh ke dalam hasad dan mereka juga paling dekat potensinya memiliki akhlak yang terpuji.
Lantas ketika aku hasad apa yang harus aku lakukan?
Syaikh Muhammad bin Sholih Al-‘utsaimin -rahimahullah- mengatakan,
“Engkau wahai santri, bila engkau dapati Allah memberi nikmat pada seorang hamba, maka berusahalah menjadi seperti dia dan jangan membenci orang yang diberi nikmat. Berdo’alah :
اَللَّهم زِدْهُ مِنْ فَضْلِكَ وَأَعْطِنِي أَفْضَلَ مِنْهُ
Allahumma zidhu min fadlika wa a’thini afdhola minhu
Artinya : “Ya Allah tambahkan karuniaMu untuknya dan berikan aku yang lebih utama/baik daripada itu.”
______
Diringkas dari Kitabul Ilmi karya Syaikh Muhammad bin Sholih Al-‘utsaimin.
***
Lubuklinggau, 3 Dzulhijjah 1444 H/22 Juni 2023
Penulis : Safto Mulyono (Abu Haniyfah)
Artikel : Meciangi.or.id






