Sabtu, Juni 6, 2026
Meci Angi | Forum Kajian Mahasiswa Meci Angi
NEWSLETTER
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BELAJAR ISLAM
    • AQIDAH
    • MANHAJ
  • FIQH DAN MUAMALAH
    • FIQH
    • QOIDAH FIQH
    • USHUL FIQH
  • TAZKIYATUN NUFUS
    • ADAB DAN AKHLAQ
    • TAZKIYATUN NUFUS
  • DOWNLOAD
    • E-BOOK
    • BULETIN MECI ANGI
    • KITAB ULAMA
    • REKAMAN KAJIAN
  • LAINNYA
    • FATWA ULAMA
    • TAFSIR
    • SIROH
    • KHUTBAH JUM’AT
    • BAHASA ARAB
    • BANTAHAN
    • TANYA JAWAB
    • MUTIARA SALAF
    • BIOGRAFI
Meci Angi | Forum Kajian Mahasiswa Meci Angi
  • BERANDA
  • BELAJAR ISLAM
    • AQIDAH
    • MANHAJ
  • FIQH DAN MUAMALAH
    • FIQH
    • QOIDAH FIQH
    • USHUL FIQH
  • TAZKIYATUN NUFUS
    • ADAB DAN AKHLAQ
    • TAZKIYATUN NUFUS
  • DOWNLOAD
    • E-BOOK
    • BULETIN MECI ANGI
    • KITAB ULAMA
    • REKAMAN KAJIAN
  • LAINNYA
    • FATWA ULAMA
    • TAFSIR
    • SIROH
    • KHUTBAH JUM’AT
    • BAHASA ARAB
    • BANTAHAN
    • TANYA JAWAB
    • MUTIARA SALAF
    • BIOGRAFI
No Result
View All Result
Meci Angi | Forum Kajian Mahasiswa Meci Angi
No Result
View All Result

Kebodohan adalah Penyakit dan Bertanya adalah Obatnya

Abu Dawud ad-Dombuwiyy by Abu Dawud ad-Dombuwiyy
15 September 2024
in ADAB DAN AKHLAQ
Reading Time: 4 mins read
0
Home ADAB DAN AKHLAQ

Bismillah. Alhamdulillah. Wa shallallahu ‘ala Nabiyyina Muhammadin wa aalihi wa shahbihi ajma’iin. Wa ba’du.

RELATED POST

Mulai dari yang Ringan

Empat Karakter Da’i Sejati (seri 4)

Kebodohan merupakan penyakit yang berbahaya sedangkan obatnya adalah bertanya kepada ahlinya.

Ibnul Qayyim Al-Jauziyyah pernah mengatakan :

وقد جعل النبي صلى الله عليه وسلم الجهل داء، وجعل دواءه سؤال العلماء

فروى أبو داود في سننه من حديث جابر بن عبد الله قال : خرجنا في سفر، فأصاب رجلا منا حجر، فشجه في رأسه، ثم احتلم، فسأل أصحابه، فقال : هل تجدون لي رخصة في التيمم؟ قالوا : ما نجد لك رخصة، وأنت تقدر على الماء. فاغتسل، فمات. فلما قدمنا على رسول الله صلى الله عليه وسلم أخبر بذلك فقال : ((قتلوه، قتلهم الله! إلا سألوا إذ لم يعلموا! فإنما شفاء العي السؤال إنما كان يكفيه أن يتيمم ويعصر -أو يعصب- جرحه خرقة، ثم يمسح عليها، ويغسل سائر جسده)).

فأخبر أن الجهل داء، وأن شفاءه السؤال

“Sungguh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam telah menjadikan kebodohan sebagai penyakit dan menjadikan obatnya adalah bertanya kepada para ulama.

(Imam) Abu Dawud dalam kitab sunannya telah meriwayatkan hadits dari Jabir bin Abdillah, ia mengatakan : “Kami berangkat dalam satu perjalanan. Salah seorang dari kami tertimpa batu dan melukai kepalanya. Kemudian orang itu mimpi basah, lalu ia bertanya kepada sahabatnya, ia berkata : “Apakah kalian mendapatiku memiliki keringanan untuk bertayamum?” Mereka mengatakan : “Kami memandang engkau tidak mendapatkan keringanan karena engkau mampu menggunakan air.” Maka ia-pun mandi lalu meninggal. Tatkala kami sampai kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam lalu dikabarkan tentang hal tersebut, maka beliau bersabda : ((Mereka telah membunuhnya, semoga Allah membalas mereka! Tidakkah mereka bertanya jika mereka tidak mengetahui?! Karena obat dari tidak tahu adalah bertanya. Sesungguhnya cukup bagi dia bertayamum dan memapatkan -membalut- lukanya dengan sobekan kain dan mengusap lalu mencuci seluruh tubuhnya)).

Kemudian Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengabarkan bahwa kebodohan adalah penyakit dan obatnya adalah bertanya. [Ad-Daa’ wad Dawaa’, hal.5-6. Daar ‘Aalimil Fawaaid lin-Nasyr wat Tauzii’]

Faedah yang bisa diambil :

1. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mensifati bahwa kebodohan adalah penyakit dan obatnya adalah bertanya

2. Para ulama adalah dokter penyakit hati dan dokter bagi penyakit kebodohan

3. Sahabat Nabi yang terluka kepalanya meminta fatwa kepada sahabat-sahabatnya yang juga tidak tahu tentang bolehnya bertayamum karena ada udzur. Karena sebab kebodohan, mereka berfatwa tanpa ilmu, akhirnya sesat dan menyesatkan

4. Nabi mengatakan kepada orang-orang yang berfatwa tanpa ilmu itu bahwa mereka telah membunuh sahabatnya, padahal mereka sebenarnya hanya berfatwa, namun karena fatwa tersebut salah dan menyebabkan sahabatnya meninggal, maka hakikatnya mereka telah membunuhnya. Itulah sebabnya Nabi mengatakan bahwa mereka telah membunuhnya

5. Bahayanya berfatwa tanpa ilmu

6. Berfatwa tanpa ilmu mudharatnya bisa membahayakan orang yang berfatwa dan bisa membahayakan orang yang menerima fatwa

7. Jika ada yang bertanya tentang perkara agama dan seseorang tidak tahu tentang jawabannya maka hendaklah dia mengatakan tidak tahu atau wallahu a’lam

8. Para ulama adalah dokter bagi umat Islam, obat bagi kebodohan serta penawar bagi kerancuan dalam beragama

9. Pentingnya bertanya kepada para ulama dan tercelanya mencukupkan diri pada kemampuan diri sendiri seperti kisah hadits habbatus sauda’ yang pernah kita bawakan. Asy-Syaikh Sholeh Fauzan mengatakan :

يذكر أن رجلا طالع صحيح البخاري وهو أصح”
 كتاب بعد القرآن الكريم فجاء على حديث : ” الحبة السوداء شفاء من كل داء ” ، فقرأها : ” الحية السوداء ” بالياء ، فذهب وبحث عن حية سوداء، ثم قتلها وأكلها فمات من أثر السم ، فلو سأل عالما ! عن
..هذه اللفظة وتأكد منها لسلم
فمجرد المطالعة من دون الرجوع إلى أهل
..العلم، مضرة عظيمة على اﻹنسان وعلى غيره
“فانظر كم أهلك المتعالمون !! ، من الناس

[ طرق تعلم العلم : صفحة – ١٠ ]

“Disebutkan bahwasanya ada seorang laki-laki membaca Shohih al-Bukhari yaitu kitab yang paling shohih setelah al-Qur’an yang mulia, maka dia membaca hadits : “Habbatus Sauda’ (jinten hitam) obat segala penyakit”, tapi dia membacanya : “Hayyatus Sauda’ (ular hitam)” dengan huruf ya’, maka diapun pergi dan mencari ular hitam, kemudian dia membunuhnya dan memakannya maka diapun mati disebabkan karena pengaruh racun ular tersebut, seandainya dia bertanya kepada orang yang berilmu tentang makna kata tersebut dan memastikannya, niscaya dia akan terlepas dari bahaya. Adapun semata-mata menelaah tanpa kembali (merujuk) kepada ahli ilmu, maka mudhorot yang besar akan menimpa orang tersebut dan juga orang lain.

Maka lihatlah berapa banyak orang-orang yang menampakkan keilmuan!!, telah membinasakan sebagian manusia.” [Thuruqu Ta’allumil ‘Ilmi : hal. 10] (Sumber : Dikutip dan diterjemahkan secara bebas dari grup WA para Asatidzah Musafir Ilmu)

10. Pentingnya menuntut ilmu agama

11. Pentingnya bertanya kepada ahlinya

Semoga tulisan ini bermanfaat.

***

Repost Gresik, 11 Rabiul Awwal 1446 H / September 2024

Penulis : Abu Dawud ad-Dombuwiyy

Artikel : Meciangi-d.blogspot.com

ShareTweetPin
Abu Dawud ad-Dombuwiyy

Abu Dawud ad-Dombuwiyy

Penuntut ilmu dengan nama Erwin Gunawan, S.T. Pernah belajar kepada para asatidzah di Yogyakarta, diantaranya Ustadz Ahmad Halim, Ustadz Sa'id Abu Ukkasyah, Ustadz Ahmad MZ, Ustadz Ari Wahyudi, Ustadz Abu Isa, Ustadz Aris Munandar dan Ustadz Afifi Abdul Wadud dan para asatidzah lainnya. Alumni Ma'had al-Furqon al-Islamiy Srowo Sidayu Gresik. Alumni S1 Jurusan Teknik Elektro Universitas Muhammadiyah Yogyakarta.

Related Posts

Mulai dari yang Ringan
ADAB DAN AKHLAQ

Mulai dari yang Ringan

17 Mei 2026
Empat Karakter Da’i Sejati (seri 4)
ADAB DAN AKHLAQ

Empat Karakter Da’i Sejati (seri 4)

8 Mei 2026
Empat Karakter Da’i Sejati (seri 3)
ADAB DAN AKHLAQ

Empat Karakter Da’i Sejati (seri 3)

11 April 2026
Empat Karakter Da’i Sejati (seri 2)
ADAB DAN AKHLAQ

Empat Karakter Da’i Sejati (seri 2)

8 April 2026
Empat Karakter Da’i Sejati (seri 1)
ADAB DAN AKHLAQ

Empat Karakter Da’i Sejati (seri 1)

30 April 2026
Empat Karakter Da’i Sejati
ADAB DAN AKHLAQ

Empat Karakter Da’i Sejati

8 Mei 2026
Next Post
Apakah ucapan “Radhiyallahu ‘anhu” dikhususkan untuk para sahabat Nabi saja?

Apakah ucapan "Radhiyallahu 'anhu" dikhususkan untuk para sahabat Nabi saja?

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TENTANG KAMI

Website meciangi.or.id adalah situs dakwah Islam yang dikelola oleh Forum Kajian Mahasiswa Meci Angi. Diantara kegiatan utama dakwah kami adalah Ma'had Meci Angi. Ma'had Meci Angi merupakan tempat menimba ilmu para penuntut ilmu yang berpijak pada pemahaman shalafus sholeh. Diantara kegiatan utamanya adalah pembelajaran bahasa arab seperti nahwu, shorof, belajar baca kitab, mengadakan daurah syar'iyyah, menerbitkan buletin serta kegiatan kegiatan dakwah lainnya.

Alamat sekretariat Website: Jln. Lintas Sumbawa, Gg. Potlot no.14. Lingkungan Rasa Bou - Kelurahan Kandai Dua - Kecamatan Woja - Kabupaten Dompu - NTB 84218.

Follow us

Terbaru

  • Angkatlah Do’amu di Hari Arafah
  • Puasa Awal Dzulhijjah
  • Kambing 1,7 Tahun Belum Powel
  • Biografi Syaikhuna wa Waliduna Aunur Rafiq bin Ghufron bin Hamdan

Kategori

  • ADAB DAN AKHLAQ
  • AL-QUR'AN
  • AQIDAH
  • BAHASA ARAB
  • BANTAHAN
  • BIOGRAFI
  • BULETIN MECI ANGI
  • E-BOOK
  • FATWA ULAMA
  • FIQH
  • KHUTBAH JUM'AT
  • KITAB ULAMA
  • MANHAJ
  • MUTIARA SALAF
  • QOIDAH FIQH
  • SIROH
  • SYAIR
  • TAFSIR
  • TANYA JAWAB
  • TAZKIYATUN NUFUS
  • USHUL FIQH
  • BERANDA
  • BELAJAR ISLAM
  • FIQH DAN MUAMALAH
  • TAZKIYATUN NUFUS
  • DOWNLOAD
  • LAINNYA

© 2024 by mantapp

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BELAJAR ISLAM
    • AQIDAH
    • MANHAJ
  • FIQH DAN MUAMALAH
    • FIQH
    • QOIDAH FIQH
    • USHUL FIQH
  • TAZKIYATUN NUFUS
    • ADAB DAN AKHLAQ
    • TAZKIYATUN NUFUS
  • DOWNLOAD
    • E-BOOK
    • BULETIN MECI ANGI
    • KITAB ULAMA
    • REKAMAN KAJIAN
  • LAINNYA
    • FATWA ULAMA
    • TAFSIR
    • SIROH
    • KHUTBAH JUM’AT
    • BAHASA ARAB
    • BANTAHAN
    • TANYA JAWAB
    • MUTIARA SALAF
    • BIOGRAFI

© 2024 by mantapp