Sabtu, Juni 6, 2026
Meci Angi | Forum Kajian Mahasiswa Meci Angi
NEWSLETTER
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BELAJAR ISLAM
    • AQIDAH
    • MANHAJ
  • FIQH DAN MUAMALAH
    • FIQH
    • QOIDAH FIQH
    • USHUL FIQH
  • TAZKIYATUN NUFUS
    • ADAB DAN AKHLAQ
    • TAZKIYATUN NUFUS
  • DOWNLOAD
    • E-BOOK
    • BULETIN MECI ANGI
    • KITAB ULAMA
    • REKAMAN KAJIAN
  • LAINNYA
    • FATWA ULAMA
    • TAFSIR
    • SIROH
    • KHUTBAH JUM’AT
    • BAHASA ARAB
    • BANTAHAN
    • TANYA JAWAB
    • MUTIARA SALAF
    • BIOGRAFI
Meci Angi | Forum Kajian Mahasiswa Meci Angi
  • BERANDA
  • BELAJAR ISLAM
    • AQIDAH
    • MANHAJ
  • FIQH DAN MUAMALAH
    • FIQH
    • QOIDAH FIQH
    • USHUL FIQH
  • TAZKIYATUN NUFUS
    • ADAB DAN AKHLAQ
    • TAZKIYATUN NUFUS
  • DOWNLOAD
    • E-BOOK
    • BULETIN MECI ANGI
    • KITAB ULAMA
    • REKAMAN KAJIAN
  • LAINNYA
    • FATWA ULAMA
    • TAFSIR
    • SIROH
    • KHUTBAH JUM’AT
    • BAHASA ARAB
    • BANTAHAN
    • TANYA JAWAB
    • MUTIARA SALAF
    • BIOGRAFI
No Result
View All Result
Meci Angi | Forum Kajian Mahasiswa Meci Angi
No Result
View All Result

Prasangka Baik Kepada Allah, Maksudnya Apa?

Denny Juzaili by Denny Juzaili
19 Februari 2024
in ADAB DAN AKHLAQ
Reading Time: 5 mins read
0
Home ADAB DAN AKHLAQ

Bismillah. Wa shallallahu ‘ala Nabiyyina Muhammadin. Wa ba’du.

RELATED POST

Mulai dari yang Ringan

Empat Karakter Da’i Sejati (seri 4)

ٍSecara bahasa makna husnu adalah baik/bagus, dan makna zhon adalah antara (1) yakin (100%), dan (2) ragu (50% : 50%).

Adapun secara istilah ilmu agama, maka makna zhon adalah mengambil salah satu ujung dari keraguan (yang 50% : 50%) dengan memberi penguatan ke salah satunya. Prasangka (zhon) ini ada lima titik tinjauan:

Zhon yang diharamkan, ini adalah zhon buruk kepada Allah,yang berarti… tentu kebalikannya adalah wajib ber huznuzhon kepada Allah. Diharamkan prasangka buruk kepada muslimin yang secaa lahiriyahnya adalah nampak ‘adaalah.

Zhon yang boleh, ini adalah suatu yang terbetuk di hati manusia terkait penilaiannya kepada saudaranya semuslim dengan sebab-sebab yang alami yang membuat dia meragui saudaranya tersebut. Prasangka yang disarankan yaitu prasangka baik kepada saudaranya semuslim. Jika ia lakukan ini maka mendapat pahala.

Zhon yang diperintahkan, zhon atas sesuatu yang nash belum jelas menunjukkan sehingga mencapai derajat ilmu / yakin.

Prasangka baik kepada Allah adalah: (1) Prasangka yang layak untuk Allah dan (2) keyakinan apa pun yang layak dengan keagungan-Nya serta (3) hal-hal yang merupakan konsekuensi dari Asma yang teramat indah dan sifat-Nya yang sangat tinggi, yang dengan ketiganya selalu mempengaruhi kehidupan orang beriman agar selaras dengan segala yang diridhai Allah subhanahu wa Ta’ala.

‘Ali bin Abi Thalib berkata: Husnuzhon kepada Allah itu: (1) engkau tidak pernah mengharap kecuali Allah, (2) engkau tidak takut kecuali dosamu.

Jangan Putus Asa dari Rahmat Allah

Makna dari kalimat itu adalah: Jangan sampai imaji dosamu di benakmu sehingga menghalangimu untuk berpikir baik tentang Allah dan membuatmu berputus asa dari Rahmat-Nya, karena orang yang mengenal Allah, kemurahan-Nya, kehadiran-Nya maka ia menganggap dosanya kecil jika dibandingkan atas kemurahan hati dan pengampunan-Nya. Allah berfirman dengan kalam-Nya yang maha mulia:

قُلْ يَا عِبَادِيَ الَّذِينَ أَسْرَفُوا عَلَى أَنْفُسِهِمْ لَا تَقْنَطُوا مِنْ رَحْمَةِ اللَّهِ إِنَّ اللَّهَ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ جَمِيعًا

Artinya : “Hai hamba-hamba-Ku yang malampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. Az-Zumar : 53)

Prasangka Baik saat Menyambut Kematian

Al-Isybili pernah berkata: “Prasangka baik kepada Allah tatkala menyambut kematian, maka sudah jelas wajib. Sebab Rasulullah shollallahu ‘alaihi wasallam sudah menyampaikan di hadits riwayat Muslim “:

لا يموتن أحدكم إلا وهو يحسن الظن بالله تعالى

“Jangan sampai kalian wafat kecuali dalam keadaan prasangka baik kepada Allah.”

Abdullah bin ‘Abbas radhiyallahu ‘anhu berkata : “Jika engkau nanti melihat seorang yang kematian sudah menghampirinya, maka segera sampaikan kabar-kabar gembira sehingga ia bertemu Robb-Nya dalam keadaan ia sedang prasangka baik kepada Allah. Namun jika engkau bertemu ia melewati masa kritis ia tetap hidup, maka takut-takutkan ia akan Robb-Nya, ingat-ingatkan ia akan pedih azab-Nya.”

Apa Tandanya Seseorang Husnuzhon kepada Allah?

Tanda bahwa seorang berprasangka baik kepada Allah adalah:

IA SUPER BERUSAHA MENTAATI ALLAH DENGAN HATI YANG NYAMAN. Ada ungkapan: “Putus asa itu membunuh tuannya, sedangkan di dalam husnuzhon kepada Allah ada kenyamanan hati.

Buahnya Husnuzhon ke Allah

Abdullah bin mas’ud berkata: “Demi Allah, tidaklah seorang husnuzhon ke Allah, kecuali dikasih yang dia duga tadi. Mudah sekali itu karena semua kebaikan ada di tangan-Nya.”

Suhail berkata: “Saya pernah melihat Malik bin Dinar setelah wafatnya, saya bertanya: Abu Yahya, -andai saya tahu (dengan ungkapan ta’ajub ليت شعري ia sangaat ingin tahu)- apa yang engkau berikan kepada Allah? dia menjawab: Saya membawa banyak sekali dosa, yang semuanya dihapus karena prasangka baikku kepada Allah ‘Azza wa Jalla.

Ibnul Qoyyim berkata: “Tiap kali seorang berhusnuzhon kepada Allah, maka jadi cemerlang rasa harap kepada Allah oleh tawakkal yang jujur darinya. Karena Allah tidak pernah membuat kecewa harapannya, Sesungguhnya Allah tidak pernah mengecewakan harapan orang yang berharap dan tidak pernah menyia-nyiakan setitikpun amal saleh orang yang beramal.”

Husnuzhon kepada Allah membuat kuat hati agar terus beramal saleh. Ini bekerja karena kita tahu bahwa Allah menjadikan kita kuat pada sisi yang kita lemah, dan kita tahu bahwa Allah total mengetahui meliputi semua urusan hamba-Nya, dan kita tahu bahwasanya Dia Subhanahu wa Ta’ala Maha Kuat nan Maha Digdaya.

Husnuzhon kepada Allah adalah salah satu dari sebab husnul khatimah. Dan kebalikannya, suuzhon ke Allah adalah salah satu sebab suul khatimah. Dan sangat disarankan seorang MENGETAHUI bahwa Allah sekali-kali TIDAK PERNAH MENZALIMI MANUSIA SEDIKITPUN. Bahkan DIA sesuai prasangka hamba-Nya kepada-Nya. Rasulullah shollallahu ‘alaihi wasallam pernah bersabda:

أنا عند ظن عبدي بي وأنا معه إذا ذكرني

“Saya sesuai prasangkanya hamba-KU kepada KU, dan saya selalu bersamanya di waktu dia mengingat-KU”. (HR Bukhari Muslim).

Salah seorang yang dikenal saleh pernah menasihati: “Dalam setiap musibah yang menimpamu, pergunakanlah husnuzhon kepada Allah SWT sebagai upaya mengenyahkan musibah tadi. Karena cara ini yang membuat engkau di posisi paling dekat dengan solusi dan jalan keluar”

Orang beriman, saat berprasangka baik kepada Robb-Nya, pasti hatinya terus menerus tenang, jiwanya merasa keamanan, kegembiraan akan ridho kepada semua ketentuan & takdir Allah selalu meliputinya (menyelubunginya), dan juga ditambah merasa tenang karena dia merendahkan menyungkurkan dirinya di haribaan Robb-Nya subhanahu wa Ta’ala.

Apakah Tawakal itu 11-12 dengan Husnuzhon ke Allah?

Ibnul Qoyyim berkata: Banyak ulama sudah memberi penjelasan bahwa husnuzhon ke Allah, mengundang kehadiran tawakkal. Bukankah tidak mungkin terbetik ada tawakal pada seorang yang prasangka buruk ke Allah?! Sebagaimana juga tidak ada hati yang tawakal di jiwa orang yang tidak mengharapkan (belas kasihannya) Allah.

Bagaimana cara Menghadirkan Husnuzhon kepada Allah?

Engkau menghadirkan perasaan bahwa hanya Allah yang mengsolusikan & melegakan kegundahanmu, membuka tudung penderitaan. Karena DIA KAPAN HAMBA HUSNUZHON MAKA ALLAH BUKA KEBERKAHAN dari tempat dan waktu yang tak pernah diduga. Maka mulai saat ini lakukan, telisik dari Allah apa pun yang bisa menggembirakanmu. Abu Hurairah menyampaikan hadits, bahwa Rasulullah shollallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Allah berfirman :

“أنا عند ظن عبدي بي، إن ظن خيرًا فله، وإن ظنّ شرًا فله”

“Aku sesuai prasangka hamba-Ku kepada-Ku, jika berpraduga baik, maka itu menjadi untuknya. Jika berpraduga buruk, maka itu untuknya. (HR Ahmad).

Dan ketahuilah bahwa bagusnya kita dalam menunaikan ibadah akan membuahkan jiwa yang husnuzhon ke Allah. Sebagaimana hadits Abu Hurairah di mana beliau radhiyallahu ‘anhu berkata:

“إنّ حسن الظّنّ بالله تعالى من حسن العبادة”;

“Sesungguhnya husnuzhon kepada Allah itu berasal dari bagusnya seserang di dalam ibadah. (HR. Abu Dawud, Tirmidzi)

Dan ketahuilah juga bahwa membiasakan berinfak itu juga akan membuahkan hati yang husnuzhon kepada Allah. Salah satu sebab hati yang husnuzhon ke Allah adalah jihad fi sabilillah

Dan juga salah satu akar dari husnuzhon kepada Allah adalah iitsaar yaitu sikap mendahulukan kebutuhan orang lain daripada kebutuhan dirinya sendiri.

Termasuk salah satu akar husnuzhon adalah sifat ringan dalam memberi (al-juud الجود dan al-karom الكرم).

Juga termasuk dari akar husnuzhon kepada Allah adalah menyembunyikan ‘aib manusia, tidak menyebar luaskannya.

Juga termasuk akar dari husnuzhon kepada Allah adalah al-inabah yakni kembali dirinya kepada al-Haq setelah ia mengikrarkan taubat.

Maka mari kita mulai dari sekarang: (1) husnuzhon kepada Allah, (2) gantungkan harapan hanya kepada-Nya, (3) Jangan sedikitpun prasangka jelek kepada Allah. Itu salah satu pembawa sial yang membinasakan. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman dengan kalam-Nya yang maha indah:

لظَّانِّينَ بِاللَّهِ ظَنَّ السَّوْءِ عَلَيْهِمْ دَائِرَةُ السَّوْءِ وَغَضِبَ اللَّهُ عَلَيْهِمْ وَلَعَنَهُمْ وَأَعَدَّ لَهُمْ جَهَنَّمَ وَسَاءَتْ مَصِيرًا

Artinya : “Mereka itu berprasangka buruk terhadap Allah. Mereka akan mendapat giliran (kebinasaan) yang amat buruk dan Allah memurkai dan mengutuk mereka serta menyediakan bagi mereka neraka Jahannam. Dan (neraka Jahannam) itulah sejahat-jahat tempat kembali.” (QS. Fath : 6)

Akhirnya, semoga Allah berikan kita hati yang keadaannya husnuzhon kepada Allah subhanahu wata’ala, dan mengkaruniakan itu terus sampai kita bertemu dengan-Nya, Robb yang maha pengasih yang kita cintai. Aamiin

SUMBER BACAAN:
–Nadhrotun Naim fi makarimi Akhlaqi Rosulil Karim Hakadza Kana Sholihun
-Naskah ayat Al-Qur’an yang mulia: tafsir.app
-Terjemah ayat: https://tafsirweb.com/

***

Sidayu, Gresik : 5 Rabi’ul Awwal 1445 H/20 November 2023

Penulis : Ustadz Denny Juzaili

Artikel : Meciangi.or.id

ShareTweetPin
Denny Juzaili

Denny Juzaili

Ustadz Denny Juzaili adalah pengajar dan bendahara bidang usaha di Pondok Pesantren al-Furqon al-Islamiy Sidayu-Gresik. Beliau adalah alumni Ponpes Darul Atsar (kec. Panceng) tahun 2019, alumni Pondok Pesantren al-Furqon al-Islamiy Sidayu-Gresik tahun 2023. Pada tahun 2007, beliau pernah menempuh studi di dept. Farmasi Universitas Indonesia. Sekarang beliau sedang menempuh kuliah S1 di Fakultas Idaariy Jurusan Manajemen dan Keuangan LIPIA Jakarta.

Related Posts

Mulai dari yang Ringan
ADAB DAN AKHLAQ

Mulai dari yang Ringan

17 Mei 2026
Empat Karakter Da’i Sejati (seri 4)
ADAB DAN AKHLAQ

Empat Karakter Da’i Sejati (seri 4)

8 Mei 2026
Empat Karakter Da’i Sejati (seri 3)
ADAB DAN AKHLAQ

Empat Karakter Da’i Sejati (seri 3)

11 April 2026
Empat Karakter Da’i Sejati (seri 2)
ADAB DAN AKHLAQ

Empat Karakter Da’i Sejati (seri 2)

8 April 2026
Empat Karakter Da’i Sejati (seri 1)
ADAB DAN AKHLAQ

Empat Karakter Da’i Sejati (seri 1)

30 April 2026
Empat Karakter Da’i Sejati
ADAB DAN AKHLAQ

Empat Karakter Da’i Sejati

8 Mei 2026
Next Post
Tanda Ikhlas : Menyembunyikan Amalan

Tanda Ikhlas : Menyembunyikan Amalan

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TENTANG KAMI

Website meciangi.or.id adalah situs dakwah Islam yang dikelola oleh Forum Kajian Mahasiswa Meci Angi. Diantara kegiatan utama dakwah kami adalah Ma'had Meci Angi. Ma'had Meci Angi merupakan tempat menimba ilmu para penuntut ilmu yang berpijak pada pemahaman shalafus sholeh. Diantara kegiatan utamanya adalah pembelajaran bahasa arab seperti nahwu, shorof, belajar baca kitab, mengadakan daurah syar'iyyah, menerbitkan buletin serta kegiatan kegiatan dakwah lainnya.

Alamat sekretariat Website: Jln. Lintas Sumbawa, Gg. Potlot no.14. Lingkungan Rasa Bou - Kelurahan Kandai Dua - Kecamatan Woja - Kabupaten Dompu - NTB 84218.

Follow us

Terbaru

  • Angkatlah Do’amu di Hari Arafah
  • Puasa Awal Dzulhijjah
  • Kambing 1,7 Tahun Belum Powel
  • Biografi Syaikhuna wa Waliduna Aunur Rafiq bin Ghufron bin Hamdan

Kategori

  • ADAB DAN AKHLAQ
  • AL-QUR'AN
  • AQIDAH
  • BAHASA ARAB
  • BANTAHAN
  • BIOGRAFI
  • BULETIN MECI ANGI
  • E-BOOK
  • FATWA ULAMA
  • FIQH
  • KHUTBAH JUM'AT
  • KITAB ULAMA
  • MANHAJ
  • MUTIARA SALAF
  • QOIDAH FIQH
  • SIROH
  • SYAIR
  • TAFSIR
  • TANYA JAWAB
  • TAZKIYATUN NUFUS
  • USHUL FIQH
  • BERANDA
  • BELAJAR ISLAM
  • FIQH DAN MUAMALAH
  • TAZKIYATUN NUFUS
  • DOWNLOAD
  • LAINNYA

© 2024 by mantapp

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BELAJAR ISLAM
    • AQIDAH
    • MANHAJ
  • FIQH DAN MUAMALAH
    • FIQH
    • QOIDAH FIQH
    • USHUL FIQH
  • TAZKIYATUN NUFUS
    • ADAB DAN AKHLAQ
    • TAZKIYATUN NUFUS
  • DOWNLOAD
    • E-BOOK
    • BULETIN MECI ANGI
    • KITAB ULAMA
    • REKAMAN KAJIAN
  • LAINNYA
    • FATWA ULAMA
    • TAFSIR
    • SIROH
    • KHUTBAH JUM’AT
    • BAHASA ARAB
    • BANTAHAN
    • TANYA JAWAB
    • MUTIARA SALAF
    • BIOGRAFI

© 2024 by mantapp