Sabtu, Juni 6, 2026
Meci Angi | Forum Kajian Mahasiswa Meci Angi
NEWSLETTER
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BELAJAR ISLAM
    • AQIDAH
    • MANHAJ
  • FIQH DAN MUAMALAH
    • FIQH
    • QOIDAH FIQH
    • USHUL FIQH
  • TAZKIYATUN NUFUS
    • ADAB DAN AKHLAQ
    • TAZKIYATUN NUFUS
  • DOWNLOAD
    • E-BOOK
    • BULETIN MECI ANGI
    • KITAB ULAMA
    • REKAMAN KAJIAN
  • LAINNYA
    • FATWA ULAMA
    • TAFSIR
    • SIROH
    • KHUTBAH JUM’AT
    • BAHASA ARAB
    • BANTAHAN
    • TANYA JAWAB
    • MUTIARA SALAF
    • BIOGRAFI
Meci Angi | Forum Kajian Mahasiswa Meci Angi
  • BERANDA
  • BELAJAR ISLAM
    • AQIDAH
    • MANHAJ
  • FIQH DAN MUAMALAH
    • FIQH
    • QOIDAH FIQH
    • USHUL FIQH
  • TAZKIYATUN NUFUS
    • ADAB DAN AKHLAQ
    • TAZKIYATUN NUFUS
  • DOWNLOAD
    • E-BOOK
    • BULETIN MECI ANGI
    • KITAB ULAMA
    • REKAMAN KAJIAN
  • LAINNYA
    • FATWA ULAMA
    • TAFSIR
    • SIROH
    • KHUTBAH JUM’AT
    • BAHASA ARAB
    • BANTAHAN
    • TANYA JAWAB
    • MUTIARA SALAF
    • BIOGRAFI
No Result
View All Result
Meci Angi | Forum Kajian Mahasiswa Meci Angi
No Result
View All Result

4 Orang yang Dilaknat Oleh Allah

Abu Dawud ad-Dombuwiyy by Abu Dawud ad-Dombuwiyy
27 April 2026
in AQIDAH
Reading Time: 5 mins read
0
Home AQIDAH

Bismillah. Alhamdulillahi Rabbil ‘aalamiin. Wa shallallahu ‘ala Nabiyyina Muhammadin wa ‘ala aalihi wa shahbihi ajma’iin. Wa ba’du.

RELATED POST

Sihir dan Macam-Macamnya

Jauhi 7 Dosa Besar yang Membinasakan

Orang yang mendapatkan laknat termasuk orang-orang yang dijauhkan dari rahmat-Nya. Diantara sekian banyak yang mendapatkan laknat Allah adalah empat golongan. Dalam sebuah hadits :

عن علي بن أبي طالب، قال : حدثني رسول الله صلى الله عليه وسلم بأربعة كلمات : ((لعن الله من ذبح لغير الله، لعن الله من لعن والديه، لعن الله من آوى محدثا، لعن الله من غير منار الأرض)). رواه مسلم

“Dari Ali bin Abi Tholib, ia berkata : “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menceritakan kepadaku tentang empat kalimat : “(1) Allah melaknat orang yang menyembelih binatang untuk selain Allah, (2) Allah melaknat orang yang melaknat kedua orang tuanya, (3) Allah melaknat orang yang melindungi pelaku maksiat (penjahat), (4) Allah melaknat orang yang merubah tanda batas tanah)). HR. Muslim. [Fathul Majiid, Syarh Kitaabit Tauhiid, hal.130].

Faedah yang bisa diambil :

1. Laknat maknanya dijauhkan dari rahmat Allah sebagaimana firman Allah Ta’ala kepada Iblis :

«وَإِنَّ عَلَيْكَ لَعْنَتِىٓ إِلَىٰ يَوْمِ ٱلدِّينِ»

Artinya : “Sesungguhnya kutukan-Ku tetap atasmu sampai hari pembalasan”. (QS. Sad : 78).

Iblis dijauhkan oleh Allah dari rahmat-Nya sampai hari kiyamat, demikian juga dengan orang-orang kafir sebagaimana firman Allah Ta’ala :

«إِنَّ ٱللَّهَ لَعَنَ ٱلْكَـٰفِرِينَ وَأَعَدَّ لَهُمْ سَعِيرًا»

Artinya : “Sesungguhnya Allah mengutuk orang-orang kafir dan menyediakan bagi mereka api yang menyala-nyala (neraka).” (QS. Al-Ahzab : 64)

2. Diantara yang mendapatkan laknat Allah juga adalah orang-orang yang menyembelih binatang untuk selain Allah sebagaimana hadits diatas.

3. Menyembelih binatang termasuk ibadah, tidak boleh diberikan untuk selain Allah. Allah Ta’ala berfirman :

«فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَٱنْحَرْ»

Artinya : “Maka dirikanlah shalat karena Tuhanmu; dan berkorbanlah.” (QS. Al-Kautsar : 2)

Pada ayat diatas, Allah perintahkan kita untuk menyembelih binatang untuk Allah Ta’ala, menunjukkan hal ini adalah ibadah, dan al-amru lilwujuub.

Allah Ta’ala juga berfirman : 

«قُلْ إِنَّ صَلَاتِى وَنُسُكِى وَمَحْيَاىَ وَمَمَاتِى لِلَّهِ رَبِّ ٱلْعَـٰلَمِينَ»

Artinya : “Katakanlah: sesungguhnya sembahyangku, sembelihanku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam.” (QS. Al-An’am : 162)

Makna وَنُسُكِى yaitu ذبحي (sembelihanku).

4. Menyembelih ayam, sapi, kambing, kelinci, bahkan membunuh seekor lalat untuk dipersembahkan kepada berhala termasuk menyembelih binatang untuk selain Allah. Dalam sebuah hadits dari Thoriq bin Syihab, bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengisahkan kisah dua orang muslim dalam sabdanya :

((دخل الجنة رجل في ذباب، ودخل النار رجل في ذباب))، قالوا : وكيف ذلك يا رسول الله؟ قال : ((مر رجلان على قوم لهم صنم لا يجاوزه أحد حتى يقرب له شيئا. ثالو لأحدهما : قرب، قال : ليس عند شيء أقرب، قالوا له : قرب ولو ذبابا، فقرب ذبابا، فخلوا سبيله، فدخل النار. وقالوا للآخر : قرب، ما كنت لأقرب لأحد شيئا دون الله عز وجل، فضربوا عنقه، فدخل الجنة)) رواه أحمد.

((Seorang laki-laki masuk surga karena lalat, dan seorang laki-laki masuk neraka karena lalat)). Para sahabat berkata : “Bagaimana itu wahai Rasulullah? Beliau bersabda : ((Dua orang laki-laki melewati suatu kaum yang memiliki berhala, kaum itu tidak membiarkan seorang-pun hingga dia mempersembahkan sesuatu untuk berhala tersebut. Lalu mereka berkata kepada salah seorang dari dua laki-laki tersebut : “Persembahkanlah”, laki-laki itu berkata : “Aku tidak memiliki sesuatu untuk-ku persembahkan”, mereka berkata kepadanya : “Persembahkanlah meskipun seekor lalat”, maka diapun mempersembahkan seekor lalat, kemudian mereka-pun melepasnya, maka dia masuk neraka. Mereka-pun berkata kepada laki-laki yang lainnya : “Persembahkanlah”, laki-laki itu berkata : “Aku tidak akan mempersembahkan sesuatu apapun kepada seseorang selain Allah ‘Azza wa Jalla, mereka-pun memenggal lehernya, maka dia masuk surga)). HR. Ahmad. [Fathul Majiid, Syarh Kitaabit Tauhiid, hal.131].

5. Allah tidak melihat besar kecilnya binatang yang disembelih atau dikurbankan, tapi yang Allah lihat adalah kepada siapa binatang itu dipersembahkan. Jika kepada jin, setan, kuburan, orang yang sudah mati, maka itu masuk dalam menyembelih untuk selain Allah dan berhak mendapatkan laknat.

Dalam sebuah hadits, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

((لعن الله من ذبح لغير الله))

“Allah melaknat orang yang menyembelih untuk selain Allah.” Dikeluarkan oleh Muslim. [Tuhfatul Muriid Syarh Al-Qoul al-Mufiid, hal.99].

6. Diantara yang mendapatkan laknat juga adalah seorang anak yang melaknat kedua orang tuanya, maksudnya ; Ibu dan Bapaknya.

Dalam sebuah hadits, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

((من الكبائر شتم الرجل والديه))، قالوا يا رسول الله، وهل يشتم الرجل والديه؟ قال : ((نعم، يسب أبا الرجل ويسب أباه، ويسب أمه فيسب أمه))

“Termasuk dosa besar adalah seseorang mencaci maki kedua orangtuanya”, para sahabat berkata : “Wahai Rasulullah, apakah ada seseorang yang mencaci-maki kedua orang tuanya? Beliau bersabda : “Ya”, dia mencaci-maki bapaknya orang lain, lalu orang itu mencaci-maki bapaknya, dia mencaci-maki ibunya orang lain, lalu orang itu mencaci-maki ibunya.” [Fathul Majiid, Syarh Kitaabit Tauhiid, hal.129].

7. Diantara mereka yang mendapatkan laknat juga adalah mereka yang melindungi para pelaku maksiat, penjahat, bandit, bandar narkoba, bandar togel, koruptor, dll. Ibnul Qoyyim rahimahullah mengatakan :

هذه الكبيرة، تختلف مراتبها باختلاف مراتب الحدث في نفسه، فكلما كان الحدث في نفسه أكبر، كانت الكبيرة أعظم

“Dosa besar ini berbeda-beda tingkatannya tergantung perbedaan tingkatkan kejadian itu dalam jiwanya. Manakala kejadian itu dalam dirinya sangat besar, maka ia menjadi dosa besar yang sangat besar.” [Fathul Majiid, Syarh Kitaabit Tauhiid, hal.130].

8. Termasuk yang mendapatkan laknat Allah adalah orang yang merubah tanda batas tanah. Nabi bersabda :

((من ظلم شبرا من الأرض طوقه يوم القيامة من سبع أرضين))

“Siapa yang berbuat dzolim (mengambil) sejengkal tanah, akan dikalungkan kepadanya pada hari kiyamat tujuh bumi. [Fathul Majiid, Syarh Kitaabit Tauhiid, hal.130].

Hadits ini menjelaskan bahwa siapa yang merubah tanda batas tanah, Allah akan kalungkan dileher orang ini tujuh bumi. Inilah hukuman bagi orang yang dzolim terhadap orang lain. Waliyaadzubillah.

9. Pada hadits diatas, ada faedah tentang bolehnya melaknat pelaku kedzoliman secara umum, tapi tidak boleh dengan ta’yin (menunjuk langsung siapa orangnya) sebagaimana yang dijelaskan oleh para ulama.

10. Bahayanya empat dosa besar diatas

11. Wajibnya menjauhkan diri dari dosa-dosa besar

12. Wajibnya menjauhkan diri dari dosa-dosa yang akan mendapatkan laknat.

Serta masih banyak faedah lainnya. Semoga yang sedikit ini bermanfaat untuk kita. Baarakallahu fiikum.

***

Repost : Gresik, 22 Jumadal Akhirah 1444 H/15 Januari 2023

Penulis : Abu Dawud ad-Dombuwiyy

Artikel : Meciangi-d.blogspot.com

ShareTweetPin
Abu Dawud ad-Dombuwiyy

Abu Dawud ad-Dombuwiyy

Penuntut ilmu dengan nama Erwin Gunawan, S.T. Pernah belajar kepada para asatidzah di Yogyakarta, diantaranya Ustadz Ahmad Halim, Ustadz Sa'id Abu Ukkasyah, Ustadz Ahmad MZ, Ustadz Ari Wahyudi, Ustadz Abu Isa, Ustadz Aris Munandar dan Ustadz Afifi Abdul Wadud dan para asatidzah lainnya. Alumni Ma'had al-Furqon al-Islamiy Srowo Sidayu Gresik. Alumni S1 Jurusan Teknik Elektro Universitas Muhammadiyah Yogyakarta.

Related Posts

Sihir dan Macam-Macamnya
AQIDAH

Sihir dan Macam-Macamnya

15 April 2026
Jauhi 7 Dosa Besar yang Membinasakan
AQIDAH

Jauhi 7 Dosa Besar yang Membinasakan

19 Februari 2026
Bersumpah Dengan Nama Selain Allah
AQIDAH

Bersumpah Dengan Nama Selain Allah

11 Januari 2026
Hukuman Bagi Tukang Sihir
AQIDAH

Hukuman Bagi Tukang Sihir

8 Desember 2025
Tafsir Ayat Tauhid (bagian 5)
AQIDAH

Tafsir Ayat Tauhid (bagian 5)

4 November 2025
Ketika Syirik dianggap Budaya dan Tradisi
AQIDAH

Ketika Syirik dianggap Budaya dan Tradisi

6 November 2025
Next Post
Surga Diliputi Oleh Perkara-perkara yang di Benci

Surga Diliputi Oleh Perkara-perkara yang di Benci

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TENTANG KAMI

Website meciangi.or.id adalah situs dakwah Islam yang dikelola oleh Forum Kajian Mahasiswa Meci Angi. Diantara kegiatan utama dakwah kami adalah Ma'had Meci Angi. Ma'had Meci Angi merupakan tempat menimba ilmu para penuntut ilmu yang berpijak pada pemahaman shalafus sholeh. Diantara kegiatan utamanya adalah pembelajaran bahasa arab seperti nahwu, shorof, belajar baca kitab, mengadakan daurah syar'iyyah, menerbitkan buletin serta kegiatan kegiatan dakwah lainnya.

Alamat sekretariat Website: Jln. Lintas Sumbawa, Gg. Potlot no.14. Lingkungan Rasa Bou - Kelurahan Kandai Dua - Kecamatan Woja - Kabupaten Dompu - NTB 84218.

Follow us

Terbaru

  • Angkatlah Do’amu di Hari Arafah
  • Puasa Awal Dzulhijjah
  • Kambing 1,7 Tahun Belum Powel
  • Biografi Syaikhuna wa Waliduna Aunur Rafiq bin Ghufron bin Hamdan

Kategori

  • ADAB DAN AKHLAQ
  • AL-QUR'AN
  • AQIDAH
  • BAHASA ARAB
  • BANTAHAN
  • BIOGRAFI
  • BULETIN MECI ANGI
  • E-BOOK
  • FATWA ULAMA
  • FIQH
  • KHUTBAH JUM'AT
  • KITAB ULAMA
  • MANHAJ
  • MUTIARA SALAF
  • QOIDAH FIQH
  • SIROH
  • SYAIR
  • TAFSIR
  • TANYA JAWAB
  • TAZKIYATUN NUFUS
  • USHUL FIQH
  • BERANDA
  • BELAJAR ISLAM
  • FIQH DAN MUAMALAH
  • TAZKIYATUN NUFUS
  • DOWNLOAD
  • LAINNYA

© 2024 by mantapp

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BELAJAR ISLAM
    • AQIDAH
    • MANHAJ
  • FIQH DAN MUAMALAH
    • FIQH
    • QOIDAH FIQH
    • USHUL FIQH
  • TAZKIYATUN NUFUS
    • ADAB DAN AKHLAQ
    • TAZKIYATUN NUFUS
  • DOWNLOAD
    • E-BOOK
    • BULETIN MECI ANGI
    • KITAB ULAMA
    • REKAMAN KAJIAN
  • LAINNYA
    • FATWA ULAMA
    • TAFSIR
    • SIROH
    • KHUTBAH JUM’AT
    • BAHASA ARAB
    • BANTAHAN
    • TANYA JAWAB
    • MUTIARA SALAF
    • BIOGRAFI

© 2024 by mantapp