Sabtu, Juni 6, 2026
Meci Angi | Forum Kajian Mahasiswa Meci Angi
NEWSLETTER
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BELAJAR ISLAM
    • AQIDAH
    • MANHAJ
  • FIQH DAN MUAMALAH
    • FIQH
    • QOIDAH FIQH
    • USHUL FIQH
  • TAZKIYATUN NUFUS
    • ADAB DAN AKHLAQ
    • TAZKIYATUN NUFUS
  • DOWNLOAD
    • E-BOOK
    • BULETIN MECI ANGI
    • KITAB ULAMA
    • REKAMAN KAJIAN
  • LAINNYA
    • FATWA ULAMA
    • TAFSIR
    • SIROH
    • KHUTBAH JUM’AT
    • BAHASA ARAB
    • BANTAHAN
    • TANYA JAWAB
    • MUTIARA SALAF
    • BIOGRAFI
Meci Angi | Forum Kajian Mahasiswa Meci Angi
  • BERANDA
  • BELAJAR ISLAM
    • AQIDAH
    • MANHAJ
  • FIQH DAN MUAMALAH
    • FIQH
    • QOIDAH FIQH
    • USHUL FIQH
  • TAZKIYATUN NUFUS
    • ADAB DAN AKHLAQ
    • TAZKIYATUN NUFUS
  • DOWNLOAD
    • E-BOOK
    • BULETIN MECI ANGI
    • KITAB ULAMA
    • REKAMAN KAJIAN
  • LAINNYA
    • FATWA ULAMA
    • TAFSIR
    • SIROH
    • KHUTBAH JUM’AT
    • BAHASA ARAB
    • BANTAHAN
    • TANYA JAWAB
    • MUTIARA SALAF
    • BIOGRAFI
No Result
View All Result
Meci Angi | Forum Kajian Mahasiswa Meci Angi
No Result
View All Result

Surga Diliputi Oleh Perkara-perkara yang di Benci

Abu Dawud ad-Dombuwiyy by Abu Dawud ad-Dombuwiyy
19 Februari 2024
in TAZKIYATUN NUFUS
Reading Time: 6 mins read
0
Home TAZKIYATUN NUFUS

Bismillah, alhamdulillahi Rabbil ‘aalamiin, wa shallallahu ‘ala Nabiyyina Muhammaddin wa ‘ala aalihi wa shahbihi ajma’iin, wa ba’du.

RELATED POST

Dua Nikmat yang Wajib Disyukuri

Tatkala Futur dan Rasa Malas Melanda

Jiwa manusia memang pada asalnya sangat cinta dunia, tidak ingin terikat oleh aturan, baik aturan manusia maupun aturan agama, dengan kata lain ; manusia hakikatnya ingin bebas, ingin hidup seperti burung, tidak ingin diatur, yang intinya mereka ingin berjalan diatas bumi dengan aturannya sendiri. Waliyaadzubillah. Dan benar apa yang Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam sabdakan dalam haditsnya bahwa Allah telah meliputi Surga dengan perkara-perkara yang dibenci dan meliputi Neraka dengan perkara-perkara yang disukai. Imam Al-Bukhari dan Muslim menyebutkan sebuah hadits tentang permasalahan ini:

عن أبي هريرة، أن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال : ((حجبت النار بالشهوات، وحجبت الجنة بالمكاره)) 

“Dari Abu Hurairah, bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : ((Neraka diliputi dengan perkara-perkara syahwat, dan Surga diliputi dengan perkara-perkara yang dibenci)).” [HR. Al-Bukhari, no.6487 (hal.1244). Cet. Baitul Afkar Ad-Dauliyyah].

Dalam riwayat Imam Muslim :

عن أنس ابن مالك، قال : قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : ((حفت الجنة بالمكاره، وخفت النار بالشهوات)).

“Dari Abu Hurairah, bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : ((Surga diliputi dengan perkara-perkara yang dibenci, dan Neraka diliputi dengan perkara-perkara syahwat)).” [HR. Muslim, no.2822 (hal.1132). Cet. Baitul Afkar Ad-Dauliyyah]

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menyebutkan dua hal, (1) Tentang Surga, ia telah diliputi dengan perkara-perkara yang dibenci, (2) Tentang Neraka, ia diliputi dengan perkara-perkara syahwat.

Perkara syahwat yang paling disukai manusia banyak jenisnya, yang paling utama syahwat kepada wanita, lalu syahwat kepada harta dan benda, cinta kepada anak-anak, cinta kepada jabatan, kekuasaan dan lain sebagainya. Allah Ta’ala berfirman:

«زُيِّنَ لِلنَّاسِ حُبُّ ٱلشَّهَوَٰتِ مِنَ ٱلنِّسَآءِ وَٱلْبَنِينَ وَٱلْقَنَـٰطِيرِ ٱلْمُقَنطَرَةِ مِنَ ٱلذَّهَبِ وَٱلْفِضَّةِ وَٱلْخَيْلِ ٱلْمُسَوَّمَةِ وَٱلْأَنْعَـٰمِ وَٱلْحَرْثِ ۗ ذَٰلِكَ مَتَـٰعُ ٱلْحَيَوٰةِ ٱلدُّنْيَا ۖ وَٱللَّهُ عِندَهُۥ حُسْنُ ٱلْمَـَٔابِ»

Artinya : “Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga).” (QS. Ali Imran : 14).

Adapun dalam perkara yang dibenci ; manusia sangat benci dengan perkara-perkara ketaatan, berat melakukan ibadah, tidak menyenangi perbuatan-perbuatan baik, benci untuk beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, melakukan kesyirikan, berat melaksanakan kewajiban yang diwajibkan kepadanya seperti sholat lima waktu, mengeluarkan zakat, berpuasa di bulan ramadhan, berjihad di jalan Allah, menuntut ilmu, menjauhi perkara-perkara yang haram, yang syubhat, tidak bisa berbuat adil dan melakukan penipuan dalam takaran dan timbangan, serta perbuatan dosa dan maksiat lain yang tidak mungkin di sebutkan semuanya.

Itulah keadaan manusia secara umum, mereka tidak menyenangi perbuatan-perbuatan baik, seolah ingin hidup bebas tanpa aturan, mencintai perkara-perkara syahwat dan membenci perkara-perkara ketaatan.

⏩ Faedah yang bisa diambil :

1. Dua hadits diatas menunjukkan bahwa surga diliputi dengan perkara-perkara yang dibenci sedangkan neraka diliputi oleh perkara-perkara syahwat

2. Diantara yang dibenci oleh jiwa manusia adalah perbuatan-perbuatan baik, mentauhidkan Allah, melaksanakan kewajiban-kewajiban yang dibebankan kepadanya ; menuntut ilmu, sholat lima waktu, berpuasa pada bulan ramadhan, berjihad di jalan Allah, berbuat adil, dan lain sebagainya, bahkan mereka berkeyakinan bahwa seolah-olah aturan-aturan ini sangat memberatkan, menyulitkan, mengekang dll, padahal semua ini tidak lain hanya untuk kebaikan manusia itu sendiri.

3. Diantara perkara-perkara syahwat yang paling banyak disukai oleh manusia adalah cinta kepada wanita, anak-anak, harta benda, kekuasaan, jabatan dan lain sebagainya. Didahulukan wanita atas yang lainnya karena fitnah yang disebabkan oleh mereka sangat besar. Al-Hafidz Ibnu Katsir rahimahullah menerangkan :

يخبر تعالى عما زين للناس في هذه الحياة الدنيا من أنواع الملاذ من النساء والبنين، فبدأ بالنساء، لأن الفتنة بهن أشد، كما ثبت في الصحيح أنه صلى الله عليه وسلم قال : ((ما تركت بعدي فتنة أضر على الرجال من النساء)). 

“Allah Ta’ala mengabarkan tentang perkara yang dijadikan indah pada pandangan manusia dalam kehidupan dunia ini berupa berbagai-macam kelezatan, dari jenis wanita,-anak-anak, (dan lainnya). Allah (Ta’ala) memulai dengan penyebutan wanita karena fitnah yang didapatkan dari mereka (wanita) amat besar, sebagaimana disebutkan didalam hadits : ((Aku tidak meninggalkan sepeninggalku suatu fitnah yang lebih berbahaya bagi laki-laki daripada wanita)).” [Tafsiir Ibni Katsiir, 1/318 pustaka Daarul Kutub Al-Ilmiyah]

4. Termasuk perkara syahwat yang disukai oleh juga oleh manusia adalah mencintai anak-anak. Dan cinta kepada anak-anak, terkadang membuat manusia rela melakukan perkara-perkara yang haram, mencari harta dengan cara yang haram, memenuhi semua keinginan anak-anaknya meskipun harus melanggar syariat-syariat Allah

5. Diantara perkara syahwat yang disukai juga oleh manusia adalah mencintai harta benda dengan cara berlebihan, bahkan karena harta, korupsi dimana-mana, penggelapan dana proyek merajalela, riba semakin merebak, perampokan dan pencurian semakin menggila, bahkan memakan harta pusaka dengan cara yang batilpun sudah tidak lagi diperdulikan. Maka itulah yang diisyaratkan oleh Allah Ta’ala dalam firman-Nya :

«وَتَأْكُلُونَ ٱلتُّرَاثَ أَكْلًۭا لَّمًّۭا. وَتُحِبُّونَ ٱلْمَالَ حُبًّۭا جَمًّۭا»

Artinya : “Dan kamu memakan harta pusaka dengan cara mencampur baurkan (yang halal dan yang bathil). Dan kamu mencintai harta benda dengan kecintaan yang berlebihan.” (QS. Al-Fajr : 19-20).

Berkata Asy-Syaikh Muhammad bin Sholih al-Utsaimin rahimahullah :

«وَتَأْكُلُونَ ٱلتُّرَاثَ أَكْلًۭا لَّمًّۭا» «ٱلتُّرَاثَ» ما يورثه الله العبد من المال، سواء ورثه عن ميت، باع واشترى وكسب، أو خرج إلى البر وأتى بما يأتي به من عشب وحطب وغير ذلك، والتراث ما يرثه الإنسان، أو ما يورثه الله الإنسان من المال فإن بني آدم يأكلونه أكلا لما، وإما المال فقال : «وَتُحِبُّونَ ٱلْمَالَ حُبًّۭا جَمًّۭا» أي عظيما، وهذا هو طبيعة الإنسان، لكن الإيمان له مؤثراته قد يكون الإنسان بإيمانه لا يتم بالمال وإن جاءه شكر الله عليه، وأدى ما يجب وإن ذهب لا يهتم به، لكن طبيعة الإنسان من حيث هو كما وصفه الله عز وجل في هاتين الآيتين.

«Dan kamu memakan harta pusaka dengan cara mencampur baurkan (yang halal dan yang bathil)», «ٱلتُّرَاثَ» yaitu apa yang telah Allah wariskan kepada hamba berupa harta, sama saja apakah dia mewarisinya dari orang yang sudah mati, dari hasil dia membeli, menjual, bekerja, atau ia keluar menuju kebaikan dan membawa apa yang bisa dibawa baik rumput, kayu bakar dan yang selain itu. Dan «ٱلتُّرَاثَ» yaitu apa yang telah manusia warisi, atau apa yang telah Allah wariskan kepada manusia diantaranya harta, karena sungguh anak Adam, mereka akan memakan harta pusaka dengan cara mencampur baurkan antara yang halal dan yang bathil. Adapun al-maal, maka Allah berfirman (yang artinya) «Dan kamu mencintai harta benda dengan kecintaan yang berlebihan» yaitu dengan kecintaan yang besar. Ini merupakan tabiat manusia, akan tetapi keimanan terhadap-Nya pengaruhnya kadang-kadang akan menjadikan manusia tidak begitu tertarik dengan harta disebabkan karena imannya, jika harta tersebut datang kepadanya dia akan bersyukur kepada Allah dan melaksanakan apa yang wajib darinya, adapun jika harta tersebut hilang, dia tidak akan perduli dengan itu, akan tetapi tabiat manusia pada satu sisi, sebagaimana yang telah Allah ‘Azza wa Jalla sifatkan pada dua ayat ini (yaitu memakan harta pusaka dengan cara mencampur baurkan antara yang halal dengan yang bathil, serta mencintai harta dengan kecintaan yang berlebihan).” [Tafsir Al-Qur’anil Kaariim, Juz ‘Amma, hal.202. Cet. Muassasatu Asy-Syaikh Muhammad bin Sholih Al-‘Utsaimiin]

6. Bertakwa kepada Allah merupakan sarana untuk bisa menjauhkan diri dari perkara-perkara syahwat, dan akan memudahkan manusia untuk melakukan perkara-perkara ketaatan yang biasanya di benci oleh jiwa manusia secara umum. Jika jiwa manusia ingin hidup bebas dan tidak ingin terikat oleh aturan apapun, maka ingatlah bahwa dunia adalah negeri yang penuh dengan aturan, karena dunia adalah penjara bagi orang-orang beriman dan surga bagi orang-orang kafir, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

.((الدنيا سجن المؤمن وجنة الكافر))

“Dunia adalah penjara bagi orang mu’min dan Surga bagi orang kafir)). [HR. Muslim, no.2956 (hal.1187). Cet. Baitul Afkar Ad-Dauliyyah]

Serta masih banyak faedah lainnya. Wallahu a’lam.

***

Repost : Sidayu – Gresik : 23 Jumadal Akhirah 1444 H/16 Januari 2023

Penulis : Abu Dawud ad-Dombuwiyy

Artikel : Meciangi-d.blogspot.com

ShareTweetPin
Abu Dawud ad-Dombuwiyy

Abu Dawud ad-Dombuwiyy

Penuntut ilmu dengan nama Erwin Gunawan, S.T. Pernah belajar kepada para asatidzah di Yogyakarta, diantaranya Ustadz Ahmad Halim, Ustadz Sa'id Abu Ukkasyah, Ustadz Ahmad MZ, Ustadz Ari Wahyudi, Ustadz Abu Isa, Ustadz Aris Munandar dan Ustadz Afifi Abdul Wadud dan para asatidzah lainnya. Alumni Ma'had al-Furqon al-Islamiy Srowo Sidayu Gresik. Alumni S1 Jurusan Teknik Elektro Universitas Muhammadiyah Yogyakarta.

Related Posts

Dua Nikmat yang Wajib Disyukuri
TAZKIYATUN NUFUS

Dua Nikmat yang Wajib Disyukuri

23 November 2025
Tatkala Futur dan Rasa Malas Melanda
TAZKIYATUN NUFUS

Tatkala Futur dan Rasa Malas Melanda

22 November 2025
Kesuksesan yang Sejati
TAZKIYATUN NUFUS

Kesuksesan yang Sejati

18 Desember 2025
TAZKIYATUN NUFUS

Tiada Puncak pada Kesabaran

9 November 2025
Karomah Pecinta Kalam Allah
TAZKIYATUN NUFUS

Karomah Pecinta Kalam Allah

9 November 2025
Nasihat Persaudaraan
TAZKIYATUN NUFUS

Nasihat Persaudaraan

28 Oktober 2025
Next Post
Sedikit Tertawa dan Banyak Menangis

Sedikit Tertawa dan Banyak Menangis

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TENTANG KAMI

Website meciangi.or.id adalah situs dakwah Islam yang dikelola oleh Forum Kajian Mahasiswa Meci Angi. Diantara kegiatan utama dakwah kami adalah Ma'had Meci Angi. Ma'had Meci Angi merupakan tempat menimba ilmu para penuntut ilmu yang berpijak pada pemahaman shalafus sholeh. Diantara kegiatan utamanya adalah pembelajaran bahasa arab seperti nahwu, shorof, belajar baca kitab, mengadakan daurah syar'iyyah, menerbitkan buletin serta kegiatan kegiatan dakwah lainnya.

Alamat sekretariat Website: Jln. Lintas Sumbawa, Gg. Potlot no.14. Lingkungan Rasa Bou - Kelurahan Kandai Dua - Kecamatan Woja - Kabupaten Dompu - NTB 84218.

Follow us

Terbaru

  • Angkatlah Do’amu di Hari Arafah
  • Puasa Awal Dzulhijjah
  • Kambing 1,7 Tahun Belum Powel
  • Biografi Syaikhuna wa Waliduna Aunur Rafiq bin Ghufron bin Hamdan

Kategori

  • ADAB DAN AKHLAQ
  • AL-QUR'AN
  • AQIDAH
  • BAHASA ARAB
  • BANTAHAN
  • BIOGRAFI
  • BULETIN MECI ANGI
  • E-BOOK
  • FATWA ULAMA
  • FIQH
  • KHUTBAH JUM'AT
  • KITAB ULAMA
  • MANHAJ
  • MUTIARA SALAF
  • QOIDAH FIQH
  • SIROH
  • SYAIR
  • TAFSIR
  • TANYA JAWAB
  • TAZKIYATUN NUFUS
  • USHUL FIQH
  • BERANDA
  • BELAJAR ISLAM
  • FIQH DAN MUAMALAH
  • TAZKIYATUN NUFUS
  • DOWNLOAD
  • LAINNYA

© 2024 by mantapp

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BELAJAR ISLAM
    • AQIDAH
    • MANHAJ
  • FIQH DAN MUAMALAH
    • FIQH
    • QOIDAH FIQH
    • USHUL FIQH
  • TAZKIYATUN NUFUS
    • ADAB DAN AKHLAQ
    • TAZKIYATUN NUFUS
  • DOWNLOAD
    • E-BOOK
    • BULETIN MECI ANGI
    • KITAB ULAMA
    • REKAMAN KAJIAN
  • LAINNYA
    • FATWA ULAMA
    • TAFSIR
    • SIROH
    • KHUTBAH JUM’AT
    • BAHASA ARAB
    • BANTAHAN
    • TANYA JAWAB
    • MUTIARA SALAF
    • BIOGRAFI

© 2024 by mantapp