Bismillah. Wa shallallahu ‘ala Nabiyyina Muhammadin wa ‘ala aalihi wa shahbihi ajma’iin. Wa ba’du.
Disebutkan oleh Al Hafidz Ibnu Katsir Rahimahullah dalam kitabnya Al-Bidayah wan Nihayah kisah seorang pemuda yang bernama ‘Abadah bin Abdir Rahim.
Abadah bin Abdir Rahim adalah seorang pemuda yang sholeh dan berilmu, telah menghafal Al-Qur’an 30 Juz dan sangat bagus dalam beribadah.
Pada tahun 279 H dalam kepemerintahan “Abbasiyyah” kaum muslim saat itu sedang gencar-gencarnya memerangi bangsa romawi, dan pemuda itu menjadi salah seorang Mujahid yang telah mengikuti beberapa peperangan pada saat itu, Pada suatu peperangan dimana kaum muslimin telah berhasil mengepung benteng romawi, pandangan sang pemuda teralihkan oleh seorang wanita cantik yang ia lihat berada di atas benteng, maka ia pun mengirim surat kepada wanita itu dan menanyakan “Bagaimana kiranya agar aku bisa mendapatkamu?” Perempuan itu menjawab, “Masuklah ke dalam agama Nashrani, dan naiklah ke benteng ini agar engkau bisa mendapatkanku”. Pemuda itu pun bersemangat dan memenuhi permintaan wanita yang dia cintai tersebut, ia rela menjual agamanya dan masuk ke dalam agama Nashrani hanya karena seorang perempuan. Pada saat itu kaum muslimin turut menyaksikan kejadian yang teramat menyedihkan tersebut, mereka merasa sangat sedih serta penuh dengan kekecewaan.
Setelah berlalu beberapa waktu, kaum muslimin yang menyaksikan kejadian pemuda tadi kembali bertemu dengannya yang sedang bersama wanita yang ia cintai tadi, mereka pun bertanya, “Wahai Pemuda! Bagaimana hafalan Al-Qur’anmu? Bagaimana amal sholehmu? Bagaimana puasa dan shalatmu?” Pemuda itu menjawab, “Ketahuilah bahwasannya aku telah dibuat lupa dari hafalan Al-Qur’anku kecuali ayat kedua dan ketiga dalam surah Al-Hijr yang masih sangat melekat dalam pikiranku. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
رُبَمَا يَوَدُّ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا لَوْ كَانُوْا مُسْلِمِيْنَ
ذَرْهُمْ يَأْكُلُوْا وَيَتَمَتَّعُوْا وَيُلْهِهِمُ الْاَمَلُ فَسَوْفَ يَعْلَمُوْنَ
Artinya: “Orang-orang yang kufur itu sering kali (nanti di akhirat) menginginkan, sekiranya mereka dahulu (di dunia) menjadi orang-orang muslim. Biarkanlah mereka (di dunia ini) makan, bersenang-senang, dan dilalaikan oleh angan-angan (kosong). Kelak mereka akan mengetahui (akibat perbuatannya).” (QS. Al-Hijr: 2-3)
Pelajaran dari Kisah Ini
Kita tidak pernah tahu akhir kehidupan kita akan bagaimana, apakah akan ditutup dengan kebaikan atau sebaliknya, pemuda tadi yang tumbuh dalam lingkungan Islami, menghafal Al-Qur’an namun akhir kehidupannya sangat mengerikan, Allah ingatkan dia dengan 2 ayat yang masih ia ingat, ia pun menyadari bahwa dirinya telah menapaki jalan yang salah, namun itu tidak membuatnya kembali kepada Allah, maka dari itu Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam menyarankan kita untuk selalu membaca do’a:
“Yaa Muqollibal Quluub, Tsabbit Qolbi ‘alaa Diinik”.
Artinya: “Wahai Dzat yang Maha Membolakbalikkan hati, teguhkanlah hatiku di atas agamamu.”
Wallahu a’lam.
***
Surabaya, 11 Rabiul Awwal 1445 H/26 September 2023
Penulis : Muhammad Dimas Prasetyo
Artikel : Meciangi.or.id







Allahumma bariik, barakallahu fiikunna.
Aamiin…