Bismillah.
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah ditanya terkait masyarakat atau individu yang mengamalkan setiap tahunnya “Khataman Alql-Quran” di malam Maulid Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Apakah kegiatan itu sunnah atau tidak?
Beliau menjawab:
Alhamdulillah, kumpulnya manusia untuk makan di hari raya dan hari Tasyrik adalah suatu sunnah, termasuk syiar Islam yang Rasulullah sudah contohkan untuk kaum muslimin, dan juga termasuk sunnah dalam agama adalah kegiatan menolong orang fakir dengan memberi makan di hari Ramadhan. Ini salah satu sunnah dalam agama Islam. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda :
مَنْ فَطَّرَ صَائِمًا فَلَهُ مِثْلُ أَجْرِهِ
“Siapa yang memberikan buka puasa orang yang berpuasa, maka dia mendapatkan pahala orang yang berpuasa”.
(Dan juga sunnah dalam agama Islam) yaitu memberi makan orang fakir ahli Al-Qur’an yang dengannya akan menolong ia (dalam belajar dan mengajarkan) Al-Qur’an, beramal sholeh di setiap waktunya. Maka siapa saja yang menolong mereka pada hal tersebut maka akan berserikat (yakni ia akan mendapatkan) pahalanya sang Ahli Al-Qu’ran.
Adapun menjadikan suatu momentum (musim) yang bukan momentum (musim) syar’i, seperti beberapa malam di bulan Rabiul Awwal dikatakan itu malam kelahirannya Nabi, atau beberapa malam di bulan Rajab atau di hari ke-18 Dzulhijjah atau jumat pertama di bulan Rajab atau hari ke-8 bulan Syawal, yang sebagian orang bodoh istilahkan “Idul Abror” maka itu semuanya adalah bentuk inovasi (di dalam agama) kebid’ahan. Generasi salaf tidak menganggap itu sunnah dan tidak pernah melakukannya. Wallahualam
Majmu’ Fatawa 25/298
***
Sidayu, Gresik : 16 Rabiul Awwal 1445 H/1 Oktober 2023
Penulis : Denny Juzaili
Artikel : Meciangi.or.id






