إن الحمد لله نحمده ونستعينه ونستغفره ونعوذ بالله من شرور أنفسنا ومن سيئات أعمالنا من يهده الله فلا مضل له ومن يضلل فلا هادي له وأشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له وأشهد أن محمدا عبده ورسوله. ﴿يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ﴾ .﴿يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالًا كَثِيرًا وَنِسَاءً وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالْأَرْحَامَ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا﴾ ﴿يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا، يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا﴾
أما بعد
Jama’ah sholat jum’at رحمنى و رحمكم الله :
Seorang ayah dengan penantian yang panjang menunggu hadirnya buah hati.
Yang dalam catatan sejarah akhirnya lahir lah seorang putra yang dinantikan itu setelah 86 tahun lamanya.
Jama’ah sholat jum’at رحمنى و رحمكم الله:
Ayah yang dimaksud Adalah Nabi Ibrohim عليه السلام dan anak yang dimaksudkan adalah Ismail عليه السلام
Kemudian tumbuhlah Ismail dengan perawatan yang sempurna dan didikan yang mulia. Setelah Ismail beranjak dewasa yang saat itu lah seorang ayah menaruh harapan besar kepada anaknya. Dan pada usia itu seorang ayah berada di puncak-puncak kecintaan kepada anaknya, namun Allah Ta’ala yang maha hikmah mewahyukan kepada Ibrohim عليه السلام untuk menyembelih anaknya Ismail عليه السلام sebagai bentuk ujian dan cobaan kepadanya.
Allah Ta’ala hendak melihat apakah hamba ini lebih mengutamakan kecintaan terhadap dunia atau kah ridha Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Jama’ah kaum muslimin رحمنى و رحمكم الله:
Nabi Ibrohim عليه السلام ternyata lebih mengutamakan kedrihoan Allah Ta’ala dibandingkan dengan yang lainnya. Menurutnya kecintaan kepada Allah ta’ala lebih agung dari segala-galanya yang ia miliki.
Dan yang lebih menakjubkan lagi anaknya Ismail juga bersikap yang sama. Ia menerima apa pun yang sudah merupakan ketetapan dari Allah Ta’ala.
Kemudian di sebuah bukit di mina Nabi Ibrahim hendak melaksanakan perintah Allah Ta’ala tersebut dan karena rasa kasih sayang beliau. Beliau pun membalikkan wajah anaknya Ismail ke tanah supaya beliau tidak melihat raut rasa perih wajah anaknya saat-saat pisau menyayat kulit lehernya.
Kemudian seketika itu Allah Ta’ala ganti dengan domba besar yang menurut sebagian ulama itu lah domba yang dahulu pernah di persembahkan oleh Habil kepada Allah dengan ikhlas Kemudian Allah Ta’ala terima dan menolak persembahan Qobil yang kemudian Allah ta’ala hadirkan domba itu kembali pada tanggal 10 Zulhijjah pada saat itu untuk mengganti ismail عليه السلام.
Jama’ah kaum muslimin رحمنى و رحمكم:
Sekitar 3 hari kedepan Allah Ta’ala dengan syariatnya, hendak mengenang peristiwa yang bersejarah itu. Kemudian Allah Ta’ala jadikan sebagai hari-hari besar kaum muslimin yang diperingati diseluruh penjuru dunia islam yaitu idul adha atau hari kurban.
Jama’ah sholat jum’at رحمنى و رحمكم الله:
Dari apa yang telah kita dengar sebelumnya, ada pelajaran yang bisa ambil bahwasanya :
“Orang yang mengedepankan cinta kepada Allah ta’ala dalam urusan-urusannya Maka Allah Ta’ala akan memberikan solusi Allah Ta’ala akan berikan jalan keluar dari masalah-masalah yang sedang dihadapinya.”
Syaikh Abdurrazzaq dalam kitabnya menyebutkan bahwasanya:
“Mahabbatullah atau kecintaan kepada Allah adalah sumber kebahagiaan, dan jalan ke beruntungan di dunia dan Akhirat kelak. Dan Mahabbatullah bisa membuahkan amal-amal yang shoeh dan mengantarkan hamba ke pada derajat yang tinggi” (Ahaaditsu IShlaahil alquluub, hal.242).
Jama’ah kaum muslimin رحمنى و رحمكم الله:
Mengedepankan cinta kepada Allah adalah suatu kewajiban. Sebagaimana firman Allah Subhanah uwa Ta’ala:
لَّا تَجِدُ قَوْمًا يُؤْمِنُونَ بِٱللَّهِ وَٱلْيَوْمِ ٱلآخِرِ يُوَآدُّونَ مَنْ حَآدَّ ٱللَّهَ وَرَسُولَهُۥ وَلَوْ كَانُوٓا۟ ءَابَآءَهُمْ أَوْ أَبْنَآءَهُمْ أَوْ إِخْوَٰنَهُمْ أَوْ عَشِيرَتَهُمْ ۚ أُو۟لَٰٓئِكَ كَتَبَ فِى قُلُوبِهِمُ ٱلْإِيمَٰنَ وَأَيَّدَهُم بِرُوحٍ مِّنْهُ ۖ وَيُدْخِلُهُمْ جَنَّٰتٍ تَجْرِى مِن تَحْتِهَا ٱلْأَنْهَٰرُ خَٰلِدِينَ فِيهَا ۚ رَضِىَ ٱللَّهُ عَنْهُمْ وَرَضُوا۟ عَنْهُ ۚ أُو۟لَٰٓئِكَ حِزْبُ ٱللَّهِ ۚ أَلَآ إِنَّ حِزْبَ ٱللَّهِ هُمُ ٱلْمُفْلِحُونَ
Artinya : “Kamu tak akan mendapati kaum yang beriman pada Allah dan hari akhirat, cinta dengan orang-orang yang menentang Allah dan Rasul-Nya, sekalipun orang-orang itu ayah-ayah mereka atau anak-anak mereka atau saudara-saudara mereka ataupun keluarga mereka. Mereka itulah orang-orang yang telah menanamkan keimanan dalam relung hati mereka dan Allah kuatkan mereka dengan pertolongan yang datang daripada-Nya. Dan Allah memasukkan mereka ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya. Allah ridha terhadap mereka, dan merekapun merasa puas terhadap (limpahan rahmat)-Nya. Mereka itulah golongan Allah. Ketahuilah, bahwa sesungguhnya Golongan Allah itu adalah golongan yang beruntung.” (Al Mujaadilah 58:22)
Dalam ayat yang lain Allah Ta’ala juga berfirman:
وَٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓا۟ أَشَدُّ حُبًّا لِّلَّهِ
Artinya : “Adapun orang-orang yang beriman amat sangat cintanya kepada Allah.” (Al Baqarah 2:165)
Demikian pula Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:
لا يُؤمِنُ أحدُكُم حتى يكونَ اللهُ ورسولُه أحَبَّ إليه ممّا سِواهُما
“Tidak beriman salah seorang diantara kalian hingga Allah Ta’ala dan Rasul-Nya lebih ia cintai dari pada selain keduanya.” (Mutafaqun ‘alaih)
Jama’ah kaum muslimin رحمنى و رحمكم الله:
Imam Ibn Qoyyim رحمه الله telah melukiskan tentang kedudukan Mahabbatullah dengan sangat indah sekali beliau mengatakan:
“Kecintaan kepada Allah Ta’ala adalah sebuah kedudukan yang orang-orang saling berlomba untuk menggapainya. Dan kepada kedudukan itu lah tertuju pandangan orang-orang yang beramal sholeh. Dan mengilmuinya orang-orang terdahulu bergegas menyingsingkan lengan baju mereka. Dan terhadap kedudukan itu pula orang-orang yang mencintai Allah mempersembahkan diri-diri mereka, dengan hembusan angin ruh kecintaan kepadaNya merasa segarlah orang-orang yang menunaikan peribadatan.
Maka kecintaan kepada Allah akan menguatkan sanubari, merupakan asupan ruh, dan penyejuk pandangan. Ia adalah kehidupan yang sejati siapapun yang diharamkan mendapatkannya maka dia termasuk orang-orang yang mati. Ia laksana cahaya siapapun yang kehilangannya berarti telah berada di samudera kegelapan. Ia laksana obat siapa pun yang melaziminya sembuh lah segala macam penyakit-penyakit hatinya. Ia Adalah kelezatan siapa pun yang tidak beruntung dengannya ia akan hidup dengan kegundahan dan keperihan. Kecintaan kepada Allah adalah ruh bagi iman ruh bagi amal ruh dalam segala tempat dan keadaan dan kapan pun seseorang kehilangannya ia seperti jasad tanpa ruh. Kecintaan kepada Allah bisa memudahkan perjalanan hamba untuk menempuh perjalanan yang penuh onak dan duri. Dan akan menyampaikannya kepada suatu tempat yang tidak mungkin dicapai kecuali dengan dengan kecintaan kepadaNya.” (Madaarijus Saalikiin)
بارك الله لي ولكم في القرآن العظيم و نفعني و إياكم بما فيه من الآيات والذكر الحكيم و تقبل الله مني و منكم تلاوته
و أستغفر الله لي و لكم فاستغفروه إنه هو الغفور الرحيم
Khutbah ke 2:
الحمدُ للهِ الَّذِي لَمْ يَتَّخِذْ وَلَدًا وَلَمْ يَكُن لَهُ شَرِيكُ فِي الْمُلْكِ وَلَمْ يَكُن لَّهُ وَلِيٌّ مِنَ الذُّلِّ وَكَبِّرْهُ
تكبيرا ﴾ [الإسراء: ۱۱۱]. وأشهد أن لا إلهَ إلا الله وحده لا شريك له، جَعَلَ الَّيْلَ وَالنَّهَارَ خِلْفَةً لِمَنْ أَرَادَ أَن يَذَكَرَ أَوْ أَرَادَ شُكُورًا ﴾ [الفرقان: ٦٢]. وأشهد أن محمدًا عبده ورسوله، بَعَثَه بين يدي السَّاعةِ بشيرًا ونذيرا، وداعيًا إلى الله بإذنه وسراجًا منيرا،
صلى الله عليه وعلى آله وأصحابه، ومن تبعهم بإحسانٍ وسلم تسليمًا مزيدا.
أَمَّا بعد
Sungguh kecintaan kita kepada Allah menjadikan kita cinta terhadap orang-orang yang sholeh kecintaan kita kepada Allah menjadikan kita cinta amalan-amalan yang sholeh sehingga dengannya lahirlah amal lahirlah iman lahirlah ketakwaan dan lahirlah perjuangan
Oleh karena itu dahulu Nabi Dawud dan Nabi kita Shallallahu ‘alaihi wasallam sering berdoa dengan doa berikut:
اللَّهمَّ إنِّي أسألُكَ حبَّكَ، وحبَّ من يحبُّكَ، والعَملَ الَّذي يبلِّغُني حبَّكَ
“Ya Allah, aku memohon kepada-Mu kecintaan-Mu, dan kecintaan orang yang mencintai-Mu, serta amalan yang menyampaikanku kepada kecintaan-Mu.” (HR Tirmidzi. 3412)
Jama’ah sholat jum’at رحمنى و رحمكم الله:
Syaikh Abdurrazaq dalam kitabnya أحاديث إصلاح القلوب memaparkan kiat-kiat untuk mendorong Mahabbatullah diantaranya:
1. Membaca Al-Qur’an mentadabburinya serta memahami makna yang terkandung di dalamnya
2. Mendekatkan diri kepada Allah ta’ala dengan amalan-amalan sunnah setelah amalan-amalan wajib
Karena diantara bentuk syukur terhadap nikmat adalah menguatkan peribadatan kepada Allah ta’ala. Terutama pada hari-hari ini. Dan berkurban adalah bentuk syukur terhadap nikmat dan bentuk syukur terhadap kehidupan. Karena Allah Ta’ala menjadikan hidup Ismail dan diganti dengan Domba.
Perhatikan lah tatkala Allah ta’ala memberikan nikmat kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam kemudian lantas Allah Ta’ala perintahkan Nabi sholat dan berkurban sebagai bentuk syukur:
إِنَّآ أَعْطَيْنَٰكَ ٱلْكَوْثَرَ # فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَٱنْحَرْ
Artinya : “Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu Al kautsar (Sungai di surga) # Maka dirikanlah shalat karena Tuhanmu; dan berkorbanlah.” (Al Kautsar 108:1)
Ini menunjukkan bahwasanya ibadah sholat atau pun kurban ataupun sedekah dan lainnya adalah sebagai bentuk syukur terhadap nikmat yang Allah Ta’ala berikan.
3. Mengedepankan cinta kepada Allah Ta’ala tatkala di hadapan kepada suatu keinginan yang bertentangan dengan syariat.
4. Mempelajari keagungan nama-nama Allah asmaul husna dan Mempelajari sifat-sifat Allah Ta’ala yang maha tinggi. Karena semakin seorang hamba mengetahui sifat-sifat Allah dan merenungi konsekwensi nama-nama Allah ta’ala semakin besar pula cintanya kepada Allah dan semakin semangat pula untuk menjauhi maksiat.
Perhatikan lah firman Allah Ta’ala:
إِنَّمَا يَخْشَى ٱللَّهَ مِنْ عِبَادِهِ ٱلْعُلَمَٰٓا۟ء ۗ إِنَّ ٱللَّهَ عَزِيزٌ غَفُورٌ
Artinya : “Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara hamba-hamba-Nya, hanyalah ulama. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Pengampun.” (Faathir 35:28)
4. Senantiasa mengingat nikmat Allah Ta’ala anugerah Allah Ta’ala kebaikan Allah Ta’ala yang telah Allah berikan kepada kita.
Allah Ta’ala berfirman:
وَمَا بِكُم مِّن نِّعْمَةٍ فَمِنَ ٱللَّهِ
“Dan apa saja nikmat yang ada pada kamu, maka dari Allah-lah (datangnya)” (An Nahl 16:53)
5. Senantiasa bersama komunitas, lingkungan dan teman-teman yang soleh. teman yang baik dan beriman kepada Allah dan Rasul-Nya. Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda dalam riwayat Abu Dawud:
(المرء على دين خليله فلينظر أحدكم من يخالل)
“Agama seorang tergantung teman dekatnya maka hendaknya seseorang memperhatikan siapa teman dekatnya.”
Dan termasuk teman dekat pada hari-hari ini adalah media sosial chanel-chanel yang sering kita lihat web-web yang sering kita baca. Maka perhatikan lah. Karena semua yang kita baca semua yang kita tonton dan semua yang kita dengar bisa memengaruhi kualitas agama dan iman kita.
6. Menjauhi segala hal yang bisa menjadi penghalang antara hatinya dan robnya. Seperti Kemaksiatan kekufuran dan penyakit-penyakit hati lainnya.
Semoga Allah Ta’ala senantiasa membimbing kita diatas ilmu yang bermanfaat senantiasa memberikan kita taufiq untuk tetap istiqomah meniti jalanNya yang lurus sampai hembusan nafas terakhir kita.
هذا و صلوا و سلموا على البشير النذير و السراج المنير حيث أمركم بذلك العليم الخبير . فقال:
يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ صَلُّوا۟ عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا۟ تَسْلِيمًا
اللهم صل و سلم و بارك على سيدنا محمد و على آله و صحبه و التابعين و من تبعهم إلى يوم الدين.
اللهم يا مقلب القلوب ثبت قلوبنا على دينك و على طاعتك
اللهم أعنا على ذكرك وشكرك وحسن عبادتك
اللَّهمَّ إنِّا نسألُكَ حبَّكَ، وحبَّ من يحبُّكَ، والعَملَ الَّذي يبلِّغُنا حبَّكَ
اللهم أعز الإسلام والمسلمين فى كل مكان
اللهم عليك بعدوك و عدو المؤمنين من اليهود و النصارى و الصهاينة و المنافقين
اللهم اغفر للمسلمين و المسلمات الأحياء منهم والأموات
ربنا آتنا في الدنيا حسنة وفي الآخرة حسنة وقنا عذاب النار
و الحمد لله رب العالمين
عباد الله:
إن الله يأمركم بالعدل و الإحسان و إيتاء ذي القربى و ينهى عن الفحشاء و المنكر يعظكم لعلكم تذكرون فاذكوا الله العظيم يذكركم و اشكروا على نعمه يزدكم و اسألوا من فضله يعطكم و لذكر الله أكبر
و الله يعلم ما تصنعون
***
Gresik : Jumat 7 Zulhijjah 1445 H / 13 Juni 2024
Penulis : Ustadz Lis MUjiono, S.Pd.I
Artikel : Meciangi.or.id






