Ada ustadz dan ustadzah Sunnah terkenal di Medan yang membolehkan wanita pakai baju ketat seksi didepan mahram lelaki dewasanya selain suaminya? Bagaimana itu ustadz?
Dan banyak orang yang mengikuti fatwa mereka tersebut, hingga hilang rasa malu Ummahat sekarang , dan sampai membuat seorang wanita semakin berani gugat cerai suaminya karena tidak suka dilarang seperti itu. Na’udzubillahi min dzalik bagaimana itu ustadz??
Jawab :
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه أجمعين وبعد
Wanita wajib menutupi aurotnya yaitu badannya seluruhnya didepan mahramnya kecuali wajah, tangan, kaki, rambut, leher dan betis.
Al-Bahuti dari madzhab hambali berkata :
ولرجل أيضا نظر وجه ورقبة ويد وقدم ورأس وساق ذات محارمه . قال القاضي على هذه الرواية : يباح ما يظهر غالبا كالرأس واليدين إلى المرفقين
“Laki-laki boleh melihat wajah, leher, tangan, kaki, kepala, dan betis mahramnya. Al Qodhi berkata atas riwayat ini :
Boleh melihat yang biasa nampak pada umumnya seperti kepala, tangan dan siku.” (Lihat Kasyful Qonna, Bahuti 5/11).
Adapun jika wanita ingin memperlihatkan aurotnya maka hanya boleh didepan suaminya saja.
Syeikh Utsaimin rahimahullah berkata :
“Tidak boleh bagi wanita memakai baju ketat kecuali hanya bagi yang boleh baginya yaitu suami saja; karena antara suami istri tidak ada batasan aurot berdasarkan firman Allah Ta’ala :
Dan orang orang yang menjaga kemaluan mereka kecuali atas istri-istri mereka atau budak-budak mereka maka mereka tidak tercela. (QS. Al Mukminun 5-6).
Aisyah berkata : ‘Aku mandi bersama Rasulullah ﷺ dari junub di satu bejana, tangan kami bersama sama.'” (Lihat Fatawa Utsaimin 2/825.)
Kemudian apakah boleh wanita pakai baju seksi ketat didepan mahramnya?
Jawabannya adalah haram secara mutlak.
Syeikh Sholeh Fauzan hafidzahullah berkata :
لا شك أن لبس المرأة للشيء الضيِّق الذي يبيِّن مفاتن جسمها : لا يجوز ، إلا عند زوجها فقط ، أما عند غير زوجها : فلا يجوز ، حتى لو كان بحضرة النساء ، ( و) لأنَّها تكون قدوة سيئة لغيرها ، إذا رأينها تلبس هذا : يقتدين بها .
“Tidak diragukan lagi bahwa baju ketat wanita yang menampakkan bagian sensitifnya tidak boleh kecuali untuk suaminya saja, adapun selain suaminya maka tidak boleh, walaupun didepan sesama wanita; karena akan menjadi contoh yang buruk untuk wanita lain, sehingga mereka akan menirunya jika melihatnya.” (Lihat Al-Muntaqo min Fatawa Fauzan 3/176-177).
Syeikh bin Baz rahimahullah berkata :
لبس الملابس الضيقة ما يجوز مطلقًا، لا عند النساء، ولا عند الرجال؛ لأنها تبين حجم العورة، وتفتن الناس، فالواجب الحذر منها، وأن تكون الملابس وسطًا ليس فيها ضيق، وليس فيها اتساع يبين العورة، ولكن متوسطة، هذا هو الواجب على المرأة، والرجل جميعًا
“Memakai baju ketat tidak boleh secara mutlak, baik wanita maupun laki laki, karena baju seperti itu menampakkan aurot dan menjadi fitnah manusia.
Yang wajib adalah meninggalkan hal itu semua, hendaknya bajunya pertengahan, tidak ketat dan tidak kelonggaran, akan tetapi yang pertengahan, inilah yang wajib atas wanita dan laki-laki semuanya.” (Lihat Fatawa bin Baz 14990).
Semoga bermanfaat.
***
Gresik, Rabu 21 Dzulqo’dah 1445 H / 29 Mei 2024 M
Dijawab oleh : Ustadz Muhammad Yusuf Rustam, Lc., M.A.
Artikel : Meciangi.or.id






