Bagaimana tips agar kita sebagai pengajar bisa sabar dalam menghadapi para siswa dan orang tua yang membela kesalahan anaknya. (Dramaga Print dari Bogor)
Jawab :
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى اله وصحبه أجمعين وبعد
Rasulullah shallallahu alaihi wasallam adalah seorang pengajar terbaik dan yang paling sabar menghadapi manusia yang menentangnya.
Beliau adalah manusia yang tidak ada hubungan kerabat dengan kita, namun beliau lah yang paling perhatian kepada kita supaya selamat dunia dan akhirat melebihi perhatian bapak ibu kita kepada keselamatan kita.
{ لَقَدۡ جَاۤءَكُمۡ رَسُولࣱ مِّنۡ أَنفُسِكُمۡ عَزِیزٌ عَلَیۡهِ مَا عَنِتُّمۡ حَرِیصٌ عَلَیۡكُم بِٱلۡمُؤۡمِنِینَ رَءُوفࣱ رَّحِیمࣱ }
Artinya : “Sungguh, telah datang kepadamu seorang rasul dari kalian, berat terasa olehnya penderitaan yang kamu alami, (dia) sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagimu, penyantun dan penyayang terhadap orang-orang yang beriman.” [Surat At-Taubah: 128]
Sifat inilah yang harus dimiliki oleh seorang pengajar, yaitu semangat untuk memberikan keselamatan dan kebaikan kepada anak didik apapun resikonya.
Mengajar adalah dakwahnya para Rasul. Mereka diutus untuk menyampaikan kebaikan kepada manusia dan memperingatkan mereka dari bahaya dunia dan akhirat.
Maka kita pun memiliki tugas yang sama seperti mereka.
{ قُلۡ هَـٰذِهِۦ سَبِیلِیۤ أَدۡعُوۤا۟ إِلَى ٱللَّهِۚ عَلَىٰ بَصِیرَةٍ أَنَا۠ وَمَنِ ٱتَّبَعَنِیۖ وَسُبۡحَـٰنَ ٱللَّهِ وَمَاۤ أَنَا۠ مِنَ ٱلۡمُشۡرِكِینَ }
Artinya : “Katakanlah (Muhammad), “Inilah jalanku, aku dan orang-orang yang mengikuti ku mengajak (kamu) kepada Allah di atas ilmu yang nyata, Mahasuci Allah, dan aku tidak termasuk orang-orang musyrik.” [Surat Yusuf: 108]
Dakwah memiliki tabiat ditentang dan dihalangi, oleh karena itu akhlak yang mulia menjadi senjata para Nabi dalam mengarungi dunia dakwah ini.
Rasulullah shallallahu alaihi wasallam mudah memaafkan dan beliau tidak pernah dendam kepada siapapun.
Aisyah radhiyallahu anha berkata :
واللَّهِ ما انْتَقَمَ لِنَفْسِهِ في شيءٍ يُؤْتَى إلَيْهِ قَطُّ، حتَّى تُنْتَهَكَ حُرُماتُ اللَّهِ، فَيَنْتَقِمُ لِلَّهِ
“Demi Allah, Rasulullah shallallahu alaihi wasallam tidak pernah balas dendam atas kedzaliman yang menimpa nya sekalipun selama itu bukan pelanggaran terhadap hak Allah sehingga dia membalaskannya untuk Allah.” (HR. Bukhari 6786 dan Muslim 2327).
Lihatlah bagaimana beliau cuek dan tidak ambil hati jika hal itu terkait dengan pribadinya.
Lihatlah bagaimana kelapangan dada beliau shallallahu alaihi wasallam terhadap orang-orang yang selama ini memusuhinya.
Beliau berhasil menaklukkan kota Mekkah dan beliau bisa saja menjadikan mereka yang dulu menyakitinya sebagai budak, namun beliau memilih memaafkan mereka dan memerdekakan mereka semua.
وَالطُّلَقَاءُ مِنْ قُرَيْشٍ
“Dan orang-orang yang dimerdekakan dari Quraish.” (HR. Ahmad 1921).
Begitulah seorang pengajar seharusnya berkepribadian, memiliki jiwa yang tulus, ulet dan telaten, ambisi yang besar, dan dada yang lapang.
***
Sidayu, Ahad 3 Rabiul 1446 H/6 Oktober 2024 M
Dijawab oleh : Ustadz Muhammad Yusuf Rustam, Lc., M.A
Artikel : Meciangi.or.id






