Apa hukum mencukur jenggot dengan alasan istri cemburu setelah membaca hadist bahwasannya setiap helai jenggot ada bidadari, dan si istri cemburu kalau suaminya punya bidadari selain istrinya?
Jawab :
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه أجمعين وبعد
Cemburu adalah sifat wanita dan hal itu adalah perkara yang pasti terjadi dalam kehidupan rumah tangga seseorang.
Bahkan rumah tangga Rasulullah ﷺ yang di isi para wanita sholehah pun tidak lepas dari perseteruan antar istri yang disebabkan karena rasa cemburu di antara mereka.
Dari Anas bin Malik radhiyallahu anhu berkata:
بلغَ صفيَّةَ أنَّ حفصةَ قالت: بنتُ يهودِيٍّ، فبكت فدخلَ عليها النَّبيُّ صلَّى اللَّهُ عليهِ وسلَّمَ وهيَ تبكي، فقالَ: ما يبكيكِ؟ قالتْ: قالتْ لي حفصةُ إنِّي بنتُ يهوديٍّ، فقالَ النَّبيُّ صلَّى اللَّهُ عليهِ وسلَّمَ: وإنَّكِ لابنةُ نَبِيٍّ وإنَّ عمَّكِ لنبيٌّ وإنَّكِ لتحتَ نبيٍّ ففيمَ تفخرُ عليكِ، ثمَّ قالَ: اتَّقي اللَّهَ يا حفصةُ.
“Ada kabar yang sampai ke telinga Shofiyyah bahwa Hafshah berkata (tentangnya) : dasar anak Yahudi, maka dia pun menangis. Maka Nabi ﷺ menemuia dan dia sedang menangis, maka beliau bertanya: apa yang membuatmu menangis? Shofiyyah berkata: Hafshah mengejekku aku anak Yahudi, maka Nabi ﷺ bersabda: dan sesungguhnya kamu adalah anak Nabi, dan pamanmu Nabi, dan suamimu Nabi, dengan apa dia merasa lebih tinggi darimu?!!! Kemudian beliau bersabda: takutlah kepada Allah wahai Hafshah.” (HR. Tirmidzi 3894, Ahmad 12415, An Nasa’i 8919 dan dishahihkan Albani).
Dan masih banyak kisah kisah lainnya dalam prahara rumah tangga Rasulullah ﷺ.
Dari kisah di atas sudah memperlihatkan bahwa api cemburu membutakan hati dan cenderung melanggar syari’at, namun seorang suami yang taat kepada Allah ta’ala akan meluruskan kesalahan istrinya karena rasa sayangnya.
Dalam masalah ini seorang suami wajib menjelaskan kepada para istri bahwa poligami adalah perkara yang wajib terjadi di surga. Adapun di dunia ini tenang saja semua masih bisa di atur dan para istri stop bicara ngelantur.
Dari Abu Huroiroh radhiyalahu anhu berkata: Rasulullah ﷺ bersabda:
أَوَّلُ زُمْرَةٍ تَلِجُ الْجَنَّةَ صُورَتُهُمْ عَلَى صُورَةِ الْقَمَرِ لَيْلَةَ الْبَدْرِ ، لَا يَبْصُقُونَ فِيهَا وَلَا يَمْتَخِطُونَ وَلَا يَتَغَوَّطُونَ ، آنِيَتُهُمْ فِيهَا الذَّهَبُ ، أَمْشَاطُهُمْ مِنْ الذَّهَبِ وَالْفِضَّةِ ، وَمَجَامِرُهُمْ الْأَلُوَّةُ ، وَرَشْحُهُمْ الْمِسْكُ ، وَلِكُلِّ وَاحِدٍ مِنْهُمْ زَوْجَتَانِ يُرَى مُخُّ سُوقِهِمَا مِنْ وَرَاءِ اللَّحْمِ مِنْ الْحُسْنِ، لَا اخْتِلَافَ بَيْنَهُمْ وَلَا تَبَاغُضَ ، قُلُوبُهُمْ قَلْبٌ وَاحِدٌ ، يُسَبِّحُونَ اللَّهَ بُكْرَةً وَعَشِيًّا
“Rombongan pertama yang masuk surga wajah mereka seperti bulan purnama, mereka tidak meludah, menginus, buang air besar.
Alat perabot mereka di dalam surga terbuat dari emas, sisir-sisir mereka terbuat dari emas dan perak, alat penghangatan mereka terbuat dari kayu cendana, keringat mereka seharum minyak misik.
Setiap orang dari mereka memiliki dua istri (bidadari) yang sumsum tulangnya dapat kelihatan dari betis-betis mereka dari balik daging karena teramat sangat cantiknya.
Tidak ada perselisihan (pertengkaran) di sana dan tidak ada pula saling benci. Hati mereka bagaikan hati yang satu yang senantiasa bertasbih pagi dan petang.” (HR. Bukhari 3006 dan Muslim 5063).
Hadits ini menerangkan bahwa setiap laki laki yang masuk surga pasti minimal dikaruniai 2 bidadari, dan tidak ada api cemburu di antara mereka; karena cemburu, saling dengki hanya terjadi di dunia saja.
Hal itu dikarenakan surga adalah rumah kenikmatan, berbeda dengan dunia yang merupakan rumah ujian dan rasa capek, rumah drama yang sangat di sayangkan banyak manusia yang berupaya mati matian membangunnya.
Kenikmatan hidup di dunia di raih dengan perjuangan, rasa letih, capek dan usaha yang keras. Adapun yang tidak menempuh jalur tersebut di dunia pasti dia akan hidup capek, sengsara dan nelangsa. Inilah drama kehidupan dunia yang dikejar kebanyakan orang.
Sehingga sang suami harus tetap di atas prinsip memelihara jenggotnya yang merupakan perintah Rasulullah ﷺ:
Semoga bermanfaat.
***
Jember, Selasa 13 Dzulqo’dah 1445 H / 21 Mei 2024 M
Dijawab oleh : Ustadz Muhammad Yusuf Rustam, Lc., M.A
Artikel : Meciangi.or.id






