Bismillah wassholaatu wassalaamu ‘alaa rosulillah
Dalam era globalisasi yang semakin pesat, dunia menyaksikan perkembangan teknologi, informasi, dan budaya yang luar biasa. Kemajuan ini membawa banyak dampak positif dalam hal komunikasi, pendidikan, dan kemajuan ekonomi. Namun, di balik itu semua, ada tantangan besar yang harus dihadapi oleh umat Islam, terutama dalam menjaga aqidah mereka. Arus globalisasi telah menghadirkan beragam pemikiran dan ideologi yang bisa memengaruhi pola pikir dan keyakinan umat Islam. Ideologi-ideologi ini sering kali bertentangan dengan ajaran Islam yang benar dan bisa menggoyahkan aqidah seorang Muslim jika tidak dijaga dengan baik.
Islam mengajarkan bahwa aqidah adalah pondasi utama dalam kehidupan seorang Muslim. Jika aqidah ini tergoyahkan, maka seluruh amalan kita bisa menjadi sia-sia. Oleh karena itu, menjaga aqidah adalah kewajiban setiap Muslim. Dalam artikel ini, kita akan membahas berbagai tantangan global yang mengancam aqidah, seperti liberalisme, sekulerisme, materialisme, dan radikalisasi, serta bagaimana cara menjaga aqidah kita di tengah semua itu.
Tantangan Global yang Mengancam Aqidah
Di era globalisasi, umat Islam dihadapkan pada banyak tantangan yang dapat merusak aqidah mereka. Beberapa di antaranya adalah:
a. Liberalisme dan Sekulerisme
Liberalisme mengajarkan kebebasan yang sangat luas dalam segala hal, termasuk kebebasan dalam memilih agama dan keyakinan. Meskipun kebebasan memiliki sisi positif, namun dalam konteks aqidah, liberalisme bisa menyebabkan relativisme agama, yaitu pandangan bahwa semua agama adalah sama dan tidak ada yang lebih benar dari yang lain. Pandangan ini bertentangan dengan keyakinan Islam yang menganggap bahwa hanya Islamlah agama yang benar di sisi Allah.
Sekulerisme, di sisi lain, adalah paham yang memisahkan agama dari kehidupan sosial dan negara. Sekulerisme menekankan bahwa agama seharusnya hanya dipraktikkan dalam kehidupan pribadi dan tidak boleh mengintervensi urusan negara atau masyarakat. Pandangan ini bisa menyebabkan umat Islam menjadi terasing dengan ajaran agama mereka, dan lebih mengutamakan duniawi daripada kehidupan akhirat.
b. Materialisme
Materialisme adalah pandangan hidup yang menilai segala sesuatu berdasarkan kekayaan materi atau pencapaian fisik. Ajaran ini menganggap bahwa kebahagiaan dapat dicapai hanya melalui harta, status sosial, dan kesuksesan duniawi. Dalam pandangan materialisme, kehidupan setelah mati sering kali diabaikan. Sikap ini jelas bertentangan dengan aqidah Islam yang mengajarkan bahwa kehidupan di dunia hanyalah sementara dan kehidupan abadi ada di akhirat.
c. Radikalisasi dan Ekstremisme
Di sisi lain, kita juga menghadapi tantangan dari dalam Islam itu sendiri, yaitu radikalisasi dan ekstremisme. Beberapa kelompok mengklaim diri mereka sebagai pembela agama, namun dengan cara yang menyimpang dari ajaran Islam yang sebenarnya. Mereka menggunakan kekerasan dan terorisme sebagai cara untuk membela keyakinan mereka, padahal Islam mengajarkan perdamaian dan toleransi. Radikalisasi semacam ini dapat merusak pemahaman umat Islam terhadap agama yang benar.
Dalil-dalil yang Menekankan Pentingnya Menjaga Aqidah
Al-Qur’an dan hadis mengajarkan dengan jelas betapa pentingnya menjaga aqidah yang benar dan menjauhi segala bentuk penyimpangan dari ajaran Islam.
Dalil dari Al-Qur’an:
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
“وَمَن يَبْتَغِ غَيْرَ الْإِسْلَامِ دِينًا فَلَنْ يُقْبَلَ مِنْهُ وَهُوَ فِي الْآخِرَةِ مِنَ الْخَاسِرِينَ”
(QS. Ali ‘Imran: 85)
“Dan barang siapa yang mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima darinya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi.”
Ayat ini dengan tegas menegaskan bahwa hanya Islam yang diterima oleh Allah Ta’ala sebagai agama yang sah. Semua bentuk penyimpangan, baik dalam bentuk liberalisme, sekulerisme, ataupun bentuk ideologi lainnya yang bertentangan dengan Islam, adalah jalan yang salah dan akan membawa kerugian di akhirat.
Dalil dari Hadist
Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam Bersabda:
“مَنْ بَدَّلَ دِينَهُ فَاقْتُلُوهُ”
(HR. Bukhari, no. 3029)
“Barang siapa yang keluar dari agama Islam, maka ia telah kafir.”
Hadist ini memperingatkan kita bahwa menyimpang dari agama Islam adalah tindakan yang sangat serius dan bisa berakibat fatal bagi keimanan seseorang. sampai Nabi ﷺ memerintah agar pelakunya dibunuh, namun sebelumnya, seorang pemimpin hendaknya bijak sebelum memvonis hukuman mati bagi yang murtad, perlu ditegakkan hujjah dan aturan-aturan lainnya. sehingga penerapan hukuman tersebut sesuai dengan aturan Allah Ta’ala dan Rasul-Nya ﷺ. karenanya begitu besar hukuman bagi orang yang murtad, begitulah hukum dunia berlaku untuknya, lalu bagaimana dengan hukum Akhirat!? Oleh karena itu, kita harus menjaga aqidah kita dengan penuh kesadaran agar tidak terjerumus ke dalam pemikiran yang menyesatkan.
Cara Menjaga Aqidah di Tengah Gempuran Tantangan Global
Untuk menjaga aqidah di tengah gempuran tantangan global, kita perlu mengambil langkah-langkah konkret. Beberapa cara yang bisa dilakukan antara lain:
a. Menuntut Ilmu Agama yang Benar
Menuntut ilmu agama adalah langkah pertama yang harus diambil untuk menjaga aqidah. Dengan memperdalam pengetahuan tentang Al-Qur’an, hadist, dan pemahaman yang benar yaitu pemahaman para sahabat mengenai aqidah Islam, kita bisa lebih siap menghadapi segala bentuk tantangan yang mengancam aqidah kita. Banyak dari ideologi yang mengancam aqidah kita muncul karena ketidaktahuan umat Islam tentang ajaran agama yang benar.
b. Menghindari Pengaruh Negatif
Kita harus cerdas dalam memilih informasi yang kita konsumsi. Berbagai ideologi dan pemikiran yang bertentangan dengan Islam sering kali menyusup melalui media sosial dan platform digital lainnya. Oleh karena itu, sangat penting untuk selektif dalam memilih sumber informasi, serta senantiasa mengingatkan diri kita akan pentingnya menjaga aqidah Islam yang murni.
c. Berdoa dan Memohon Perlindungan kepada Allah
Doa adalah senjata utama bagi setiap Muslim. Kita harus senantiasa memohon perlindungan kepada Allah dari segala bentuk godaan yang dapat merusak aqidah kita. Salah satu doa yang diajarkan oleh Kanjeng Nabi ﷺ yang bisa kita baca adalah:
“يَا مُقَلِّبَ الْقُلُوبِ ثَبِّتْ قَلْبِي عَلَىٰ دِينِكَ”
“Wahai Dzat yang membolak-balikkan hati, teguhkan hatiku di atas agamamu.”
(HR. Tirmidzi)
Dengan doa, kita memohon agar Allah Ta’ala menjaga hati kita tetap kokoh dalam aqidah yang benar, terhindar dari penyimpangan dan kebingungan yang disebabkan oleh ideologi-ideologi yang salah.
d. Bergaul dengan Orang-orang yang Shalih
Bergaul dengan orang-orang yang memiliki pemahaman agama yang benar dan menjaga aqidah mereka sangat penting. Mereka bisa menjadi sahabat yang saling mengingatkan dalam kebaikan dan menjaga kita agar tetap teguh di jalan yang benar.
Kanjeng Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda:
Artinya: “Permisalan teman yang baik dan teman yang buruk ibarat seorang penjual minyak wangi dan seorang pandai besi. Penjual minyak wangi mungkin akan memberimu minyak wangi, atau engkau bisa membeli minyak wangi darinya, dan kalaupun tidak, engkau tetap mendapatkan bau harum darinya. Sedangkan pandai besi, bisa jadi (percikan apinya) mengenai pakaianmu, dan kalaupun tidak engkau tetap mendapatkan bau asapnya yang tak sedap.” (HR. Bukhari 5534 dan Muslim 2628)
Pelajaran yang Bisa Diambil
- Aqidah adalah Pondasi Kehidupan
Menjaga aqidah yang benar adalah dasar dari kehidupan seorang Muslim. Jika aqidah kita benar, maka segala amalan kita akan diterima oleh Allah dan kehidupan kita akan penuh dengan keberkahan. - Ilmu Agama adalah Benteng dari Penyimpangan
Untuk menjaga aqidah, kita harus senantiasa belajar dan memperdalam ilmu agama. Ilmu agama yang benar adalah benteng dari segala penyimpangan dan godaan yang bisa merusak aqidah. - Waspada terhadap Pengaruh Negatif
Di era globalisasi ini, sangat penting untuk berhati-hati dalam menerima informasi. Tidak semua yang kita dengar atau lihat sesuai dengan ajaran Islam. Oleh karena itu, kita harus memilih sumber yang benar-benar terpercaya. - Doa sebagai Senjata Utama
Memohon perlindungan kepada Allah dari godaan-godaan yang dapat menggoyahkan iman sangatlah penting. Hanya dengan pertolongan Allah kita dapat tetap menjaga aqidah kita.
Kesimpulan
Menjaga aqidah di tengah gempuran tantangan global bukanlah hal yang mudah, tetapi sangat mungkin untuk dilakukan. Dengan menuntut ilmu agama yang benar, memilih informasi yang tepat, berdoa, dan bergaul dengan orang-orang yang shalih, kita dapat menjaga aqidah kita tetap murni. Hal ini sangat penting agar kita tetap berada di jalan yang benar, yaitu jalan yang diridhai oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Sebagai umat Islam, kita harus memiliki kesadaran penuh bahwa aqidah yang benar adalah pondasi hidup kita, dan menjaga aqidah adalah kewajiban yang harus dilakukan sepanjang hidup. Semoga kita semua bisa bertemu Allah dalam keadaan beragama Islam, memiliki aqidah yang benar dan dijauhkan dari seluruh hal-hal yang dapat merusak aqidah kita. aamiin
Wallahu ‘alam
…
“Menjaga aqidah adalah bentuk cinta kepada Allah, dan cinta kepada Allah adalah sumber kebahagiaan yang abadi.”
***
Girisekar, Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, 25 Rajab 1446 H/25 Januari 2025 M.
Ditulis oleh : Muhammad Dimas Prasetyo
Artikel : Meciangi.or.id






