إن الحمد لله نحمده ونستعينه ونستغفره و نتوب إليه ونعوذ بالله من شرور أنفسنا ومن سيئات أعمالنا
من يهده الله فلا مضل له ومن يضلل فلا هادي له وأشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له وأشهد أن محمدا عبده ورسوله بلغ الرسالة و أدى الأمانة و نصح الأمة و جاهد فى الله حق جهاده حتى أتاه اليقين ما ترك خيرا إلا دل الأمة عليه ولا شرا إلا حذرها منه فصلوات الله و سلامه عليه و على آله و صحبه أجمعين
قال الله عز وجل
﴿يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالًا كَثِيرًا وَنِسَاءً وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالْأَرْحَامَ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا﴾
إنَّ خير الحديث كتابُ الله، وخير الهدي هديُ محمدٍ ﷺ، وشرَّ الأمور مُحدثاتها و كل محدثة فى الدين بدعة وكل بدعةٍ ضلالة
أما بعد
Wahai Jama’ah kaum muslimin رحمنى و رحمكم :
Bertakwalah kepada Allah Ta’ala lazimilah sifat muroqobah. Merasa engkau senantiasa diawasi oleh Allah Subhaanahu wa Ta’ala engkau merasa Allah تعالى senantiasa bersama mu dan melihatmu.
Jama’ah kaum muslimin رحمنى و رحمكم :
Pandangan adalah pintu terbesar yang akan mempengaruhi hati seorang hamba, Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda :
النَّظرةُ سَهمٌ من سِهامِ إبليسَ مَسمومةٌ
“Pandangan adalah salah satu anak panah dari anak panah Iblis yang beracun.” (HR. Al-Haakim,, al-Mudtadrak ala Shohihain, 8088).
Berkata imam Al Qurtuby rahimahullah :
البصر هو بوابة كبرى إلى القلب (الجامع لأحلام القرآن)
“Penglihatan adalah gerbang terbesar yang bisa mempengaruhi hati” (Jaami’u li-Ahlaam al-Qur’aan).
Seorang yang menjaga pandangan berarti telah menjaga hatinya. Dan sebaliknya siapa saja yang tidak bisa menjaga pandangannya dari yang haram, selalu diumbarnya, selalu ia arahkan kemana hawa nafsunya berbisik, berarti ia telah menyuguhkan kayu bakar untuk hatinya. Ia telah mencoreng dan mengotori kemurnian dan kebersihan hatinya. Dia telah menjadikan hatinya diambang pintu kebinasaan. Betapa banyak perbuatan durjana yang bermula dari pandangan.
Jama’ah kaum muslimin رحمنى و رحمكم :
Betapa banyak jiwa menjadi tenteram dan tenang serta terdidik dengan baik. Dikarenakan ia pandai menjaga pandangannya dari sesuatu yang haram.
Sungguh suci pemilik hati yang selalu menjaga pandangannya.
Allah Ta’ala berfirman :
قُل لِّلْمُؤْمِنِينَ يَغُضُّوا۟ مِنْ أَبْصَٰرِهِمْ وَيَحْفَظُوا۟ فُرُوجَهُمْ ۚ ذَٰلِكَ أَزْكَىٰ لَهُمْ ۗ إِنَّ ٱللَّهَ خَبِيرٌۢ بِمَا يَصْنَعُونَ
Artinya : “Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandanganya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat.” (An-Nur : 24:30)
وَقُل لِّلْمُؤْمِنَٰتِ يَغْضُضْنَ مِنْ أَبْصَٰرِهِنَّ وَيَحْفَظْنَ فُرُوجَهُنَّ
Artinya : “Katakanlah kepada wanita yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya.” (An Nuur 24:31)
Dalam hadits riwayat Ahmad dari Ubadah ibn Shamit bahwasanya Rasulullah ﷺ bersabda :
اضمَنوا لي ستًّا أضمَنْ لكم الجنَّةَ: اصدُقوا إذا حدَّثْتُم وأوفوا إذا وعَدْتُم وأدُّوا إذا ائتُمِنْتُم واحفَظوا فُروجَكم وغُضُّوا أبصارَكم وكُفُّوا أيديَكم
“Jaminkan kepadaku enam perkara, maka aku akan menjamin untuk kalian surga: (1) Berkatalah jujur jika kalian berbicara, (2) Tepatilah janji jika kalian berjanji, (3) Tunaikanlah amanah jika kalian diberi kepercayaan, (4) Jagalah kemaluan kalian, (5) Tundukkan pandangan kalian, dan (6) Tahanlah tangan kalian (dari menyakiti orang lain atau berbuat dosa).” (HR. Ibnu Hibban dalam Shohih Ibnu Hibban, 271).
Dalam hadits yang lain disebutkan :
أتى النَّبيُّ ﷺ مجلِسًا مِن مجالِسِ الأنصارِ فيه جماعةٌ منهم فسلَّم فردُّوا السَّلامَ وكرِه لهم النَّبيُّ ﷺ المجلِسَ فقالوا يا رسولَ اللهِ مجلِسٌ كان يجلِسُه آباؤُنا في الجاهليَّةِ فأحبَبْنا أنْ نعمُرَه ونجلِسَ فيه قال فإنْ أبَيْتُم إلّا أنْ تفعَلوا فرُدُّوا السَّلامَ وغُضُّوا الأبصارَ وأرشِدوا السَّبيلَ
“Suatu saat Nabi ﷺ datang ke salah satu majelis dari majelis kaum Anshar yang di dalamnya terdapat sekelompok dari mereka. Beliau memberi salam, dan mereka pun membalas salam tersebut. Namun, Nabi ﷺ tidak menyukai majelis tersebut. Mereka berkata :
يا رسولَ اللهِ مجلِسٌ كان يجلِسُه آباؤُنا في الجاهليَّةِ فأحبَبْنا أنْ نعمُرَه ونجلِسَ فيه
“Wahai Rasulullah, ini adalah majelis yang dahulu ditempati oleh nenek moyang kami di masa jahiliah, dan kami ingin menghidupkannya serta duduk di dalamnya.” Beliau bersabda :
فإنْ أبَيْتُم إلّا أنْ تفعَلوا فرُدُّوا السَّلامَ وغُضُّوا الأبصارَ وأرشِدوا السَّبيلَ
“Jika kalian tetap ingin melakukannya, maka balaslah salam, tundukkan pandangan, dan tunjukkan jalan yang benar.” (HR. Ath-Thobaraaniy dalam Al-Mu’jam al-Ausath, 5/137)
Dan hadits-hadits semakna dengan itu sangat lah banyak.
Diriwayatkan juga dari Ali bin Abi Thalib, bahwa Rasulullah ﷺ bersabda :
“يَا عَلِيُّ، لَا تُتْبِعِ النَّظْرَةَ النَّظْرَةَ، فَإِنَّ لَكَ الْأُولَى وَلَيْسَتْ لَكَ الآخِرَةُ.”
“Wahai Ali, janganlah engkau mengikuti pandangan pertama dengan pandangan berikutnya, karena pandangan pertama itu untukmu (dimaafkan), tetapi yang kedua tidak untukmu.” (HR. Abu Dawud, no. 2149; Tirmidzi, no. 2777; Ahmad, 5/351).
Jama’ah kaum muslimin رحمنى و رحمكم الله :
Printah Allah dan Rasul-Nya tentang menjaga pandangan lebih ditekankan lagi terutama di zaman kita ini.
Zaman dimana kemajuan teknologi tidak lagi bisa dibendung. Zaman ketika fitnah dan dosa yang beragam mampu dan diakses di setiap rumah-rumah kita. Zaman tatkala berita media sosial di perangkat ponsel adalah lumrah sebagi konsumsi masyarakat seluruh dunia di hari-hari kita. Zaman yang seandainya bukan karena rahmat Allah Ta’ala dan pertolonganNya kepada hamba-Nya niscaya kita akan mudah tergelincir dan melenceng dari jalan petunjuk dan kebenaran.
Jama’ah kaum muslimin رحمنى و رحمكم :
Jika kita sadar bahwasanya pandangan mempunyai pengaruh dan peran yang besar ke dalam hati kita, maka perlu untuk kita ketahui tentang manfaat menjaga pandangan dari yang haram serta buah dan bunga keberkahan yang akan kita peroleh ketika kita mampu untuk menjaga pandangan kita dari sesuatu yang diharamkan.
Hal ini sebagaimana pernah diungkapkan oleh Al Imam Ibn Qoyyim Al Jauziyyah dengan sangat baik. Dalam kitabnya al-Jawaabul Kaafiy. Maka perhatikanlah secara makna dan ringkas apa yang kami sebutkan. Sungguh dalam ucapan beliau terdapat faedah yang besar dan semoga bisa menguatkan jiwa-jiwa kita yang lemah.
1. Menjaga pandangan merupakan bentuk pengamalan perintah Allah Subhaanahu wa Ta’ala. Karena mengamalkan perintah syariat adalah sebab tertinggi yang menyebabkan kebahagiaan dunia dan akhirat. Dan tidak ada sesuatu yang paling bermanfaat bagi kita baik dikehidupan dunia maupun kehidupan akhirat kecuali mengamalkan perintah syariat. Dan sebaliknya tidak ada sesuatu yang lebih membahayakan dan merusak selain meninggalkan perintah dan menerjang larangan-larangan Allah Subhaanahu wa Ta’ala.
2. Menjaga pandangan berarti telah membendung hati dari pengaruh racun-racun syahwat yang bisa membinasakan hati dan menodainya.
Orang yang menjaga pandangan berarti telah memutus rantai masuknya setan ke dalam hatinya. Karena dari pandangan itu lah salah satu wasilah masuknya setan kedalam hatinya bahkan lebih cepat dari hembusan angin.
Demi Allah robbul ‘alamin. Seandainya anda menginginkan kesucian hati namun masih enggan menahan pandangan dari sesuatu yang haram. Berarti harapan anda adalah harapan yang semu. Bagaimana mungkin anda menginginkan bejana yang bersih namun setiap hari anda kotori dan nodai.
3. Menjaga pandangan bisa mendekatkan diri kepada Allah Subhaanahu wa Ta’ala. Ada pun mengumbar pandangan akan mencerai-beraikan hati dan menjauhkannya dari Allah Subhaanahu wa Ta’ala. Dan tidak ada sesuatu yang paling berbahaya bagi hati selain mengumbar pandangan .
Imam Al Mujahid pernah mengatakan :
غض البصر عن محارم الله يورث حب الله
“Menahan pandangan dari sesuatu yang diharamkan Allah akan menyebabkan kecintaan Allah Ta’ala”
Nabi ﷺ bersabda dalam Hadits Qudsi Allah mengatakan :
فإذا أحْبَبْتُهُ، كُنْتُ سَمْعَهُ الَّذي يَسْمَعُ به، وبَصَرَهُ الَّذي يُبْصِرُ به، ويَدَهُ الَّتي يَبْطِشُ بها، ورِجْلَهُ الَّتي يَمْشِي بها، وإنْ سَأَلَنِي لَأُعْطِيَنَّهُ، ولَئِنِ اسْتَعاذَنِي لَأُعِيذَنَّهُ
“Jika Aku mencintainya, maka Aku menjadi pendengarannya yang dengannya ia mendengar, penglihatannya yang dengannya ia melihat, tangannya yang dengannya ia memegang, dan kakinya yang dengannya ia berjalan. Jika ia meminta kepada-Ku, pasti Aku memberinya, dan jika ia memohon perlindungan kepada-Ku, pasti Aku melindunginya.”
4. Menjaga pandangan akan menguatkan hati untuk istiqomah di atas kebenaran dan menguatkan akal. sebagaimana mengumbar pandangan akan melemahkan akal dan mewariskan kesedihan.
Karena Setan menghiasi hati setelah pandangan yang haram itu dengan angan-angan palsu dan kenikmatan sesaat. Kemudian setelah itu setan menyalakan gejolak syahwat dalam hatinya. Dan sangat pantas hati yang dipenuhi gejolak syahwat itu Allah balas dengan gejolak apinya kelak di akhirat karena sebab perbuatan yang ia lakukan.
5. Menjaga pandangan akan mendatangkan cahaya hati. Sebagimana mengumbar pandangan akan mematikan cahaya hati dan menutupinya.
Perhatikanlah ketika Allah Ta’ala menyebutkan perintah menjaga pandangan dalam Surah An-nur yang kita bacakan tadi. Setelahnya Allah Ta’ala berfirman :
ٱللَّهُ نُورُ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ ۚ
Artinya : “Allah (Pemberi) cahaya (kepada) langit dan bumi.” (An Nuur 24:35)
Apabila hati dipenuhi dengan cahaya maka ia akan mudah menerima kebenaran. Sebagaimana ketika hati itu gelap ia akan menghadapi berbagai kegelisahan dan bencana di kemudian hari.
Hati yang gelap akan condong kepada kesesatan dan akan menjauhi jalan petunjuk. Hati yang gelap akan senantiasa mengikuti hawa nafsu. ketika seseorang senantiasa mengikuti hawa nafsunya berarti ia telah tersibukkan dengan sebab-sebab yang mengantarkan kepada kebinasaan, dan ia akan menjauhi sebab-sebab yang mengantarkan kepada kebahagiaan. Semua itu terjadi karena hilangnya cahaya yang harusnya menerangi hati yang gelap tersebut.
6. Menjaga pandangan akan menjadikan seorang hamba memiliki firasat yang benar dan tajam. Yang mampu membedakan antara sisi-sisi yang benar dan sisi-sisi yang salah. Mana yang dusta dan mana yang jujur.
Berkata Syah ibn Suja’ Al Karmani :
من غَضَّ بصره عن المحارم، وأمسك نفسه عن الشهوات، وعَمَّرَ باطنَه بِدوام المراقبة، وظاهره باتباع السُّنة، وعَوَّدَ نفسه أكل الحلال، لم تخطئ له فراسة”
“Barang siapa yang menahan pandangannya dari hal-hal yang haram, menahan dirinya dari hawa nafsu, memperindah batinnya dengan senantiasa merasa diawasi oleh Allah, menghiasi lahirnya dengan mengikuti sunnah (ajaran Nabi), dan membiasakan dirinya untuk hanya memakan yang halal, maka firasatnya tidak akan meleset.”
وقد قيل: إن شجاعًا هذا كان لا تخطئ له فراسة
Dan dikatakan bahwa Syujāʿ (nama seseorang) ini adalah orang yang firasatnya tidak pernah meleset.
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :
“من ترك شيئًا لله عوَّضه الله خيرًا منه.”
“Barang siapa yang meninggalkan sesuatu karena Allah, maka Allah akan menggantinya dengan sesuatu yang lebih baik darinya.”
7. Dengan menahan pandangan, seseorang akan memiliki kemampuan untuk kontrol diri terhadap hawa nafsunya. Adapun orang yang tidak bisa menahan pandangannya maka hawa nafsunya yang akan menguasainya.
Allah Ta’ala berfirman :
وَلَا تُطِعْ مَنْ أَغْفَلْنَا قَلْبَهُۥ عَن ذِكْرِنَا وَٱتَّبَعَ هَوَىٰهُ وَكَانَ أَمْرُهُۥ فُرُطًا
Artinya : “Dan janganlah kamu mengikuti orang yang hatinya telah Kami lalaikan dari mengingati Kami, serta menuruti hawa nafsunya dan adalah keadaannya itu melampaui batas.” (Al Kahfi 18:28)
8. Bahwasanya antara mata dan hati memiliki siklus yang saling berkesinambungan. barang siapa yang benar hatinya benar pula pandangannya dan barang siapa yang benar pandangannya benar pula hatinya. Demikian pula dalam ranah keburukan, barang siapa yang buruk hatinya buruk pula pandangannya barang siapa buruk pandangannya buruk pula hatinya. Perumpamaan hati yang kotor layaknya penampungan sampah yang hanya menampung kotoran menampung najis dan sampah Na’uzubillah. Dan hati yang kotor bukanlah tempat yang cocok untuk ma’rifatullah , untuk Mahabbatullah, dan bukan tempat yang cocok untuk surur bi kurbi minallah.
Inilah beberapa faedah yang bisa kita ambil dari ucapan ulama kita. Jikalau Ibn Qoyyim memperingatkan kita tentang bahaya mengumbar pandangan tatkala belum adanya perangkat seperti zaman kita sekarang, lantas bagaimana jika ia mengetahui apa yang terjadi pada hari-hari kita ini.
Oleh karenanya sudah merupakan suatu kelaziman bagi seorang muslim dan muslimah untuk bertakwa mengamalkan perintah syariat kita dan semangat menjaga pandangan walaupun nafsu bergejolak demi keselamatan hati kita , demi keselamatan agama kita , demi keselamatan dari segala kemudharatan-kemudharatan dari mengumbar pandangan.
اللهم عافنا يا إلهنا فى أسماعنا و أبصارنا و قوتنا ما أحييتنا
اللهم اغفر لنا ذنوبنا كلها إنك أنت الغفور الرحيم
Khutbah 2
الحمد لله الحمد الذى أرسل رسوله بالهدى ودين الحق ليزهره على الدين كله و كفى بالله شهيدا
و أشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له إقرارا به و توحيدا
و أشهد أن محمدا عبده ورسوله صلى الله عليه وعلى آله وأصحابه وسلم تسليمًا مزيدا.
أما بعد
Jama’ah kaum muslimin رحمنى و رحمكم :
Sungguh kita bisa saksikan betapa besarnya pengaruh pandangan terhadap perbuatan kita. Tidak lah seorang tamak terhadap dunia disebabkan karena ia sering melihat orang lain yang lebih darinya.
Betapa banyak kekejian tindakan kriminal diawali karena ia melihat orang lain melakukannya.
Betapa banyak perselingkuhan ketidak ketidak puasan terhadap pasangan karena pengaruh pandangan.
Berawal dari pandangan kemudian muncullah lintasan-lintasan pikiran dari lintasan-lintasan pikiran tersebut muncul syahwat dari syahwat muncul niat dan kehendak dari kehendak menjadi azam dan akhirnya melahirkan perbuatan yang tidak terelakkan lagi akan terjadi.
Ibnu Qoyyim pernah mengatakan dengan ucapannya yang indah :
كُلُّ الحَوَادِثِ مَبْدَأُهَا مِنَ النَّظَرِ
وَمُعْظَمُ النَّارِ مِنْ مُسْتَصْغَرِ الشَّرَرِ
كَمْ نَظْرَةٍ بَلَغَتْ فِي قَلْبِ صَاحِبِهَا
كَمَبْلَغِ السَّهْمِ بَيْنَ القَوْسِ وَالوَتَرِ
“Segala musibah berawal dari pandangan,
Dan api yang berkobar berasal dari percikan kecil.
Betapa banyak pandangan yang menembus hati pemiliknya,
Seperti tembakan anak panah dari busur dan talinya.”
Jama’ah kaum muslimin رحمنى و رحمكم :
Bertakwalah kepada Allah Ta’ala lazimilah sifat muroqobah. Merasa engkau senantiasa diawasi oleh Allah Ta’ala. Engkau merasakan Allah Ta’ala senantiasa bersamamu dan melihatmu baik dalam ucapan, pandangan, pergerakan maupun perbuatan sekecil apapun. Karena pengingat yang paling besar dan paling kuat untuk menasihati kita dan menjauhkan kita dari melakukan maksiat adalah Sifat Muroqobah (Perasaan secara kontinu bahwasanya Allah Ta’ala senantiasa melihat kita).
أَلَمْ يَعْلَم بِأَنَّ ٱللَّهَ يَرَىٰ
Artinya : “Tidaklah dia mengetahui bahwa sesungguhnya Allah melihat segala perbuatannya?” (Al ‘Alaq 96:14)
Dalam ayat yang lain disebutkan :
يَعْلَمُ خَآئِنَةَ ٱلْأَعْيُنِ وَمَا تُخْفِى ٱلصُّدُورُ
Artinya : “Dia mengetahui (pandangan) mata yang khianat dan apa yang disembunyikan oleh hati.” (Ghafir 40:19)
Tatkala anda berada dalam suatu tempat yang sunyi tiada didapati seorang pun yang melihat anda, dan anda mengira bahwasanya anda aman! Ketahuilah Allah Ta’ala yang maha Perkasa melihat dan senantiasa mengawasi anda.
إِنَّ رَبَّكَ لَبِٱلْمِرْصَادِ
Artinya : “Sesungguhnya Tuhanmu benar-benar mengawasi.” (Al Fajr 89:14)
Maka takutlah akan azab dan balasan-Nya dikemudian hari kelak apabila anada melakukan suatu dosa.
Jama’ah kaum muslimin رحمنى و رحمكم :
Ketika kita berbicara syariat menahan pandangannya dari sesuatu yang haram buka berarti maksudnya adalah anda mengurung diri di dalam rumah dan tidak keluar rumah. Bukan pula maksudnya perangkat yang ada di tangan anda harus dibuang dan disingkirkan. Namun yang terpenting adalah takwa anda dan kesabaran anda ketika berpegang kepada syariat Allah Ta’ala.
Hari ini kita berada di tanggal satu Sya’ban InsyaAllah bulan depan kita berada di tanggal 1 Ramadhan. Maka persiapkan lah hati kita supaya lebih baik dan ingatlah firman Allah Ta’ala yang memperingatkan kita di suatu hari,
يَوْمَ لَا يَنفَعُ مَالٌ وَلَا بَنُونَ إِلَّا مَنْ أَتَى ٱللَّهَ بِقَلْبٍ سَلِيمٍ
“(Yaitu) di hari harta dan anak-anak laki-laki tidak berguna, kecuali orang-orang yang menghadap Allah dengan hati yang bersih,” (Asy Syu’araa’ 26:88-89)
Semoga Allah Ta’ala senantiasa menjaga pandangan dan membersihkan hati kita. Dan kita berlindung kepada Nya dari kejelekan hawa nafsu kita.
هذا و صلوا و سلموا على البشير النذير و السراج المنير حيث أمركم بذلك العليم الخبير . فقال:
يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ صَلُّوا۟ عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا۟ تَسْلِيمًا
اللهم صل و سلم و بارك على سيدنا محمد و على آله و صحبه أجمعين
اللهم يا مقلب القلوب ثبت قلوبنا على دينك و على طاعتك
اللهم آت نفوسنا تقواها و زكها أنت خير من زكاها أنت و ليها و مولاها
اللهم أصلح بواطننا و ظواهرنا
اللهم أصلح سرنا و علانيتنا
اللهم أصلح أفعالها و أقوالنا
اللهم وفق ولاة أمورنا لما تحب و ترضى
اللهم أعز الإسلام والمسلمين فى كل مكان
اللهم انصر المسلمين المستضعفين فى كل مكان
اللهم عليك بأعدائك فإنهم لا يعجزونك
اللهم اغفر للمسلمين و المسلمات و المؤمنين والمؤمنات الأحياء منهم والأموات
ربنا آتنا في الدنيا حسنة وفي الآخرة حسنة وقنا عذاب النار
و الحمد لله رب العالمين
عباد الله:
إن الله يأمركم بالعدل و الإحسان و إيتاء ذي القربى و ينهى عن الفحشاء و المنكر يعظكم لعلكم تذكرون فاذكوا الله العظيم يذكركم و اشكروا على نعمه يزدكم و اسألوا من فضله يعطكم و لذكر الله أكبر
و الله يعلم ما تصنعون
***
Masjid jami’ Al Furqon, 31 Januari 2025/ 1 Sya’ban 1446 H
Penulis : Ustadz Lis Mujiono, S.Pd.I
Artikel : Meciangi.or.id






