Bismillah…
وَمَا كَانَ لِمُؤْمِنٍ أَنْ يَقْتُلَ مُؤْمِنًا إِلَّا خَطَأً وَمَنْ قَتَلَ مُؤْمِنًا خَطَأً فَتَحْرِيرُ رَقَبَةٍ مُؤْمِنَةٍ وَدِيَةٌ مُسَلَّمَةٌ إِلَى أَهْلِهِ إِلَّا أَنْ يَصَّدَّقُوا فَإِنْ كَانَ مِنْ قَوْمٍ عَدُوٍّ لَكُمْ وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَتَحْرِيرُ رَقَبَةٍ مُؤْمِنَةٍ وَإِنْ كَانَ مِنْ قَوْمٍ بَيْنَكُمْ وَبَيْنَهُمْ مِيثَاقٌ فَدِيَةٌ مُسَلَّمَةٌ إِلَى أَهْلِهِ وَتَحْرِيرُ رَقَبَةٍ مُؤْمِنَةٍ فَمَنْ لَمْ يَجِدْ فَصِيَامُ شَهْرَيْنِ مُتَتَابِعَيْنِ تَوْبَةً مِنَ اللَّهِ وَكَانَ اللَّهُ عَلِيمًا حَكِيمًا
(النساء: ٩٢)
Artinya : “Tidak layak bagi seorang mukmin membunuh seorang mukmin, kecuali karena tidak sengaja, dan barangsiapa membunuh mukmin secara tidak sengaja maka ia memerdekakan seorang budak yang beriman serta membayar diyat yang diserahkan kepada keluarganya, kecuali jika mereka bersedekah. Jika ia dari kaum (kafir) yang ada perjanjian antara mereka dengan engkau, maka membayar diyat yang diserahkan kepada keluarganya serta memerdekakan budak yang beriman. Barangsiapa yang tidak memperolehnya, maka hendaklah ia berpuasa dua bulan berturut-turut untuk mendapat taubat dari pada Allah. Dan Allah Maha Berilmu lagi Maha Bijaksana.” (An-Nisa : 92)
Kecelakaan beruntun tejadi lagi di jalan tol. Yang terbaru di Gerbang Tol Ciawi 2 Bogor.
Kecelakaan di jalan tol sangatlah banyak. Tahun 2022 total 4.487 kasus kecelakaan di jalan tol se-Indonesia. Kiranya kita yang masih hidup betulan ambil pelajaran. Mudah-mudahan tidak menimpa kita atau orang yang kita sayangi. Aamiin.
Di sisi aqidah, semua ini adalah takdir yang tercatat di lauhul mahfuzh sudah tercatat sejak 50.000 tahun sebelum Allah menciptakan langit dan bumi. Semua ketentuan Allah tidak akan meleset. Akan tetapi, meskipun demikian semua manusia diberikan kehendak, kesadaran untuk melakukan yang mereka kehendaki sebelum menyongsong takdirnya. Allah berfirman :
وَمَا تَشَاۤءُونَ إِلَّاۤ أَن یَشَاۤءَ ٱللَّهُ رَبُّ ٱلۡعَـٰلَمِینَ (الكتير ٢٩)
Artinya : “Dan tidaklah kalian inginkan sesuatu kecuali karena takdir Allah dan kehendak-Nya.” (At-Takwir : 29)
Manusia muslim tidak pasrah bongkokan kepada takdir yang dia tidak tahu sampai itu terjadi. Muslim berusaha mendapat yang dia maukan dengan mengambil sebab-sebabnya. Lalu ketika sesuatu yang tidak diinginkan terjadi , maka hendaknya bersabar dan tawakkal atas ketentuan Allah. Semua peristiwa ada hikmahnya.
Sabar pada umumnya di sini adalah menerima ketentuan dan takdir Allah agar tidak bersungut-sungut atau ungkapan ketidak-ridhoan dengan apa yang menimpa dia. Adapun tawakal kepada Allah adalah seseorang mengetahui bahwa Allah menjadi penanggung rezekinya dan semua urusan kehidupannya sehingga dia menyandarkan dirinya kepada Allah saja.
Kemudian di dalam perkara kecelakaan ini ada korban jiwa ataupun harta yang tidak boleh diabaikan. Tanggung jawab dan ganti rugi antara pihak-pihak yang terlibat harus diselesaikan. Di dalam agama kita dilarang menimbulkan mafsadat maupun membalas dengan mafsadat lainnya. Kalimat syar’i nya “لا ضَرَر ولا ضِرار”. Dhoror artinya memberikan kerusakan / mafsadat. Dhiroor artinya membalas tindakan merusak dengan menimbulkan mafsadat lagi. Oleh karena itu para pihak yang terlibat menjadi sebab terjadinya kerusakan besar ini memiliki tanggung jawab menyelesaikan secara paripurna sesuai syariat Islam.
Kemudian pertanyaan apakah tabrakan di jalan raya termasuk pembunuhan? Iya, peristiwa ini masuk kategori pembunuhan. Ini masuk ke dalam definisi “قتل” yaitu “فعل يحصل به زهوق الروح” (perbuatan yang mengakibatkan hilangnya nyawa).
Di dalam Fiqih Islam, pembunuhan ada tiga kategori:
1. Pembunuhan sengaja (قتل عمد). Ini adalah aktivitas orang dengan niat membunuh juga dengan menggunakan benda yang mematikan.
2. Pembunuhan seperti sengaja (شبه عمد) ini adalah seseorang memang TIDAK berniat membunuh juga menggunakan benda yang diketahui tidak membuat mati dan melukai akan tetapi korbannya meninggal. Misalnya, seseorang memukul di anggota badan yang tidak berbahaya dan dia tidak berniat membunuh akan tetapi ternyata meninggal akibat pukulan tersebut.
3. Pembunuhan tidak sengaja (قتل خطأ). Pembunuhan tidak disengaja, atau peristiwa ditujukan untuk objek tertentu ternyata malah mengenai manusia. Misalnya: orang mengincar hewan buruan ternyata mengenai manusia dan meninggal.
Berdasarkan tiga kategori di atas, peristiwa kematian disebabkan tabrakan di jalan raya ini secara umumnya masuk kepada pembunuhan TIDAK sengaja (قتل خطأ) (Namun di setiap kasusnya dikembalikan kepada penelusuran pihak yang berwajib). Pembunuhan jenis ini memiliki beberapa konsekuensi :
1. Bagi pembunuhnya maka dia harus bayar kafarat. Kafaratnya adalah membebaskan budak mukmin atau jika tidak ada maka berpuasa dua bulan berturut-turut. Jika korbannya ada delapan, maka dia melakukan puasa dua bulan berturut-turut delapan kali. Namun ada juga ulama yang berpendapat kafaratnya tetap satu kali.
2. Bagi ahli waris dari pembunuhnya dia membayar diyat yang ringan. Yaitu dari setiap satu orang meninggal diyatnya adalah 100 ekor unta. Bisa dicicil selama 3 tahun.
Selain korban meninggal, syariat Islam juga mengatur terkait korban luka-luka, mereka ada diyatnya masing-masing terperinci pada babnya.
Oleh karena itu, mari kepada kaum muslimin khususnya kita ambil hikmah dari kejadian ini, untuk memiliki kewaspadaan di manapun agar tidak saja selamat dari kecelakaan, akan tetapi juga agar kuat kesadaran tidak mencelakai orang lain alias melakukan aktifitas yang membahayakan pihak lain khususnya di jalan raya. Bahaya harus dihilangkan sebagaimana dikenal dalam kaidah fiqih “الضَرَر يُزَال”. Bahkan salah satu poin dari Maqoshid Syariah yang masuk ke semua bab syari’at adalah “حِفْظ النَّفْس” (Penjagaan Terhadap Nyawa). Dengan demikian semua hal yang membahayakan nyawa tanpa haq harus dihindari.
—–
Referensi:
Mausu’atul Fiqhil Islamy – Muhammad bin Ibrahim at-Tuwaijiri rahimahullahu
Al-Qowaidul Fiqhiyyah wa Tathbiqotuha fil Madzahibil Arba’ah – Dr. Muhammad Musthofa Az-Zuhaili
Nadhrotun Na’im fi Makarimil Akhlaqir Rosulil Karim
At-Ta’riifaat – Ali bin Muhammad bin Ali Al-Jurjani
https://www.liputan6.com/otomotif/read/5910945/kecelakaan-di-gerbang-tol-ciawi-penertiban-pelanggaran-odol-tak-bisa-ditawar-lagi
https://oto.detik.com/berita/d-6800407/keberhasilan-jalan-tol-dapat-dilihat-dari-minimnya-kecelakaan-jalan-tol-indonesia-aman
Teks Ayat Al-Qur’an : Nuqayah Project الباحث القرآني
Terjemah Ayat Al-Quran: KSU Electronic Mooshaf Project “Ayat” for Android
***
Jakarta : 27 Sya’ban 1446 H / 26 Februari 2025
Penulis : Ustadz Denny Juzaili Abu Muhammad
Artikel : Meciangi.or.id






