Sabtu, Juni 6, 2026
Meci Angi | Forum Kajian Mahasiswa Meci Angi
NEWSLETTER
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BELAJAR ISLAM
    • AQIDAH
    • MANHAJ
  • FIQH DAN MUAMALAH
    • FIQH
    • QOIDAH FIQH
    • USHUL FIQH
  • TAZKIYATUN NUFUS
    • ADAB DAN AKHLAQ
    • TAZKIYATUN NUFUS
  • DOWNLOAD
    • E-BOOK
    • BULETIN MECI ANGI
    • KITAB ULAMA
    • REKAMAN KAJIAN
  • LAINNYA
    • FATWA ULAMA
    • TAFSIR
    • SIROH
    • KHUTBAH JUM’AT
    • BAHASA ARAB
    • BANTAHAN
    • TANYA JAWAB
    • MUTIARA SALAF
    • BIOGRAFI
Meci Angi | Forum Kajian Mahasiswa Meci Angi
  • BERANDA
  • BELAJAR ISLAM
    • AQIDAH
    • MANHAJ
  • FIQH DAN MUAMALAH
    • FIQH
    • QOIDAH FIQH
    • USHUL FIQH
  • TAZKIYATUN NUFUS
    • ADAB DAN AKHLAQ
    • TAZKIYATUN NUFUS
  • DOWNLOAD
    • E-BOOK
    • BULETIN MECI ANGI
    • KITAB ULAMA
    • REKAMAN KAJIAN
  • LAINNYA
    • FATWA ULAMA
    • TAFSIR
    • SIROH
    • KHUTBAH JUM’AT
    • BAHASA ARAB
    • BANTAHAN
    • TANYA JAWAB
    • MUTIARA SALAF
    • BIOGRAFI
No Result
View All Result
Meci Angi | Forum Kajian Mahasiswa Meci Angi
No Result
View All Result

Rahasia di Balik HIjrah Nabi

Hendri Abu Abdirrahman Al-Idris, S.Kom by Hendri Abu Abdirrahman Al-Idris, S.Kom
28 Desember 2025
in SIROH
Reading Time: 4 mins read
0
Home SIROH

Dalam hijrahnya Nabi banyak peristiwa yang dapat kita ambil. Diantaranya:

RELATED POST

Kisah Maryam

KIsah Nabi Luth

1. Sebab Nabi Harus Berhijrah

2. Mengenali Tokoh-Tokoh yang Akan Mengeksekusi Nabi

3. Kisah Pilihan Ketika Hijrah

Sebab Nabi harus berhijrah

Bangsa Arab di Makkah tatkala itu hidup dengan segala aktivitasnya, mulai dari berniaga hingga urusan ibadah. Nabi pada saat itu berbaur dengan mereka, dan Nabi terkenal dengan kejujuran dan kebaikannya.

Namun, tibalah waktunya Nabi mendapatkan wahyu. Nabi-pun mulai mengingatkan mereka agar meninggalkan sesembahan selain Allah. Karena mereka merasa penyembahan kepada berhala mereka itu sudah menjadi budaya dari nenek moyang maka merekapun tidak mau menerima seruan tersebut.

Sepenggal Kisah yang Terjadi Ketika Hijrah di Perjalanan Menuju Gua

Sebelum Rasulullah keluar menuju gua, tampak makar-makar kaum Quraisy untuk melaksanakan rencana kejinya. Terlihat mereka terus menunggu dan berjaga, berharap agar upaya makarnya tersebut bisa membunuh Rasulullah. Namun siapa sangka pada malam itu, Rasulullah menyuruh sahabat Ali bin Abi Thalib untuk mengganti kebiasaannya, yaitu tidur di tempatnya. Kemudian Rasulullah berkata,

“Tidurlah di tempatku, berselimutlah dengan burdah hijau yang berasal dari Hadhramaut milikku ini. Gunakanlah untuk tidurmu, niscaya tidak akan ada sesuatu apapun yang membahayakanmu.”

Karena Rasulullah selalu memakai burdahnya ketika tidur, maka  tidurnya Ali bin Abi Thalib di ranjang tersebut sudah cukup untuk meyakinkan orang-orang Quraisy bahwasanya itu adalah Nabi. Namun ternyata tidak demikian. Sementara itu Rasulullah telah berhasil keluar dan menerobos barisan-barisan meraka, padahal mereka dalam keadaan berjaga. Yang dilakukan oleh Rasululllah adalah mengambil segenggam tanah dari Al-Abathha, lalu menaburkannya di atas kepalakepala mereka. Seketika itu, Allah telah mencabut pandangan mereka untuk waktu yang telah ditentukan sehingga mereka tidak dapat melihatnya. Sedangkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam membaca firmanNya,

وَجَعَلۡنَا مِنۢ بَيۡنِ أَيۡدِيهِمۡ سَدّٗا وَمِنۡ خَلۡفِهِمۡ سَدّٗا فَأَغۡشَيۡنَٰهُمۡ فَهُمۡ لَا يُبۡصِرُونَ

Artinya : “Dan Kami adakan di hadapan mereka dinding dan di belakang mereka“ dinding (pula), dan Kami tutup (mata) mereka sehingga mereka tidak dapat melihat.” (Q.S. Yasin : 9)

Ketika keluarnya Rasulullah tidak ada seorang pun yang terlewatkan; semuanya beliau taburi tanah di kepalanya. Sementara itu beliau keluar menuju rumah Abu Bakar, kemudian keduanya keluar melalui pintu kecil di belakang rumah Abu Bakar. Pada malam harinyalah mereka sampai ke Gua Tsur, yang berada di jalan menuju Yaman.

Di sisi lain, para tokoh yang akan mengeksekusi Nabi masih tetap menunggu hingga larut malam. Dimana ketika menunggu tersebut sudah tampak tanda-tanda kesia-siaan dan kegagalan bagi mereka. Diceritakan ada seorang laki-laki yang tidak ikut dalam pengeksekusian nabi tersebut datang dan melihat para tokoh tersebut masih berada di pintu rumah nabi. Kemudian berkata, ” Apa yang membuat kalian menunggu disini?”

Mereka menjawab, “Muhammad”. Dia berkata, “Sudah tiada guna kalian menunggu. Hal ini adalah kesia-siaan, merugilah kalian. Demi Allah, dia telah melewati kalian dan menaburkan tanah di atas kepalakepala kalian!”

Kebersamaan Nabi dengan Abu bakar

Setelah meninggalkan kediamannya, Rasulullah menuju rumah Abu Bakar, dimana beliaulah teman setianya yang tidak tergantikan. Dia adalah orang yang paling dipercaya di sisinya. Pada akhirnya, beliau memilih Abu Bakar untuk menemani perjalanannya. Keduanya meninggalkan Makkah dengan bersegera sebelum fajar terbit.

Setelah Nabi mengetahui bahwa kaum Quraisy akan berusaha keras untuk mencarinya, beliau memilih jalan yang dirasa belum pernah dilalui atau memilih jalan yang memang berlawanan arah, yaitu jalan yang terletak di selatan Makkah, yang mengarah ke Yaman.

Beliau menempuh perjalanan 5 mil, hingga akhirnya tiba di bukit yang dikenal dengan Bukit Tsur, sebuah bukit yang tinggi, jalannya terjal, sulit didaki, dan banyak bebatuan. Hal inilah yang membuat kaki Rasulullah luka karena beliau berjalan tanpa mengenakan alas kaki. Sebab lukanya kaki beliau kemudian Abu Bakar menggendongya hingga mencapai bukit.

Ketika berada di gua, Abu Bakar berkata, “Demi Allah, engkau jangan masuk dulu sebelum aku memasukinya (maksudnya adalah ketika ada marabahaya biarlah Abu Bakar yang mengalaminya terlebih dahulu).”

Ternyata, setelah memasukinya didapatinya beberapa lubang, kemudian beberapa lubang ditutupi dengan kain dan sisanya dia tutupi dengan kakinya. Apa yang terjadi? Ternyata dari salah satu lubang yang dia tutupi ada sesuatu yang menyengatnya sehingga beliau merasakan sakit, karena takut Rasulullah terbangun dari tidurnya kemudian dia tahan rasa sakit tersebut, sehingga terjatuh air matanya membasahi pipi Rasulullah. Rasulullah berkata,

ما لك يا أبا بكر؟

“Ada apa denganmu wahai Abu Bakar?”

قال : لدغت، فداك أبي وأمي، فتفل رسول الله صلى الله عليه وسلم، فذهب ما يجده

“Abu Bakar berkata : ‘Ayah dan ibuku tebusanmu, wahai Rasulullah! Aku telah disengat sesuatu.’ Kemudian Rasulullah meludahi bekas sengatan tersebut, sehingga lenyaplah rasa sakitnya.”

Mukjizat untuk Memuliakan Nabi

Rasulullah dan Abu Bakar tinggal di gua selama tiga malam; malam Jumat, malam Sabtu, dan malam Ahad. Pada malam-malam tersebut keduanya didampingi oleh putra Abu Bakar yaitu Abdullah. Sementara itu Amir bin Fuhairah, budak Abu Bakar mengembalakan kambing perah untuk keduanya. Setelah Abdullah pulang ke Makkah, Amir bin Fuhairah selalu menggiring kambingnya mengikuti jejaknya agar terhapus dan tidak diketahui.

Namun, manakala upaya mereka tidak membuahkan hasil mereka membuat sayembara: siapa pun yang bisa mendapatkan Nabi dan Abu Bakar, hidup atau mati, akan diberikan hadiah sebesar 100 ekor unta. Ketika itulah pasukan berkuda, pejalan kaki, dan pelacak jejak dengan penuh semangat melakukan pencarian dan menyebar sampai ke lereng-lereng perbukitan, lembah, dataran rendah dan tinggi, sampai kepada mulut gua—namun tidak berhasil menemukannya.

Imam Al-Bukhari meriwayatkan dari Anas, dari Abu Bakar,

كنت مع النبي صلى الله عليه وسلم في الغار فرفعت رأسي

“Aku berada di sisi Nabi di gua, lalu saat mendongakkan kepalaku,

فإذا أنا بأقدام القوم، فقلت يا نبي الله لو أن بعضهم طأطأ بصره رآنا

“Ketika aku berada di antara mereka (kaki-kaki mereka di atas kepala kita), aku berkata, “Wahai Nabi Allah, seandainya sebagian dari mereka menundukkan pandangannya, mereka akan melihat kita.”

قال : اسكت يا أبا بكر، اثنان الله ثالثهما

Beliau menjawab, “Diam sejenak wahai Abu Bakar, kita memang berdua, tapi Allah-lah yang ketiga.”

وفي لفظ: ما ظنك يا أبا بكر باثنين الله ثالثهما

Di dalam versi lafadz yang lain, “Apa kamu kira kita hanya berdua wahai Abu Bakar? (Tidak demikian) Allah yang ketiganya.”

Kejadian ini merupakan mukjizat yang Allah berikan kepada Nabi, sehingga para pelacak tersebut pergi dan tidak dapat menggapai keberadaannya.

***

Repost : Grand Sahara – Purwodadi – Sidayu – Gresik, 8 Rojab 1447 H / 28 Desember 2025

Penulis : Ustadz Hendri Abu Abdirrahman Al Idris, S.Kom

Pemurajaah : Ustadz Abu Salman, B.I.S

Artikel : Buletin At-Tauhid edisi 10 thn 22

 

ShareTweetPin
Hendri Abu Abdirrahman Al-Idris, S.Kom

Hendri Abu Abdirrahman Al-Idris, S.Kom

Ustadz Hendri, S.Kom., berasal dari As-Sundawy, desa Kuningan, Jawa Barat. Pendidikan agama dimulai dari persiapan Bahasa Arab 4 tahun kemudian melanjutkan ilmu syar’i di Mahad Takhosus Al-Barkah Cilengsih Jawa Barat. Pernah belajar di Ma'had Al-Ilmi Yogyakarta. Saat ini sedang melangsungkan pendidikan S1 di Universitas As-Safwa Mesir dan sedang menempuh pendidikan di Ma'had Al-Furqon al-Islami Sidayu Gresik di marhalah Aly 2. Adapun pernah mulazamah bersama para Masyaikh : Syaikh Wahid Bin Abdussalam Bali, Syaikh Rabii Bin Ali, Syaikh Aiman Bin Musa, Syaikh Zakaria Bin Yahya, Asatidzah; Ust. Hasan al-Jaizy Lc, Ust. Jupri Lc, Ust. Sapto Arisandi SAg, Ust. Zahir al-Minangkabawi, Ust Usamah, Ust. Andi Setio Lc, Ust Cecep Nurohmah MA, Ust Iskandar Bahr Lc MA, Ust Daen Cipta, Lc Sekarang menjadi pembantu sekaligus pengajar di Mahad Saung Quran Rabbani depok.

Related Posts

Kisah Maryam
SIROH

Kisah Maryam

14 Januari 2025
KIsah Nabi Luth
SIROH

KIsah Nabi Luth

19 Februari 2024
Next Post
Nasihat Adalah Pondasi Agama

Nasihat Adalah Pondasi Agama

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TENTANG KAMI

Website meciangi.or.id adalah situs dakwah Islam yang dikelola oleh Forum Kajian Mahasiswa Meci Angi. Diantara kegiatan utama dakwah kami adalah Ma'had Meci Angi. Ma'had Meci Angi merupakan tempat menimba ilmu para penuntut ilmu yang berpijak pada pemahaman shalafus sholeh. Diantara kegiatan utamanya adalah pembelajaran bahasa arab seperti nahwu, shorof, belajar baca kitab, mengadakan daurah syar'iyyah, menerbitkan buletin serta kegiatan kegiatan dakwah lainnya.

Alamat sekretariat Website: Jln. Lintas Sumbawa, Gg. Potlot no.14. Lingkungan Rasa Bou - Kelurahan Kandai Dua - Kecamatan Woja - Kabupaten Dompu - NTB 84218.

Follow us

Terbaru

  • Angkatlah Do’amu di Hari Arafah
  • Puasa Awal Dzulhijjah
  • Kambing 1,7 Tahun Belum Powel
  • Biografi Syaikhuna wa Waliduna Aunur Rafiq bin Ghufron bin Hamdan

Kategori

  • ADAB DAN AKHLAQ
  • AL-QUR'AN
  • AQIDAH
  • BAHASA ARAB
  • BANTAHAN
  • BIOGRAFI
  • BULETIN MECI ANGI
  • E-BOOK
  • FATWA ULAMA
  • FIQH
  • KHUTBAH JUM'AT
  • KITAB ULAMA
  • MANHAJ
  • MUTIARA SALAF
  • QOIDAH FIQH
  • SIROH
  • SYAIR
  • TAFSIR
  • TANYA JAWAB
  • TAZKIYATUN NUFUS
  • USHUL FIQH
  • BERANDA
  • BELAJAR ISLAM
  • FIQH DAN MUAMALAH
  • TAZKIYATUN NUFUS
  • DOWNLOAD
  • LAINNYA

© 2024 by mantapp

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BELAJAR ISLAM
    • AQIDAH
    • MANHAJ
  • FIQH DAN MUAMALAH
    • FIQH
    • QOIDAH FIQH
    • USHUL FIQH
  • TAZKIYATUN NUFUS
    • ADAB DAN AKHLAQ
    • TAZKIYATUN NUFUS
  • DOWNLOAD
    • E-BOOK
    • BULETIN MECI ANGI
    • KITAB ULAMA
    • REKAMAN KAJIAN
  • LAINNYA
    • FATWA ULAMA
    • TAFSIR
    • SIROH
    • KHUTBAH JUM’AT
    • BAHASA ARAB
    • BANTAHAN
    • TANYA JAWAB
    • MUTIARA SALAF
    • BIOGRAFI

© 2024 by mantapp