Sabtu, Juni 6, 2026
Meci Angi | Forum Kajian Mahasiswa Meci Angi
NEWSLETTER
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BELAJAR ISLAM
    • AQIDAH
    • MANHAJ
  • FIQH DAN MUAMALAH
    • FIQH
    • QOIDAH FIQH
    • USHUL FIQH
  • TAZKIYATUN NUFUS
    • ADAB DAN AKHLAQ
    • TAZKIYATUN NUFUS
  • DOWNLOAD
    • E-BOOK
    • BULETIN MECI ANGI
    • KITAB ULAMA
    • REKAMAN KAJIAN
  • LAINNYA
    • FATWA ULAMA
    • TAFSIR
    • SIROH
    • KHUTBAH JUM’AT
    • BAHASA ARAB
    • BANTAHAN
    • TANYA JAWAB
    • MUTIARA SALAF
    • BIOGRAFI
Meci Angi | Forum Kajian Mahasiswa Meci Angi
  • BERANDA
  • BELAJAR ISLAM
    • AQIDAH
    • MANHAJ
  • FIQH DAN MUAMALAH
    • FIQH
    • QOIDAH FIQH
    • USHUL FIQH
  • TAZKIYATUN NUFUS
    • ADAB DAN AKHLAQ
    • TAZKIYATUN NUFUS
  • DOWNLOAD
    • E-BOOK
    • BULETIN MECI ANGI
    • KITAB ULAMA
    • REKAMAN KAJIAN
  • LAINNYA
    • FATWA ULAMA
    • TAFSIR
    • SIROH
    • KHUTBAH JUM’AT
    • BAHASA ARAB
    • BANTAHAN
    • TANYA JAWAB
    • MUTIARA SALAF
    • BIOGRAFI
No Result
View All Result
Meci Angi | Forum Kajian Mahasiswa Meci Angi
No Result
View All Result

KIsah Nabi Luth

Muhammad Dimas Prasetyo by Muhammad Dimas Prasetyo
19 Februari 2024
in SIROH
Reading Time: 8 mins read
0
Home SIROH

Pembaca yang budiman yang semoga senantiasa dimuliakan oleh Allah Azza wa Jalla, ketahuilah bahwasannya kita adalah umat akhir zaman, telah berlalu dibelakang kita umat-umat terdahulu, ada yang meninggalkan kehidupan didunia ini dengan bekal yang banyak, ada pula yang sedang, dan ada pula wal’iyadzubillah dengan bekal yang sangat sedikit, dan ketahuilah pula bahwasannya Allah Azza wa Jalla tidak membiarkan hamba-hamba-Nya tersesat dirumah persinggahan ini (Dunia) tanpa menunjukan kepada hamba-hamba-Nya jalan yang benar, dan diantara cara Allah memberikan petunjuk kepada hamba-hamba-Nya yaitu dengan mengutus seorang utusan, maka diantara banyaknya utusan tersebut, maka kita pada tulisan ini insya Allah akan membahas atau bercerita tentang kisah Nabiyullah yang mulia yaitu Nabi Luth ‘alaihissallam.

RELATED POST

Rahasia di Balik HIjrah Nabi

Kisah Maryam

Allahu Subhanahu wa Ta’ala mengutus rasul-Nya agar memberikan kabar gembira kepada manusia yaitu kenikmatan-kenikmatan yang telah Allah siapkan dan memberikan peringatan akan adzab Allah yang sangat pedih, akan tetapi tidaklah mereka yaitu para rasul disambut melainkan dengan kekufuran dan pembangkangan dari kaumnya sendiri, dan diantara utusan Allah yang mana kaumnya sendiri mengingkarinya yaitu Nabi Luth ‘alaihissalam.

Luth ‘alaihissalam adalah anak dari Haran bin Azar (Azar adalah ayah Nabi Ibrohim) dan Luth merupakan keponaan dari kekasih Allah yaitu Nabi Ibrohim ‘alaihissalam, dan dulu Nabi Luth telah beriman kepada pamannya yaitu Nabi Ibrohim dan ikut hijrah bersama pamannya menuju tanah Syam (Syiria), dan Allah Azza wa Jalla mengutusnya kepada penduduk suatu kota yang bernama Sodom dan kepada kota-kota disekitarnya, dengan menyeru kepada Allah Azza wa Jalla dan memerintahkan agar mereka mengerjakan amar ma’ruf nahi munkar, sementara penduduk kota Sodom dan sekitarnya adalah penduduk yang senantiasa melakukan dosa dan maksiat bahkan melakukan perbuatan keji yang tidak pernah dilakukan oleh orang-orang sebelum mereka yaitu perbuatan homo seksual.

Al Walid Bin Abdil Malik mengatakan : “Sekiranya Allah tidak menceritakan kepada kita kisah kaum Luth maka tidak pernah terbetik dalam benakku lelaki berhubungan dengan sesama lelaki” (Mukhtashor Tafsir Ibni Katsir 2:34)

Maka oleh karenanya Nabi Luth ‘alaihissalam berkata kepada mereka :

أَتَأْتُونَ ٱلْفَٰحِشَةَ مَا سَبَقَكُم بِهَا مِنْ أَحَدٍ مِّنَ ٱلْعَٰلَمِينَ | إِنَّكُمْ لَتَأْتُونَ ٱلرِّجَالَ شَهْوَةًۭ مِّن دُونِ ٱلنِّسَآءِ ۚ بَلْ أَنتُمْ قَوْمٌۭ مُّسْرِفُونَ

Artinya : “Luth berkata : Mengapa kamu mengerjakan perbuatan keji itu, yang belum pernah dikerjakan oleh seorangpun (di dunia ini) sebelummu?”, Sesungguhnya kamu mendatangi lelaki untuk melepaskan nafsumu (kepada mereka), bukan kepada wanita, malah kamu ini adalah kaum yang melampaui batas”. [Surat Al-A’raf (7) ayat 80-81].

Permulaan kisah ini dimulai tatkala Allah Azza wa Jalla mengutus para malaikat untuk mendatangi Nabi Ibrohim ‘alaihissalam dan memberikan kabar gembira kepadanya tentang Ishak. Dan juga memberinya kabar tentang kebinasaan kaum Luth.

Allah Azza wa Jalla berfirman :

فَلَمَّا ذَهَبَ عَنْ إِبْرَٰهِيمَ ٱلرَّوْعُ وَجَآءَتْهُ ٱلْبُشْرَىٰ يُجَـٰدِلُنَا فِى قَوْمِ لُوطٍ | إِنَّ إِبْرَٰهِيمَ لَحَلِيمٌ أَوَّٰهٌۭ مُّنِيبٌۭ

Artinya : “Maka tatkala rasa takut hilang dari Ibrahim dan berita gembira telah datang kepadanya, diapun bersoal jawab dengan (malaikat-malaikat) Kami tentang kaum Luth, Sesungguhnya Ibrahim itu benar-benar seorang yang penyantun lagi penghiba dan suka kembali kepada Allah”. [Surat Hud (11) ayat 74-75]

Nabi Ibrohim ‘alaihissalam sangat penyayang, oleh karenanya beliau sangat berat hatinya tatkala dikabarkan tentang kebinasaan kaum luth, maka beliaupun mencoba bernegosiasi dengan para malaikat dengan mengatakan, “Apakah kalian akan membinasakan suatu kota yang terdapat 300 orang mukmin didalamnya!?” maka malaikat menjawab, “Tidak”. Kemudian Nabi Ibrohim melanjutkan, “Apakah kalian akan membinasakan suatu kota yang terdapat 200 orang mukmin didalamnya!?” maka para malaikat menjawab, “Tidak”, pertanyaan itu terus beliau lontarkan hingga beliau mengatakan, “Bagaimana jika dikota tersebut ada seorang mukmin, apakah kalian tetap membinasakannya juga!?” dan para malaikat menjawab, “Tidak!” kemudian Nabi Ibrohim mengatakan, “Sesungguhnya dikota tersebut (Sodom) terdapat Luth!?”. Para malaikatpun menenangkannya dengan mengatakan, “Kami lebih tau siapa saja yang ada dikota tersebut, dan sungguh kami akan selamatkan Luth dan keluarganya kecuali satu orang saja yaitu istrinya”. Maka Nabi Ibrohim pun tenang mendengar ungkapan dari para malaikat tersebut. (Mukhtashor Tafsir Ibni Katsir 2:226)

Menuju Kota Sodom

Kemudian setelah memberi kabar kepada Nabi Ibrohim ‘alaihissalam para malaikat pun akhirnya langsung menuju kota Sodom untuk bertemu dengan Nabi Luth dengan menyerupai wujud manusia yang muda dengan wajah yang sangat menawan sebagai bentuk ujian bagi kaum Luth, maka Nabi Luth pun merasa susah karenanya, jiwanya menjadi sempit, dan beliau takut jika seandainya salah seorang dari kaumnya mengetahui kedatangan mereka yaitu para malaikat maka akan sangat besar kesusahan yang akan dialami olehnya, maka karenanya Nabi Luth pun mengatakan, “Ini adalah hari yang sangat sulit”, karena besarnya bencana yang akan beliau hadapi.

Ismail bin Abdurrahman As-sudi mengatakan : “Setelah urusan dengan Nabi Ibrohim selesai, para malaikat berlalu menuju kota Sodom hingga mereka sampai pada sungai kota Sodom dan bertemu dengan salah satu putri Luth seraya mengatakan, “Wahai wanita! Apakah kami bisa mendapatkan tempat persinggahan?”, Putri Luth bertanya balik, “Dari manakah asal kalian? Sehingga aku bisa meminta izin pada ayahandaku”. Maka setelah pembicaraan tersebut, pergilah Putri Luth menuju ayahandanya untuk mengabarkan tentang orang-orang asing yaitu para malaikat.

Putri Luth mengatakan, “Wahai ayahanda, aku mendapati para pemuda di pintu kota, dan aku tidak pernah melihat wajah yang lebih menawan dari pada mereka, aku khawatir kaummu akan terfitah karenanya”, sementara disisi lain kaumnya telah melarang Nabi Luth untuk menjamu tamu laki-laki, maka Nabi Luth akhirnya menjamu mereka yaitu para malaikat secara sembunyi-sembunyi, tidak ada yang mengetahuinya melainkan keluarga beliau saja. Namun Istri beliau mengkhianati beliau dengan mengabarkan berita tersebut kepada kaumnya Luth maka tiba-tiba manusia datang kepada Luth dalam keadaan tergesa-gesa.

Maka seketika manusia datang berbondong-bondong menuju rumah Nabi Luth, maka beliaupun mengatakan :

وَجَآءَهُۥ قَوْمُهُۥ يُهْرَعُونَ إِلَيْهِ وَمِن قَبْلُ كَانُوا۟ يَعْمَلُونَ ٱلسَّيِّـَٔاتِ ۚ قَالَ يَـٰقَوْمِ هَـٰٓؤُلَآءِ بَنَاتِى هُنَّ أَطْهَرُ لَكُمْ ۖ فَٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ وَلَا تُخْزُونِ فِى ضَيْفِىٓ ۖ أَلَيْسَ مِنكُمْ رَجُلٌۭ رَّشِيدٌۭ

Artinya : “Dan datanglah kepadanya kaumnya dengan bergegas-gegas. Dan sejak dahulu mereka selalu melakukan perbuatan-perbuatan yang keji. Luth berkata: “Hai kaumku, inilah puteri-puteriku, mereka lebih suci bagimu, maka bertakwalah kepada Allah dan janganlah kamu mencemarkan (nama)ku terhadap tamuku ini. Tidak adakah di antaramu seorang yang berakal?”. [Surat Hud (11) ayat 78]

Namun apa jawaban dari kaumnya!?, sungguh keji apa yang keluar dari lisan mereka,

قَالُوا۟ لَقَدْ عَلِمْتَ مَا لَنَا فِى بَنَاتِكَ مِنْ حَقٍّۢ وَإِنَّكَ لَتَعْلَمُ مَا نُرِيدُ

Artinya : “Mereka menjawab: “Sesungguhnya kamu telah tahu bahwa kami tidak mempunyai keinginan terhadap puteri-puterimu; dan sesungguhnya kamu tentu mengetahui apa yang sebenarnya kami kehendaki”. [Surat Hud (11) ayat 79]

Kemudian Nabi Luth mengatakan :

قَالَ لَوْ أَنَّ لِى بِكُمْ قُوَّةً أَوْ ءَاوِىٓ إِلَىٰ رُكْنٍۢ شَدِيدٍۢ

Artinya : “Seandainya aku mempunyai kekuatan (untuk menolakmu) atau kalau aku dapat berlindung kepada keluarga yang kuat (tentu aku lakukan)”. [Surat Hud (11) ayat 80]

Sungguh kaumnya Luth saat itu tetap berdiri disekitar pintu rumah Luth, memaksa ingin masuk dan sudah tidak perduli dengan apapun karena syahwat mereka sudah mencapai ubun-ubun, sungguh seburuk-buruk kaum adalah mereka, sedangkan Nabi Luth tetap berdiri didepan pintu rumahnya dan tetap melarang apa yang menjadi keinginan mereka, maka seketika Jibril ‘alaihissalam keluar dan memukul wajah-wajah mereka dengan sayapnya hingga butalah mata sebagian mereka, dan mereka pun kembali dalam keadaan tidak bisa melihat jalan pulang.

Maka para malaikat pun mengungkap jati diri mereka dan mengabarkan kepada Luth apa yang menjadi tujuan mereka diutus dikota tersebut :

قَالُوا۟ يَـٰلُوطُ إِنَّا رُسُلُ رَبِّكَ لَن يَصِلُوٓا۟ إِلَيْكَ ۖ فَأَسْرِ بِأَهْلِكَ بِقِطْعٍۢ مِّنَ ٱلَّيْلِ وَلَا يَلْتَفِتْ مِنكُمْ أَحَدٌ إِلَّا ٱمْرَأَتَكَ ۖ إِنَّهُۥ مُصِيبُهَا مَآ أَصَابَهُمْ ۚ إِنَّ مَوْعِدَهُمُ ٱلصُّبْحُ ۚ أَلَيْسَ ٱلصُّبْحُ بِقَرِيبٍۢ

Artinya : ”Para utusan (malaikat) berkata: “Hai Luth, sesungguhnya kami adalah utusan-utusan Tuhanmu, sekali-kali mereka tidak akan dapat mengganggu kamu, sebab itu pergilah dengan membawa keluarga dan pengikut-pengikut kamu di akhir malam dan janganlah ada seorangpun di antara kamu yang tertinggal, kecuali isterimu. Sesungguhnya dia akan ditimpa azab yang menimpa mereka karena sesungguhnya saat jatuhnya azab kepada mereka ialah di waktu subuh; bukankah subuh itu sudah dekat?”. [Surat Hud (11) ayat 81]

Para malaikat memerintahkan agar Luth dan keluarganya pergi meninggalkan negerinya tersebut pada malam hari yang gelap, jangan sekali-kali menengok kebelakang, kecuali istri Luth, ia akan merasakan adzab sebagaimana kaumnya.

Disebutkan bahwasannya istri Luth ikut keluar meninggalkan negerinya bersama dengan rombongan Luth namun tatkala ia mendengar suara yang sangat dahsyat yaitu adzab bagi kaum Sodom, ia pun menengok kebelakang dan kembali seraya berkata, “Kaumku, kaumku”, maka seketika itu ia ditimpa oleh batu yang sangat panas yang diturunkan dari langit. ( Mukhtashor Tafsir Ibni Katsir 2:227 )

Kehancuran Kaum Sodom

فَلَمَّا جَآءَ أَمْرُنَا جَعَلْنَا عَـٰلِيَهَا سَافِلَهَا وَأَمْطَرْنَا عَلَيْهَا حِجَارَةًۭ مِّن سِجِّيلٍۢ مَّنضُودٍۢ

Artinya : “Maka tatkala datang azab Kami, Kami jadikan negeri kaum Luth itu yang di atas ke bawah (Kami balikkan), dan Kami hujani mereka dengan batu dari tanah yang terbakar dengan bertubi-tubi.” [Surat Hud (11) ayat 82]

Disebabkan perbuatan keji dan pengingkaran mereka kepada Allah Azza wa Jalla dan kepada utusan-Nya, maka Allah Azza wa Jalla menimpakan kepada mereka adzab yang sangat pedih, dan itu terjadi pada saat terbitnya matahari, dijadikannya kota Sodom terbalik, dan mereka pun dihujani dengan batu dari tanah yang sangat panas, disetiap batu tertulis padanya nama objek yang dituju.

As-Sudi berkata, ketika kaum Luth mendapati waktu Shubuh, turunlah Jibril, lalu dicabutlah bumi yang tujuh lapis lantas dibawa hingga ke langit. Kemudian penduduk langit dunia mendengar gonggongan anjing dan suara ayam mereka berkokok. Kemudian bumi dibalikkan, sehingga disebutkan dalam ayat,

وَالْمُؤْتَفِكَةَ أَهْوَى

Artinya : “Dan negeri-negeri kaum Luth yang telah dihancurkan Allah” (QS. An-Najm: 53)

Dan barangsiapa yang belum meninggal tatkala dijatuhkan kembali ke muka bumi, maka Allah pun menghujaninya dengan batu sedang dia berada dibagian bawah dari permukaan bumi. ( Mukhtashor Tafsir Ibni Katsir 2:228 )

Begitu dahsyat siksaan yang Allah timpakan terhadap kaum Luth, siksaan yang belum pernah Allah timpakan kepada kaum sebelum mereka, sama seperti perbuatan keji yang mereka lakukan yang mana perbuatan tersebut tidak pernah dilakukan oleh orang sebelum mereka, dan siksaan seperti itu bisa saja menimpa orang-orang setelah mereka, manakala mereka melakukan perbuatan keji sebagaimana yang dilakukan oleh kaum Luth.

Dari Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma, bahwasannya Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

مَنْ وَجَدْتُمُوهُ يَعْمَلُ عَمَلَ قَوْمِ لُوطٍ فَاقْتُلُوا الْفَاعِلَ وَالْمَفْعُولَ بِهِ

“Siapa di antara kalian yang mendapati kelakuan yang dilakukan seperti kaumnya Luth, maka bunuhlah pelaku dan yang melakukan (maksudnya bunuh kedua pelakunya).” (HR. Abu Daud, no. 6642; Tirmidzi, no. 1456; Ibnu Majah, no. 2561. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa sanad hadits ini hasan)

Bentuk siksa didunia bagi pelaku homo seksual

Ada tiga hukuman yang dijatuhkan kepada pelaku homo seksual :

1. Dihukumi layaknya pezina, yaitu jika dia telah menikah maka dirajam, dan yang belum menikah maka akan dicambuk kemudian diasingkan.

2. Dibunuh pelaku dan objeknya (keduanya), baik yang sudah menikah maupun yang belum, ini sebagaimana telah jelas disebutkan pada hadist diatas.

3. Dilemparkan dari tempat yang tinggi seperti dari atas gunung atau dari bangunan-bangunan yang tinggi, kemudian diikuti oleh lemparan batu, adapun ini telah datang riwayatnya dari Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma sebagaimana yang telah Allah lakukan terhadap kaum Luth.

Adapun pendapat yang paling rojih adalah yang kedua, karena nasnya telah jelas, dan pendapat yang  kedua ini telah dipilih oleh Imam Syafi’i dan yang lainnya. Wallahu a’lam.

***

Dompu-Nusa Tenggara Barat, 8 Shofar 1443 H/12 September 2021

Penulis: Muhammad Dimas Prasetyo

Artikel: Meciangi.com

ShareTweetPin
Muhammad Dimas Prasetyo

Muhammad Dimas Prasetyo

Muhammad Dimas Prasetyo adalah Penghafal Al-Qur'an. Alumni Ma'had Meci Angi Dompu, alumni Ponpes Riyadhus Sholihin Pandeglang, sedang menempuh studi S1 di STAI Ali bin Abi Thalib Surabaya.

Related Posts

Rahasia di Balik HIjrah Nabi
SIROH

Rahasia di Balik HIjrah Nabi

28 Desember 2025
Kisah Maryam
SIROH

Kisah Maryam

14 Januari 2025
Next Post
Ikatlah Ilmu dengan Tulisan

Ikatlah Ilmu dengan Tulisan

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TENTANG KAMI

Website meciangi.or.id adalah situs dakwah Islam yang dikelola oleh Forum Kajian Mahasiswa Meci Angi. Diantara kegiatan utama dakwah kami adalah Ma'had Meci Angi. Ma'had Meci Angi merupakan tempat menimba ilmu para penuntut ilmu yang berpijak pada pemahaman shalafus sholeh. Diantara kegiatan utamanya adalah pembelajaran bahasa arab seperti nahwu, shorof, belajar baca kitab, mengadakan daurah syar'iyyah, menerbitkan buletin serta kegiatan kegiatan dakwah lainnya.

Alamat sekretariat Website: Jln. Lintas Sumbawa, Gg. Potlot no.14. Lingkungan Rasa Bou - Kelurahan Kandai Dua - Kecamatan Woja - Kabupaten Dompu - NTB 84218.

Follow us

Terbaru

  • Angkatlah Do’amu di Hari Arafah
  • Puasa Awal Dzulhijjah
  • Kambing 1,7 Tahun Belum Powel
  • Biografi Syaikhuna wa Waliduna Aunur Rafiq bin Ghufron bin Hamdan

Kategori

  • ADAB DAN AKHLAQ
  • AL-QUR'AN
  • AQIDAH
  • BAHASA ARAB
  • BANTAHAN
  • BIOGRAFI
  • BULETIN MECI ANGI
  • E-BOOK
  • FATWA ULAMA
  • FIQH
  • KHUTBAH JUM'AT
  • KITAB ULAMA
  • MANHAJ
  • MUTIARA SALAF
  • QOIDAH FIQH
  • SIROH
  • SYAIR
  • TAFSIR
  • TANYA JAWAB
  • TAZKIYATUN NUFUS
  • USHUL FIQH
  • BERANDA
  • BELAJAR ISLAM
  • FIQH DAN MUAMALAH
  • TAZKIYATUN NUFUS
  • DOWNLOAD
  • LAINNYA

© 2024 by mantapp

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BELAJAR ISLAM
    • AQIDAH
    • MANHAJ
  • FIQH DAN MUAMALAH
    • FIQH
    • QOIDAH FIQH
    • USHUL FIQH
  • TAZKIYATUN NUFUS
    • ADAB DAN AKHLAQ
    • TAZKIYATUN NUFUS
  • DOWNLOAD
    • E-BOOK
    • BULETIN MECI ANGI
    • KITAB ULAMA
    • REKAMAN KAJIAN
  • LAINNYA
    • FATWA ULAMA
    • TAFSIR
    • SIROH
    • KHUTBAH JUM’AT
    • BAHASA ARAB
    • BANTAHAN
    • TANYA JAWAB
    • MUTIARA SALAF
    • BIOGRAFI

© 2024 by mantapp