Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh Ustadz
Afwan, bagaimana hukumnya Ulil Amri berqurban ribuan hewan (sapi/kambing) dengan duit APBN (Negara) ?… Apakah benar ada riwayat dari Bukhari tentang Ulim Amri beli hewan pakai duit negara?
Jazaakumullah Khoiron wa baarakallahu fiikum. (https://www.instagram.com/p/DY2Ce-ID3pS/?igsh=anZleHppYW4xZDQy)
Jawab:
Dalam hadits yang shohih dari Uqbah bin Amir radhiyallahu anhu:
أنَّ النَّبيَّ صلَّى اللهُ عليه وسلَّم أعطاه غَنَمًا يَقسِمُها على صَحابَتِه، فبَقيَ عَتودٌ، فذَكَرَه للنَّبيِّ صلَّى اللهُ عليه وسلَّم فقال: ضَحِّ به أنتَ
“Bahwa Nabi shallallahu alaihi wasallam memberinya kambing untuk dibagi kepada sahabat (supaya mereka ikut berqurban), maka yang tersisa hanya kambing muda (jatah Uqbah), maka beliau lapor kepada Rasulullah shallallahu alaihi wasallam, maka beliau bersabda: kamu qurban dengan itu.” (HR. Bukhari 2300)
Hadits ini secara jelas menyebutkan bahwa Nabi shallallahu alaihi wasallam berbagi kambing kepada rakyatnya supaya mereka bisa ikut menyemarakkan qurban pada harinya.
Hal ini menunjukkan betapa besarnya perhatian syariat terhadap ibadah Qurban ini yang banyak dilalaikan kebanyakan orang.
Para ulama multi tafsir terhadap hadits ini, apakah kambing itu dari kantong pribadi beliau shallallahu alaihi wasallam ataukah dari APBN/baitulmal?
Sebagian memandang ini adalah milik pribadi beliau shallallahu alaihi wasallam. Al Iroqi berkata:
والظاهر أن هذه الغنم كانت للنبي صلى الله عليه وسلم وقسمها بينهم على سبيل التبرع
“Dan dzahirnya bahwa kambing ini adalah milik Nabi shallallahu alaihi wasallam dan dibagi kepada para sahabat dalam bentuk tabarru'(sumbangan).” (Lihat Thorh Tatsrib 5/187)
Sebagian lagi memandang ini adalah jatah rakyat dari hasil ghanimah perang. Ibnu Hajar rahimahullah berkata:
وأشار إلى أن عقبة كان له في تلك الغنم نصيب باعتبار أنها كانت من الغنائم ، وكذا كان للنبي – صلى الله عليه وسلم – فيها نصيب
“Dan ini mengisyaratkan bahwa Uqbah juga dapat jatah dari ghanimah dan beliau shallallahu alaihi wasallam juga dapat jatah.” (Lihat Fathul Bari 10/6)
Sehingga orang kaya mengambilnya sebagai jatah fai/ghanimah dan orang fakir mengambilnya sebagai sedekah.
Ibnu Bathol rahimahullah berkata:
إن كان قسمها بين الأغنياء فكانت من الفيء أو ما يجري مجراه مما يجوز أخذها للأغنياء وإن كان إنما قسمها بين فقرائهم خاصة فكانت من الصدقة
Jika dibagi kepada orang kaya maka ini adalah fai atau yang sehukum dengannya.
Dan jika ini dibagikan kepada para fakir maka ini adalah sedekah.
Dan Al Qurtuby rahimahullah berkata:
فيه إن الإمام ينبغي له أن يفرق الضحايا على من لا يقدر عليها من بيت مال المسلمين
“Di dalam hadits ini ada isyarat bahwa imam membagikan kurban kepada yang tidak mampu kurban dari APBN/baitulmal.” (Lihat Thorh Tatsrib 5/187)
Jadi membagikan hewan qurban kepada rakyat dari APBN ada contohnya dari Nabi shallallahu alaihi wasallam.
***
Sidayu, Malam Jum’at – 12 Dzulhijjah 1447 H/28 Mei 2026 M
Dijawab oleh : Ustadz Muhammad Yusuf Rustam, Lc., M.A
Artikel : Meciangi.or.id






