Hari Arafah adalah hari yang Agung yang merupakan salah satu hari besar dan hari raya umat Islam.
Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda:
يوم عرفة ويوم النحر وأيام التشريق عيدنا أهل الإسلام ، وهي أيام أكل وشرب
“Hari Arafah, Hari nahr (iedul adha) dan hari hari Tasyriq adalah Hari raya kita Ahlul Islam, dan dia adalah hari hari makan dan minum.” (HR. Tirmidzi 773 dan dishahihkan Albani)
Bahkan orang orang Yahudi berharap hari Arafah adalah hari raya mereka.
Dari Umar bin Khattab radhiyallahu anhu bahwa seorang laki-laki Yahudi berkata:
يا أميرَ المؤمنينَ، آيةٌ في كتابِكم تَقْرَؤُونها، لو علينا- معشَرَ اليهودِ- نَزَلَت، لاتَّخَذْنا ذلك اليومَ عيدًا
“Wahai Amirul mukminin, satu ayat di kitab kalian yang kalian baca, seandainya turun kepada kami maasyrol Yahud niscaya akan kami jadikan sebagai hari raya.
Umar bertanya: ayat apa? Si Yahudi menjawab:
اليَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِي وَرَضِيتُ لَكُمُ الإِسْلَامَ دِينًا
Hari ini telah aku sempurna kan untuk kalian agama kalian, dan aku sempurnakan nikmat Ku atas kalian, dan Aku Ridhoi islam sebagai agama untuk kalian. (QS. Al Maidah: 3)
Umar berkata:
قد عَرَفْنا ذلك اليومَ، والمكانَ الذي نَزَلَتْ فيه على النبيِّ صلَّى اللهُ عليه وسلَّم، وهو قائمٌ بعَرَفةَ يومَ جُمعةٍ
Sungguh kami telah tahu hari itu, tempat turun nya ayat itu kepada Nabi shallallahu alaihi wasallam, dan beliau sedang berdiri di Arafah hari Jum’at.” (HR. Bukhari 45)
Hari Arafah adalah Hari Agung di mana Allah sangat banyak mengampuni para hamba-Nya dan membebaskannya dari api neraka.
Dan tidaklah Allah semurah ini kepada para Hamba-Nya yang bergelimang dosa melebihi hari Arafah.
Dari Aisyah radhiyallahu anha berkata: Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda:
ما مِن يوم أكثر من أن يعتق الله فيه عبداً من النار من يوم عرفة وإنه ليدنو ثم يباهي بهم الملائكة فيقول: ما أراد هؤلاء
“Tidak ada hari dimana Allah lebih banyak memerdekakan hambanya dari api neraka melebihi hari Arafah, dan sungguh Dia mendekat kemudian pamer kepada para malaikat, apa yang mereka inginkan?!!!” (HR. Muslim 1348)
Ibnu Rojab Al Hambali rahimahullah berkata:
ويوم عرفة هو يوم العتق من النار، فيعتق الله من النار من وقف بعرفة ومن لم يقف بها من أهل الأمصار، من المسلمين، فلذلك صار اليوم الذي يليه عيدا لجميع المسلمين في جميع أمصارهم
“Dan hari Arafah adalah hari pembebasan dari api neraka, maka Allah memerdekakan hamba-Nya dari api neraka baik yang di Arafah maupun yang tidak.
Oleh karena itu hari berikutnya menjadi hari perayaan kaum muslimin di seluruh penjuru dunia.” (Lihat Lathoif Maarif, 276)
Karena Allah mendekat pada hari itu maka waktu itu adalah waktu mustajabnya do’a.
Ibnu Qayyim rahimahullah berkata:
ويحصل مع دنوِّه منهم تبارك وتعالى: ساعةُ الإجابة التي لا يرُدُّ فيها سائلًا يسأله خيرًا، فيقرُبون منه بدعائه والتضرع إليه في تلك الساعة.
“Dan hasil dari dekat nya Allah Ta’ala dari para hambanya adalah waktu mustajab nya do’a yang tidak ada yang minta kebaikan kecuali dikabulkan, maka mereka mendekat kepada Nya dengan do’a dan memelas kepada Nya di waktu itu.” (Lihat Zadul Maad, 1/45)
Dan para ulama berbeda pendapat apakah do’a mustajab ini hanya khusus bagi orang haji di Arafah atau semua kaum muslimin mendapatkan fadhilah ini?
Adapun pendapat yang mengkhususkan orang haji di Arafah maka ini sudah tidak diragukan lagi keistimewaan mereka.
Adapun yang di luar Arafah apakah tetap mendapatkan keutamaan ini?
Sebagian salaf menganggap orang non Arafah tetap berdo’a di hari mulia ini.
Bahkan mereka berkumpul di masjid untuk berdzikir dan berdo’a memanfaatkan waktu yang mulia ini yang disebut sebagai ta’rif.
قال الأثرم: سألت أبا عبد الله – أي: الإمام أحمد – عن التعريف في الأمصار يجتمعون في المساجد يوم عرفة، قال: “أرجو أن لا يكون به بأس قد فعله غير واحد
“Al-Atsrom berkata: aku bertanya kepada Abu Abdillah tentang ta’rif di penjuru penjuru mereka berkumpul di masjid-masjid hari Arafah.
Imam Ahmad berkata: aku berharap ini tidak mengapa, ini telah dilakukan oleh lebih dari satu salaf.”
Imam Ahmad berkata:
أول من فعله ابن عباس وعمرو بن حُرَيث
“Yang pertama kali melakukan ini adalah Ibnu Abbas dan Amr bin Khuraits.”
Dan Sebaik-baik do’a yang dilantunkan hari itu adalah do’a ibadah pujian kepada Allah Ta’ala.
Imam Tirmidzi dalam hadits 3585 yang dihasankan Albani meriwayatkan bahwa Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda:
خير الدعاء دعاء يوم عرفة، وخير ما قلت أنا والنبيّون من قبلي: لا إله إلا الله وحده لا شريك له، له الملك، وله الحمد، وهو على كل شيء قدير
“Sebaik baik do’a adalah do’a hari Arafah, dan sebaik baik do’a yang aku panjatkan dan para Nabi sebelum ku adalah
لا إله إلا الله وحده لا شريك له، له الملك، وله الحمد، وهو على كل شيء قدير
Dan jangan lupa untuk berusaha puasa Arafah yang ini tidak boleh dilakukan orang yang haji.
Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda:
صيامُ يومِ عَرَفةَ، أحتسِبُ على اللهِ أن يُكَفِّرَ السَّنَة التي قَبْلَه، والسَّنةَ التي بَعْدَه
Puasa hari Arafah, aku berharap Allah mengampuni dosa-dosa setahun lalu dan setahun akan datang.” (HR. Muslim, 1162)
***
Sidayu, malam Selasa 9 Dzulhijjah 1447 H/25 Mei 2026 M
Penulis : Ustadz Muhammad Yusuf Rustam, Lc., M.A
Artikel : Meciangi.or.id





