Bismillahirrohmanirrohim, Wassholatu wassalamu ‘ala Nabiyyina Muhammadin wa ‘ala aalihi wa sohbihi ajma’in.
Segala puji bagi Allah yang telah menciptakan hamba-hamba-Nya dalam bentuk sebaik-baiknya, kemudian menjadikan mereka serendah-rendahnya kecuali orang-orang yang beriman dan yang beramal sholeh, maka bagi mereka ganjaran-ganjaran kebaikan yang sangat besar dan melimpah, dan bagi mereka surga-surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai.
1. Kehidupan di dalam rahim/kandungan
2. Kehidupan di dunia (sekarang)
3. Kehidupan di alam kubur/barzakh
4. Kehidupan yang abadi di akhirat kelak.
Empat fase kehidupan tersebut pasti kita semua akan melaluinya, diantaranya telah kita lalui bersama yaitu alam rahim/kandungan, dan sekarang yang sedang kita jalani adalah fase kehidupan di dunia, maka yang menjadi pertanyaan adalah apakah tujuan kita hidup di dunia ini!?, apakah hanya sekedar untuk makan dan minum saja!? atau apakah hanya untuk memuaskan nafsu birahi saja!? Jika hanya sebatas itu, lalu apa bedanya manusia dengan binatang!?, lalu dari sisi mana Allah ‘Azza wa Jalla memuliakan dan meninggikan derajat manusia dari seluruh makhluk yang lainnya!?.
Saudaraku seiman yang semoga saya dan anda senantiasa diberikan hidayah oleh Allah, kita hidup di dunia ini tidak hanya sebatas makan dan minum atau yang selainnya, namun kita hidup di dunia ini untuk tujuan yang sangat agung yaitu beribadah, mengenal Pencipta kita, mengenal hak-hak-Nya dan bagaimana tata cara menunaikannya dan lain sebagainya.
Saudaraku, ketauhilah sesungguhnya Pencipta kita adalah Allah, dan Allah lah Pencipta seluruh makhluk, yang memberikan kita rizki dan yang mengatur seluruh alam semesta ini, yang menghidupkan kita dan mematikan kita dan kemudian menghidupkan kembali lagi untuk mempertanggungjawabkan segala yang telah kita perbuat. Allah tidak menjadikan kita hidup di dunia ini tanpa tujuan, atau tanpa balasan dari apa yang telah kita perbuat, sebagaimana telah Allah firmankan:
Artinya : “Apakah manusia itu mengira, bahwaia akan dibiarkan begitu saja (tanpa pertanggung jawaban)?” (Al-Qiyaamah 75:36)
Sekali-kali kita tidak akan dibiarkan begitu saja, namun Allah ‘Azza wa Jalla menciptakan kita untuk tujuan yang sangat agung, tujuan yang sangat mulia, sebagaimana termaktub dalam Al Qur’an surah Adz-Dzaariyaat ayat 56, Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman :
وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنْسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ
Artinya : “Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka beribadah hanya kepada-Ku” (Adz-Dzaariyaat : 56)
Saudaraku, jika anda telah membaca firman Allah diatas, maka saya yakin anda telah paham tujuan anda dan kita semua diciptakan, ya benar, tujuan kita diciptakan tidak lain hanya untuk melaksanakan seluruh macam ibadah dan menyerahkannya hanya kepada Allah, tidak kepada selain-Nya, siapapun itu.
العبادة هي: اسم جامع لكل ما يحبه الله ويرضاه من الأقوال والأعمال الظاهرة والباطنة والبراءة مما ينافي ذلك ويضاده
“Ibadah adalah suatu istilah yang mencakup segala sesuatu yang dicintai Allah dan diridhai-Nya, baik berupa perkataan maupun perbuatan, yang tersembunyi (batin) maupun yang nampak (lahir), dan berlepas diri dari apa-apa yang bertolak belakang dari itu semua. (A’laamu As Sunnah Al Manshurah).
يا معاذ أتدري ما حق الله على العباد؟ قال: الله و رسوله أعلم. قال : أن يعبد الله ولا يشركوابه شيئا، قال: أتدري ما حقهم عليه إذا فعلوا ذلك؟ قال: الله و رسوله أعلم قال: أن لا يعذبهم
“Wahai mu’adz, tahukah engkau apa hak Allah atas hamba-Nya dan apa hak hamba kepada Allah?” kemudian Mu’adz menjawab “Allah dan Rasul-Nya lebih mengetahui”. Beliau bersabda “Agar diibadahi dan tidak menyekutukan-Nya dengan sesuatu apapun. Beliau bersabda: Apakah engkau tahu apa hak mereka kepada Allah jika mereka melakukan hal itu? Mu’adz menjawab “Allah dan Rasul-Nya lebih mengetahui”. Beliau bersabda: Allah tidak akan mengadzab mereka” (H.R Muslim : 30)
Semoga kita sekalian menjadi manusia yang cerdas yaitu yang mengerti akan tujuan kita diciptakan, menyadari hal itu tatkala hati mulai lalai dari mengingat-Nya, dan semoga kita menjadi hamba Allah yang senantiasa mentauhidkan-Nya dan wafat diatas tauhid serta menjauhi kesyirikan dan wafat dalam keadaan tidak membawa sedikitpun dosa syirik, Aamiin.







Aamiin yaa Rabb, Masya Allah barakallah.
Fiik baarakallah…