Sabtu, Juni 6, 2026
Meci Angi | Forum Kajian Mahasiswa Meci Angi
NEWSLETTER
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BELAJAR ISLAM
    • AQIDAH
    • MANHAJ
  • FIQH DAN MUAMALAH
    • FIQH
    • QOIDAH FIQH
    • USHUL FIQH
  • TAZKIYATUN NUFUS
    • ADAB DAN AKHLAQ
    • TAZKIYATUN NUFUS
  • DOWNLOAD
    • E-BOOK
    • BULETIN MECI ANGI
    • KITAB ULAMA
    • REKAMAN KAJIAN
  • LAINNYA
    • FATWA ULAMA
    • TAFSIR
    • SIROH
    • KHUTBAH JUM’AT
    • BAHASA ARAB
    • BANTAHAN
    • TANYA JAWAB
    • MUTIARA SALAF
    • BIOGRAFI
Meci Angi | Forum Kajian Mahasiswa Meci Angi
  • BERANDA
  • BELAJAR ISLAM
    • AQIDAH
    • MANHAJ
  • FIQH DAN MUAMALAH
    • FIQH
    • QOIDAH FIQH
    • USHUL FIQH
  • TAZKIYATUN NUFUS
    • ADAB DAN AKHLAQ
    • TAZKIYATUN NUFUS
  • DOWNLOAD
    • E-BOOK
    • BULETIN MECI ANGI
    • KITAB ULAMA
    • REKAMAN KAJIAN
  • LAINNYA
    • FATWA ULAMA
    • TAFSIR
    • SIROH
    • KHUTBAH JUM’AT
    • BAHASA ARAB
    • BANTAHAN
    • TANYA JAWAB
    • MUTIARA SALAF
    • BIOGRAFI
No Result
View All Result
Meci Angi | Forum Kajian Mahasiswa Meci Angi
No Result
View All Result

Tujuan Kita yang Sebenarnya

Muhammad Dimas Prasetyo by Muhammad Dimas Prasetyo
23 Maret 2024
in AQIDAH
Reading Time: 3 mins read
2
Home AQIDAH

Bismillahirrohmanirrohim, Wassholatu wassalamu ‘ala Nabiyyina Muhammadin wa ‘ala aalihi wa sohbihi ajma’in. 

RELATED POST

Sihir dan Macam-Macamnya

Jauhi 7 Dosa Besar yang Membinasakan

Segala puji bagi Allah yang telah menciptakan hamba-hamba-Nya dalam bentuk sebaik-baiknya, kemudian menjadikan mereka serendah-rendahnya kecuali orang-orang yang beriman dan yang beramal sholeh, maka bagi mereka ganjaran-ganjaran kebaikan yang sangat besar dan melimpah, dan bagi mereka surga-surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai.

Pembaca yang semoga senantiasa dirahmati oleh Allah Ta’ala, kita sebagai manusia memiliki empat fase kehidupan yang merupakan suatu kepastian bagi kita semua akan menempuhnya, empat fase kehidupan itu ialah:

1. Kehidupan di dalam rahim/kandungan

2. Kehidupan di dunia (sekarang)

3. Kehidupan di alam kubur/barzakh

4. Kehidupan yang abadi di akhirat kelak.

 

Empat fase kehidupan tersebut pasti kita semua akan melaluinya, diantaranya telah kita lalui bersama yaitu alam rahim/kandungan, dan sekarang yang sedang kita jalani adalah fase kehidupan di dunia, maka yang menjadi pertanyaan adalah apakah tujuan kita hidup di dunia ini!?, apakah hanya sekedar untuk makan dan minum saja!? atau apakah hanya untuk memuaskan nafsu birahi saja!? Jika hanya sebatas itu, lalu apa bedanya manusia dengan binatang!?, lalu dari sisi mana Allah ‘Azza wa Jalla memuliakan dan meninggikan derajat manusia dari seluruh makhluk yang lainnya!?.

Saudaraku seiman yang semoga saya dan anda senantiasa diberikan hidayah oleh Allah, kita hidup di dunia ini tidak hanya sebatas makan dan minum atau yang selainnya, namun kita hidup di dunia ini untuk tujuan yang sangat agung yaitu beribadah, mengenal Pencipta kita, mengenal hak-hak-Nya dan bagaimana tata cara menunaikannya dan lain sebagainya.

Saudaraku, ketauhilah sesungguhnya Pencipta kita adalah Allah, dan Allah lah Pencipta seluruh makhluk, yang memberikan kita rizki dan yang mengatur seluruh alam semesta ini, yang menghidupkan kita dan mematikan kita dan kemudian menghidupkan kembali lagi untuk mempertanggungjawabkan segala yang telah kita perbuat. Allah tidak menjadikan kita hidup di dunia ini tanpa tujuan, atau tanpa balasan dari apa yang telah kita perbuat, sebagaimana telah Allah firmankan:

أَيَحْسَبُ الإِنسَانُ أَن يُتْرَكَ سُدًى 

Artinya : “Apakah manusia itu mengira, bahwaia akan dibiarkan begitu saja (tanpa pertanggung jawaban)?” (Al-Qiyaamah 75:36)

Sekali-kali kita tidak akan dibiarkan begitu saja, namun Allah ‘Azza wa Jalla menciptakan kita untuk tujuan yang sangat agung, tujuan yang sangat mulia, sebagaimana termaktub dalam Al Qur’an surah Adz-Dzaariyaat ayat 56, Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman :

 وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنْسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ 

Artinya : “Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka beribadah hanya kepada-Ku” (Adz-Dzaariyaat : 56)

Saudaraku, jika anda telah membaca firman Allah diatas, maka saya yakin anda telah paham tujuan anda dan kita semua diciptakan, ya benar, tujuan kita diciptakan tidak lain hanya untuk melaksanakan seluruh macam ibadah dan menyerahkannya hanya kepada Allah, tidak kepada selain-Nya, siapapun itu.

PENGERTIAN IBADAH
pengertian ibadah secara istilah menurut Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah Rahimahullahu Ta’ala adalah:
 

العبادة هي: اسم جامع لكل ما يحبه الله ويرضاه من الأقوال والأعمال الظاهرة والباطنة والبراءة مما ينافي ذلك ويضاده 

“Ibadah adalah suatu istilah yang mencakup segala sesuatu yang dicintai Allah dan diridhai-Nya, baik berupa perkataan maupun perbuatan, yang tersembunyi (batin) maupun yang nampak (lahir), dan berlepas diri dari apa-apa yang bertolak belakang dari itu semua. (A’laamu As Sunnah Al Manshurah).

Ibadah juga merupakan hak Allah yang harus kita tunaikan hanya kepada-Nya tidak kepada selain-Nya sebagaimana disebutkan di dalam hadist dari Mu’adz bin Jabal Radiyallahu ‘Anhu bahwa suatu ketika Mu’adz pernah dibonceng oleh Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam diatas keledai kemudian Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam berkata kepada Mu’adz :

 يا معاذ أتدري ما حق الله على العباد؟ قال: الله و رسوله أعلم. قال : أن يعبد الله ولا يشركوابه شيئا، قال: أتدري ما حقهم عليه إذا فعلوا ذلك؟ قال: الله و رسوله أعلم قال: أن لا يعذبهم

“Wahai mu’adz, tahukah engkau apa hak Allah atas hamba-Nya dan apa hak hamba kepada Allah?” kemudian Mu’adz menjawab “Allah dan Rasul-Nya lebih mengetahui”. Beliau bersabda “Agar diibadahi dan tidak menyekutukan-Nya dengan sesuatu apapun. Beliau bersabda: Apakah engkau tahu apa hak mereka kepada Allah jika mereka melakukan hal itu? Mu’adz menjawab “Allah dan Rasul-Nya lebih mengetahui”. Beliau bersabda: Allah tidak akan mengadzab mereka” (H.R Muslim : 30)

Semoga kita sekalian menjadi manusia yang cerdas yaitu yang mengerti akan tujuan kita diciptakan, menyadari hal itu tatkala hati mulai lalai dari mengingat-Nya, dan semoga kita menjadi hamba Allah yang senantiasa mentauhidkan-Nya dan wafat diatas tauhid serta menjauhi kesyirikan dan wafat dalam keadaan tidak membawa sedikitpun dosa syirik, Aamiin.

***
Dompu-NTB, 9 Jumadal Ula 1444 H/3 Desember 2022
Penulis : Muhammad Dimas Prasetyo
Artikel : Meciangi.or.id
ShareTweetPin
Muhammad Dimas Prasetyo

Muhammad Dimas Prasetyo

Muhammad Dimas Prasetyo adalah Penghafal Al-Qur'an. Alumni Ma'had Meci Angi Dompu, alumni Ponpes Riyadhus Sholihin Pandeglang, sedang menempuh studi S1 di STAI Ali bin Abi Thalib Surabaya.

Related Posts

Sihir dan Macam-Macamnya
AQIDAH

Sihir dan Macam-Macamnya

15 April 2026
Jauhi 7 Dosa Besar yang Membinasakan
AQIDAH

Jauhi 7 Dosa Besar yang Membinasakan

19 Februari 2026
Bersumpah Dengan Nama Selain Allah
AQIDAH

Bersumpah Dengan Nama Selain Allah

11 Januari 2026
Hukuman Bagi Tukang Sihir
AQIDAH

Hukuman Bagi Tukang Sihir

8 Desember 2025
Tafsir Ayat Tauhid (bagian 5)
AQIDAH

Tafsir Ayat Tauhid (bagian 5)

4 November 2025
Ketika Syirik dianggap Budaya dan Tradisi
AQIDAH

Ketika Syirik dianggap Budaya dan Tradisi

6 November 2025
Next Post
Bolehkah Bagi Perempuan Mencukur Bulu Betisnya?

Bolehkah Bagi Perempuan Mencukur Bulu Betisnya?

Comments 2

  1. Avatar photo Siwe Senja says:
    4 tahun ago

    Aamiin yaa Rabb, Masya Allah barakallah.

    Reply
    • Avatar photo Abu Dawud ad-Dompuwiyy says:
      4 tahun ago

      Fiik baarakallah…

      Reply

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TENTANG KAMI

Website meciangi.or.id adalah situs dakwah Islam yang dikelola oleh Forum Kajian Mahasiswa Meci Angi. Diantara kegiatan utama dakwah kami adalah Ma'had Meci Angi. Ma'had Meci Angi merupakan tempat menimba ilmu para penuntut ilmu yang berpijak pada pemahaman shalafus sholeh. Diantara kegiatan utamanya adalah pembelajaran bahasa arab seperti nahwu, shorof, belajar baca kitab, mengadakan daurah syar'iyyah, menerbitkan buletin serta kegiatan kegiatan dakwah lainnya.

Alamat sekretariat Website: Jln. Lintas Sumbawa, Gg. Potlot no.14. Lingkungan Rasa Bou - Kelurahan Kandai Dua - Kecamatan Woja - Kabupaten Dompu - NTB 84218.

Follow us

Terbaru

  • Angkatlah Do’amu di Hari Arafah
  • Puasa Awal Dzulhijjah
  • Kambing 1,7 Tahun Belum Powel
  • Biografi Syaikhuna wa Waliduna Aunur Rafiq bin Ghufron bin Hamdan

Kategori

  • ADAB DAN AKHLAQ
  • AL-QUR'AN
  • AQIDAH
  • BAHASA ARAB
  • BANTAHAN
  • BIOGRAFI
  • BULETIN MECI ANGI
  • E-BOOK
  • FATWA ULAMA
  • FIQH
  • KHUTBAH JUM'AT
  • KITAB ULAMA
  • MANHAJ
  • MUTIARA SALAF
  • QOIDAH FIQH
  • SIROH
  • SYAIR
  • TAFSIR
  • TANYA JAWAB
  • TAZKIYATUN NUFUS
  • USHUL FIQH
  • BERANDA
  • BELAJAR ISLAM
  • FIQH DAN MUAMALAH
  • TAZKIYATUN NUFUS
  • DOWNLOAD
  • LAINNYA

© 2024 by mantapp

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BELAJAR ISLAM
    • AQIDAH
    • MANHAJ
  • FIQH DAN MUAMALAH
    • FIQH
    • QOIDAH FIQH
    • USHUL FIQH
  • TAZKIYATUN NUFUS
    • ADAB DAN AKHLAQ
    • TAZKIYATUN NUFUS
  • DOWNLOAD
    • E-BOOK
    • BULETIN MECI ANGI
    • KITAB ULAMA
    • REKAMAN KAJIAN
  • LAINNYA
    • FATWA ULAMA
    • TAFSIR
    • SIROH
    • KHUTBAH JUM’AT
    • BAHASA ARAB
    • BANTAHAN
    • TANYA JAWAB
    • MUTIARA SALAF
    • BIOGRAFI

© 2024 by mantapp