Apakah mayyit tahu siapa yang menziarahinya dan senang ketika diziarahi?
Apakah mayyit menjawab salam yang menziarahinya dan rohnya dikembalikan ke jasadnya?
Jawab :
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه أجمعين وبعد
Perkara kehidupan setelah kematian adalah perkara yang ghaib sehingga wajib dibangun diatas wahyu atau dalil yang shohih baik dari Al Qur’an maupun Sunnah Rasul ﷺ, hal itu dikarenakan Allah lah pemilik segala hal yang ghoib, Dia yang menciptakannya dan Dia yang mengetahuinya dan Dia yang mengabarkan-Nya kepada siapa yang Dia kehendaki.
Dan manusia yang mendapat kabar ghaib dari Allah hanyalah Rasulullah ﷺ.
Dan terkait masalah apakah mayyit tahu siapa yang datang menziarahinya dan ruhnya kembali setiap kali ada yang salam untuk menjawabnya?
Dalam hal ini ada sebuah riwayat yang diperselisihkan statusnya antara ulama yang menshahihkan dan mendhaifkannya.
Yaitu hadits Ibnu Abbas radhiyallahu anhuma:
ما من أحد مر بقبر أخيه المؤمن كان يعرفه في الدنيا ، فسلم عليه ، إلا عرفه ورد عليه السلام
“Tidaklah seseorang melewati kuburan saudaranya yang beriman yang dia kenali di dunia, kemudian dia mengucapkan salam kepadanya kecuali si mayyit mengenalinya dan membalas salamnya. (Istidzkar, Ibnu Abdul Barr 1/185 dan dishahihkan oleh Ibnu Taimiyah denga nada tambahan redaksi).
وما من رجُلٍ يمرُّ بقبرِ الرَّجلِ كانَ يعرفُهُ في الدُّنيا فيسلِّمُ عليْهِ إلَّا ردَّ اللَّهُ عليْهِ روحَهُ حتَّى يردَّ عليْهِ السَّلامَ
“Tidak seseorang melewati kuburan saudaranya yang beriman yang dia kenali di dunia, kemudian dia mengucapkan salam kepadanya kecuali Allah kembalikan ruhnya dan membalas salamnya.” (Majmu Fatawa Ibnu Taimiyah 24/303).
Bagi yang menganggap hadits ini shoheh maka hadits ini menjadi jawaban atas pertanyaan diatas.
Ibnu Qoyyim rahimahullah Ta’ala berkata :
والسلف مجمعون على هذا ، وقد تواترت الآثار عنهم بأن الميت يعرف زيارة الحي له ويستبشر به
“Dan salaf telah ijma di atas perkara ini, dan kabarnya sudah mutawatir dari mereka yang menyebutkan bahwa mayyit mengenali yang menziarahinya ketika hidup, dan dia senang dengan kedatangannya.” (Lihat Ar Ruh, Ibnu Qoyyim 6/325).
Semoga bermanfaat.
***
Jember, Rabu 14 Dzulqo’dah 1445 H / 22 Mei 2024 M
Dijawab oleh : Ustadz Muhammad Yusuf Rustam, Lc., M.A
Artikel : Meciangi.or.id






