Apa hukum bercanda dan mendongeng di dalam masjid ketika sedang mengajar anak anak kecil supaya mereka betah di masjid dan tumbuh rasa cinta kepada masjid?
Jawab :
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه أجمعين وبعد
Masjid adalah tempat ibadah kaum muslimin yang memiliki hukum tersendiri dalam syariat. Oleh karena itu seorang muslim diperintahkan mengenali adab adab dan hukum hukum syariat terkait masjid yang merupakan tempat pengagungan Allah ta’ala dan para takmir masjid maupun pengelolanya tidak boleh membuat suatu kebijakan tanpa mengindahkan dalil dalil terkait masjid.
Allah Ta’ala berfirman :
فِي بُيُوتٍ أَذِنَ اللَّهُ أَنْ تُرْفَعَ وَيُذْكَرَ فِيهَا اسْمُهُ يُسَبِّحُ لَهُ فِيهَا بِالْغُدُوِّ وَالْآصَال
Artinya : “(Bertasbihlah kepada Allah) di masjid-masjid yang telah diperintahkan untuk dimuliakan dan disebut nama-Nya di dalamnya, bertasbih kepada-Nya pada waktu pagi dan waktu petang.” (QS. An-Nur : 36)
Syeikh Sa’di rahimahullah menyebutkan beberapa adab dan hukum terkait masjid dari ayat ini, beliau berkata :
{ أَنْ تُرْفَعَ وَيُذْكَرَ فِيهَا اسْمُهُ } هذان مجموع أحكام المساجد، فيدخل في رفعها، بناؤها، وكنسها، وتنظيفها من النجاسة والأذى، وصونها من المجانين والصبيان الذين لا يتحرزون عن النجاسة، وعن الكافر، وأن تصان عن اللغو فيها، ورفع الأصوات بغير ذكر الله.
“(Dimuliakan dan disebut nama-Nya di dalamnya) ini dua hukum masjid, maka masuk di dalamnya, meninggikan namaNya, membangunnya, menyapunya, membersihkannya dari najis dan kotoran, dan menjaganya dari orang orang gila dan anak anak kecil yang tidak mampu menjaga diri dari najis.
Menjaganya dari orang kafir, dijaga dari hal hal yang sia sia dan mengangkat suara untuk selain dzikir kepada Allah.”
{ وَيُذْكَرَ فِيهَا اسْمُهُ } يدخل في ذلك الصلاة كلها، فرضها، ونفلها، وقراءة القرآن، والتسبيح، والتهليل، وغيره من أنواع الذكر، وتعلم العلم وتعليمه، والمذاكرة فيها، والاعتكاف، وغير ذلك من العبادات التي تفعل في المساجد
“(Disebut nama-Nya di dalamnya) masuk di dalamnya semua sholat baik yang wajib maupun yang sunnah, membaca Al Qur’an, tasbih, tahlil dan dzikir-dzikir yang lainnya, belajar dan mengajarkan ilmu agama, I’tikaf dan ibadah ibadah yang lainnya yang dikerjakan di masjid.”
ولهذا كانت عمارة المساجد على قسمين: عمارة بنيان، وصيانة لها، وعمارة بذكر اسم الله، من الصلاة وغيرها، وهذا أشرف القسمين
“Oleh karena itu memakmurkan masjid terbagi dua: memakmurkan dengan membangunnya dan merawatnya, dan memakmurkannya dengan dzikir menyebut nama Allah termasuk sholat dan yang lainnya, dan yang ini adalah yang paling mulia.” (Lihat Tafsir as-Sa’di surat an-Nur 36).
Lantas bagaimana dengan anak anak kecil yang belajar di masjid?
Syeikh bin Baz rahimahullah berkata :
يشرع الذهاب بالأولاد إلى المساجد إذا بلغ الولد سبعًا فأعلى، ويضرب عليها إذا بلغ عشرًا؛ لأنه بذلك يتأهل للصلاة.
“Disyariatkan mengajak anak anak pergi ke masjid jika sudah berusia 7 tahun, dan jika sudah 10 tahun maka dipukul kalau menolak; dikarenakan dia sudah siap untuk sholat.”
أما الأطفال الذين دون السبع، فالأولى ألا يذهب بهم؛ لأنهم قد يضايقون الجماعة، ويشوشون على الجماعة، ويلعبون، فالأولى عدم الذهاب بهم إلى المسجد؛ لأنه لا تشرع لهم الصلاة.
“Adapun anak anak kecil di bawah 7 tahun maka baiknya tidak usah dibawa ke masjid karena mereka bisa menyebabkan jamaah tidak dapat tempat karena kepenuhan, mengganggu jamaah, dan bermain, maka baiknya tidak usah dibawa ke masjid karena dia belum diperintahkan sholat.” (Lihat fatawa nur ala darb 12952)
Adapun berbincang masalah dunia jika tidak banyak, bercanda yang lumrah maka ini tidak mengapa. Adapun menjadikan masjid sebagai tempat ngrumpi, bersenda gurau, teriak-teriak, tertawa terbahak-bahak maka ini menodai kemuliaan masjid.” (Lihat Fatawa Nur ala Darb, Bin Baz 2/705).
Jadi sebaik model belajar seperti ini dilaksanakan di samping masjid atau di ruangan khusus. Wallahu a’lam.
***
Sidayu, Malam Ahad 8 Muharram 1446 H / 13 Juli 2024 M
Dijawab Oleh : Ustadz Muhammad Yusuf Rustam, Lc., M.A
Artikel : Meciangi.or.id






