Sabtu, Juni 6, 2026
Meci Angi | Forum Kajian Mahasiswa Meci Angi
NEWSLETTER
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BELAJAR ISLAM
    • AQIDAH
    • MANHAJ
  • FIQH DAN MUAMALAH
    • FIQH
    • QOIDAH FIQH
    • USHUL FIQH
  • TAZKIYATUN NUFUS
    • ADAB DAN AKHLAQ
    • TAZKIYATUN NUFUS
  • DOWNLOAD
    • E-BOOK
    • BULETIN MECI ANGI
    • KITAB ULAMA
    • REKAMAN KAJIAN
  • LAINNYA
    • FATWA ULAMA
    • TAFSIR
    • SIROH
    • KHUTBAH JUM’AT
    • BAHASA ARAB
    • BANTAHAN
    • TANYA JAWAB
    • MUTIARA SALAF
    • BIOGRAFI
Meci Angi | Forum Kajian Mahasiswa Meci Angi
  • BERANDA
  • BELAJAR ISLAM
    • AQIDAH
    • MANHAJ
  • FIQH DAN MUAMALAH
    • FIQH
    • QOIDAH FIQH
    • USHUL FIQH
  • TAZKIYATUN NUFUS
    • ADAB DAN AKHLAQ
    • TAZKIYATUN NUFUS
  • DOWNLOAD
    • E-BOOK
    • BULETIN MECI ANGI
    • KITAB ULAMA
    • REKAMAN KAJIAN
  • LAINNYA
    • FATWA ULAMA
    • TAFSIR
    • SIROH
    • KHUTBAH JUM’AT
    • BAHASA ARAB
    • BANTAHAN
    • TANYA JAWAB
    • MUTIARA SALAF
    • BIOGRAFI
No Result
View All Result
Meci Angi | Forum Kajian Mahasiswa Meci Angi
No Result
View All Result

I’tikaf 10 Terakhir

Muhammad Yusuf Rustam, Lc., M.A. by Muhammad Yusuf Rustam, Lc., M.A.
12 Maret 2025
in TANYA JAWAB
Reading Time: 3 mins read
0
Home TANYA JAWAB

1. Terkait i’tikaf 10 hari terakhir di bulan Ramadhan. Apabila seorang karyawan pada bulan Ramadhan masuk jam 08.00-15.00.

RELATED POST

Angkatlah Do’amu di Hari Arafah

Puasa Awal Dzulhijjah

Jika ingin i’tikaf, apakah boleh hanya malam saja? (Iqbal dari Lamongan).

2. Tidak harus syarat (masjidnya) dipakai sholat Jumat Ustadz? (Fajar dari Jember)

3. Tidak harus (masjidnya dari) tanah wakaf juga Ustadz? Jazakallahu khairan. (Rizqi Al Albi)

Jawab :

الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه أجمعين وبعد

I’TIKAF adalah ibadah yang sangat diperintahkan.

Dari Aisyah radhiyallahu Anha :

أنَّ النَّبيَّ صلَّى اللهُ عليه وسلَّم كان يعتكفُ العَشرَ الأواخِرَ من رمضانَ حتَّى توفاه الله، ثم اعتكف أزواجُه من بعده

“Bahwasanya Nabi shallallahu alaihi wasallam adalah beritikaf 10 hari yang terakhir Ramadhan sampai Allah wafatkan, kemudian para istrinya I’TIKAF setelahnya.” (HR. Bukhari 2026 dan Muslim 1172).

Sehingga orang yang I’TIKAF hendaknya menetapi tempat I’TIKAF dia dan memperbanyak ibadah, dzikir, tilawah dan ketaatan di tempatnya tersebut dan tidak memperbanyak berbincang-bincang.

Akan tetapi kalau seandainya ada istri atau kawannya yang mengunjunginya maka tidak mengapa dia berbincang sesaat.” (Lihat Majmu Fatawa bin Baz 15/440).

Kemudian kapan seseorang mulai masuk masjid untuk I’TIKAF?

Jumhur ulama memandang bahwa seseorang masuk I’TIKAF sebelum terbenamnya matahari malam 21 Ramadhan.

Syeikh Utsaimin rahimahullah berkata :

جمهور أهل العلم على أن ابتداء الاعتكاف من ليلة إحدى وعشرين لا من فجر إحدى وعشرين ، وإن كان بعض العلماء ذهب إلى أن ابتداء الاعتكاف من فجر إحدى وعشرين

“Jumhur ulama berpendapat bahwa awal masuk I’TIKAF adalah dari malam 21 bukan setelah waktu fajar 21 walaupun sebagian ulama berpendapat I’TIKAF dimulai dari waktu fajar 21.” (Lihat Fatawa Siyam 501).

Lantas bagaimana jika seseorang tidak bisa maksimal untuk I’TIKAF karena terikat kerja?

Orang yang terikat kerja maka dia beribadah semampunya karena ada kewajiban yang wajib dia tunaikan, sedangkan ibadah i’TIKAF hukumnya adalah sunnah tidak wajib.

Sehingga jika dia hanya mampu I’TIKAF sesaat saja maka itu yang dia lakukan tidak perlu memaksa sampai harus meninggalkan kewajiban pokoknya.

Imam Nawawi rahimahullah berkata :

الصَّحيحُ المنصوص الذي قطع به الجمهورُ: أنه يشتَرَطُ لُبثٌ في المسجِدِ، وأنه يجوز الكثيرُ منه والقليلُ حتى ساعة أو لحظة

“Yang benar yang dipatenkan jumhur ulama adalah disyaratkan berdiam di masjid, boleh lama dan boleh sebentar walaupun hanya sesaat atau sekejap.” (Lihat Al Majmu Nawawi 6/480).

Bahkan Syeikh Utsaimin rahimahullah memandang haram bagi para pekerja meninggalkan pekerjaannya demi I’TIKAF, apalagi sampai berbohong jika ada urusan darurat supaya diizinkan untuk tidak bekerja hanya demi bisa ikut I’TIKAF.

ولكن إذا شغل عن ما هو أهم فإنه يترك لو شغل الإنسان عن وظيفة واجبة عليه إنسان موظف وقال إني أريد أن أعتكف وأترك الوظيفة فهذا حرام

Akan tetapi jika I’TIKAF ini menyibukkannya dari perkara yang lebih penting maka hendaklah dia tinggalkan (I’TIKAF nya).

Kalau I’TIKAF menyibukkan seseorang dari tugas wajibnya dan dia berkata saya ingin I’TIKAF dan saya tinggalkan pekerjaan ini maka ini haram hukumnya.

طيب لو كان اعتكافه يؤدي إلى قطيعة لرحمه أو عقوق لوالديه مثل أن يكون له والدان مريضان يحتاجان إلى تمريض يحتاجان إلى أن يذهب بهما إلى المستشفى أو يجلس عندهما في المستشفى فهل نقول اعتكف ودع هؤلاء أو نقول اترك الاعتكاف؟

Ok, kalau I’TIKAF nya menyebabkan putusnya silaturahim atau durhaka kepada orang tua seperti orang tua sedang sakit dan butuh perawatan atau yang mengantarkannya ke rumah sakit apakah kita katakan tinggalkan saja orang tua atau tinggal kan I’TIKAF nya?

نقول اترك الاعتكاف الاعتكاف سنة

“Jadi kami katakan tinggal kan saja I’TIKAF nya karena I’TIKAF adalah sunnah.” (Lihat Fatawa Haram Makki Utsaimin 1420/09a).

Kemudian apakah I’TIKAF harus dikerjakan di masjid yang dipakai Jum’atan?

Syeikh Utsaimin rahimahullah memilih pendapat yang tidak mewajibkan I’TIKAF di masjid yang dipakai Jum’atan.

وهو في كل مسجدٍ، سواء كان في مسجدٍ تقامُ فيه الجمعة، أو في مسجدٍ لا تقام فيه، ولكنَّ الأفضلَ أن يكون في مسجدٍ تقامُ فيه، حتى لا يضطرَّ إلى الخروجِ لِصَلاةِ الجمعة

“Dan I’TIKAF boleh dikerjakan di semua masjid baik dipakai Jum’atan maupun tidak.

Akan tetapi afdholnya dikerjakan di masjid yang dipakai Jum’atan, supaya dia tidak keluar untuk Jum’atan.” (Lihat Fatawa Ibnu Utsaimin 20/155).

Adapun syarat masjid harus sudah diwakafkan maka semua masjid yang sudah terbuka untuk umum statusnya adalah wakaf secara syar’i baik status tanah sudah wakafkan oleh pemilik maupun belum diwakafkan.

Adapun jika belum terbuka untuk umum maka masjid tersebut belum berstatus wakaf secara syar’i sehingga tidak bisa dipakai I’TIKAF karena belum sah disebut sebagai masjid karena hanya bersifat musholla saja yang dipakai sholat untuk waktu waktu tertentu saja tidak kontinyu.

***

Tuban, Rabu 12 Ramadhan 1446 H/12 Maret 2025 M

Dijawab oleh : Ustadz Muhammad Yusuf Rustam, Lc., M.A.

Artikel : Meciangi.or.id

ShareTweetPin
Muhammad Yusuf Rustam, Lc., M.A.

Muhammad Yusuf Rustam, Lc., M.A.

Ustadz Muhammad Yusuf Rustam, Lc., M.A adalah guru kami. Beliau aktif mengajar di Ponpes Al-Furqon al-Islami Srowo Sidayu Gresik Jawa Timur di beberapa cabang ilmu seperti ; Hadits, Ilmu Waris, Qowaid Fiqhiyyah dll. Beliau juga aktif mengajar di STDI Jember Jawa Timur hingga sekarang. Beliau adalah alumnus S2 Universitas Islam Madinah – KSA.

Related Posts

Angkatlah Do’amu di Hari Arafah
TANYA JAWAB

Angkatlah Do’amu di Hari Arafah

5 Juni 2026
Puasa Awal Dzulhijjah
TANYA JAWAB

Puasa Awal Dzulhijjah

17 Mei 2026
Kambing 1,7 Tahun Belum Powel
TANYA JAWAB

Kambing 1,7 Tahun Belum Powel

8 Mei 2026
Mulai dari yang Ringan
TANYA JAWAB

Ambil Ilmu dari Ahlul Bid’ah

8 Mei 2026
Imam Rukuk Makmum Sujud Tilawah
TANYA JAWAB

Imam Rukuk Makmum Sujud Tilawah

21 April 2026
Hewan yang Diawetkan
TANYA JAWAB

Hewan yang Diawetkan

8 Mei 2026
Next Post
I’tikaf di Musholla

I'tikaf di Musholla

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TENTANG KAMI

Website meciangi.or.id adalah situs dakwah Islam yang dikelola oleh Forum Kajian Mahasiswa Meci Angi. Diantara kegiatan utama dakwah kami adalah Ma'had Meci Angi. Ma'had Meci Angi merupakan tempat menimba ilmu para penuntut ilmu yang berpijak pada pemahaman shalafus sholeh. Diantara kegiatan utamanya adalah pembelajaran bahasa arab seperti nahwu, shorof, belajar baca kitab, mengadakan daurah syar'iyyah, menerbitkan buletin serta kegiatan kegiatan dakwah lainnya.

Alamat sekretariat Website: Jln. Lintas Sumbawa, Gg. Potlot no.14. Lingkungan Rasa Bou - Kelurahan Kandai Dua - Kecamatan Woja - Kabupaten Dompu - NTB 84218.

Follow us

Terbaru

  • Angkatlah Do’amu di Hari Arafah
  • Puasa Awal Dzulhijjah
  • Kambing 1,7 Tahun Belum Powel
  • Biografi Syaikhuna wa Waliduna Aunur Rafiq bin Ghufron bin Hamdan

Kategori

  • ADAB DAN AKHLAQ
  • AL-QUR'AN
  • AQIDAH
  • BAHASA ARAB
  • BANTAHAN
  • BIOGRAFI
  • BULETIN MECI ANGI
  • E-BOOK
  • FATWA ULAMA
  • FIQH
  • KHUTBAH JUM'AT
  • KITAB ULAMA
  • MANHAJ
  • MUTIARA SALAF
  • QOIDAH FIQH
  • SIROH
  • SYAIR
  • TAFSIR
  • TANYA JAWAB
  • TAZKIYATUN NUFUS
  • USHUL FIQH
  • BERANDA
  • BELAJAR ISLAM
  • FIQH DAN MUAMALAH
  • TAZKIYATUN NUFUS
  • DOWNLOAD
  • LAINNYA

© 2024 by mantapp

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BELAJAR ISLAM
    • AQIDAH
    • MANHAJ
  • FIQH DAN MUAMALAH
    • FIQH
    • QOIDAH FIQH
    • USHUL FIQH
  • TAZKIYATUN NUFUS
    • ADAB DAN AKHLAQ
    • TAZKIYATUN NUFUS
  • DOWNLOAD
    • E-BOOK
    • BULETIN MECI ANGI
    • KITAB ULAMA
    • REKAMAN KAJIAN
  • LAINNYA
    • FATWA ULAMA
    • TAFSIR
    • SIROH
    • KHUTBAH JUM’AT
    • BAHASA ARAB
    • BANTAHAN
    • TANYA JAWAB
    • MUTIARA SALAF
    • BIOGRAFI

© 2024 by mantapp