Bagaimana hukum i’tikaf bagi wanita? Lebih baik di rumah atau di masjid? (Ummu Fauqi dari Bekasi)
Jawab :
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه أجمعين وبعد
I’tikaf adalah ibadah yang disunnahkan baik atas laki-laki maupun wanita dan tempatnya adalah di masjid.
Imam Nawawi rahimahullah berkata :
لا يصح الاعتكاف من الرجل ولا من المرأة إلا في المسجد
“Tidaklah sah i’tikaf laki-laki maupun wanita kecuali di masjid.” (Lihat Al Majmu, 6/480)
Oleh karena itu tidak sah jika seorang wanita i’tikaf di rumahnya.
Ibnu Qudamah rahimahullah berkata :
وَلِلْمَرْأَةِ أَنْ تَعْتَكِفَ فِي كُلِّ مَسْجِدٍ. وَلا يُشْتَرَطُ إقَامَةُ الْجَمَاعَةِ فِيهِ؛ لأَنَّهَا غَيْرُ وَاجِبَةٍ عَلَيْهَا. وَبِهَذَا قَالَ الشَّافِعِيُّ.
“Dan boleh bagi wanita i’tikaf di semua masjid dan tidak disyaratkan harus masjid yang dipakai berjamaah, karena sholat jama’ah tidak wajib atasnya. Dan ini pendapat Syafi’i.” (Lihat Al Mughni, 4/464)
Namun wanita yang ingin i’tikaf wajib mendapatkan izin suaminya.
Dalam riwayat Aisyah radhiyallahu Anha disebutkan :
فَاسْتَأْذَنَتْهُ عَائِشَة فَأَذِنَ لَهَا , وَسَأَلَتْ حَفْصَة عَائِشَة أَنْ تَسْتَأْذِن لَهَا فَفَعَلَتْ
“Maka Aisyah meminta izin kepada beliau shallallahu alaihi wasallam maka beliau mengizinkannya, dan Hafshah meminta Aisyah untuk memintakan izin maka beliau melakukannya.” (HR. Bukhari, 2033)
Ibnu Al Mundzir rahimahullah berkata :
فِي الْحَدِيث إِنَّ الْمَرْأَة لا تَعْتَكِف حَتَّى تَسْتَأْذِن زَوْجهَا وَأَنَّهَا إِذَا اِعْتَكَفَتْ بِغَيْرِ إِذْنِهِ كَانَ لَهُ أَنْ يُخْرِجَهَا
“Hadits ini menunjukkan bahwa wanita tidak boleh i’tikaf sampai dia minta izin suaminya, dan jika dia i’TIKAF tanpa izinnya maka dia boleh mengeluarkannya.” (Lihat Fathul Bari Syarh hadits, 2033).
***
Suko – Tuban, Senin 17 Ramadhan 1446 H/17 Maret 2025 M
Dijawab oleh : Ustadz Muhammad Yusuf Rustam, Lc., M.A.
Artikel : Meciangi.or.id






