Sabtu, Juni 6, 2026
Meci Angi | Forum Kajian Mahasiswa Meci Angi
NEWSLETTER
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BELAJAR ISLAM
    • AQIDAH
    • MANHAJ
  • FIQH DAN MUAMALAH
    • FIQH
    • QOIDAH FIQH
    • USHUL FIQH
  • TAZKIYATUN NUFUS
    • ADAB DAN AKHLAQ
    • TAZKIYATUN NUFUS
  • DOWNLOAD
    • E-BOOK
    • BULETIN MECI ANGI
    • KITAB ULAMA
    • REKAMAN KAJIAN
  • LAINNYA
    • FATWA ULAMA
    • TAFSIR
    • SIROH
    • KHUTBAH JUM’AT
    • BAHASA ARAB
    • BANTAHAN
    • TANYA JAWAB
    • MUTIARA SALAF
    • BIOGRAFI
Meci Angi | Forum Kajian Mahasiswa Meci Angi
  • BERANDA
  • BELAJAR ISLAM
    • AQIDAH
    • MANHAJ
  • FIQH DAN MUAMALAH
    • FIQH
    • QOIDAH FIQH
    • USHUL FIQH
  • TAZKIYATUN NUFUS
    • ADAB DAN AKHLAQ
    • TAZKIYATUN NUFUS
  • DOWNLOAD
    • E-BOOK
    • BULETIN MECI ANGI
    • KITAB ULAMA
    • REKAMAN KAJIAN
  • LAINNYA
    • FATWA ULAMA
    • TAFSIR
    • SIROH
    • KHUTBAH JUM’AT
    • BAHASA ARAB
    • BANTAHAN
    • TANYA JAWAB
    • MUTIARA SALAF
    • BIOGRAFI
No Result
View All Result
Meci Angi | Forum Kajian Mahasiswa Meci Angi
No Result
View All Result

Kewajiban Memulai Dakwah di Jalan Allah dengan Tauhid

Abu Dawud ad-Dombuwiyy by Abu Dawud ad-Dombuwiyy
19 Februari 2024
in AQIDAH
Reading Time: 5 mins read
0
Home AQIDAH

Bismillah, alhamdulillahi Rabbil ‘aalamiin. Wa shallallahu ‘ala Nabiyyina Muhammadin wa ‘ala aalihi wa shahbihi ajma’iin. Wa ba’du.

RELATED POST

Sihir dan Macam-Macamnya

Jauhi 7 Dosa Besar yang Membinasakan

Kewajiban memulai dakwah dengan tauhid merupakan pokok dakwah para Nabi dan Rasul ‘alaihimussalam seluruhnya. Telah datang ayat-ayat dan hadits-hadits yang berbicara tentang permasalahan penting ini.

Adapun hadits yang berbicara tentang permasalahan ini, diantaranya hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu Abbas dibawah ini :

عن ابن عباس رضي الله تعالى عنهما قال، قال رسو الله صلى الله عليه وسلم لمعاذ بن جبل حين بعثه إلى اليمن : إنك ستأتي قوما أهل كتاب فإذا جئتم فادعهم إلى أن يشهدوا أن لا إله إلا الله وأن محمدا رسول الله فإن هم أطاعوا لك بذلك فأخبرهم أن الله قد فرض عليهم خمس صلوات في كل يوم وليلة فإنهم أطاعوا لك بذلك فأخبرهم أن الله قد فرض عليهم صدقة تؤخذ من أغنيائهم فترد على فقرائهم فإن هم أطاعوا لك بذلك فإياك وكؤائم أموالهم واتق دعوة المظلوم فإنه ليس بينه وبين الله حجاب. (رواه البخاري و مسلم).

“Dari Ibnu Abbas radhiyallahu Ta’ala ‘anhuma, ia berkata : Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda kepada Mu’adz bin Jabal ketika ia mengutusnya ke Yaman : “Sesungguhnya engkau akan mendatangi suatu kaum ahli kitab (Yahudi dan Nasrani), jika engkau mendatangi mereka dakwahkan kepada mereka agar mereka bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang benar selain Allah dan Muhammad adalah utusan Allah. Jika mereka mentaatimu dalam hal itu, maka kabarkan kepada mereka bahwasanya Allah telah mewajibkan kepada mereka sholat lima waktu sehari semalam, jika mereka mentaatimu dalam hal itu maka kabarkan kepada mereka bahwasanya Allah telah mewajibkan kepada mereka zakat yang diambil dari orang kaya diantara mereka dan dikembalikan kepada orang miskin mereka, jika mereka mentaatimu dalam hal itu, maka waspadalah engkau (dari mengambil) harta terbaik mereka dan berhati-hatilah engkau terhadap doanya orang yang terdzolimi karena tidak ada satu penghalang-pun antara doanya dengan Allah.” (Diriwayatkan oleh Al-Bukhari dan Muslim). [Kitaabul Arba’iin fii Madzhabis Salaf, Ta’liif Asy-Syaikh Ali bin Yahya Al-Hadadiy, hal. 6-7]

Dalam hadits yang lain :

عن ابن عباس رضي الله عنهما ((أن رسول الله صلى الله عليه وسلم لما بعث معاذا إلى اليمن قال له : إنك ستأتي قوما من أهل الكتاب. فليكن أول ما ما تدعوهم إليه شهادة أن لا إله إلا الله. -وفي رواية : إلى أن يوحدوا الله- فإن هم أطاعوك لذلك فاعلمهم أن الله افترض عليهم خمس صلوات في كل يوم وليلة، فإن هم أطاعوك لذلك فأعلمهم أن الله افترض عليهم صدقة تؤخذ من أغنيائهم فترد على فقرائهم. فإن هم أطاعوك لذلك فإياك وكؤائم أموالهم، واتق دعوة المظلوم، فإنه ليس بينها وبين الله حجاب)). 

“Dari Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma : ((Bahwasannya tatkala Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengutus Mu’adz ke Yaman, beliau bersabda kepadanya : “Sesungguhnya engkau akan mendatangi suatu kaum dari ahli kitab (Yahudi dan Nasrani), maka jadikan apa yang pertama engkau dakwahkan kepada mereka yaitu syahadat laa ilaaha illallah -dalam satu riwayat : agar mereka mentauhidkan Allah- Jika mereka mentaatimu dalam hal itu, maka ajarkan kepada mereka bahwasanya Allah telah mewajibkan kepada mereka sholat lima waktu sehari semalam, jika mereka mentaatimu dalam hal itu maka ajarkan kepada mereka bahwasanya Allah telah mewajibkan kepada mereka zakat yang diambil dari orang kaya diantara mereka dan dikembalikan kepada orang miskin mereka, jika mereka mentaatimu dalam hal itu, maka waspadalah engkau (dari mengambil) harta terbaik mereka dan berhati-hatilah engkau terhadap doanya orang yang terdzolimi karena tidak ada satu penghalang-pun antara doanya dengan Allah.” [Fathul Majiid Syarh Kitaabit Tauhiid, hal. 81-87]

Dua hadits diatas, menjelaskan kepada kita akan pentingnya dakwah tauhid, pentingnya memulai dakwah dengan tauhid, karena tauhid merupakan ushul dakwahnya para Nabi dan para Rasul, ushul dakwah para sahabat dan para tabii’in, serta orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik hingga hari kiyamat. Barangsiapa yang membenci dakwah tauhid, maka sungguh dia telah membenci jalan dakwah para Nabi dan Rasul, dan inilah yang disebut dengan manhaj dakwah (metode/cara dakwah) generasi-generasi terdahulu, yaitu memulai dakwah mereka dengan perkara yang paling penting kemudian diikuti oleh perkara-perkara penting lain dibawahnya. Dan perkara yang paling penting diantara seluruh perkara yang paling penting adalah mendakwahkan dakwah tauhid kepada umat, mentasfiyyah dan mentarbiyyah mereka dengan tauhid, sehingga aqidah masyarakat akan terbebas dari  kotoran syirik, noda-noda khurofat, dan bercak-bercak takhayul dan bid’ah yang menyesatkan umat dari jalan yang lurus.

Faedah yang bisa diambil :

1. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika hendak mengirim juru dakwah keluar kota madinah beliau mengirim da’i-da’i yang mumpuni ilmunya dari kalangan para sahabat

2. Misi utama dakwah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah mengajak seluruh manusia kepada kemurnian tauhid dan meninggalkan segala bentuk kesyirikan seperti menyembah patung-patung, berhala, kuburan orang-orang sholeh, beristighotsah kepadanya, bertawasul kepadanya, menyembelih binatang untuknya, dan lain sebagainya dan inilah dosa-dosa besar yang paling besar yaitu kesyirikan kepada Allah ‘Azza wa Jalla

3. Makna syahadat لا إله إلا الله yaitu tidak ada sesembahan yang haq (benar) melainkan Allah.

4. Dalam beberapa riwayat seperti dalam kitab tauhid Al-Bukhari, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan kepada Mu’adz agar yang pertama kali yang harus ia dakwahkan kepada ahli kitab (Yahudi dan Nasrani) adalah «إلى أن يوحدوا الله» “agar mereka mentauhidkan Allah”

5. Dalam riwayat yang lain dari Al-Bukhari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan kepada Mu’adz agar menyeru mereka kepada «شهادة أن لا إله إلا الله أني رسول الله», artinya Nabi memerintahkan Mu’adz untuk mengajak mereka kepada tauhid. Dan barangsiapa yang mengucapkan kalimat syahadat «لا إله إلا الله», maka wajib bagi dia memenuhi dua rukun, (1) menafikan segala sesembahan selain Allah, (2) menetapkan hanya Allah saja satu-satunya sesembahan yang benar yang berhak disembah.

6. Barangsiapa yang ingin mengucapkan kalimat syahadat «لا إله إلا الله» atau yang telah bersaksi dengan kalimat tersebut, maka wajib bagi dia memenuhi semua syarat-syaratnya, (1) Ilmu yang menafikan kejahilan, (2) Keyakinan yang menafikan keraguan, (3) Penerimaan yang menafikan penolakan, (4) Ketundukan yang menafikan penentangan, (5) Keikhlasan yang menafikan kesyirikan, (6) Kejujuran yang menafikan kedustaan, (7) Kecintaan yang menafikan lawannya (yaitu ketidak cintaan)

7. Mu’adz bin Jabal dikirim ke Yaman untuk berdakwah kepada ahli kitab (Yahudi dan Nasrani). Mereka adalah orang-orang yang telah diberi al-kitab (Taurat dan Injil). Yahudi telah berbuat syirik dengan mengatakan Uzair anak Allah dan Nasrani telah berbuat syirik dengan mengatakan Isa bin Maryam adalah anak Allah. Maka Mu’adz diperintahkan agar pertama kali yang harus dia dakwahkan adalah tauhid dan memerintahkan mereka untuk meninggalkan segala bentuk kesyirikan

8. Mu’adz diperintahkan agar menyeru mereka untuk mendirikan sholat lima waktu sehari semalam, menunjukkan betapa pentingnya sholat lima waktu setelah tauhid

9. Mu’adz diperintahkan  agar menyeru mereka agar mengeluarkan zakat yang diambil dari orang kaya diantara mereka untuk dibagikan kepada orang-orang miskin diantara mereka, menunjukkan pentingnya zakat bagi orang-orang miskin

10. Mu’adz diperintahkan agar dia tidak mengambil harta terbaik dari mereka sebagai harta zakat dikhawatirkan akan ada rasa berat dihati orang-orang yang baru masuk Islam yang menyebabkan mereka akan enggan mengeluarkan zakat

11. Mu’adz diperingatkan dari bahayanya doa’ orang-orang yang terdzolimi, karena do’a orang yang terdzolimi tidak ada penghalang antara do’anya dengan Allah

12. Mustajabnya do’a orang yang terdzolimi

13. Peringatan dari bahayanya berbuat dzolim

14. Peringatan dari besarnya dosa dzolim terhadap sesama manusia

15. Anjuran untuk mengikuti metode Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan para sahabatnya dalam berdakwah

16. Adanya skala prioritas didalam dakwah illallah

17. Tauhid merupakan prioritas dakwah yang paling utama

18. Tauhid merupakan sumber kebahagiaan yang paling hakiki bagi umat manusia

19. Tauhid merupakan misi dakwah para nabi dan para rasul ‘alaihimussalam

20. Wajib mengikuti manhaj salaf (metode salaf) dalam berdakwah, yaitu memulai dengan yang terpenting (tauhid) dan mengakhirinya dengan tauhid dan perkara-perkara penting lain dibawahnya

21. Yang dimaksud dengan salaf yaitu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, para sahabat dan para tabi’in serta orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik hingga hari kiyamat

Semoga bermanfaat

Dompu-Nusa Tenggara Barat, 20 Dzulqo’dah 1443 H/30 Juni 2021

***

Penulis: Abu Dawud ad-Dombuwiyy

Artikel: Meciangi.com

ShareTweetPin
Abu Dawud ad-Dombuwiyy

Abu Dawud ad-Dombuwiyy

Penuntut ilmu dengan nama Erwin Gunawan, S.T. Pernah belajar kepada para asatidzah di Yogyakarta, diantaranya Ustadz Ahmad Halim, Ustadz Sa'id Abu Ukkasyah, Ustadz Ahmad MZ, Ustadz Ari Wahyudi, Ustadz Abu Isa, Ustadz Aris Munandar dan Ustadz Afifi Abdul Wadud dan para asatidzah lainnya. Alumni Ma'had al-Furqon al-Islamiy Srowo Sidayu Gresik. Alumni S1 Jurusan Teknik Elektro Universitas Muhammadiyah Yogyakarta.

Related Posts

Sihir dan Macam-Macamnya
AQIDAH

Sihir dan Macam-Macamnya

15 April 2026
Jauhi 7 Dosa Besar yang Membinasakan
AQIDAH

Jauhi 7 Dosa Besar yang Membinasakan

19 Februari 2026
Bersumpah Dengan Nama Selain Allah
AQIDAH

Bersumpah Dengan Nama Selain Allah

11 Januari 2026
Hukuman Bagi Tukang Sihir
AQIDAH

Hukuman Bagi Tukang Sihir

8 Desember 2025
Tafsir Ayat Tauhid (bagian 5)
AQIDAH

Tafsir Ayat Tauhid (bagian 5)

4 November 2025
Ketika Syirik dianggap Budaya dan Tradisi
AQIDAH

Ketika Syirik dianggap Budaya dan Tradisi

6 November 2025
Next Post
Jangan Menyekutukan Allah

Jangan Menyekutukan Allah

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TENTANG KAMI

Website meciangi.or.id adalah situs dakwah Islam yang dikelola oleh Forum Kajian Mahasiswa Meci Angi. Diantara kegiatan utama dakwah kami adalah Ma'had Meci Angi. Ma'had Meci Angi merupakan tempat menimba ilmu para penuntut ilmu yang berpijak pada pemahaman shalafus sholeh. Diantara kegiatan utamanya adalah pembelajaran bahasa arab seperti nahwu, shorof, belajar baca kitab, mengadakan daurah syar'iyyah, menerbitkan buletin serta kegiatan kegiatan dakwah lainnya.

Alamat sekretariat Website: Jln. Lintas Sumbawa, Gg. Potlot no.14. Lingkungan Rasa Bou - Kelurahan Kandai Dua - Kecamatan Woja - Kabupaten Dompu - NTB 84218.

Follow us

Terbaru

  • Angkatlah Do’amu di Hari Arafah
  • Puasa Awal Dzulhijjah
  • Kambing 1,7 Tahun Belum Powel
  • Biografi Syaikhuna wa Waliduna Aunur Rafiq bin Ghufron bin Hamdan

Kategori

  • ADAB DAN AKHLAQ
  • AL-QUR'AN
  • AQIDAH
  • BAHASA ARAB
  • BANTAHAN
  • BIOGRAFI
  • BULETIN MECI ANGI
  • E-BOOK
  • FATWA ULAMA
  • FIQH
  • KHUTBAH JUM'AT
  • KITAB ULAMA
  • MANHAJ
  • MUTIARA SALAF
  • QOIDAH FIQH
  • SIROH
  • SYAIR
  • TAFSIR
  • TANYA JAWAB
  • TAZKIYATUN NUFUS
  • USHUL FIQH
  • BERANDA
  • BELAJAR ISLAM
  • FIQH DAN MUAMALAH
  • TAZKIYATUN NUFUS
  • DOWNLOAD
  • LAINNYA

© 2024 by mantapp

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BELAJAR ISLAM
    • AQIDAH
    • MANHAJ
  • FIQH DAN MUAMALAH
    • FIQH
    • QOIDAH FIQH
    • USHUL FIQH
  • TAZKIYATUN NUFUS
    • ADAB DAN AKHLAQ
    • TAZKIYATUN NUFUS
  • DOWNLOAD
    • E-BOOK
    • BULETIN MECI ANGI
    • KITAB ULAMA
    • REKAMAN KAJIAN
  • LAINNYA
    • FATWA ULAMA
    • TAFSIR
    • SIROH
    • KHUTBAH JUM’AT
    • BAHASA ARAB
    • BANTAHAN
    • TANYA JAWAB
    • MUTIARA SALAF
    • BIOGRAFI

© 2024 by mantapp