Sabtu, Juni 6, 2026
Meci Angi | Forum Kajian Mahasiswa Meci Angi
NEWSLETTER
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BELAJAR ISLAM
    • AQIDAH
    • MANHAJ
  • FIQH DAN MUAMALAH
    • FIQH
    • QOIDAH FIQH
    • USHUL FIQH
  • TAZKIYATUN NUFUS
    • ADAB DAN AKHLAQ
    • TAZKIYATUN NUFUS
  • DOWNLOAD
    • E-BOOK
    • BULETIN MECI ANGI
    • KITAB ULAMA
    • REKAMAN KAJIAN
  • LAINNYA
    • FATWA ULAMA
    • TAFSIR
    • SIROH
    • KHUTBAH JUM’AT
    • BAHASA ARAB
    • BANTAHAN
    • TANYA JAWAB
    • MUTIARA SALAF
    • BIOGRAFI
Meci Angi | Forum Kajian Mahasiswa Meci Angi
  • BERANDA
  • BELAJAR ISLAM
    • AQIDAH
    • MANHAJ
  • FIQH DAN MUAMALAH
    • FIQH
    • QOIDAH FIQH
    • USHUL FIQH
  • TAZKIYATUN NUFUS
    • ADAB DAN AKHLAQ
    • TAZKIYATUN NUFUS
  • DOWNLOAD
    • E-BOOK
    • BULETIN MECI ANGI
    • KITAB ULAMA
    • REKAMAN KAJIAN
  • LAINNYA
    • FATWA ULAMA
    • TAFSIR
    • SIROH
    • KHUTBAH JUM’AT
    • BAHASA ARAB
    • BANTAHAN
    • TANYA JAWAB
    • MUTIARA SALAF
    • BIOGRAFI
No Result
View All Result
Meci Angi | Forum Kajian Mahasiswa Meci Angi
No Result
View All Result

Menahan Hawa Nafsu

Lis Mujiono, S.Pd.I by Lis Mujiono, S.Pd.I
21 November 2024
in KHUTBAH JUM'AT
Reading Time: 8 mins read
0
Home KHUTBAH JUM'AT

Khutbah pertama :

RELATED POST

Nasihat Adalah Pondasi Agama

Kuatkan Kemerdekaan

إن الحمد لله نحمده ونستعينه ونستغفره ونعوذ بالله من شرور أنفسنا ومن سيئات أعمالنا من يهده الله فلا مضل له ومن يضلل فلا هادي له وأشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له وأشهد أن محمدا عبده ورسوله. ﴿يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ﴾ . ﴿يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالًا كَثِيرًا وَنِسَاءً وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالْأَرْحَامَ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا﴾. ﴿يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا،  يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا﴾. أما بعد

Dalam suatu kejadian wahai Jama’ah رحمنى و رحمكم الله : Seorang yang dahulu termasuk orang-orang yang sholeh. Sholat berjama’ah, rajin dalam beribadah kepada Allah Ta’ala kemudian ia mencoba sedikit mengakhirkan sholat sedikit demi sedikit ia absen tidak mengerjakan sholat. Kemudian ia pun berkecimpung di dunia bisnis-bisnis ringan kemudian berlalunya waktu ke waktu akhirnya ia menjadi orang yang kaya mentereng kemudian dia tergiur masuk ke dunia riba ia pun terjerumus di dalamnya kemudian lambat laun ia sering menipu orang lain dan akhirnya ia dikenal sebagi orang yang jelek dan tidak peduli lagi dari mana arah datang hartanya itu.

Atau dalam suatu kondisi yang lain seorang pemuda yang dikenal dengan istiqomahnya dan semangatnya saat belajar ilmu agama. Sering menghadiri majelis ilmu. kemudian suatu saat pemuda ini berkenalan dengan seseorang yang kurang baik akhlaknya. Akhirnya mulailah ia terpengaruh, mulailah ia sedikit demi sedikit meninggalkan ilmu dan majelis ilmu. Dan akhirnya ia hidup dengan hedonisme / kebebasan kemudian ia mencoba hal lain yang berbau maksiat sekali dua kali tiga kali dan seterusnya dan seterusnya, yang akhirnya ia pun tidak dikenali kecuali sebagai pemilik akhlak yang buruk dan jadilah ia pribadi yang tidak bisa lepas dari kungkungan perbuatan-perbuatan durjana dan dosa nauzubillah.

Demikianlah wahai Jama’ah sholat jum’at رحمنى و رحمكم الله, gambaran peristiwa semacam ini sungguh nyata terjadi di masyarakat kita. Terjadi di tubuh kaum muslimin. Seorang yang dulunya dikenal saleh kemudian karena suatu keadaan akhirnya berubah menjadi tooleh atau menjadi keji.

Kenapa hal ini bisa terjadi wahai Jama’ah kaum muslimin رحمنى و رحمكم الله. Apa sebabnya? Ternyata salah satu sebab yang paling mendasar adalah mereka tidak pandai untuk berkata TIDAK ! Ya… mereka tidak mempu untuk mengatakan tidak pada diri mereka sendiri. Jiwa semacam itulah jiwa yang tidak pernah kenyang. Jiwa yang senantiasa dihiasi angan-angan maksiat dari waktu ke waktu. Jiwa yang senantiasa menuruti bisikan hawa nafsu yang tidak pernah puas.

Oleh karena hal itulah wahai Jama’ah kaum muslimin رحمنى و رحمكم kita butuh untuk bisa mengucapkan kata “TIDAK!” pada diri kita. Dan berusaha untuk tidak memberikan segala sesuatu yang dikehendaki oleh hati.

Benar bahwasanya seseorang boleh memberikan hak yang dikehendaki oleh jiwa sesuai dengan apa yang syariat kita bolehkan. Akan tetapi memberikan segala apa yang dikehendaki oleh hati niscaya akan berakhir dengan mala petaka di kemudian hari.

Allah Ta’ala menyinggung jiwa semacam ini dalam Al-Qur’an. Jiwa yang senantiasa menuruti hawa nafsu. Selalu mengatakan iya iya dan iya pada dirinya. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman kepada Nabi Dawud alaihi salam:

يَٰدَاوُۥدُ إِنَّا جَعَلْنَٰكَ خَلِيفَةً فِى ٱلْأَرْضِ فَٱحْكُم بَيْنَ ٱلنَّاسِ بِٱلْحَقِّ وَلَا تَتَّبِعِ ٱلْهَوَىٰ فَيُضِلَّكَ عَن سَبِيلِ ٱللَّهِ ۚ إِنَّ ٱلَّذِينَ يَضِلُّونَ عَن سَبِيلِ ٱللَّهِ لَهُمْ عَذَابٌ شَدِيدٌۢ

Artinya : “Hai Daud, sesungguhnya Kami menjadikan kamu khalifah (penguasa) di muka bumi, maka berilah keputusan (perkara) di antara manusia dengan adil dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu, karena ia akan menyesatkan kamu dari jalan Allah. Sesungguhnya orang-orang yang sesat darin jalan Allah akan mendapat azab yang berat”. (QS. Shaad 38:26)

Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:

ثلاثٌ مُهلِكاتٌ: شُحٌّ مُطاعٌ، وهوًى مُتَّبَعٌ، وإعجابُ المرءِ بنفسِه

“Tiga hal yang membinasakan: 1) Pelit yang ditaati, 2) Hawa nafsu yang diikuti, 3) Ujub terhadap diri sendiri.” (HR. Anas bin Malik, Abu Hurairoh dan lainnya dalam Silsilah Shohihah al-Albaniy, 1802).

Allah Subhanahu wa Ta’ala juga menyinggung dalam Al-Qur’an bahwasanya orang-orang yang senantiasa mengikuti hawa nafsunya bearti telah menuhankan hawa nafsunya. Sebagaimana firman-Nya :

أَرَءَيْتَ مَنِ ٱتَّخَذَ إِلَٰهَهُۥ هَوَاهُ

Artinya : “Terangkanlah kepadaku tentang orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai tuhannya.” (QS. Al Furqaan 25:43)

Jama’ah sholat jum’at رحمنى و رحمكم الله : Apakah mungkin hawa nafsu bisa menjadi tuhan? Jawabannya iya! Ketika hawa nafsu itu ditaati dan dituruti tanpa menyelisihinya sedikit pun. Ia lebih menaati hawa nafsunya dari pada mentaati perintah Allah Ta’ala. Iya tidak bisa melawan kehendak hatinya walaupun syariat yang mulia menyelisihinya. Berarti ia telah menuhankan hawa nafsunya.

Nabi ﷺ mengabarkan bahwasanya ketika seseorang senantiasa mentaati hatinya dalam melakukan Kemaksiatan maka akan ternodai hati itu. Dan apabila semakin sering dan terbiasa maka hitamlah hatinya. Ketika hati itu telah hitam maka ia tidak akan mengenali lagi perbuatan yang baik dan tidak akan mengingkari kemungkaran yang terjadi.

Kebaikan baginya adalah sesuai timbangan hawa nafsunya bukan timbangan syariat. Kemungkaran baginya adalah sesuai hawa nafsunya bukan kemungkaran yang dimaksudkan oleh Allah Ta’ala.

Nabi ﷺ bersabda :

تُعرضُ الفتنُ على القلوبِ كالحصيرِ عودًا عودًا، فأيُّ قلبٍ أُشربَها نكتَتْ فيه نكتةٌ سوداءُ فيصيرُ أسودَ مُرْبادًّا كالكُوْزِ مُجَخِّيًا، لا يعرفُ معروفًا ولا ينكرُ إلا ما أُشرِبَ من هَواه

“Fitnah akan dipaparkan pada hati manusia sedikit demi sedikit bagaikan tenunan sehelai tikar. Mana pun hati yang dihinggapi oleh fitnah, niscaya akan terlekat padanya bintik-bintik hitam. Seperti sebuah cangkir besar yang terbalik (tidak dapat meraup air), tidak mengetahui mana yang baik dan tidak pula dapat mengingkari kemungkaran melainkan apa yang telah diserap oleh hawa nafsunya.” (HR. Ibnul ‘Arabiy. al-‘Awaashim minal Qowaashim (17), shohih).

Berkata Syaikhul islam ibn Taimiyyah :

ابنُ تيمية – رحمه الله -: (وصاحِبُ الهوى يُعمِيه الهوى ويُصِمُّه، فلا يَستحضِر ما لله ورسوله ﷺ في ذلك، ولا يطلبه، ولا يرضى لرضا الله ورسوله، ولا يغضب لغضب الله ورسوله؛ بل يرضى إذا حصل ما يرضاه بهواه، ويغضَب إذا حصل ما يغضب له بهواه)

“Pengekor hawa nafsu akan dibutakan dan ditulikan oleh hawa nafsunya. Dia tidaklah beramal untuk Allah Ta’ala dan Rasul-Nya dan tidak pula mengharapkannya. Dia tidak ridha sesuai apa yang Allah Ta’ala dan Rasul-Nya Ridha dan dia tidak pula marah selaras dengan marahnya Allah Ta’ala dan Rasul-Nya. Bahkan dia Ridha atau senang sesuai apa yang disenangai hawa nafsunya. Dia hanya marah sesuai marahnya hawa nafsunya saja.

Demikian lah wahai Jama’ah kaum muslimin رحمنى و رحمكم الله. Dan mungkin sering kita dengar jawaban seseorang ketika ditanya, “Kenapa tidak sholat?” “Saya masih belum mampu melaksanakan.” Atau “Nanti saya akan kerjakan”

Kenapa masih makan riba?, “Saya masih belum mampu meninggalkannya.”

Kenapa masih merokok, bukannya merokok itu merusak diri dan sesuatu yang merusak diri itu tidak dibolehkan dalam agama kita?, “Maaf saya belum mampu berlepas diri darinya.”

Kenapa tidak berjilbab?, “Nanti. Hati saya masih belum suci.”

Ini hanya sekelumit contoh orang yang lebih mengedepankan hawa nafsunya dari pada pentunjuk. Dan contoh-contoh lain banyak dan terjadi di kehidupan kita secara nyata.

Jama’ah kaum muslimin رحمنى و رحمكم :
Sesungguhnya seseorang yang dikalahkan oleh hawa nafsunya atau tidak mampu melawan hawa nafsunya sendiri, maka ia akan lebih lemah jika dihadapkan pada hal-hal yang batil. Jika dengan dirinya sendiri ia tidak mampu mengatakan “TIDAK!”, sungguh di hadapan maksiat dan dosa ia akan lebih tunduk dan lunak. Seorang yang tidak mampu melawan hawa nafsunya sendiri ia juga akan lemah dihadapan harta dan kemewahan dunia.

Kita dituntut oleh syariat untuk harus bisa menguasai diri kita. Lihatlah bagaimana sabda Nabi ﷺ:

ليسَ الشَّدِيدُ بالصُّرْعَةِ، إنَّما الشَّدِيدُ الذي يَمْلِكُ نَفْسَهُ عِنْدَ الغَضَبِ

“Orang yang kuat itu bukanlah yang pandai bergulat, tetapi yang dapat menguasai diri di kala ia marah” (HR. Abu Hurairoh dalam shohih al-Bukhari, 6114 dan Muslim, 2609).

Jama’ah kaum muslimin kita punya panutan dari generasi para sahabat dahulu betapa mereka itu paling mampu dalam menguasai diri mereka. Serta menahan hawa nafsunya.

Suatu hari turun ayat Allah Ta’ala untuk mengharamkan Khomr:

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓا۟ إِنَّمَا ٱلْخَمْرُ وَٱلْمَيْسِرُ وَٱلْأَنصَابُ وَٱلْأَزْلَٰمُ رِجْسٌ مِّنْ عَمَلِ ٱلشَّيْطَٰنِ فَٱجْتَنِبُوهُ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ

Artinya : “Wahai orang-orang yang beriman, sesungguhnya (meminum) khamar, berjudi, (berkorban untuk) berhala, mengundi nasib dengan anak panah, adalah termasuk perbuatan syaitan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapat keberuntungan.” (QS. Al-Ma’idah 5:90).

Ketika para sahabat mengetahui turunnya ayat tersebut yang mengharamkan khomr, mereka pun langsung berhenti. Padahal, saat itu, mereka tengah duduk-duduk sambil minum khomr. Maka, khomr yang ada dalam gelas yang mereka genggam itu pun mereka tumpahkan. Tak cukup dengan hal itu, mereka pun segera membuang semua khomr yang mereka simpan sehingga basah lah lorong-lorong kota Madinah dengan Khomr. Padahal situasinya sangat berat bagi jiwa. Kenapa? karena khomr sudah merupakan adat yang mengakar kuat dalam tradisi masyarakat saat itu, sebagaimana halnya minum air putih. Namun ketika seseorang bisa menahan hawa nafsunya maka dia akan mudah tunduk terhadap hukum syariat.

Seorang laki-laki tidak akan menjadi laki-laki sejati dan mulia, kecuali setelah akalnya lebih ia kedepankan dari pada hawa nafsunya. Seorang insan tidak akan mulia di hadapan syariat kecuali setelah ia mampu melawan hawa nafsunya dan mengalahkannya. Sehingga akalnya yang membimbing nafsu bukan sebaliknya. Bukan nafsu yang malah memimpinnya dan menguasainya.

نسأل الله سبحانه وتعالى أن يعيننا على أنفسنا بارك الله لي ولكم في القرآن العظيم و نفعني و إياكم بما فيه من الآيات والذكر الحكيم و تقبل الله مني و منكم تلاوته أقول ما تسمعون و أستغفر الله لي و لكم فاستغفروه إنه هو الغفور الرحيم

Khutbah ke 2:

الحمد لله الحمد الذى أرسل رسوله بالهدى ودين الحق ليزهره على الدين كله و كفى بالله شهيدا و أشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له إقرارا به و توحيدا و أشهد أن محمدا عبده ورسوله صلى الله عليه وعلى آله وأصحابه وسلم تسليمًا مزيدا. أَمَّا بعد

Jama’ah kaum muslimin رحمنى و رحمكم :
Berlatih untuk mengucapkan kata “TIDAK!” pada diri kira adalah sesuatu yang sangat penting. Bukan hanya sekedar ucapan batin atau lisan. Hendaknya kalimat itu masuk ke akal pikiran dan menguatkannya. Kenapa wahai Jama’ah رحمني و رحمكم, karena kita tidak akan bisa masuk surga. Kita tidak akan bisa mendapatkan surga kecuali setelah kita mampu utuk mengucapkan “TIDAK!” pada diri kira sendiri. Tidak ada disana jalan ke surga kecuali dengan jalan ini.

Allah Ta’ala berfirman :

وَأَمَّا مَنْ خَافَ مَقَامَ رَبِّهِۦ وَنَهَى ٱلنَّفْسَ عَنِ ٱلْهَوَى. فإن ٱلْجَنَّةَ هِىَ ٱلْمَأْوَىٰ

“Dan adapun orang-orang yang takut kepada kebesaran Tuhannya dan menahan diri dari keinginan hawa nafsunya, maka sesungguhnya surgalah tempat tinggal(nya).” (QS. An-Nazi’at 79 : 40)

Apa maknanya menahan diri dari keinginan hawa nafsunya. Yaitu mengatakan “TIDAK!” pada jiwa ketika jiwa itu menginginkan perbuatan maksiat. Katakan “TIDAK!” Pada jiwa yang terlalu berambisi ke pada dunia sehingga menerjang keharaman, karena tidak semua yang kita inginkan mesti terwujud. Tidak semua yang kita harapkan harus diberi. Disana ada batasan-batasnya. Disana ada rambu-rambu dari Allah Ta’ala dan Rasulnya yang harus kita perhatikan dan cermati.

Allah Ta’ala berfirman :

ثم جَعَلْنَٰكَ عَلَىٰ شَرِيعَةٍ مِّنَ ٱلْأَمْرِ فَٱتَّبِعْهَا وَلَا تَتَّبِعْ أَهْوَآءَ ٱلَّذِينَ لَا يَعْلَمُونَ

Artinya : “Kemudian Kami jadikan kamu berada di atas suatu syariat (peraturan) dari urusan (agama itu), maka ikutilah syariat itu dan janganlah kamu ikuti hawa nafsu orang-orang yang tidak mengetahui.” (QS. Al Jaatsiyah 45:18)

Perhatikanlah bagaimana kisah sahabat yang mulai Umar bin Khattab radiyallahu ‘anhu dan Jabir bin ‘Abdillah radiyallahu ‘anhu di dalam kitab Mawaaizu Shohabah halaman 33-34.

عن جابر بن عبدالله رضي الله عنه أنه قال: رأى عمر بن الخطاب لحمًا معلقًا في يديّ فقال: ماهذا يا جابر؟ قلت اشتهيت لحمًا فاشتريته، فقال عمر: أو كلما اشتهيت اشتريت ياجابر، أما تخاف هذه الآية ( أَذْهَبْتُمْ طَيِّبَاتِكُمْ فِي حَيَاتِكُمُ الدُّنْيَا) سورة الأحقاف آية (20). (مواعظ الصحابة: ٣٣-٣٤)

Sahabat Jabir bin Abdillah pernah bercerita suatu saat Umar bin Khattab melihat ku menenteng daging. Kemudian aku ditanya oleh beliau. “Apa ini wahai jabir?”

Aku pun menjawab: aku ingin daging dan ini aku beli. Umar pun menimpali: apakah setiap yang kau inginkan semuanya harus kau beli wahai jabir?! Tidakkah engkau takut jikalau engkau termasuk dalam ayat ini, “Kamu telah menghabiskan rezekimu yang baik dalam kehidupan duniawimu (saja) dan kamu telah bersenang-senang dengannya; maka pada hari ini (hari kiamat ) kamu dibalasi dengan azab yang menghinakan.” Surah al-Ahqof ayat 20. (Mawaaidzu as-Shahabah : 33-34).

Jama’ah kaum muslimin رحمنى و رحمكم :
Kapan kita bisa belajar sabar jika hawa nafsu harus dituruti tanpa di tahan. Kapan kita belajar takwa jika kita tidak sering-sering menahan hawa nafsu ketika menginginkan perbuatan maksiat.

Berkata imam ibn Qoyyim :

قال ابن القيم رحمه الله: (مخالفة الهوى تُقيم العبد في مقامِ مَن لو أقسم على الله لأبره؛ فيقضي له من الحوائج أضعاف أضعاف ما فاته من هواه، فهو كمن رغب عن بَعْرة فأعطي عوضَها دُرة، ومتبع الهوى يفوته من مصالحه العاجلة والآجلة

“Orang yang menyelisihi hawa nafsu akan menghantarkan ia di suatu kedudukan yang seandainya dia bersumpah atas nama Allah niscaya sampahnya pasti Allah ta’ala penuhi. Allah Ta’ala akan penuhi kebutuhan-kebutuhannya berlipat-lipat lebih banyak dari apa yang ia keh ilangan kelezatan sesaat yang sebelumnya ia tolak. Ia laksana orang yang sedang berhasrat terhadap tinja binatang. namun ia tinggalkan dan ternyata AllahTa’ala ganti dengan mutiara. Orang yang mengikuti hawa nafsu akan kehilangan maslahat yang saat ini atau maslahat di kemudian hari.”

Nabi ﷺ bersabda dalam Haditsnya :

من تركَ شيئًا للهِ، عوَّضهُ اللهُ خيرًا منه

“Barang siapa yang meninggalkan sesuatu karena Allah Ta’ala kelak pasti Allah ta’ala ganti dengan yang lebih baik dari apa yang ia tinggalkan” (HR. al-Albaani dalam HIjabul Mar’ah, 49).

Jama’ah kaum muslimin رحمنى و رحمكم :
Bagaimana caranya menahan hawa nafsu? Berkata Ibnul Qoyyim :

 ملاك الأمر كله في محبة الله عز وجل والشوق إليه وإرادة وجهه الكريم

فإن لم تكن لك همة عاليه تدعوك إلى ذلك فتذكر ما في الجنة من نعيم مقيم للأبرار، وأن من شرب الخمر في الدنيا لن يشربها في الآخرة، ومن لبس الحرير في الدنيا لن يلبسه في الآخرة

فإن لم تكن لك همة تدعوك إلى ذلك، فتذكر ما في النار من الجحيم ومن الأغلال ومن الحميم

فإن لم تكن لك همة تدعوك إلى ذلك فاعلم أنك خلقت للجحيم لا للنعيم، والعياذ بالله

1. Poros segala perkara seluruhnya adalah untuk kecintaan kepada Allah Ta’ala. Kerinduan kepadaNya. Dan kehendak kuat untuk melihat wajah-Nya yang Maha Mulia.

2. Jika tidak ada motivasi demikian maka Ingatlah kenikmatan di surga. Ingat Surga hanya untuk orang-orang yang baik. Ingat barang siapa yang minum khomer di dunia dia tidak akan minum lagi di akhirat barang siapa yang memakai kain sutra di dunia dia tidak akan mendapatkannya lagi kelak di akhirat

3. Jika sama sekali tidak ada motivasi untuk mengingat kenikmatan surga, maka ingatlah kepedihan Neraka. Ingatlah belenggu dan apinya yang sangat panas memuncak.

4. Jika tidak ada motivasi semua itu Ingat ketahui lah berarti engkau adalah seorang manusia yang diciptakan untuk masuk ke dalam neraka bukan masuk ke dalam Surga.

Jama’ah kaum muslimin رحمنى و رحمكم :
Kita juga harus ingat apa akibat buruk jika kita terus-menerus mengikuti hawa nafsu. Sesungguhnya kebahagiaan yang hakiki kelak adalah bagi mereka yang mampu menahan hawa nafsunya. Demikian pula kesengsaraan dan penyesalan hakiki kelak adalah bagi mereka yang mengikuti hawa nafsunya.

Kita mohon keselamatan dari Allah Ta’ala dari sikap selalu tunduk kepada hawa nafsu.

Jama’ah kaum muslimin رحمنى و رحمكم :
Engkau tidak akan kuat berhadapan dengan jiwamu kecuali engkau mendapatkan pertolongan dari zat yang maha kuat Subhanahu wa Ta’ala.

Kita mohon kepadaNya kekuatan dan kemampuan untuk tetap bisa istiqomah dalam menjalani perintah dan menjauhi larangannya.

هذا و صلوا و سلموا على البشير النذير و السراج المنير حيث أمركم بذلك العليم الخبير . فقال
يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ صَلُّوا۟ عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا۟ تَسْلِيمًا

اللهم صل و سلم و بارك على سيدنا محمد و على آله و صحبه و التابعين و من تبعهم إلى يوم الدين

اللهم يا مقلب القلوب ثبت قلوبنا على دينك و على طاعتك

اللهم آت أنفسنا تقواها و زكها أنت خير من زكاها أنت و ليها و مولاها

اللهم أصلح بواطننا و ظواهرنا
اللهم أصلح سرنا و علانيتنا
اللهم أصلح أفعالها و أقوالنا
اللَّهمَّ إنِّا نسألُكَ جنة و نعوذبك من النار

اللهم أعز الإسلام والمسلمين فى كل مكان

اللهم انصر المجاهدين في فلسطين

اللهم اغفر للمسلمين و المسلمات الأحياء منهم والأموات
ربنا آتنا في الدنيا حسنة وفي الآخرة حسنة وقنا عذاب النار
و الحمد لله رب العالمين

عباد الله
إن الله يأمركم بالعدل و الإحسان و إيتاء ذي القربى و ينهى عن الفحشاء و المنكر يعظكم لعلكم تذكرون فاذكوا الله العظيم يذكركم و اشكروا على نعمه يزدكم و اسألوا من فضله يعطكم و لذكر الله أكبر
و الله يعلم ما تصنعون

Lamongan Masjid Jikronah 13 Jumadal Ula 1446 H/ 15 November 2024

Penulis : Ustadz Lis Mujiono, S.Pd.I

Artikel : Meciangi.or.id

ShareTweetPin
Lis Mujiono, S.Pd.I

Lis Mujiono, S.Pd.I

Ustadz Lis Mujiono adalah alumni Pondok Pesantren Al-Furqon al-Islamiy Srowo-Sidayu Gresik-Jawa Timur tahun 2020. Selalu mendapat peringkat 1 di Takhossus 1 dan 2, dan masuk peringkat 3 besar di Marhalah Aly 3. Pernah menempuh studi S1 di STAI YPBWI Surabaya pada jurusan PAI. Aktifitas sehari-hari beliau sebagai pengajar tetap di Pondok Pesantren Al-Furqon al-Islamiy Srowo-Sidayu-Gresik-Jawa Timur di Marhalah MTS dan Takhossus Ilmi.

Related Posts

Nasihat Adalah Pondasi Agama
KHUTBAH JUM'AT

Nasihat Adalah Pondasi Agama

7 Januari 2026
Kuatkan Kemerdekaan
KHUTBAH JUM'AT

Kuatkan Kemerdekaan

16 Agustus 2025
Mengedepankan Cinta Allah di Hari Qurban
KHUTBAH JUM'AT

Mengedepankan Cinta Allah di Hari Qurban

30 Mei 2025
Menahan Pandangan yang Haram
KHUTBAH JUM'AT

Menahan Pandangan yang Haram

26 Februari 2025
Khutbah Jum’at : Akhlak Mulia
KHUTBAH JUM'AT

Khutbah Jum’at : Akhlak Mulia

16 Januari 2025
Peringatan Tahun Baru Masehi
KHUTBAH JUM'AT

Peringatan Tahun Baru Masehi

29 Desember 2024
Next Post
Saudara Sepupu Wakil Nikah

Saudara Sepupu Wakil Nikah

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TENTANG KAMI

Website meciangi.or.id adalah situs dakwah Islam yang dikelola oleh Forum Kajian Mahasiswa Meci Angi. Diantara kegiatan utama dakwah kami adalah Ma'had Meci Angi. Ma'had Meci Angi merupakan tempat menimba ilmu para penuntut ilmu yang berpijak pada pemahaman shalafus sholeh. Diantara kegiatan utamanya adalah pembelajaran bahasa arab seperti nahwu, shorof, belajar baca kitab, mengadakan daurah syar'iyyah, menerbitkan buletin serta kegiatan kegiatan dakwah lainnya.

Alamat sekretariat Website: Jln. Lintas Sumbawa, Gg. Potlot no.14. Lingkungan Rasa Bou - Kelurahan Kandai Dua - Kecamatan Woja - Kabupaten Dompu - NTB 84218.

Follow us

Terbaru

  • Angkatlah Do’amu di Hari Arafah
  • Puasa Awal Dzulhijjah
  • Kambing 1,7 Tahun Belum Powel
  • Biografi Syaikhuna wa Waliduna Aunur Rafiq bin Ghufron bin Hamdan

Kategori

  • ADAB DAN AKHLAQ
  • AL-QUR'AN
  • AQIDAH
  • BAHASA ARAB
  • BANTAHAN
  • BIOGRAFI
  • BULETIN MECI ANGI
  • E-BOOK
  • FATWA ULAMA
  • FIQH
  • KHUTBAH JUM'AT
  • KITAB ULAMA
  • MANHAJ
  • MUTIARA SALAF
  • QOIDAH FIQH
  • SIROH
  • SYAIR
  • TAFSIR
  • TANYA JAWAB
  • TAZKIYATUN NUFUS
  • USHUL FIQH
  • BERANDA
  • BELAJAR ISLAM
  • FIQH DAN MUAMALAH
  • TAZKIYATUN NUFUS
  • DOWNLOAD
  • LAINNYA

© 2024 by mantapp

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BELAJAR ISLAM
    • AQIDAH
    • MANHAJ
  • FIQH DAN MUAMALAH
    • FIQH
    • QOIDAH FIQH
    • USHUL FIQH
  • TAZKIYATUN NUFUS
    • ADAB DAN AKHLAQ
    • TAZKIYATUN NUFUS
  • DOWNLOAD
    • E-BOOK
    • BULETIN MECI ANGI
    • KITAB ULAMA
    • REKAMAN KAJIAN
  • LAINNYA
    • FATWA ULAMA
    • TAFSIR
    • SIROH
    • KHUTBAH JUM’AT
    • BAHASA ARAB
    • BANTAHAN
    • TANYA JAWAB
    • MUTIARA SALAF
    • BIOGRAFI

© 2024 by mantapp