Sabtu, Juni 6, 2026
Meci Angi | Forum Kajian Mahasiswa Meci Angi
NEWSLETTER
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BELAJAR ISLAM
    • AQIDAH
    • MANHAJ
  • FIQH DAN MUAMALAH
    • FIQH
    • QOIDAH FIQH
    • USHUL FIQH
  • TAZKIYATUN NUFUS
    • ADAB DAN AKHLAQ
    • TAZKIYATUN NUFUS
  • DOWNLOAD
    • E-BOOK
    • BULETIN MECI ANGI
    • KITAB ULAMA
    • REKAMAN KAJIAN
  • LAINNYA
    • FATWA ULAMA
    • TAFSIR
    • SIROH
    • KHUTBAH JUM’AT
    • BAHASA ARAB
    • BANTAHAN
    • TANYA JAWAB
    • MUTIARA SALAF
    • BIOGRAFI
Meci Angi | Forum Kajian Mahasiswa Meci Angi
  • BERANDA
  • BELAJAR ISLAM
    • AQIDAH
    • MANHAJ
  • FIQH DAN MUAMALAH
    • FIQH
    • QOIDAH FIQH
    • USHUL FIQH
  • TAZKIYATUN NUFUS
    • ADAB DAN AKHLAQ
    • TAZKIYATUN NUFUS
  • DOWNLOAD
    • E-BOOK
    • BULETIN MECI ANGI
    • KITAB ULAMA
    • REKAMAN KAJIAN
  • LAINNYA
    • FATWA ULAMA
    • TAFSIR
    • SIROH
    • KHUTBAH JUM’AT
    • BAHASA ARAB
    • BANTAHAN
    • TANYA JAWAB
    • MUTIARA SALAF
    • BIOGRAFI
No Result
View All Result
Meci Angi | Forum Kajian Mahasiswa Meci Angi
No Result
View All Result

Mukadimah Kitab Tauhid (bagian 2)

Ari Wahyudi, S.Si by Ari Wahyudi, S.Si
25 Juni 2025
in AQIDAH
Reading Time: 2 mins read
0
Home AQIDAH

Bismillah.

RELATED POST

Sihir dan Macam-Macamnya

Jauhi 7 Dosa Besar yang Membinasakan

Alhamdulillah pada kesempatan ini Allah kembali beri kemudahan bagi kita untuk melanjutkan pembahasan seputar faidah dari Kitab Tauhid karya Syaikh Muhammad at-Tamimi rahimahullah.

Beliau berkata :

وقوله: {وَاعْبُدُوا اللَّهَ وَلا تُشْرِكُوا بِهِ شَيْئاً}

Allah berfirman (yang artinya), “Dan sembahlah Allah, dan janganlah kalian mempersekutukan dengan-Nya sesuatu apapun.” (an-Nisaa’ : 36)

Di dalam ayat ini terkandung penjelasan makna tauhid; bahwa tauhid adalah menujukan ibadah kepada Allah semata dan meninggalkan segala bentuk syirik kepada-Nya; apakah itu syirik kecil maupun syirik besar.

Syirik adalah memalingkan ibadah kepada selain Allah di samping beribadah kepada Allah. Adapun syirik kecil adalah segala sarana yang mengantarkan menuju syirik besar, atau segala ucapan dan perbuatan yang disebut sebagai syirik tetapi tidak mencapai tingkatan mengeluarkan dari agama.

Ayat ini juga mengandung pelajaran bahwa tidak ada yang berhak disembah selain Allah. Apa pun atau siapa pun dia selain Allah; maka tidak boleh disembah; apakah itu nabi, wali, orang salih apalagi batu, pohon dan kuburan. Selain itu, ayat ini juga menunjukkan bahwa tauhid merupakan kewajiban terbesar sedangkan syirik adalah keharaman yang paling berat.

Beliau berkata :

وقوله: {قُلْ تَعَالَوْا أَتْلُ مَا حَرَّمَ رَبُّكُمْ عَلَيْكُمْ أَلاَّ تُشْرِكُوا بِهِ شَيْئاً وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَاناً

Allah berfirman (yang artinya), “Katakanlah; Kemarilah akan aku bacakan kepada kalian apa-apa yang diharamkan oleh Rabb kalian kepada kalian; yaitu janganlah kalian mempersekutukan dengan-Nya sesuatu apapun, dan kepada kedua orang tua hendaklah berbuat baik…” (al-An’am : 151-153)

Ayat ini mengandung penegasan bahwa syirik merupakan bentuk kedurhakaan kepada Allah yang paling berat, oleh sebab itu Allah menyebutkannya di awal pertama kali sebelum yang lainnya. Yang dimaksud tidak boleh berbuat syirik di sini adalah terkandung di dalamnya perintah untuk beribadah kepada Allah. Para ulama kita menjelaskan bahwa ibadah tidaklah dikatakan sebagai ibadah yang benar kecuali apabila disertai dengan tauhid. Apabila syirik mencampuri ibadah maka ibadah itu menjadi hancur atau sia-sia sebagaimana halnya apabila thaharah tertimpa dengan hadats.

Beliau berkata :

قال ابن مسعود: “من أراد أن ينظر إلى وصية محمد صلى الله عليه وسلم التي عليها خاتمه فليقرأ قوله تعالى: {قُلْ تَعَالَوْا أَتْلُ مَا حَرَّمَ رَبُّكُمْ عَلَيْكُمْ أَلَّا تُشْرِكُوا بِهِ شَيْئاً} ٢ – إلى قوله {وَأَنَّ هَذَا صِرَاطِي مُسْتَقِيماً} الآية

Ibnu Mas’ud berkata : “Barangsiapa yang ingin memperhatikan wasiat Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam yang ada di atasnya stempel resmi dari beliau hendaklah dia membaca firman Allah (yang artinya), “Katakanlah; Kemarilah aku bacakan apa-apa yang diharamkan oleh Rabb kalian atas kalian; janganlah kalian mempersekutukan dengan-Nya sesuatu apapun…” sampai firman-Nya, “Dan sesungguhnya yang Kami perintahkan ini adalah jalan-Ku yang lurus…” (HR. Tirmidzi dan beliau menyatakan hasan)

Atsar atau riwayat ini menunjukkan betapa pentingnya kandungan ayat-ayat di dalam surat al-An’am 151 sampai 153 karena di dalamnya terkandung wasiat-wasiat Allah. Dari seluruh wasiat yang ada maka yang pertama kali dan paling pokok adalah larangan berbuat syirik. Hal ini menunjukkan bahwa tauhid merupakan wasiat terpenting dari Allah dan rasul-Nya kepada segenap manusia.

Bersambung insya Allah.

***

Repost : Sidayu – Gresik, 29 Dzulhijjah 1446 H / 25 Juni 2025

Penulis : Ustadz Ari Wahyudi, S.Si

Artikel : Al-mubarok.com

ShareTweetPin
Ari Wahyudi, S.Si

Ari Wahyudi, S.Si

Ustadz Ari Wahyudi adalah guru kami. Alumni S1 Biologi UGM, alumni dan pengajar Ma'had Al-'Ilmi Yogyakarta, pengajar Ma'had Umar bin Khathab Yogyakarta, penulis kitab "At Tashil Fi Ma'rifati Qawa'id Lughatit Tanzil", pembina Ma'had Al Mubarok Yogyakarta, pengasuh website al-mubarok.com.

Related Posts

Sihir dan Macam-Macamnya
AQIDAH

Sihir dan Macam-Macamnya

15 April 2026
Jauhi 7 Dosa Besar yang Membinasakan
AQIDAH

Jauhi 7 Dosa Besar yang Membinasakan

19 Februari 2026
Bersumpah Dengan Nama Selain Allah
AQIDAH

Bersumpah Dengan Nama Selain Allah

11 Januari 2026
Hukuman Bagi Tukang Sihir
AQIDAH

Hukuman Bagi Tukang Sihir

8 Desember 2025
Tafsir Ayat Tauhid (bagian 5)
AQIDAH

Tafsir Ayat Tauhid (bagian 5)

4 November 2025
Ketika Syirik dianggap Budaya dan Tradisi
AQIDAH

Ketika Syirik dianggap Budaya dan Tradisi

6 November 2025
Next Post
Mukadimah Kitab Tauhid (bagian 3)

Mukadimah Kitab Tauhid (bagian 3)

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TENTANG KAMI

Website meciangi.or.id adalah situs dakwah Islam yang dikelola oleh Forum Kajian Mahasiswa Meci Angi. Diantara kegiatan utama dakwah kami adalah Ma'had Meci Angi. Ma'had Meci Angi merupakan tempat menimba ilmu para penuntut ilmu yang berpijak pada pemahaman shalafus sholeh. Diantara kegiatan utamanya adalah pembelajaran bahasa arab seperti nahwu, shorof, belajar baca kitab, mengadakan daurah syar'iyyah, menerbitkan buletin serta kegiatan kegiatan dakwah lainnya.

Alamat sekretariat Website: Jln. Lintas Sumbawa, Gg. Potlot no.14. Lingkungan Rasa Bou - Kelurahan Kandai Dua - Kecamatan Woja - Kabupaten Dompu - NTB 84218.

Follow us

Terbaru

  • Angkatlah Do’amu di Hari Arafah
  • Puasa Awal Dzulhijjah
  • Kambing 1,7 Tahun Belum Powel
  • Biografi Syaikhuna wa Waliduna Aunur Rafiq bin Ghufron bin Hamdan

Kategori

  • ADAB DAN AKHLAQ
  • AL-QUR'AN
  • AQIDAH
  • BAHASA ARAB
  • BANTAHAN
  • BIOGRAFI
  • BULETIN MECI ANGI
  • E-BOOK
  • FATWA ULAMA
  • FIQH
  • KHUTBAH JUM'AT
  • KITAB ULAMA
  • MANHAJ
  • MUTIARA SALAF
  • QOIDAH FIQH
  • SIROH
  • SYAIR
  • TAFSIR
  • TANYA JAWAB
  • TAZKIYATUN NUFUS
  • USHUL FIQH
  • BERANDA
  • BELAJAR ISLAM
  • FIQH DAN MUAMALAH
  • TAZKIYATUN NUFUS
  • DOWNLOAD
  • LAINNYA

© 2024 by mantapp

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BELAJAR ISLAM
    • AQIDAH
    • MANHAJ
  • FIQH DAN MUAMALAH
    • FIQH
    • QOIDAH FIQH
    • USHUL FIQH
  • TAZKIYATUN NUFUS
    • ADAB DAN AKHLAQ
    • TAZKIYATUN NUFUS
  • DOWNLOAD
    • E-BOOK
    • BULETIN MECI ANGI
    • KITAB ULAMA
    • REKAMAN KAJIAN
  • LAINNYA
    • FATWA ULAMA
    • TAFSIR
    • SIROH
    • KHUTBAH JUM’AT
    • BAHASA ARAB
    • BANTAHAN
    • TANYA JAWAB
    • MUTIARA SALAF
    • BIOGRAFI

© 2024 by mantapp