Ana perjalanan pulang dari safar menggunakan mobil pribadi, anggap dari solo ke Jakarta (rumah ana di Jakarta).
Di rest area terakhir sblm sampai jakarta, masuk sholat maghrib (jarak ke rumah kurang lebih tinggal 60 km)
Pertanyaanya : Bolehkah ana sholat jamak qhosor magrib isya’ di rest area tersebut ? (Aisyarana Jakarta)
Jawab :
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه أجمعين وبعد
Seseorang masih boleh men qoshor sholatnya selama masih belum masuk bangunan pertama yang bersambung sampai ke rumahnya.
Dari Anas bin Malik radhiyallahu anhu menyebutkan :
أنَّ النبيَّ صلَّى اللهُ عليه وسلَّم صلَّى الظُّهَر بالمدينةِ أربعًا، وصلَّى العصرَ بذِي الحُلَيفةِ رَكعتينِ
“Bahwa Nabi shallallahu alaihi wasallam sholat dzuhur di Madinah 4 rakaat dan sholat ashar di Dzul Hulaifah 2 rakaat.” (HR. Bukhari 1547 dan Muslim 690)
Hadits ini menunjukkan bahwa Nabi shallallahu alaihi wasallam mulai mengqoshor sholat ketika masuk di Dzul Hulaifah karena waktu itu masih terpisah bangunan dengan pusat kota Madinah, adapun hari ini Dzul Hulaifah sudah bersambung dengan pusat kota Madinah sehingga penduduk Madinah tidak bisa lagi menngqoshor sholat di Dzul Hulaifah.
Imam Mawardi menyebutkan :
أنَّه لَمَّا وجب عليه الإتمامُ إذا دخَلَ بنيانَ بلدِه عند قدومِه من سَفرِه إجماعًا، وجَب أنْ لا يجوزَ له القَصرُ في ابتداءِ خُروجِه قبلَ مُفارقةِ بُنيانِ بلدِه
“Bahwasanya tatkala wajib menyempurnakan sholatnya (4 rakaat) jika masuk bangunan pertama yang bersambung dengan tempat tinggalnya ketika dia datang dari safar secara konsensus, maka dia tidak boleh qoshor ketika dia baru mulai perjalanan safarnya sebelum dia berpisah dengan bangunan terakhir yang bersambung dengan tempat tinggalnya.” (Lihat Al Hawi Al Kabir, Mawardi 2/368)
Ibnu Al Mundzir juga menukil ijma dalam hal ini :
وأجمَعوا على أنَّ للذي يُريد السفرَ أنْ يَقصُر الصلاةَ إذا خرَج عن جميع البُيوت من القرية التي خرَج منها
“Dan para ulama juga ijma bahwa yang ingin safar boleh meng qoshor jika sudah keluar dari semua bangunan kampung yang dia keluar darinya.” (Lihat Al Ijma, Ibnu Al Mundzir 41).
Jadi kesimpulannya boleh bagi ibu sekeluarga menjamak dan mengqoshor sholat maghrib dan isya di tempat tersebut jika bangunannya tidak bersambung dengan tempat tinggal di Jakarta. Wallahu a’lam bishshowab.
***
Sidayu, 1 Jumadil Ula 1446 H/3 November 2024 M
Dijawab oleh : Ustadz Muhammad Yusuf Rustam, Lc., M.A.
Artikel : Meciangi.or.id






